PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 103. Situasi Di Penginapan


Situasi yang telah cair akibat tingkah laku yang ditunjukkan oleh Xue Yunlei dan Bao Meng Ling segera diganti dengan ketegangan.


Hal itu karena kedatangan penguasa kota Yin, yaitu Chen Kangjian bersama dengan komandan tertinggi di kota Yin, yaitu Chen Chen Bian serta para prajurit yang langsung mengepung bangunan penginapan tersebut.


Tindakan para prajurit membuat orang - orang yang berada di penginapan itu menjadi bertanya - tanya apa yang akan terjadi.


Semuanya segera memberikan jalan bagi pria tua itu yang didampingi oleh Chen Bian.


Xue Yunlei yang mengetahui kedatangan mereka masih tetap santai menikmati hidangan didepannya.


Xue Tie yang sedang duduk dimeja yang sama dengan Xue Yunlei segera bangkit berdiri saat Chen Kangjian bersama dengan Chen Bian tiba.


"Senior Tie, siapa yang menyuruhmu untuk berdiri? ". Tanya Xue Yunlei.


" Tidak ada yang menyuruhku untuk berdiri, tetapi ini adalah tuan Chen Kangjian sebagai penguasa kota Yin saat ini bersama dengan komandan utama kota Yin, yaitu komandan Chen Bian ". Ucap Xue Tie memberitahukan.


" Oh, jadi tuan Chen Kangjian adalah penguasa kota Yin yang baru saat ini? Maafkan jika pemuda ini tidak menyambut kedatangan penguasa ". Ucap Xue Yunlei yang tetap duduk santai dan tidak memberikan hormat kepada pria tua yang baru saja tiba tersebut.


" Tuan muda Xue tidak perlu sungkan kepada orang tua ini, sebab orang tua ini juga adalah keluarga tuan muda Xue Yunlei ".


" Orang tua ini sangat senang dengan kembalinya tuan muda Xue Yunlei di kota kami ini, hal itulah yang membuat diriku datang untuk menyambut kedatangan tuan muda Xue Yunlei". Balas Chen Kangjian dengan sangat ramah.


"Atas dasar apa tuan Chen Kangjian bisa menjadi penguasa kota Yin ini? ". Tanya Xue Yunlei dengan nada suara yang datar.


" Lancang! ". Teriak Chen Bian dengan penuh emosi.


" Sepertinya tuan Chen Bian terlihat tidak sabar untuk menunjukkan sikap yang sesungguhnya ". Xue Yunlei menanggapi sikap Chen Bian.


" Apakah kamu tahu ada berapa orang pendekar yang lebih kuat darimu telah tewas ditanganku karena telah berniat untuk membunuhku!? Mungkin diantara mereka ada yang berasal juga dari kota ini ". Tutur Xue Yunlei sambil menatap sinis kepada Chen Bian.


Mendengar perkataan Xue Yunlei, wajah Chen Kangjian langsung berubah menjadi pucat pasi.


" Apakah dia telah mengetahui jika aku yang telah membayar mereka pergi untuk membunuhnya? ". Pikir Chen Kangjian.


" Iya, aku memang sudah mengetahuinya, jadi kamu tidak perlu berpura-pura bersikap baik lagi dihadapanku". Ucap Xue Yunlei yang mengetahui pikiran Chen Kangjian.


Pria tua itu langsung terkejut mendengar ucapan Xue Yunlei yang telah mengetahui isi pikirannya.


"Kenapa? Apakah kamu terkejut karena aku bisa mengetahui isi didalam pikiranmu itu? ". Ujar Xue Yunlei kembali memberikan tekanan psikologi kepada Chen Kangjian.


Kini wajah Chen Kangjian semakin pucat pasi setelah kembali mendengar perkataan Xue Yunlei.


Pria tua itu sudah tidak lagi mau berpikir sedikitpun karena pikirannya bisa diketahui oleh Xue Yunlei.


Merasakan situasi yang tidak mendukung, Chen Kangjian segera berpikir untuk pergi dari tempat itu.


"Tuan Chen Kangjian, tadi saat kau tiba disini katanya bermaksud untuk menyambut kedatanganku, kenapa kamu cepat - cepat ingin pergi dari sini? Bukankah itu sangat bertolak belakang dengan perkataanmu sebelumnya!? ". Tutur Xue Yunlei untuk membuat Chen Kangjian menjadi serba salah dengan apa yang harus dia lakukan.


Akhirnya Chen Kangjian tidak melanjutkan niatnya untuk pergi dari tempat itu.


Sedangkan Chen Bian sendiri hanya bisa diam dan tidak bisa lagi untuk melontarkan sepatah kata pun kepada Xue Yunlei setelah mengetahui kekuatan pemuda itu.


" Tuan Chen Kangjian, pasti anda telah mengetahui siapa yang awalnya membangun kota Yin ini, apakah anda belum mengetahuinya? ". Tanya Xue Yunlei.


" Aku mengetahuinya! ". Jawab Chen Kangjian singkat.


" Jika anda mengetahuinya, jadi kualifikasi apa yang membuat tuan Chen Kangjian untuk bisa menjadi penguasa di kota Yin ini!? ". Lanjut Xue Yunlei lagi.


Chen Kangjian hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan Xue Yunlei.


" Tuan muda Xue Yunlei, itu karena....! ". Chen Bian tidak bisa melanjutkan kata - katanya.


" Kamu diam! Aku tidak sedang bertanya kepadamu ". Bentak Xue Yunlei sehingga membuat Chen Bian tidak bisa melanjutkan kata-katanya.


