
Mendapatkan bantahan dari Hua Qiangu, Weng Yuang tidak tinggal diam, ketua sekte Tongtian itu kembali menguatkan tuduhannya itu dan berkata.
"Ketua Hua, jika benar kalian tidak merencanakan hal itu, mengapa anggota kalian membantai penduduk salah satu desa untuk bisa mendapatkan petunjuk tentang letak kedua kitab teknik tingkat dewa tersebut?."
"Ha...ha...ha...ha...ha...sepertinya ketua Weng Yuang telah menyiapkan argumen serta alasan untuk membenarkan tuduhan tersebut."
"Baiklah, memang benar petunjuk letak kedua kitab itu berada ditangan kami, akan tetapi sebenarnya setelah mengetahui letak keberadaannya, kami berpikir untuk tidak ingin mendapatkannya, sebab kami tidak mau melakukan suatu kesalahan yang sangat fatal sehingga bisa menjadi musuh dunia persilatan."
"Untuk itu, karena kalian sudah datang kesini, pasti kalian tidak ingin pulang dengan tangan yang hampa, sehingga aku sudah memutuskan untuk memberikan petunjuk letak dimana kedua kitab itu berada."
"Aku memiliki satu salinan yang sama persis dengan peta aslinya. Dan itu akan diberikan kepada kalian."
"Tetapi karena kalian berjumlah banyak, aku akan memberikan kepada siapa?." Tanya Hua Qiangu.
"Aku bertanya kepada kalian semua agar bisa mendapatkan petunjuk kepada siapa aku akan memberikan peta ini." Lanjutnya.
Kerumunan para pendekar itu kini kembali saling berbisik satu sama lain untuk bisa memutuskan kepada siapa peta itu harus diberikan.
Karena belum mendapatkan jawaban, Hua Qiangu pun kembali melontarkan pertanyaan.
"Apakah kalian setuju jika aku memberikan peta ini kepada ketua Weng Yuang?."
"Tidak! Peta itu tidak bisa diberikan kepada ketua Weng Yuang." Jawab Cai Hui yang adalah ketua sekte Tinju Besi.
Mendengar jawaban Cai Hui membuat para pendekar kembali saling berbisik.
"Jika demikian, siapa yang berhak mendapatkan peta ini?." Tanya Hua Qiangu lagi untuk membuat semua ketua yang hadir menjadi berpikir untuk menjawabnya.
Setelah beberapa saat tidak ada yang menjawab, akhirnya Hua Qiangu kembali bertanya.
"Bagaimana jika peta ini diberikan kepada siapa yang terkuat di antara kalian!? Apakah kalian setuju dengan usulan ku ini?."
Pertanyaan Hua Qiangu kembali membuat mereka tidak bisa untuk langsung menyetujuinya.
"Sepertinya usulan ketua Hua sangat masuk akal, aku menyetujui usulan tersebut." Ucap Wenren Yu seorang pendekar wanita yang adalah ketua dari sekte Chuan Hao yang letaknya beberapa dua ratus kilometer sebelah selatan dari markas partai Qing Ceng.
Mendengar jawaban dari ketua salah satu sekte besar di daratan wilayah negara Xin membuat beberapa ketua sekte dan ketua perguruan ilmu bela diri menengah langsung menyetujui juga usulan Hua Qiangu.
Karena hanya ketua sekte dan ketua perguruan ilmu bela diri menengah yang ikut menyetujui usulan itu, sehingga Hua Qiangu kembali bertanya kepada ketua sekte serta kepada ketua perguruan besar yang lain.
"Bagaimana ketua Ding Mian, ketua Yang Jinceng dan juga ketua Yu Wang? Apakah kalian menyetujui usulan ku? Ataukah kalian memiliki opsi yang lain untuk bisa memutuskan siapa yang pantas untuk mendapatkan peta ini!?."
"Sepertinya ketua Ding Mian adalah sosok yang sangat bijaksana diantara ketua yang lain, karena sebagai kepala sekte Shaolin, mohon petunjuknya!?." Ucap Hua Qiangu untuk meminta petunjuk dari ketua sekte Shaolin.
