PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 321. Pilihan Yang Sulit


Seluruh anggota klan Xue segera langsung menuju ke kota Yin untuk membantu para pendekar dan prajurit yang telah bersiap untuk berperang.


Chen Kaibo pun segera memimpin mereka untuk bisa tiba di kota Yin sebelum dirinya pergi menemui Yu Fei.


Sedangkan pasukan kerajaan, kini sudah mulai bergerak menuju ke kota Yin.


Pasukan infanteri bergerak sambil membawa peralatan yang akan membantu mereka untuk menghancurkan tembok kota Yin.


Sedangkan pasukan kavaleri berjalan didepan dengan gagah berani sambil menggenggam sebuah tombak panjang.


Yu Fei sendiri terlihat duduk dengan nyaman dan ditandu oleh beberapa orang prajurit dan berjalan di barisan kedua dari depan pasukannya.


Rombongan pendekar dari klan Xue langsung berpapasan dengan pasukan kerajaan saat memasuki tanah lapang yang terbentang di depan gerbang utama kota Yin.


Kedua rombongan yang sangat berbeda jauh jumlahnya itu saling menatap satu dengan yang lain.


Chen Kaibo pun berhenti dan memberikan isyarat kepada anggota klan Xue agar melanjutkan perjalanan mereka memasuki kota Yin.


Sedangkan pasukan kerajaan langsung berhenti setelah melihat tindakan Chen Kaibo tersebut.


"Sepertinya tuan muda Chen Kaibo sedang merencanakan sesuatu...apa sebenarnya yang dia rencanakan?"


"Apakah dirinya mengabaikan keselamatan nona Shang Mingmei dan ibunya?" Pikir Yu Fei.


Dewa Pengemis saat itu sudah mengetahui jika basis kultivasinya lebih rendah dibandingkan dengan basis kultivasi milik Chen Kaibo.


Oleh karena itu, dirinya tidak ingin gegabah untuk mengambil keputusan.


Jika Chen Kaibo tidak menghiraukan keselamatan Shang Mingmei dan ibunya, itu akan menjadi masalah yang serius bagi mereka.


Sebab kemampuan Chen Kaibo sendiri, mampu menghabisi ribuan pasukan miliknya tanpa bantuan siapa pun meskipun tetap tidak bisa melindungi kota Yin dari kehancuran.


"Saudara Yu, sepertinya itu adalah tuan muda Chen Kaibo...apa yang harus kita lakukan?" Tanya Ming Chuan yang saat itu menunggangi kuda dan berjalan didekat Yu Fei.


"Sepertinya kita harus waspada terhadap dirinya...biarkan dia datang kesini untuk mendekat...aku ingin tahu apa yang dia inginkan." Balas Yu Fei.


"Baiklah!" Balas Ming Chuan singkat.


"Sepertinya wajah pria tua ini tidak asing bagiku, dimana kita bertemu!?" Chen Kaibo berpikir setelah melihat wajah Yu Fei dan mencoba untuk mengingatnya.


"Tuan muda Chen, senang bisa bertemu lagi denganmu." Ucap Yu Fei menyambut kedatangan Chen Kaibo bdan diikuti juga oleh Ming Chuan.


"Apakah sebelumnya kita pernah bertemu?" Chen Kaibo balik bertanya.


"Ha...ha...ha...ha...ha...aku tidak menyangka diusia yang masih sangat muda, akan tetapi ingatan tuan muda Chen begitu buruk." Tutur Yu Fei.


"Jika aku tidak bertemu dengan mu, pasti kau tidak akan bisa secepat ini menjadi seorang pendekar dewa seperti sekarang ini." Lanjutnya.


Chen Kaibo pun langsung teringat dengan sosok pria tua yang memberitahukan kepadanya untuk pergi ke hutan terlarang agar bisa bertemu dengan roh dewa yang telah memberikan sebagian kekuatan kepadanya.


"Ohh, ternyata orang itu adalah anda!? Aku tidak menyangka jika aku bisa bertemu lagi dengan mu hari ini dan dalam situasi seperti ini."


"Untuk hal itu, aku berterima kasih kepadamu, sehingga saya bisa mendapatkan kekuatanku seperti yang anda lihat saat ini."


"Dan untuk masalah saat ini, aku ingin menanggapi pesan yang telah kau kirimkan sebelumnya kepada penguasa kota kami."


"Menurutku, sepertinya anda keliru karena telah menuduh kami sebagai biang kerok atas kekacauan yang telah terjadi diseluruh wilayah negara Xin ini...sebab sedikitpun, kami sama sekali tidak pernah berkontribusi dengan hal itu."


Chen Kaibo mencoba untuk menjelaskan kepada Yu Fei agar pria tua itu bisa menerima dan menarik kembali tuduhannya itu.


Akan tetapi hasilnya berbanding terbalik dengan apa yang dia harapkan setelah mendengar tanggapan yang diberikan oleh Yu Fei.


"Mungkin benar yang tuan muda Chen katakan itu, tetapi sepertinya itu sangat berbeda dengan apa yang kami pikirkan...dan jalan satu-satunya hanyalah menyerah dan ketiga klan yang sebelumnya memimpin kota ini, untuk segera pergi meninggalkan kota ini."


