PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 41. Konflik Di Restoran


Tindakan seorang pelayan itu yang hendak mengusir seorang pria tua yang terlihat seperti pengemis, menarik perhatian semua pengunjung ditempat itu, tidak terkecuali dengan Xue Yunlei, Oghui dan juga lainnya.


Itu karena restoran tersebut hanya bisa di masuki oleh orang - orang terpandang atau orang - orang yang memiliki uang yang cukup.


Sedangkan untuk masyarakat rendahan, tidak diijinkan masuk ke restoran tersebut.


Xue Yunlei yang melihat hal itu segera berbalik dan mendekati sang pelayan yang sedang memaksa pria tua itu untuk keluar dari restoran tersebut.


"Mohon maaf jika saya lancang, jika aku boleh tahu, mengapa anda mau mengusir pria tua ini?". Sela Xue Yunlei yang kemudian melontarkan pertanyaan kepada pelayan itu.


"Tuan, lihatlah pakaiannya itu, apakah menurutmu dia layak untuk masuk ke restoran ini?". Jawab sang pelayan sambil menunjuk ke pria tua itu.


"Apakah restoran ini mempunyai aturan untuk tidak menerima pelanggan yang berpakaian seperti ini?". Xue Yunlei kembali bertanya.


"Iya tuan, direstoran kami ini, tidak menerima pelanggan yang miskin seperti dirinya, karena sudah bisa dipastikan, pria tua ini tidak akan sanggup untuk membayar setiap makanan yang ada di restoran ini". Jawab pelayan itu.


"Apakah kalian bisa menerimanya jika dia memiliki uang untuk membayar setiap pesanannya?". Tanya Xue Yunlei lagi.


Pelayan itu pun terdiam dan terlihat seperti mulai berpikir saat mendengar pertanyaan Xue Yunlei.


Karena pelayan itu belum menjawab pertanyaannya, Xue Yunlei pun segera bertanya kepada pria tua itu.


"Pak Tua, apakah kamu memiliki uang untuk makan ditempat ini?".


"Anak Muda, memang aku tidak memiliki uang, tetapi aku ingin meminta sedikit makanan sisa untuk mengisi perutku yang sudah beberapa hari ini belum makan". Jawab pria tua itu.


"Tuan, meskipun dia memiliki uang, tetapi dengan penampilannya yang seperti ini, kami tidak bisa menerimanya". Sang pelayan menyela pembicaraan Xue Yunlei dan pria tua itu, serta sekalian untuk menanggapi pertanyaan Xue Yunlei sebelumnya kepadanya.


"Oh, jadi restoran ini hanya bisa menerima pelanggannya dan menilai dari setiap penampilannya saja? Bagaimana dengan para pria yang duduk disudut sana?". Tanggapan Xue Yunlei sambil menunjuk kearah kelompok pria yang duduk di sudut ruangan restoran itu.


Terlihat ada enam sosok pria yang berpakaian tidak rapih, namun perawakan mereka terlihat begitu menakutkan.


"Tuan, kelompok mereka itu tidak bisa disinggung, sebab itu bisa memberikan dampak buruk bagi setiap orang yang menyinggung mereka". Kata - kata yang keluar dari mulut sang pelayan dan terdengar merasa takut terhadap orang - orang yang ditunjuk oleh Xue Yunlei.


Tidakan remaja itu pun dilihat oleh kelompok tersebut, hal itu karena semua tatapan pengunjung ditempat itu sedang terfokus kearah mereka.


Raut wajah keenam pria yang ditunjuk oleh Xue Yunlei langsung berubah dan terlihat semakin garang.


Salah satu diantara mereka segera berdiri untuk mendekati Xue Yunlei dengan sebuah golok ditangannya.


Sang pelayan yang melihat hal itu segera meninggalkan Xue Yunlei bersama pria tua yang terlihat seperti pengemis itu.


"Hei bocah! Kenapa kamu menunjuk kami? Apakah kamu sudah bosan hidup?". Teriak seorang pria dengan tubuh yang terlihat kekar dan garang sambil melangkah mendekati Xue Yunlei.


