
Raja Iblis merasa sangat terkesan karena pemuda yang diakui sebagai penguasa oleh Du Tiansang itu bisa mengetahui keberadaannya meskipun dia telah menyamarkan aura kehadirannya.
"Aku juga merasa terhormat bisa bertemu dengan pendekar muda yang sangat jenius seperti anda." Ucap Raja Iblis.
"Aku tidak menyangka jika di usiaku yang sudah seperti saat ini, masih bisa bertemu dengan jenius muda yang mungkin baru lahir dalam seribu tahun sekali."
"Sepertinya kota Yin ini sangat istimewa, sehingga memiliki jenius muda seperti pendekar Xue Zhao."
"Sebelumnya, beberapa tahun yang lalu, aku juga pernah terkejut bisa bertemu dengan seorang pendekar muda dengan basis kultivasi sebagai pendekar dewa surgawi yang bisa menahan serangan ku yang pada saat itu berada di ranah saint puncak."
"Tetapi setelah bertemu dengan pendekar Xue Zhao...sepertinya kejeniusan pemuda itu telah terpatahkan olehmu."
"Meskipun aku tidak bisa melihat basis kultivasimu, namun disaat kau bisa mengetahui basis kultivasiku serta pengakuan dari saudara Du Tiansang sebagai penguasanya, itu sudah memberitahukan jika anda memiliki kemampuan diatas kami."
"Pendekar Xue Zhao...mohon maaf jika aku sudah terlalu banyak bicara." Tutup Raja Iblis.
"Saudara Mowang...jika kau tidak keberatan, ayo bergabung dengan kita disini." Ucap Du Tiansang.
"Dengan senang hati serta suatu kehormatan bagiku bisa duduk dan menikmati arak bersama dengan kalian." Ucap Raja Iblis dan segera duduk di kursi yang telah tersedia.
"Saudara Mowang...sepertinya kedatanganmu ini bukanlah secara kebetulan, pasti ada urusan penting yang ingin kau selesaikan." Ucap Du Tiansang.
"Jika kau tidak keberatan, apakah kami boleh mengetahui urusan apa yang membawamu kesini?" Du Tiansang bertanya.
"Sebenarnya aku akan pergi ke Hutan Ilusi untuk mencari salah satu peri penguasa hutan itu...." Jawab Raja Iblis.
"Dimana hutan ilusi itu? Apa benar di hutan itu dihuni oleh bangsa peri?" Tanya Du Tiansang merasa terkejut.
"Saudara Du, apakah kau belum pernah bertemu dengan bangsa peri?" Tanya Raja Iblis merasa heran.
"Iya, selama ini aku belum pernah bertemu dengan bangsa peri, karena jika aku bertemu dengan mereka, pasti aku akan menjadikan mereka sumber daya untuk bisa meningkatkan basis kultivasi ku." Jawab Du Tiansang.
"Saudara Mowang...apa tujuanmu untuk pergi kesana?" Tanya Du Tiansang.
"Tujuan ku untuk pergi kesana, agar bisa menemukan seorang pendekar muda yang menjadi pemimpin bagi seorang peri dan juga bagi tiga siluman serta seorang pendekar dewa...sebab mereka telah membunuh beberapa bawahanku." Jawab Raja Iblis.
"Penguasa...apakah yang saudara Mowang maksudkan itu adalah sosok yang sama dengan kelompok yang membunuh anggota sekte kita?" Tanya Du Tiansang ingin memastikan.
"Iya, itu benar." Jawab Xue Zhao.
"Saudara Mowang, ternyata kita memiliki musuh yang sama." Ujar Du Tiansang.
"Pendekar Xue Zhao, apa benar kau mengetahui kelompok itu?" Tanya Raja Iblis.
"Iya...dan mereka berada di kota ini." Jawab Xue Zhao.
"Itu berarti aku sudah tidak perlu repot-repot lagi untuk mencari mereka." Raja Iblis menanggapi.
"Saudara Mowang...bagaimana jika kita bekerja sama untuk menghadapi mereka?" Tanya Du Tiansang.
"Sebab jika kau melakukannya sendiri, sudah pasti kau tidak bisa untuk menghadapinya sendirian." Ucap Du Tiansang.
"Saudara Du, mengapa kau bisa berkata seperti itu? Apakah kau sedang meragukan kemampuan ku?" Balas Raja Iblis bertanya.
"Saudara Mowang, aku tidak sedang meragukan kemampuanmu...tetapi setelah aku mengetahui kau saat ini sudah menjadi seorang pendekar di ranah immortal, menurut apa yang penguasa sampaikan kepadaku, pemuda itu bisa mengimbangi kekuatan seorang pendekar di ranah itu."
"Apa lagi pemuda itu memiliki teknik tingkat dewa serta didampingi oleh tiga siluman yang bisa mengalahkan seorang pendekar di ranah immortal." Du Tiansang mencoba untuk menjelaskan.
"Bagaimana bisa kekuatan mereka telah meningkat pesat seperti itu? Itu tidak mungkin." Raja Iblis menanggapi.
"Benar apa yang di katakan oleh Du Tiansang, sebab aku sendiri yang menghadapinya sekitar dua tahun yang lalu." Sambung Xue Zhao.