"Jika kalian tidak menuruti apa yang kami inginkan, jangan salahkan kami jika berbuat hal yang bisa membuat kalian mengalami kerugian yang sangat besar." Jelas Yu Fei disertai dengan ancaman.


"Sepertinya keterlibatan kota Yin dalam kekacauan itu hanyalah alasan semata untuk bisa menyerang kota kami."


"Tidak penting bagimu mengetahui tujuanku, bagiku, yang terpenting saat ini adalah menyerahkan kota Yin ini kepada kami!" Ujar Yu Fei.


"Baiklah, tetapi anda harus menunjukkan nona Shang Mingmei dan ibunya kepadaku terlebih dahulu, barulah aku akan menuruti keinginan mu itu." Balas Chen Kaibo.


"Ha...ha...ha...ha...ha... Apakah kau pikir aku ini bodoh? Mana mungkin aku menunjukkan nona Shang Mingmei dan ibunya kepada kalian!?"


"Itu berarti semua rencanaku akan menjadi sia-sia jika bertindak seperti apa yang anda katakan itu."


"Sebelum kalian menyerah dan meninggalkan kota ini, kalian tidak bisa melihat nona Shang Mingmei dan ibunya."


"Jadi, cepat lakukan apa yang aku inginkan!" Tutur Yu Fei dengan tegas.


"Jika tidak, aku akan menghancurkan kota kalian dan akhirnya aku akan membunuh keduanya."


"Dan jangan coba-coba untuk berpikir bahwa kalian bisa menyelamatkan keduanya!" Tutup Yu Fei dengan nada ancaman.


"Ohh, jadi intinya anda tidak memberikan pilihan bagi kami? Baiklah jika itu yang anda inginkan." Balas Chen Kaibo sambil berbalik hendak meninggalkan mereka.


"Ada satu pilihan untuk kalian!" Teriak Yu Fei yang berhasil menghentikan niat Chen Kaibo untuk pergi.


Pemuda itu langsung berbalik dan bertanya.


"Apa pilihan yang anda maksudkan itu?"


"Jika kau mampu membuat Xue Yunlei tunduk dihadapanku dan menghilangkan kultivasinya, aku pasti akan mengampuni kota kalian!" Jawab Yu Fei.


"Sudah ku duga jika tujuan mereka adalah tuan muda Xue Yunlei." Pikir Chen Kaibo.


"Bagaimana? Apakah kau menyanggupinya?" Tanya Yu Fei.


"Sepertinya anda sudah meminta lebih dari kami...dan hal itulah yang akan membuatmu sadar jika kau telah salah menilai kami." Balas Chen Kaibo dan langsung pergi meninggalkan mereka.


"Saudara Yu, bagaimana ini? Apakah kita tetap akan melanjutkan rencana kita untuk menyerang kota Yin?" Ming Chuan bertanya karena penasaran dengan keputusan yang akan diambil oleh Yu Fei.


"Iya! Kita tetap akan menyerang mereka!" Jawab Yu Fei.


"Ayo bergerak!" Serunya memberikan perintah.


Setelah jarak pasukan infanteri mereka telah berada pada posisi didalam jangkauan tembak peralatan mereka, Yu Fei mengangkat salah satu tangan untuk menghentikan langkah pasukannya.


"Cepat siapkan senjata pelontar untuk melepaskan serangan!" Yu Fei memberi perintah kepada pasukan infanteri miliknya.


Di dalam kota Yin, kini Chen Kaibo telah tiba dan segera menemui Xue Beng.


"Bagaimana komandan Chen? Apakah ada kabar baik dari mereka?" Tanya Xue Beng menyambut kedatangan Chen Kaibo.


Pemuda itu hanya menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan dari Xue Beng dan lanjut berkata.


"Sebenarnya yang mereka inginkan adalah tuan muda Xue Yunlei...mereka ingin dia menghilangkan kultivasinya dan tunduk didepan pemimpin mereka."


"Jika tidak, pilihan kita hanyalah menyerah dan meninggalkan kota ini agar nyawa nona Shang Mingmei dan ibunya bisa selamat."


"Ming'er adalah cucuku, dan ibunya adalah menantu dikeluargaku...keduanya memang sangat berharga bagiku, tetapi meskipun demikian, menurutku harga itu terlalu mahal jika dibandingkan dengan permintaan mereka." Ujar Shang Chiu sambil menggelengkan kepalanya.


"Tetapi bagaimana kita mempertanggung jawabkan hal itu kepada tuan muda Xue Yunlei?" Chen Kaibo balik bertanya kepada Shang Chiu.


"Menurutku, tuan muda Xue Yunlei pasti bisa menerima keputusan kita hari ini...ayo kita berperang untuk mempertahankan kehormatan kita untuk bisa menjaga kota ini!" Ujar Shang Chiu.


Mendengar seruan Shang Chiu, membuat semangat yang lainnya langsung tersulut dan berteriak siap untuk berperang melawan pasukan kerajaan.


"Jika kalian sudah sepakat, ayo kita bersama-sama berperang untuk menjaga kota ini dari serangan mereka." Tutur Chen Kaibo.


~Bersambung~