PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 173. Mengutarakan Isi Hati


Xue Yunlei merasa bingung untuk menjawab pertanyaan dari Xiao Lin Meng. Pemuda itu hanya bisa terdiam dan tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun.


Melihat sikap pemuda itu yang hanya terpaku menatap dirinya serta belum menjawab pertanyaannya, gadis itu pun kembali berkata.


"Xue Yunlei, apakah kau tidak menyukai diriku?."


"Aku bukan tidak menyukai dirimu, akan tetapi aku sudah dijodohkan oleh orang tuaku sejak kecil dengan gadis yang lain." Jawabnya dengan perasaan yang canggung.


"Siapa gadis itu?." Tanya Xiao Lin Meng lagi.


"Dia adalah nona Shang Mingmei dari klan Shang yang berada di kota ini juga." Jawab Xue Yunlei menjelaskan.


Mendengar jawaban pemuda didepannya membuat gadis itu merasa tidak bersemangat lagi, sebab sosok yang telah di jodohkan dengan Xue Yunlei juga berasal dari kota yang sama dengannya.


"Nona Xiao, itu sudah menjadi keputusan ayahku dan juga ayah dari nona Shang Mingmei, sehingga aku tidak bisa membatalkan perjodohan itu."


"Jika kau tidak dijodohkan dengan gadis itu, apakah kau mau untuk menjadi pendamping hidupku?." Tanya Xiao Lin Meng.


"Sudah pasti aku akan membuatmu menjadi Kekasihku." Jawab Xue Yunlei.


"Apakah kau menyukai gadis itu?." Tanya Xiao Lin Meng lagi.


"Nona Shang sangat menyayangi diriku saat diriku masih seorang sampah bagi anggota klan ku sendiri serta penduduk kota Yin ini sampai aku menjadi seorang pendekar besar seperti saat ini."


"Untuk itu, aku juga sangat menyayangi dirinya sama seperti dirinya menyayangi diriku." Tutup Xue Yunlei menjelaskan.


Xiao Lin Meng hanya bisa tertunduk diam setelah mendengar penjelasan Xue Yunlei dan merasa malu untuk menatap wajah pemuda itu.


"Nona Xiao, maafkan aku atas apa yang kau rasakan saat ini, aku tidak bermaksud untuk membuat hatimu terluka, akan tetapi aku juga tidak bisa memberikan harapan yang palsu kepadamu."


"Dirimu sangat penting bagiku karena Aku juga sudah menganggap dirimu seperti adikku sendiri."


Xiao Lin Meng hanya bisa menarik nafas yang panjang dan menghembuskan serta lanjut berkata.


"Tuan muda Xue tidak perlu meminta maaf kepadaku, ini semua karena kebodohan diriku yang telah salah mengartikan sikapmu terhadap diriku."


"Mulai saat ini, aku tidak akan memikirkan dirimu lagi, sebab itu akan semakin membuatku merasa lebih bodoh lagi." Tutup Xiao Lin Meng sambil berbalik berjalan kembali ke kediaman Xue Yunlei.


Melihat sikap gadis itu, Xue Yunlei langsung mengikutinya dari belakang dengan pikiran serta perasaan yang bingung.


"Apa yang harus aku lakukan agar nona Xiao tidak merasa sedih lagi?." Gumam Xue Yunlei.


Pemuda itu tidak mendapatkan cara yang tepat untuk bisa menghibur Xiao Lin Meng sebab dirinya tidak terlalu baik dalam menghadapi masalah hati dan perasaan dengan lawan jenis.


Setelah tiba di kediaman Xue Yunlei gadis itu langsung mencari Rui Lianjin.


Setelah bertemu dengan sosok yang dia cari, gadis itu langsung berkata.


"Rui Lianjin, kita berdua harus segera kembali ke kota Chingli hari ini, sebab ada urusan yang sangat mendesak yang harus aku lakukan."


"Urusan apa itu? Mengapa begitu mendesak? Bukankah nona baru saja bertemu dengan tuan muda Xue Yunlei?."


Beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh Rui Lianjin setelah mendengar apa yang disampaikan oleh Xiao Lin Meng.


"Kau tidak perlu tahu urusan mendesak apa yang membuat diriku sehingga harus secepatnya kembali ke kota Chingli, yang terpenting saat ini kau harus secepatnya bersiap untuk pergi dari sini." Ujar Xiao Lin Meng.


"Sepertinya ada yang salah dengan nona Xiao Lin Meng. Apakah ini berkaitan dengan tuan muda Xue Yunlei?." Pikir Rui Lianjin.


Pendekar yang bertugas untuk menjaga keselamatan nona muda keluarga Xiao itu segera pergi melakukan apa yang diperintahkan oleh Xiao Lin Meng.


Gadis itu pun langsung duduk untuk menunggu Rui Lianjin selesai bersiap dan pergi dari kediaman Xue Yunlei.


Pemuda yang adalah pemilik kediaman itu perlahan mendekati gadis itu dan segera berkata.


"Nona Xiao, bukankah kau berkata ingin menungguku disini sampai aku kembali dari perjalananku mendapatkan pedang pusaka?."


"Tetapi kau sudah ku anggap seperti adikku sendiri, sehingga kau adalah sosok yang sangat berarti juga bagi hidupku." Balas Xue Yunlei.


