PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 75. Bao Meng Ling


Mendengar keinginan Xue Yunlei, Bao San segera berpikir hal apa yang paling berharga baginya.


Saat pria tua itu masih terdiam untuk berpikir, Xue Yunlei kembali bersuara untuk kembali menekan Bao San.


"Tuan Bao, sepertinya anda tidak memiliki sesuatu yang sangat berharga, untuk itu aku akan menarik kembali syarat yang aku berikan".


" Tuan, hal yang paling berharga bagiku hanyalah putriku, tidak ada lagi hal yang berharga bagiku selain dirinya ". Jawab Bao San jujur.


" Bagaimana jika aku meminta nyawamu!? Apakah kamu ingin menyerahkannya kepadaku!? ". Xue Yunlei langsung menentukan pilihannya.


Wajah pria tua itu segera berubah menjadi sedih setelah mendengarkan keinginan pria bertopeng didepannya.


Namun karena hal itu tidak bisa dia hindari lagi, sehingga dia pasrah untuk mengabulkan keinginan Xue Yunlei.


Hal itu karena yang dia takutkan jika Xue Yunlei akan membuat kehancuran di kota Shenmu dan bisa memberikan dampak yang buruk bagi rakyatnya.


" Baiklah, aku siap untuk menerima hukuman atas kesalahan yang telah aku lakukan, tetapi aku memohon kepada tuan untuk memaafkan seluruh keluargaku ". Ucap Bao San dengan wajah permohonan.


" Hmmm, sepertinya hal itu terlalu mudah bagimu, jadi aku merubah keputusanku untuk memilih putrimu sebagai gantinya ". Ujar Xue Yunlei santai.


" Tetapi aku akan memberikan waktu sehari untukmu sebelum aku mengambilnya dari padamu ".


" Jika kamu mengingkarinya, kamu akan menerima akibatnya ". Xue Yunlei memberikan ancaman kepada Bao San.


Setelah memberikan ancaman, Xue Yunlei pun segera melepaskan benang-benang sutra emas yang telah dia kuasai untuk menyegel jalur meridian tiga pria tua tersebut.


Mereka bertiga tidak menyangka jika Xue Yunlei akan melakukan hal tersebut, sehingga benang-benang sutra emas miliknya dengan mudah menyegel jalur meridian mereka.


Setelah melakukan hal itu, Xue Yunlei menurunkan ketiga tubuh pria tua itu ke tanah agar mereka bisa kembali ke balai kota.


Xue Yunlei pun segera pergi dari tempat itu untuk mencari anggota Partai Kaypang agar bisa mendapatkan informasi tentang Partai Qing Ceng.


Xue Yunlei kini telah merubah penampilannya agar bisa dengan leluasa untuk melakukan pencarian di kota Shenmu.


Karena jika tidak merubah penampilannya, pasti akan ada kekacauan yang akan terjadi, sebab pasukan yang berada di kota Shenmu pasti akan menyerangnya.


Pemuda itu pun mulai melangkahkan kakinya dengan enteng dijalanan kota Shenmu sambil memperhatikan situasi di sekitarnya.


Sedangkan Bao San bersama dua orang pria tua lainnya kini sedang menuju ke balai kota Shenmu.


Mereka bertiga pergi dengan menunggang kuda agar bisa tiba dengan cepat untuk menemui putrinya.


Xue Yunlei terus berkeliling dan mencari disetiap sudut kota Shenmu untuk bisa menemukan seorang anggota Partai Kaypang.


Setelah beberapa waktu Xue Yunlei mencari, akhirnya pemuda itu bisa menemukan seorang yang memiliki penampilan seperti pengemis.


Xue Yunlei segera mendekati orang itu dan memberikan sebuah koin perak ke mangkuk yang menjadi alat sebagai simbol seorang pengemis.


Melihat sebuah koin perak yang di berikan oleh pemuda didepannya, pengemis itu segera berkata.


"Tuan, uang yang Anda berikan terlalu besar nilainya".


" Nilainya akan bertambah jika kamu memberikan informasi kepadaku ". Balas Xue Yunlei sambil berpaling menatap ke arah pengemis itu.


" Sepertinya pemuda ini mengetahui usaha yang Partai kami jalankan". Pikir pengemis itu.


"Informasi apa yang tuan inginkan? ". Ucap pengemis itu bertanya kepada Xue Yunlei.


" Aku menginginkan informasi tentang lambang dan tulisan ini serta dimana aku bisa mencari mereka ". Ucap Xue Yunlei sambil menyerahkan bagian pakaian serta tanda pengenal anggota Partai Qing Ceng.


" Tuan, itu adalah lambang serta tanda pengenal dari Partai Qing Ceng. Dan tuan bisa menemukan mereka di kota Rong Cheng tepatnya di kaki gunung Zhangren". Ungkap Sang pengemis.


"Dari kota ini, aku harus pergi ke arah yang mana?". Tanya Xue Yunlei lagi.


" Tuan pergi saja ke arah Selatan, pasti tuan bisa menemukan kota itu, karena kota itu adalah kota yang besar dan sangat maju". Jawab pengemis itu lagi.


"Terima kasih atas informasinya". Balas Xue Yunlei sambil melepaskan sepuluh keping koin perak kedalam mangkuk pengemis itu.