"Anak muda, mohon maafkan orang tua ini, sebab untuk membantuKu, sepertinya saat ini kamu akan menghadapi masalah yang sangat serius". Ucap pria tua itu.


"Sudahlah, jangan bersikap seperti itu, menurutku ini bukanlah masalah yang serius, menurutku ini hanyalah suatu kesalahpahaman saja". Balas Xue Yunlei santai.


"Apa kataMu? Kesalahpahaman? Apakah kamu tidak tahu dengan siapa kamu berurusan saat ini?". Pria yang mendekati Xue Yunlei langsung menanggapi perkataan remaja itu karena bisa mendengar perkataannya.


"Iya tuan, menurutku ini hanyalah salah paham, sebab aku menunjuk kearah tuan itu untuk menjelaskan kepada pelayan bahwa pria tua ini juga bisa masuk direstoran ini tanpa melihat dari tampilan pakaian yang dipakainya". Xue Yunlei coba menjelaskan kepada pria yang kini sudah berada didepannya.


"Apakah kamu berpikir, penampilan pria tua ini sama dengan penampilan kami?". Ujar pria itu dengan nada suara yang mulai mengintimidasi.


"Menurut penilaianKu, dilihat dari penampilan kalian, sepertinya ada sedikit kesamaan, namun.....". Kata - kata Xue Yunlei tidak bisa dilanjutkan.


"Brengsek! Sepertinya kamu tidak lagi menyayangi nyawaMu!". Teriak pria itu sambil mengayunkan golok ditangannya untuk menebas leher Xue Yunlei.


"Hati - hati Anak Muda". Teriak pria tua yang berada disamping Xue Yunlei untuk mengingatkannya.


Melihat hal tersebut, kedua wanita cantik yang bersama dengan Xue Yunlei segera melesat ke arah mereka sambil melepaskan sulur - sulur berduri kearah pria yang menyerang Xue Yunlei.


Oghui yang melihat hal itu langsung tercengang karena baru mengetahui bahwa kedua wanita cantik itu memiliki kemampuan ilmu bela diri yang tinggi.


Sebuah sulur menghantam golok dan tiga sulur yang lain langsung melilit tubuh pria yang menyerang Xue Yunlei.


Golok ditangan pria itu langsung terlepas dari genggamannya dan terjatuh ke lantai.


Xue Yunlei hanya tetap berdiri santai saat mendapatkan serangan dari pria itu.


Sedangkan orang - orang yang berada didalam ruangan itu langsung berhamburan keluar karena merasa takut terkena dampak dari pertarungan yang terjadi.


Pria tua yang dibela oleh Xue Yunlei segera mengetahui identitas kedua wanita itu.


"Dua peri dari Hutan Ilusi? Bagaimana mereka bisa sampai disini? Bukankah mereka tidak bisa meninggalkan hutan itu?". Pikir pria tua itu dengan mulut yang menganga karena terkejut.


Melihat salah satu rekannya sedang dalam keadaan tertekan, kelima rekannya yang lain segera melesat ke arah mereka.


Dan seorang diantaranya melemparkan senjata berbentuk seperti bulan sabit yang berputar - putar dan melesat kearah sulur - sulur tersebut.


Mendapatkan serangan, Huaxianzi segera menebarkan kelopak - kelopak bunga kearah datangnya senjata seperti bulan sabit itu.


Duuaarrr...duuaarrr


Bunyi ledakan yang terjadi disaat kedua senjata seperti bulan sabit itu membentur dua buah kelopak bunga milik Huaxianzi.


Kedua senjata milik lawan mereka pun terlempar kearah pemiliknya dan segera ditangkap.


Sedangkan empat pria yang lain kini sudah bersiap dengan senjata mereka masing - masing untuk menyerang Xiangwei, Huaxianzi dan juga Xue Yunlei.


Senjata mereka pun kini mulai melesat diudara dan menuju kearah Xue Yunlei dan kedua peri itu.


