
Setelah selesai menciptakan formasi pelindung dan pengabur, kini Xue Yunlei telah siap untuk menerima dia serangan terkuat milik pria sepuh itu.
Sedangkan pria sepuh tersebut, kini sudah mulai mengerahkan energi qi miliknya untuk menggunakan teknik terkuat yang dia miliki.
Energi qi pria sepuh itu kini sudah dikerahkan dan telah memiliki bentuk seekor gorila raksasa yang siap untuk menghancurkan lawannya.
Xue Yunlei yang melihat kekuatan pria sepuh didepannya masih bisa tersenyum, sebab kekuatan yang pria itu miliki hanyalah energi qi miliknya, tidak mengkolaborasi dengan kekuatan elemen alam.
Xue Yunlei sendiri saat itu hanya ingin menguji kekuatan benang sutra emas yang telah menyatu dengan tubuhnya.
Tubuh Xue Yunlei kini sudah diselimuti dengan cahaya keemasan yang berkilauan.
"Teknik apa yang dia gunakan? Mengapa tubuhnya seperti telah terbungkus dengan perisai perlindungan? ".
" Apakah dia memiliki artefak kuno yang berfungsi seperti perisai perlindungan? ". Gumam pria sepuh itu merasa heran.
Meskipun dia telah dibuat terkagum dengan apa yang Xue Yunlei miliki, akan tetapi rasa percaya dirinya untuk bisa menumbangkan Xue Yunlei, masih tetap dipertahankan.
" Apakah anda sudah siap? ". Tanya pria sepuh itu.
" Iya, aku sudah siap, ayo serang aku". Ucap Xue Yunlei penuh percaya diri.
Gorila raksasa itu segera memukuli tubuh Xue Yunlei yang terlihat sangat kecil baginya.
Pemuda itu hanya mengangkat kedua tangannya untuk menyambut serangan tintu martil yang dilancarkan oleh gorila raksasa itu.
Booommm...booommm...booommm
Ledakan terjadi saat tinju martil milik gorila raksasa memukuli tubuh Xue Yunlei.
Permukaan tanah yang dipijak oleh Xue Yunlei kini langsung tercipta sebuah liang besar.
Namun tubuh pemuda itu masih tegak berdiri untuk menanti serangan kedua milik pria sepuh itu.
"Ternyata dia bisa menahan serangan pertama yang aku lancarkan, untuk serangan kedua aku harus menggunakan segenap kekuatan yang aku miliki". Pikir pria sepuh itu yang mengerahkan seluruh kekuatan yang dia miliki untuk melancarkan serangan kedua miliknya.
Booommm...booommm...booommm
Bunyi ledakan besar kembali lagi terjadi akibat serangan gorila raksasa yang tercipta dari energi qi milik pria sepuh itu.
Amukan gorila raksasa itu membuat serangan kedua yang dilancarkan oleh pendekar agung itu bisa dirasakan getarannya hingga ke desa Tingzhi.
"Sepertinya hal itu telah terjadi, bagaimana dengan keadaan tuan muda Xue Yunlei!? Apakah dia baik - baik saja!? ". Pertanyaan yang terlintas di kepala Bao Meng Ling.
" Apakah pemuda itu sanggup menahan serangan pendekar agung itu? Jika dia bisa menahan dua serangan terkuat milik pendekar agung itu, sudah bisa dipastikan bahwa kita bertiga tidak ada apa - apanya jika mau menghadapinya ". Ujar leluhur agung.
"Aku bisa merasakan bahwa kekuatan pemuda itu sangat kuat, sehingga dia memiliki keberanian serta kepercayaan diri yang tinggi untuk menerima serangan pendekar agung itu".
Sambung lehur yang lainnya.
" Iya, aku juga merasakan hal yang sama denganmu ". Tanggapan yang diberikan oleh leluhur yang satunya lagi.
" Leluhur, bagaimana dengan keadilan untuk putra dan cucuku? Apakah kalian bertiga hanya tetap diam saja dan tidak akan memberikan keadilan bagiku? ". Kepala desa Tingzhi membuyarkan konsentrasi ketiga leluhur yang saat itu sedang berpikir tentang kekuatan Xue Yunlei.