"Amitabha...apa yang menjadikan kita saat ini berdasarkan apa yang kita lakukan selama ini. Apa yang menjadikan kita di masa depan berdasarkan apa yang kita lakukan saat ini."
"Jika apa yang kita lakukan saat ini bisa membuat damai dunia persilatan, lakukanlah apa yang menurut kalian itu benar." Jawab Ding Mian.
"Bagaimana menurut pendapat ketua Yu Wang dan ketua Yang Jinceng? Apakah kalian berdua memiliki saran serta opsi yang lain?." Hua Qiangu lanjut bertanya.
"Jika para tetua telah sepakat untuk menerima saran dari ketua Hua Qiangu, aku juga menyetujui usulan tersebut." Jawab Yang Jinceng.
"Aku juga setuju dengan usulan tersebut." Sambung Yu Wang.
"Bagaimana pendapat ketua Weng Yuang dengan para ketua yang telah menyetujui usulan yang aku berikan? Apakah ketua Weng Yuang menyetujuinya juga?." Tanya Hua Qiangu agar mendapat tanggapan dari ketua sekte Tongtian itu.
"Aku tidak keberatan dengan usulan mu itu, tetapi yang terkuat yang ketua Hua maksudkan itu bagaimana? Apakah para ketua sekte dan perguruan ilmu bela diri atau itu sudah termasuk dengan para leluhur agung?." Balas Weng Yuang menanggapi pertanyaan Hua Qiangu dengan balik bertanya.
"Berbicara yang terkuat, itu berarti adalah setiap pendekar yang terkuat di setiap sekte maupun di setiap perguruan ilmu bela diri yang ada." Jawab Hua Qiangu.
"Jika sekte kalian memiliki seorang pendekar yang kuat, kalian bisa mengajukannya untuk bertarung." Lanjutnya.
"Jika demikian, dari semua sekte dan perguruan ilmu bela diri yang ada, hanya perguruan Mi Huang yang memiliki seorang pendekar yang kuat yaitu seorang pendekar dewa." Ucap Cai Hui.
Perkataan ketua sekte Tinju Besi itu karena dia berpikir jika Yu Fei adalah leluhur dari perguruan Mi Huang karena dewa pengemis itu adalah kakak Yu Wang.
Yu Fei hanya bisa tersenyum dengan perkataan Cai Hui, karena hal itu seperti sebuah lelucon bagi dirinya.
Namun karena situasi saat itu, sehingga Yu Fei tidak mengomentari perkataan ketua sekte Tinju Besi itu.
"Apakah kalian sudah melupakan diriku didunia persilatan ini?." Ucap sesosok wanita sepuh dengan sebuah tongkat ditangannya.
"Oh, ternyata hari ini sangat istimewa, sebab sudah ada lima orang pendekar dewa yang hadir, mengingatkan diriku situasi ratusan tahun yang silam disaat semua pendekar ingin untuk mencari siapa yang paling terkuat di antara yang lain untuk menjadi pendekar nomor satu di daratan wilayah negara Xin ini."
"He...he...he...he...he...Dewi Barat sepertinya sudah tidak sabar untuk memiliki peta tersebut. Jika anda mau, silahkan maju untuk menantang siapa pun yang hadir ditempat ini." Ujar Guan Renfu.
Saat mereka sedang berdebat, di alun-alun paviliun utama partai Qing Ceng kini Zhen Ji berniat untuk melepaskan Xue Yunlei dari dalam formasi segel tersebut dengan cara membunuh lima orang tetua yang bertugas untuk memperkuat formasi segel tersebut.
Zhen Ji mencoba untuk berkomunikasi dengan Xue Yunlei, namun usahanya itu sia-sia sebab kekuatan spiritualnya tidak bisa menembus dinding formasi segel tersebut.
Sehingga dirinya berniat untuk membunuh ke lima tetua yang berada di tempat itu.
Dengan cepat ketua sekte Makam Kuno itu melesat untuk menebas ke lima tetua itu dengan pedang giok ditangannya.