" Jika tidak diijinkan untuk bersuara, jangan berani mengeluarkan sepatah kata pun ".


" Yang akan bersuara adalah orang yang aku tanyakan ".


" Jika ada yang bersuara sedikit pun, aku akan membuatnya menjadi kabut darah sehingga bisa memenuhi ruangan di penginapan ini". Tutup Xue Yunlei sambil mengeluarkan aura intimidasi seorang pendekar agung dari dalam tubuhnya.


Sedangkan orang - orang yang awalnya berada dekat dengan meja yang ditempati oleh Xue Yunlei segera menjauh.


Hal yang sama juga dirasakan oleh Chen Bian dan Chen Kangjian. Kedua pria itu kini tidak bisa lagi menggerakkan tubuh mereka.


"Cepat Jawab pertanyaanku! ". Ujar Xue Yunlei lagi.


" Xue Yunlei! Jika kamu marah kepada orang lain, jangan membunuhku juga ". Bentak Bao Meng Ling mengacaukan situasi ditempat itu.


" Apakah kamu memang sengaja ingin membunuhku? Cepat katakan! ". Lanjut Bao Meng Ling mengecam Xue Yunlei.


" Sial, gadis tengik ini kembali membuat diriku gagal fokus dan direndahkan dihadapan mereka, bagaimana aku mengatasinya!? ". Umpatan Xue Yunlei didalam hatinya.


" Senior Xie Yi, tolong temani nona Bao Meng Ling untuk jalan - jalan menikmati pemandangan di kota ini ". Ucap Xue Yunlei dengan nada suara yang tenang.


Hal itu dilakukan olehnya untuk menjaga wibawa dan pandangan orang lain tentang dirinya, meskipun hati dan pikirannya saat itu sangat malu dengan sikap Bao Meng Ling.


Apalagi dirinya telah memberikan ancaman kepada orang yang bersuara tanpa seijinnya akan menjadi kabut darah.


Ternyata hal itu tidak dia lakukan terhadap Bao Meng Ling yang telah memarahinya.


"Nona Bao, ayo kita pergi dari tempat ini, biarkan tuan muda Xue Yunlei menyelesaikan masalahnya sendiri". Ucap Xie Yi mengajak Bao Meng Ling.


" Aku tidak mau! Lebih baik kamu urus saja jenius muda keluarga Chen yang berada di sekte Tongtian ".


" Kamu itukan adalah leluhur agung sekte Tongtian! ".


Perkataan Bao Meng Ling semakin membuat orang - orang ditempat itu semakin terkejut.


Seorang leluhur agung sekte Tongtian saja bisa diperintah oleh Xue Yunlei, jadi mereka bisa berpikir sehebat apa pemuda itu saat ini.


Xie Yi dan Xue Yunlei hanya bisa saling berpandangan setelah Bao Meng Ling selesai mengungkapkan identitas pria sepuh itu.


Keringat dingin mulai membasahi pakaian yang digunakan oleh Chen Kangjian dan juga Chen Bian setelah mengetahui bahwa mereka sedang berhadapan dengan seorang pendekar yang sangat kuat.


Kedua pria itu langsung berlutut untuk meminta pengampunan kepada Xue Yunlei.


"Tuan muda Xue, ampuni akan kelancangan kami karena sudah berani mengambil posisi klan Xue sebagai penguasa kota Yin ini! ". Ujar Chen Kangjian sambil bersujud.


Memang awalnya Chen Kangjian dan Chen Bian masih memiliki harapan untuk meminta bantuan dari sekte Tongtian karena Chen Kaibo adalah salah satu jenius muda di sekte tersebut.


Namun setelah mengetahui bahwa pria sepuh yang diperintah oleh Xue Yunlei adalah leluhur agung sekte Tongtian, harapan itu menjadi hilang.


Itulah sehingga mereka berdua baru berlutut dihadapan Xue Yunlei.


Dalam situasi seperti itu, rombongan dari klan Shang tiba di penginapan itu, sehingga bisa melihat apa yang dilakukan oleh Chen Kangjian dan juga Chen Bian.


"Tuan Chen Kangjian, apa yang sedang anda lakukan? ". Tanya Shang Chiu yang adalah kepala keluarga Shang di kota Yin.


" Dimana tuan muda Xue Yunlei!? ". Lanjut Shang Chiu bertanya kepada Chen Kangjian.


Namun pria tua itu tetap tidak menjawab karena takut dengan apa yang Xue Yunlei janjikan.


" Patriark Shang Chiu, Xue Yunlei memberi hormat ". Ucap Xue Yunlei.


Mendengar namanya disebut serta melihat sosok pemuda yang memberi hormat kepadanya, Shang Chiu langsung bisa menduga bahwa pemuda itu adalah Xue Yunlei, sosok yang telah dijodohkan dengan Shang Mingmei.


" Tuan muda Xue Yunlei, senang bisa bertemu lagi denganmu ". Ucap Shang Chiu sambil mendekat dan merangkul tubuh pemuda itu.


Kebahagiaan pun terpancar diwajah Shang Chiu serta setiap orang yang mengikutinya.


" Kalian berdua pergi dari hadapanku, aku akan berurusan dengan kalian berdua setelah selesai urusanku dengan patriark Shang Chiu dan yang lainnya ". Ucap Xue Yunlei mengusir Chen Kangjian dan juga Chen Bian.


Tidak menunggu diperintah untuk kedua kalinya, kedua pria itu segera berdiri dan pergi dari tempat itu.


~Bersambung~