PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 181. Shang Mingmei Mengalah


Wajah Shang Mingmei semakin memerah saat mendengar perkataan Xiao Lin Meng.


Sebab Xiao Lin Meng menuduh Shang Mingmei sebagai penghambat atas hubungannya dengan Xue Yunlei.


Padahal Shang Mingmei sendiri tidak pernah mengetahui jika Xue Yunlei memiliki hubungan dengan gadis didepannya itu.


Yang dia ketahui hanyalah Bao Meng Ling yang pernah bertemu dengannya saat berada di kediaman Xue Yunlei.


"Nona Xiao, aku merasa tidak merasa diriku yang menjadi penghambat atas hubungan kalian berdua...sehingga menurutku tuduhanmu itu sangatlah keliru."


Shang Mingmei memberikan tanggapan atas tuduhan yang diberikan oleh Xiao Lin Meng dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


Xiao Lin Meng yang melihat situasi hati Shang Mingmei yang mulai terpengaruh dengan perkataannya langsung memanfaatkan situasi tersebut.


"Nona Shang, jika engkau tidak merasa menjadi penghalang untuk hubungan ku dengan Xue Yunlei, sebaiknya kau harus segera membatalkan perjodohanmu itu."


"Aku berkata seperti ini kepadamu sebab Xue Yunlei sendiri yang berkata kepadaku jika dirinya sangat menyayangi diriku....akan tetapi karena ikatan perjodohan itu, sehingga hubungan kita tidak bisa dilanjutkan."


"Nona Shang, jika dirimu berada diposisiku saat ini, apakah kau tidak akan merasa sangat terluka?."


"Aku dan Xue Yunlei saling mencintai, tetapi kami berdua tidak bisa bersatu karena dia sudah dijodohkan dengan dirimu....itulah mengapa aku mengatakan jika dirimulah yang menjadi penghalang hubungan ku dengan Xue Yunlei."


"Memang kami berdua tidak pernah menjalani masa-masa seperti yang pernah kalian berdua jalani. Akan tetapi jika dirinya juga sangat mencintaimu....aku akan membatalkan perjodohan kami berdua." Tutur Shang Mingmei menanggapi semua perkataan Xiao Lin Meng.


Mendengar Shang Mingmei ingin membatalkan perjodohannya, wajah Xiao Lin Meng langsung tersenyum bahagia dan segera menggenggam kedua tangan gadis didepannya serta berkata.


"Terima kasih nona Shang atas pengertian serta kebaikanmu, aku sangat berhutang budi kepadamu sebab telah mengalah demi kebahagianku dengan Xue Yunlei."


"Tetapi nona Shang, agar Xue Yunlei merasa yakin dengan keputusanmu, sebaiknya kau menuliskan sepucuk surat untuk dirinya....biar aku saja yang memberitahukan sekalian menyerahkan surat itu sebagai bukti." Lanjut Xiao Lin Meng.


"Baiklah, aku akan menuliskan surat untuknya. Dan semoga keputusanku ini bisa membuat kalian berdua bahagia." Ucap Shang Mingmei sambil meneteskan air matanya.


"Nona Xiao, aku juga akan menuliskan surat untuk patriark klan Shang....tolong kau antarkan juga kepada mereka agar mereka tahu jika aku telah membatalkan perjodohan itu."


"Nona Shang, pasti aku akan mengantarkan suratmu untuk patriark klan Shang." Balas Xiao Lin Meng menanggapi permintaan Shang Mingmei.


Xiao Lin Meng saat ini sudah tidak lagi memikirkan kesedihan Shang Mingmei, sebab dirinya hanya memikirkan keberhasilan rencananya untuk membatalkan perjodohan itu.


Rui Lianjin sendiri hanya bisa diam dan tidak mengeluarkan sepatah kata pun, karena dirinya juga sangat mengharapkan kebahagiaan nona muda keluarga Xiao itu.


Meskipun wanita yang sudah berusia dua puluh tahun lebih itu mengerti dengan kesedihan yang dirasakan oleh Shang Mingmei.


"Nona Xiao, mohon untuk bersabar dan tunggu aku disini....aku akan menuliskan surat untuk tuan muda Xue dan juga untuk patriark klan Shang." Ucap Shang Mingmei.


"Baik nona Shang, aku akan menunggumu di sini." Balas Xiao Lin Meng.


Shang Mingmei pun pergi memasuki sebuah bangunan yang adalah kediamannya. Tidak lupa juga dia memanggil dua orang pelayan untuk melayani Xiao Lin Meng dan juga Rui Lianjin.


"Rui Lianjin, saat ini aku sangat bahagia....jadi kita berdua harus pergi setelah menerima surat yang ditulis oleh nona Shang Mingmei....kita akan beristirahat didesa yang telah kita lewati diluar wilayah sekte Tongtian ini."


"Baik nona." Balas Rui Lianjin singkat.


"Besok pagi kita harus segera kembali ke kota Yin untuk bertemu dengan Xue Yunlei, sehingga dirinya tidak memiliki alasan lagi seperti sebelumnya."


Xiao Lin Meng terus berbicara dengan Rui Lianjin meskipun pengawalnya itu tidak banyak berkata untuk menanggapi perkataannya.


Dua orang pelayan yang melayani mereka berdua terus menuangkan teh hangat ke cangkir yang berada di depan Xiao Lin Meng karena gadis itu tidak henti-hentinya meneguk teh hangat tersebut.