Pergerakan seorang pendekar dewa bumi tidak sanggup diantisipasi oleh ke lima orang pendekar suci tersebut.
Slaaasss
Ptuk...ptuk...ptuk...ptuk...ptuk
Bruk...bruk...bruk...bruk...bruk
Bunyi kepala lima orang tetua yang terjatuh ketanah setelah ditebas oleh Zhen Ji dan diikuti dengan ambruknya tubuh mereka.
Sebelum dirinya melanjutkan tindakannya, wanita tua itu segera menciptakan formasi pembatas tingkat dewa yang dia miliki untuk melindungi area tersebut agar saat mereka mencoba untuk menghancurkan formasi segel itu, tidak ada yang bisa untuk mengganggu mereka.
Xue Yunlei yang melihat tindakan Zhen Ji hanya bisa terkejut.
Dia tidak menyangka jika ketua sekte Makam Kuno itu akan datang juga ke markas partai Qing Ceng serta bertindak untuk menolongnya.
Tidak hanya Xue Yunlei yang merasa terkejut, melainkan Zhuan Zhu juga tidak kalah terkejutnya melihat tindakan pendekar wanita itu.
"Siapa dia? Sepertinya dia adalah seorang pendekar dewa bumi, tetapi mengapa aku tidak mengenalinya?." Zhuan Zhu bertanya kepada Xue Yunlei untuk menjawab rasa keterkejutannya itu.
"Senior tanyakan saja sendiri kepadanya, sebab aku tidak berhak untuk mengungkapkan identitasnya." Jawab Xue Yunlei.
Zhen Ji segera memberikan isyarat kepada Xue Yunlei untuk menghancurkan dinding formasi segel tersebut sambil mengerahkan energi qi miliknya untuk menyerang dinding formasi segel itu.
Tindakannya langsung dihentikan oleh Xue Yunlei dengan bahasa isyarat.
Ketua sekte Makam Kuno itu pun segera menghentikan rencananya dan mulai memperhatikan apa yang akan dilakukan oleh Xue Yunlei.
Pemuda itu sebenarnya telah mengetahui titik terlemah dari formasi segel itu, namun dia sedang menanti momentum yang tepat untuk menghancurkannya.
Dan saat itu adalah momentum yang sangat tepat, sebab semua petinggi kelima kekuatan itu kini telah pergi untuk menyambut rombongan para pendekar yang datang.
Xue Yunlei pun segera menciptakan pedang energi ditangannya dan langsung melepaskan serangan ke salah satu titik terlemah diantara rune-rune kuno didinding formasi segel itu.
Booommm
Ledakan pun terjadi saat serangan Xue Yunlei mengenai dinding formasi segel itu.
Ledakan itu berbarengan dengan hancurnya formasi segel itu dan membuat Zhen Ji dan juga Zhuan Zhu terpana melihatnya.
"Aku tidak percaya jika formasi segel seperti itu bisa dengan mudah dihancurkan oleh mu."
"Sepertinya keputusanku untuk mengikutimu sangat tepat, jadi aku akan terus bersama dengan mu melakukan segala hal yang ingin kau lakukan." Tutup Zhuan Zhu.
"Pendekar Xue, ternyata ada begitu banyak keistimewaan yang anda miliki, aku tidak menyangka kau begitu mudah menghancurkan formasi segel itu." Sambung Zhen Ji.
Saat kedua pendekar dewa itu sedang merasa terpukau dengan kemampuan Xue Yunlei, pemuda itu tidak menanggapinya.
Dengan cepat pemuda itu mengerahkan energi qi miliknya dan melepaskan ke arah bangunan megah yang tegak berdiri didepan mereka.
Booommm
Blaaarrr
Bangunan itu langsung hancur tak berbentuk lagi, membuat dua belas pasang mata itu merasa sangat terkejut.
"Ayo kita gagalkan rencana mereka." Ucap Xue Yunlei sambil mengajak yang lainnya untuk pergi dari tempat itu.
~Bersambung~