"Sepertinya kekuatan mereka tidak boleh dianggap remeh, sebab mereka sudah bisa menguasai jiwa senjata". Pikir pria tua yang dibela oleh Xue Yunlei.


"Namun untuk menghadapi kedua bangsa peri ini, kemampuan mereka itu belum cukup kuat untuk bisa mengalahkan mereka". Gumam pria tua itu.


Duuuaaarrr...duuuaaarrr...duuuaaarrr


Ledakan - ledakan pun kembali terjadi disaat senjata para penyerang berbenturan dengan kelopak - kelopak bunga milik Huaxianzi.


Xiangwei yang melihat kelima rekan pria yang telah dililit oleh sulur - sulur miliknya segera melemparkan tubuh pria itu dan melepaskan serangan kearah lima pria lainnya.


Senjata kelima pria itu segera melesat kembali dan mulai menyerang sulur - sulur tersebut.


Namun kini warna sulur - sulur itu pun langsung berubah dan terlihat berwana perak.


Tring...tring...tring...tring...tring


Bunyi dentingan senjata milik kelima penyerang itu saat membentur sulur - sulur milik Xiangwei.


"Sialan! Sepertinya sulur - sulur ini bisa berubah menjadi lebih kuat, kita harus mundur, mereka terlalu tangguh untuk kita lawan". Ujar seorang diantara kelima pria itu.


"Iya, kedua wanita itu terlalu kuat untuk kita hadapi". Sambung seorang yang lain sambil melompat mundur dan diikuti oleh yang lainnya.


Xue Yunlei dan pria tua itu hanya tersenyum sinis menatap kelima pria yang ingin menyerang mereka.


Kesombongan yang sebelumnya nampak disetiap wajah mereka kini telah sirna dan berganti dengan raut wajah yang penuh dengan kewaspadaan.


Mereka pun segera melesat dan membawa tubuh rekan mereka yang saat itu masih terlilit sulur - sulur milik Xiangwei.


"Apakah kalian semudah itu untuk bisa melarikan diri dariKu!?". Tutur Xiangwei yang ingin mengakhiri kehidupan pria yang telah terlilit sulur - sulur miliknya.


"Hentikan! Biarkan mereka pergi". Teriak Xue Yunlei menghentikan tindakan Xiangwei.


Mendengar suara sang penguasa, membuat Xiangwei menghentikan niatnya untuk membunuh.


Wanita itupun segera bertanya kepada Xue Yunlei.


"Tuan, mengapa menghentikanKu? Mereka itu sudah berniat untuk mencelakaiMu".


"Kita tidak boleh bertindak gegabah, sebab hal itu akan mendatangkan masalah yang serius bagi kita di kota ini". Balas Xue Yunlei menanggapi perkataan Xiangwei.


Xiangwei langsung terdiam dan tidak membantah kata - kata Xue Yunlei.


"Pak Tua, ayo ikut kami". Ajak Xue Yunlei.


"Terima kasih atas kebaikan tuan muda, tetapi menurutKu, pria tua ini tidak pantas untuk duduk bersama kalian". Jawab pria tua itu menanggapi ajakan Xue Yunlei.


Pelayan yang awalnya mengusir pria tua itu, kini datang menghampiri mereka dan menunjukkan sikap yang berbeda dari sebelumnya.


"Pak Tua, jika anda menginginkan sedikit makanan untuk mengisi perutMu, silahkan duduk dahulu, saya akan kembali untuk membawakan sedikit makanan untukMu". Ujar sang pelayan ramah.


"Tuan Muda, biarkan aku menerima saja makanan pemberiannya, setelah itu aku akan pergi dari tempat ini".


"Terima kasih karena tuan muda telah begitu baik kepadaKu". Tutup pria tua itu sambil menangkupkan tangannya.


"Baiklah, kalau begitu, aku pergi dulu". Balas Xue Yunlei ramah dan langsung melangkahkan kakinya meninggalkan pria tua itu.


~Bersambung~