" Untuk masalah itu, kita tunggu terlebih dahulu hasil dari taruhan mereka berdua ".
" Jika pemuda itu kalah dalam taruhan, kita akan meminta keadilan kepada pendekar agung itu, jadi kamu harus bersabar ".
Leluhur agung menanggapi pertanyaan kepala desa Tingzhi.
"Putra dan cucuku telah tewas ditangannya, mana mungkin aku masih bisa tenang dan bersabar!? Aku harus membalaskan dendam mereka berdua dengan membunuh gadis itu terlebih dahulu". Ujar kepala desa Tingzhi yang segera melesat menghantam formasi pelindung yang diciptakan oleh Xue Yunlei untuk melindungi Bao Meng Ling.
"Booommm
Bunyi ledakan akibat serangan kepala desa Tingzhi ke dinding formasi pelindung milik Xue Yunlei.
Tubuh pria tua itu langsung terdorong kebelakang dan menerjang bangunan penginapan milik keluarganya.
" Sangat kokoh! Ternyata pemuda itu tidak pernah main - main dengan setiap perkataannya". Gumam leluhur agung dan langsung ditanggapi dengan anggukan kepala oleh dua orang leluhur lainnya untuk membenarkan perkataan leluhur agung.
"Aku harus menghancurkan dinding formasi pelindung itu! ". Teriak kepala desa dan kembali melesat menghantam dinding formasi pelindung.
Booommm
Bunyi ledakan kembali terdengar dan bersamaan dengan itu, tubuh kepala desa Tingzhi kembali terdorong kebelakang kemudian untuk yang kedua kalinya menerjang bangunan penginapan keluarganya.
Karena tubuh kepala desa Tingzhi telah menerjang dua pilar utama penginapan milik keluarganya, sehingga bangunan penginapan itu mulai terlihat sudah tidak kuat lagi untuk berdiri.
Kepala desa kembali bangkit, namun cairan berwarna merah mulai keluar dari mulut pria tua itu serta melangkahkan kakinya dengan sempoyongan.
"Sialan, mengapa aku tidak bisa menghancurkan dinding formasi pelindung itu? Bagaimana aku bisa membalaskan dendam putra dan cucuku? Aku benar-benar tidak berguna".
" Jika anda mendidik cucumu itu dengan baik, pasti hal itu tidak akan terjadi padanya ". Tutur leluhur agung.
" Apakah kalian tidak percaya dengan apa yang aku katakan? ". Kepala desa menimpali perkataan leluhur agung.
" Namun pada kenyataannya pemuda itu masih memikirkan kerusakan serta keselamatan orang yang tidak bersalah ".
" Oleh karena itu menurutku, perkataan pemuda itu masih bisa dipercaya dibandingkan dengan perkataanmu ".
Tutup leluhur agung menjelaskan kepada kepala desa Tingzhi tentang apa yang mereka pikirkan.
Situasi di pegunungan yang terletak tiga kilometer dari desa Tingzhi kini sudah tidak lagi menegangkan.
Hal itu karena Xue Yunlei masih tetap berdiri kokoh setelah menerima dua serangan dari gorila raksasa milik pria sepuh di hadapannya.
"Bagaimana? Apakah kamu sudah mengakui kekuatan yang aku miliki? ". Tanya Xue Yunlei sambil tersenyum menatap pendekar agung di depannya.
Mendapatkan pertanyaan dari Xue Yunlei, pria sepuh itu tidak bisa langsung menjawabnya, namun sesaat kemudian akhirnya dia pun menjawab pertanyaan pemuda itu.
" Baiklah, aku mengakui kekalahannya".
"Apa yang kau inginkan? ". Tanya pria sepuh itu.
" Siapa nama dan dari mana asalmu? ". Tanya Xue Yunlei.
" Namaku adalah Xie Yi, aku adalah leluhur agung dari sekte Tongtian". Jawab pria sepuh itu dengan nada suara yang sopan.