"Sepertinya kau telah melupakan janjimu kepada mendiang kedua orang tuaku sebelum mereka berdua menjadi korban saat meninggalkan kota Luyukou." Balas Xiao Lin Meng.


"Aku tidak pernah melupakan janjiku kepada kedua orang tuamu. Itulah mengapa aku sudah menganggap dirimu seperti adikku sendiri agar aku bisa menjagamu." Xue Yunlei menanggapi.


"Jika kau menganggapku sebagai seorang adik, kau tidak bisa selalu bersama denganku. Jadi, bagaimana bisa kau menjagaku?." Balas Xiao Lin Meng.


Setelah mendengar perkataan Xiao Lin Meng, Xue Yunlei langsung berpikir sejenak kemudian kembali berkata.


"Jika aku sudah selesai membalaskan dendam Xiangwei dan sudah mengalahkan roh dewa itu, pasti aku akan selalu pergi ke kota Chingli untuk mengunjungi dirimu dan juga nona Xiao Ning Lan."


"Aku tidak mau seperti itu, aku ingin selalu berada disisimu agar kau bisa untuk selalu menjagaku." Balas gadis itu lagi lebih menekankan kepada Xue Yunlei apa yang dia inginkan.


"Apakah wanita itu pernah mengungkapkan isi hatinya kepadamu sama seperti apa yang aku lakukan saat ini?." Lanjut Xiao Lin Meng bertanya.


"Memang dia belum pernah melakukan hal yang sama dengan apa yang kau lakukan saat ini, tetapi yang aku tahu dia juga menyetujui perjodohan kita." Jawab Xue Yunlei.


Karena intonasi suara Xiao Lin Meng telah meninggi, sehingga Rui Lianjin, Huaxianzi dan juga Zhuan Zhu bisa mendengarnya dan bisa mengetahui hal apa yang membuat mereka berdua berdebat.


"Sudahlah, tidak perlu lagi kau menjelaskan lebih banyak lagi tentang dirinya, sebab hal itu akan membuat diriku akan semakin membencimu." Ujar Xiao Lin Meng.


Xue Yunlei pun langsung diam dan hanya bisa menatap gadis itu yang saat ini diwajahnya tergambar rasa kekecewaan yang sangat mendalam atas apa yang Xue Yunlei ungkapkan.


"Nona, aku sudah siap." Ucap Rui Lianjin.


"Ayo kita pergi!." Ajak Xiao Lin Meng yang langsung berdiri dan segera melangkahkan kakinya untuk meninggalkan kediaman Xue Yunlei.


"Nona Xiao, mohon maafkan aku." Ucap Xue Yunlei setelah keduanya pergi meninggalkan kediamannya.


Karena penuh dengan emosi, gadis itu segera melesat terbang dan hinggap dari pohon satu ke pohon yang lain untuk bisa secepatnya meninggalkan wilayah klan Xue.


Sedangkan Xue Yunlei hanya bisa duduk terdiam memikirkan sikap gadis itu karena jawaban yang telah dia berikan.


Huaxianzi dan juga Zhuan Zhu segera keluar dari kamar mereka dan langsung menemui Xue Yunlei untuk menemani pemuda itu.


"Pendekar Xue, sudahlah, memang sifat wanita sudah seperti itu, sehingga kau tidak perlu lagi terlalu terbeban memikirkannya." Ucap Zhuan Zhu setelah berada didekat Xue Yunlei.


"Apakah senior Zhuan pernah menghadapi masalah seperti apa yang aku hadapi saat ini?." Tanya Xue Yunlei penasaran.


"He...he...he...he...he...memang aku belum pernah mengalami hal yang pernah kau alami saat ini, tetapi aku pernah menyukai seorang wanita, namun dia mencintai pria yang lain." Zhuan Zhu langsung tertawa dan menjawab pertanyaan Xue Yunlei sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Jika senior menyukai wanita itu, apakah senior juga berani mengungkapkan isi hati senior itu kepada wanita itu?." Tanya Xue Yunlei lagi.


"Sebenarnya aku tidak berani mengungkapkan perasaanku kepadanya, hal itu karena dia telah pergi bersama dengan pria yang dia cintai." Jawab Zhuan Zhu dengan malu-malu.


"Sepertinya apa yang senior alami hampir mirip dengan apa yang nona Xiao alami." Pikir Xue Yunlei.


"Jika seperti itu, apakah senior merasa sangat terluka saat mengetahui hal itu?." Lanjutnya bertanya lagi.


Wajah Zhuan Zhu langsung memerah saat mendengar pertanyaan Xue Yunlei tersebut, sebab apa yang ditanyakan, itu adalah rahasianya yang tidak pernah diketahui oleh orang lain.


Zhuan Zhu hanya bisa menganggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan Xue Yunlei.


"Apakah senior Zhuan bisa menceritakan pengalaman senior itu?."


"Pendekar Xue, sepertinya aku tidak bisa untuk menceritakan tentang masa lalu ku itu, sebab hal itu menurutku sangat memalukan." Ucap Zhuan Zhu sambil tersenyum.


"Baiklah, tidak perlu senior Zhuan menceritakan kisah cinta yang pernah senior alami." Ucap Xue Yunlei mengurungkan niatnya untuk mengetahui kisah cinta Zhuan Zhu.


~Bersambung~