Rui Lianjin hanya bisa tersenyum melihat tingkah majikannya itu.


Akhirnya Shang Mingmei pun telah kembali sambil menggenggam dua gulungan kertas ditangannya.


"Nona Xiao, maaf karena telah membuat kalian berdua lama menungguku....ini surat untuk tuan muda Xue Yunlei dan ini surat untuk patriark klan Shang." Ucap Shang Mingmei sambil menyerahkan dua gulungan kertas kepada Xiao Lin Meng.


"Nona Shang tidak perlu merasa sungkan seperti itu, sebab apa yang telah kau lakukan saat ini untuk ku, itu sudah membuatku sangat bahagia."


"Nona Shang, aku tidak bisa berlama-lama disini, karena aku harus segera kembali ke kota Yin, sebab Xue Yunlei, nona Huaxianzi dan juga seorang pendekar senior yang bersama dengannya telah berencana untuk pergi lagi ke wilayah timur." Lanjut Xiao Lin Meng.


"Nona Xiao, aku berharap kalian berdua akan selalu bahagia saat menjalani kehidupan kedepan." Ucap Shang Mingmei.


"Langit telah menentukan kami berdua untuk bersatu, sehingga pasti untuk kedepannya kami berdua akan menjalani kebersamaan dengan penuh rasa bahagia." Balas Xiao Lin Meng sambil tersenyum.


"Nona Shang, kami berdua pamit undur diri. Sekali lagi aku Xiao Lin Meng mengucapkan terima kasih atas kebaikan hati serta pengertian nona Shang." Ucap Xiao Lin Meng sambil memberi hormat kepada gadis didepannya.


Keduanya pun segera melangkah pergi dari tempat itu dan diantarkan oleh Shang Mingmei sampai di gerbang paviliun penegak hukum.


"Tolong antarkan nona Xiao dan juga nona Rui sampai ke pintu masuk wilayah sekte kita." Ucap Shang Mingmei kepada salah satu anggota sekte yang berjaga.


Shang Mingmei menyembunyikan kesedihannya dari orang lain yang berada di sekte itu agar mereka tidak mengetahui jika dirinya telah membatalkan perjodohannya dengan Xue Yunlei.


Seorang pendekar pun segera mengantarkan Xiao Lin Meng dan Rui Lianjin hingga tiba di luar wilayah sekte Tongtian.


Tetua Dong Bofang yang masih bertugas untuk berjaga di perbatasan wilayah sekte saat melihat Xiao Lin Meng dan Rui Lianjin segera mendekati mereka.


"Bagaimana nona Xiao? Apakah urusanmu sudah selesai?." Tanya Dong Bofang penasaran.


"Iya tuan, urusan ku dengan nona Shang Mingmei sudah selesai." Jawab Xiao Lin Meng.


"Mengapa kalian berdua terburu-buru? Mengapa kalian berdua tidak beristirahat saja terlebih dahulu di sekte kami ini?." Tanya Dong Bofang lagi.


"Tuan, kami akan beristirahat didesa yang berada di kaki gunung ini, sebab besok pagi kami berdua akan segera kembali ke kota Yin." Jawab Xiao Lin Meng lagi.


"Bagaimana jika kami mengantarkan kalian berdua hingga tiba di kaki gunung?." Dong Bofang menawarkan.


Xiao Lin Meng langsung menatap kearah Rui Lianjin seperti ingin bertanya.


Rui Lianjin yang melihat sikap Xiao Lin Meng langsung bisa mengerti dengan maksud dari tatapan itu.


Rui Lianjin pun hanya memberikan isyarat untuk menyetujui tawaran tetua Dong Bofang dengan menganggukkan kepalanya.


"Baiklah tuan, kami menerima tawaranmu itu." Ucap Xiao Lin Meng.


"Kalau begitu, ayo kita pergi." Ajak pria itu dan langsung berjalan didepan keduanya.


Dong Bofang ingin melayani kedua wanita itu sebaik mungkin, agar tidak ada hal buruk yang akan keduanya alami.


Karena jika kedua wanita itu mengalami hal buruk di wilayah sekte Tongtian, itu akan berakibat fatal bagi sekte mereka.


Sedangkan pendekar yang mengantarkan mereka berdua hingga sampai di luar wilayah sekte Tongtian langsung kembali ke tempatnya semula.


Perjalanan mereka berdua untuk bisa tiba di kaki gunung dimana markas sekte Tongtian berada tidak mendapatkan halangan sedikit pun.


Setelah tiba didesa, Dong Bofang langsung mengantarkan mereka berdua menuju ke salah satu bangunan yang adalah satu-satunya penginapan di desa itu.


"Kalian harus melayani kedua nona ini dengan baik, jika tidak...sampai di ujung dunia sekalipun anggota sekte Tongtian pasti akan mencari kalian." Ucap Dong Bofang.


"Tetua Dong, kami akan melayani mereka berdua sebaik mungkin." Jawab pria yang adalah pemilik penginapan sederhana itu.


"Tuan Dong, terima kasih atas perhatiannya. Aku akan selalu mengingat kebaikan tuan Dong." Ucap Xiao Lin Meng.


Akhirnya Dong Bofang pun segera kembali ke markas sekte Tongtian.


Sedangkan Xiao Lin Meng dan Rui Lianjin beristirahat didesa tersebut.


~Bersambung~