"Ternyata kamu berasal dari sekte Tongtian, sekte besar yang ada di negara Xin ini". Ucap Xue Yunlei menanggapi.
" Jika anda berasal dari sekte Tongtian, apakah anda mengetahui kejadian yang menimpa penguasa kota Yin bersama dengan jenius muda sekte Tongtian? ". Xue Yunlei bertanya untuk mendapatkan informasi yang dia inginkan.
" Tidak, aku tidak mengetahui hal itu, sebab aku baru saja kembali dari wilayah barat untuk mencari sumber daya yang aku butuhkan agar bisa menerobos untuk menjadi pendekar diranah dewa". Jawab Xie Yi jujur.
"Sebenarnya aku bermaksud untuk menuju ke sekte Tongtian untuk menanyakan hal itu, berhubung aku sudah bertemu denganmu, sebaiknya kita pergi bersama untuk pergi ke sekte Tongtian". Ucap Xue Yunlei.
" Terus bagaimana dengan taruhan kita? ". Tanya Xie Yi menyela.
" Jika kamu mau, jadilah bawahanku". Jawab Xue Yunlei singkat.
"Aku sebagai seorang pria sejati, tidak akan pernah menarik setiap apa yang telah aku setujui".
" Jadi aku sudah siap meskipun menjadi bawahanmu! ". Ujar Xie Yi dengan tegas.
" Tetapi maafkan jika aku lancang, sebagai bawahanmu aku juga ingin mengetahui siapa junjunganku ". Ujar Xie Yi.
" Aku Xue Yunlei berasal dari kota Yin dan juga sebagai ketua Organisasi Awan Merah yang bermarkas di kota Yenan". Xue Yunlei mengungkapkan identitasnya.
"Dan mulai saat ini, panggil saja aku dengan sebutan tuan muda saja". Lanjut Xue Yunlei mengingatkan.
" Baik Tuan Muda Xue! ". Xie Yi menanggapi.
" Kalau begitu, ayo kita kembali ke desa Tingzhi untuk menjemput nona Bao Meng Ling ". Ajak Xue Yunlei.
Mereka berdua segera melesat terbang menuju ke desa Tingzhi.
Kedatangan mereka disambut dengan tatapan penuh tanda tanya tentang hasil dari taruhan yang diajukan oleh Xue Yunlei.
Namun setelah melihat sikap pria sepuh yang adalah seorang pendekar agung itu, mereka segera mengetahui hasilnya.
"Bagaimana? Apakah masalah kita akan diselesaikan? ". Tanya Xue Yunlei kepada tiga leluhur desa Tingzhi.
" Masalah disini biarkan kami bertiga yang selesaikan, pendekar muda tidak perlu memikirkannya lagi ". Jawab leluhur agung.
" Baguslah jika demikian". Tanggapan Xue Yunlei.
"Akan tetapi ada yang harus aku ingatkan, pilih kembali kepala desa yang tepat untuk memimpin desa Tingzhi ini".
" Tidak hanya itu saja, penduduk desa Tingzhi ini harus mengingat lambang ini serta harus menghormati dan melayaninya dengan baik".
"Ini adalah lambang dari Organisasi Awan Merah yang aku pimpin".
Tutup Xue Yunlei sambil menunjukkan pelat ketua Organisasi Awan Merah kepada semua orang yang ada ditempat itu.
" Dimana kuda milikku? ". Tanya Xue Yunlei sambil mencari pria yang mengurus dua ekor kuda yang ditunggangi olehnya dan Bao Meng Ling.
Dengan wajah yang penuh ketakutan, pria itu segera datang mengantarkan dua ekor kuda yang dia urus.
" Terima kasih karena telah menjaga dan mengurus kuda kami". Ucap Xue Yunlei sambil memberikan dua keping uang perak.
"Apakah ada seekor kuda lagi yang bisa aku beli dari kalian? ". Tanya Xue Yunlei.
Seorang pria segera menawarkan kudanya untuk dibeli oleh Xue Yunlei.
Setelah itu mereka bertiga langsung melanjutkan perjalanan untuk menuju ke kota Yin.
~Bersambung~