"Aku juga tidak mengetahui bagaimana caranya dia bisa meningkatkan dengan cepat basis kultivasinya itu."
Xue Zhao memberikan penjelasan kepada Raja Iblis agar bisa meyakinkan pria sepuh itu.
"Sial! Ternyata pemuda itu sangat diberkati oleh langit." Pikir Raja Iblis.
"Saudara Mowang...bagaimana dengan tawaranku? Apakah kau mau bekerja sama dengan kami?" Tanya Du Tiansang lagi.
"Saudara Du, memang tawaranmu itu sangat baik, tetapi aku tahu itu pasti ada imbalannya." Tutur Raja Iblis menjawab pertanyaan Du Tiansang.
"Ha...ha...ha...ha...ha...ternyata saudara Mowang sangat berhati-hati, aku merasa sangat suka dengan cara berpikir mu itu." Ucap Xue Zhao.
"Saudara Mowang...penguasaku ini adalah seorang dewa yang di khianati oleh klannya sendiri...jika kau mau bergabung dengan kami, kau akan mendapatkan teknik tingkat dewa agar bisa mengalahkan pemuda itu."
"Namun kau harus menjadi bawahannya serta mencarikan sumber daya untuk diserahkan kepadanya...bagaimana? Apakah kau mau bergabung dan bisa menerima persyaratan itu?" Tutur Du Tiansang.
Raja Iblis terdiam dan mulai memikirkan tawaran serta syarat yang diajukan oleh Du Tiansang.
Karena Raja Iblis itu belum menjawab pertanyaannya, Du Tiansang pun kembali berkata "Jika kau berpikir bisa menghadapi mereka sendirian, kami tidak bisa membantumu dan aku tidak bisa untuk memaksamu lagi."
"Ada hal yang tidak bisa aku mengerti...mengapa seorang dewa tidak bisa mengalahkan pemuda itu bersama dengan siluman yang bersama dengan pemuda itu!?" Ujar Raja Iblis.
"Jika pendekar Xue Zhao adalah seorang dewa, sudah pasti hanya dengan menjentikkan jarinya saja, pasti sudah bisa mengalahkan pemuda itu." Lanjutnya.
"Benar apa yang kau katakan itu, namun saat ini aku hanyalah berbentuk sebuah roh dan hanya menguasai tubuh pemuda ini...itulah mengapa kekuatan sejatiku tidak kembali sepenuhnya."
"Untuk itu, jika kau mau untuk menjadi bawahanku dan menyanggupi untuk bisa memenuhi syarat itu, aku juga akan memberikan teknik tingkat dewa kepadamu agar bisa mengalahkan pemuda itu beserta beberapa sosok yang bersama dengannya."
"Sebab jika dengan kekuatan yang kau miliki, kau tidak bisa mengalahkan mereka...karena saat aku menggunakan teknik untuk bisa melenyapkan para siluman itu, teknik ku tidak memberikan dampak bagi mereka."
"Mereka sepertinya dilindungi oleh sesuatu yang kuat dan berasal dari dunia kami."
"Itu sebagai jawabanku atas keraguanmu." Tutup Xue Zhao.
"Baiklah, aku mau bekerja sama dengan kalian dan siap untuk menjadi bawahanmu serta akan bekerja untuk mendapatkan sumber daya tingkat tinggi agar diberikan kepada mu." Tutur Raja Iblis.
"Mowang memberi hormat kepada penguasa!" Tutupnya dengan mengambil sikap hormat.
Tindakan mereka ditempat itu menjadi pusat perhatian bagi sebagian pengunjung di tempat tersebut.
Mereka merasa terkejut karena melihat empat sosok pria sepuh memberikan hormat kepada seorang pria muda.
Berbagai macam spekulasi pun mulai terlintas di dalam pikiran mereka untuk menebak status pemuda itu.
Mereka tidak mengetahui jika sosok tersebut adalah Xue Zhao, pelindung kota itu, sebab saat itu dia sedang menyamar.
"Penguasa, jika benar apa yang dikatakan oleh saudara Mowang bahwa di hutan ilusi itu ditempati oleh salah satu bangsa peri, bagaimana jika kita pergi untuk menyerang mereka?" Ucap Du Tiansang.
"Jika kita menyerang mereka, sudah pasti kita akan mendapatkan banyak sumber daya untuk diberikan kepada penguasa." Lanjutnya.
"Dengan kemampuan yang kita miliki, jika mereka juga berada disana, itu bisa menjadi bumerang bagi kita." Jawab Xue Zhao.
"Sebab jumlah dan kekuatan kalian berempat belum bisa menghadapi para siluman itu, belum lagi dengan bantuan dari pasukan bangsa peri, kita pasti akan menjadi bulan-bulanan mereka." Lanjut Xue Zhao.
"Jadi apa yang harus kita lakukan?" Tanya Du Tiansang lagi.
"Sebaiknya kalian harus menyerang kelompok mereka terlebih dahulu sebelum menyerang markas bangsa peri itu." Jawab Xue Zhao.
"Namun sebelum kalian menyerang mereka, sebaiknya rencanamu semula harus dijalankan terlebih dahulu untuk bisa mengajak sahabatmu serta menguasai teknik yang akan aku berikan kepada kalian."
~Bersambung~