Xue Yunlei segera pergi untuk menuju ke balai kota Shenmu agar bisa menemui Bao San untuk menagih apa yang telah di perjanjikan.


Saat berada di dekat balai kota Shenmu, Xue Yunlei segera menggunakan atribut ayahnya agar penampilannya itu bisa menjadi ciri khas dirinya.


Disaat Xue Yunlei hendak melewati gerbang balai kota Shenmu, dia langsung dicegat oleh para prajurit yang berjaga.


" Apakah kalian belum diberitahukan oleh penguasa kota kalian jika aku akan datang ke sini? ". Tanya Xue Yunlei dengan santai.


" Berlutut! Berani - beraninya kalian menghalangi jalan tuan pendekar! ". Teriak seorang pria membentak para prajurit yang menghalangi Xue Yunlei.


" Kami memberi hormat kepada jenderal Jiaren!". Ucap para prajurit sambil berlutut memberi hormat.


"Cepat memberi hormat kepada tuan pendekar dan meminta maaf kepadanya". Perintah Song Jiaren dengan tegas.


" Sudahlah...sudahlah, tidak perlu berbasa-basi lagi, dimana Bao San? ". Tanya Xue Yunlei.


" Mari tuan aku antarkan ". Ucap Song Jiaren dengan cepat dan sopan serta dengan sikap mempersilahkan Xue Yunlei.


Song Jiaren berjalan di depan, sedangkan Xue Yunlei mengikutinya dari belakang.


Xue Yunlei meningkatkan persepsinya untuk bisa mengetahui jika ada serangan yang datang secara tiba-tiba.


Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi mereka berdua untuk bisa tiba di aula pribadi kediaman Bao San.


Keduanya segera memasuki ruangan aula tersebut yang membuat empat orang didalam aula itu segera menatap ke arah mereka berdua.


Bao San langsung berdiri dan datang menyambut Xue Yunlei.


"Tuan Pendekar, mari, silahkan duduk". Ucapnya sambil mempersilahkan Xue Yunlei untuk duduk di kursi utama dalam ruangan itu.


" Bao San, aku tidak ingin berlama-lama disini, apakah aku sudah bisa membawa putrimu? ". Balas Xue Yunlei menanggapi sambutan Bao San.


Seorang gadis cantik yang juga berada di dalam ruangan itu hanya bisa meneteskan air matanya setelah mendengar perkataan Xue Yunlei.


Xue Yunlei sangat mengerti akan apa yang dirasakan oleh gadis itu dan juga apa yang dirasakan oleh Bao San.


Meskipun Bao San merasa segan dengan Xue Yunlei, akan tetapi pria tua itu tidak langsung menanggapi pertanyaan pemuda tersebut.


Bao San segera berbalik dan berjalan mendekati putrinya dan langsung memeluk gadis itu sambil meneteskan air mata.


"Putriku, maafkan ayah karena telah melakukan suatu kesalahan dan kamu yang menanggung akibatnya". Ucap Bao San.


" Ayah tidak perlu meminta maaf kepadaku, aku siap melakukan apapun demi untuk menyelamatkan Ayah dan juga untuk menyelamatkan kota ini ". Balas putrinya.


" Ayah, Meng Ling pergi dulu ". Ucap gadis itu sambil melepaskan pelukannya.


Gadis itu segera melangkahkan kakinya untuk mendekati Xue Yunlei.


" Tuan, ayo kita pergi". Ucap Bao Meng Ling kepada Xue Yunlei.


Hati, pikiran serta perasaan Bao San sangat sedih karena akan berpisah dari putrinya.


Bungkusan pakaian Bao Meng Ling segera menghilang saat Xue Yunlei mengibaskan tangannya.


Empat pasang mata yang melihat hal itu langsung terkejut, tidak terkecuali dengan Bao Meng Ling sendiri.


"Ternyata pendekar ini memiliki pusaka untuk penyimpanan, sangat misterius". Pikir Bao San.


Hal yang sama juga dipikirkan oleh yang lainnya yang melihat apa yang dilakukan oleh Xue Yunlei.


Xue Yunlei tidak mengeluarkan sepatah kata pun, pemuda itu segera menggenggam tangan gadis itu dan segera pergi meninggalkan ruangan tersebut.


Setelah tiba di halaman kediaman Bao San, Xue Yunlei segera melesat terbang sambil menggendong Bao Meng Ling.


Bao San yang mengikuti keduanya untuk melepaskan kepergian putrinya hanya bisa menatap dengan sedih.


" Ini menjadi suatu pengalaman yang tidak bisa kita lupakan".


"Jenderal Jiaren! Kumpulkan semua komandan pasukan untuk diberikan arahan agar mereka tidak bertindak sewenang-wenang atau pun tidak sopan kepada setiap orang yang datang ke kota kita ini".


" Mereka harus bersikap sopan saat bertindak, kecuali jika orang tersebut memberikan perlawanan ".


" Dan yang perlu mereka ingat, jika melihat hal yang menggiurkan, jangan pernah berkeinginan untuk memilikinya dengan cara yang tidak baik ".


Bao San terus menyampaikan apa yang harus Song Jiaren sampaikan kepada para komandan pasukan dan juga harus disampaikan kepada para prajurit kota Shenmu.


~Bersambung~