
Para petinggi yang mendengar sang raja bergumam segera bertanya kepada komandan pasukan peri yang melaporkan situasi tersebut.
"Saat ini apa yang dilakukan oleh raja iblis itu?" Tanya seorang penatua.
"Sepertinya dia sedang melindungi enam peri yang saat ini sedang berkultivasi." Jawab komandan pasukan peri itu.
"Hmmmpphh...sepertinya kita harus menyerang mereka disaat raja iblis itu berkultivasi agar konsentrasi mereka terpecah...untuk menyelamatkan raja iblis, pasti mereka hanya bisa melarikan diri untuk sementara waktu sampai raja iblis itu selesai berkultivasi." Lanjut penatua itu setelah mendengar jawaban dari komandan pasukan.
"Sepertinya ide itu sangat tepat, kita akan menyerang secara mendadak saat raja iblis itu berkultivasi." Sambung penatua yang lain.
"Bagaimana jika mereka menyerang kita setelah ke-enam pendekar dewa itu selesai berkultivasi?" Tanya Nu Fang.
"Benar apa yang dikatakan oleh jenderal Nu Fang...kita harus memikirkan juga kemungkinan yang akan terjadi jika mereka berenam telah selesai berkultivasi." Penatua lainnya menanggapi apa yang dipikirkan oleh Nu Fang.
"Apakah kita bisa menang jika menyerang mereka saat ini?" Lanjut penatua itu bertanya.
"Kemampuan raja iblis itu sangat mengerikan, dia bisa membunuh banyak dari kita, tetapi kita belum tentu bisa membunuhnya." Ucap sang raja peri menanggapi.
"Bagaimana dengan keselamatan ke-enam bawahannya itu? Apakah dia akan membiarkan mereka menjadi korban saat kita menyerang mereka?" Tanya Nu Fang.
"Jenderal Nu Fang, apa yang sebenarnya kau rencanakan? Cepat katakan saja, sebab situasi saat ini sangat mendesak." Ujar sang raja peri.
"Aku berpikir kita harus berani berjudi dengan situasi yang ada saat ini...meskipun kemampuan raja iblis sangat hebat, namun dia tidak bisa melindungi ke-enam rekannya itu jika kita semua menyerang secara serentak. Dan pilihannya tentu akan menyelamatkan dirinya sendiri." Tutur Nu Fang menjelaskan.
"Meskipun dipihak kita akan mengalami kerugian yang sangat besar, tetapi secara bersamaan kita juga telah melemahkan kekuatan yang dia miliki, dan itu akan menjadi kekalahan terbesar untuknya." Lanjut Nu Fang menjelaskan.
"Sedangkan jika kita menunggu raja iblis itu berkultivasi, sepertinya dia tidak terlihat bodoh untuk melakukan hal itu, karena bisa membahayakan dirinya serta sepuluh rekannya itu...sebab apa yang akan terjadi hampir sama dengan apa yang aku pikirkan sebelumnya... tetapi yang berbeda adalah, kerugian mereka akan lebih besar dari kerugian yang akan kita alami, sehingga mereka pasti akan menyerang kita jika ke-enam rekannya selesai berkultivasi." Tutup Nu Fang.
Semua diruangan yang mendengar penjelasan Nu Fang langsung menganggukkan kepalanya mereka seperti telah mengerti apa yang dijelaskan oleh jenderal itu.
"Bagaimana menurut para penatua? Apakah kalian semua mengerti serta menyetujui pendapat jenderal Nu Fang?" Tanya sang raja peri.
"Aku sudah mengerti dengan apa yang dijelaskan oleh jenderal Nu Fang...tetapi menurutku, bukankah sebaiknya kita pergi saja dari tempat ini agar tidak terjadi kerugian dipihak kita?" Ucap seorang penatua.
"Tidak hanya itu saja, tetapi kita juga harus secepatnya menghancurkan dinding formasi pelindung milik mereka untuk bisa menyerang." Tutup penatua itu.
"Apa yang penatua pikirkan itu tidak salah, tetapi setelah mereka memiliki kekuatan yang bisa menghapus bangsa kita dari dunia ini, apakah itu bukan suatu kerugian yang sangat besar bagi kita? Tidak itu saja, berapa jumlah peri yang bisa meninggalkan danau ini jika kita akan pergi dari sini?" Sang raja menjelaskan untuk menanggapi pernyataan penatua itu.
"Apa yang anda maksudkan?" Tanya penatua itu lagi.
"Bukankah kita hanya memiliki lima puluh batu roh untuk diberikan kepada bawahan kita agar bisa pergi dari tempat ini? Jadi berapa banyak lagi yang akan kita biarkan ditempat ini untuk menunggu kematian mereka?" Sang raja menjelaskan dengan penuh penekanan.
"Sedangkan mengenai formasi pelindung milik mereka, jenderal Nu Fang memiliki teknik untuk bisa menghancurkan setiap formasi pelindung yang ada didunia ini." Tutup sang raja peri.
Penatua itu langsung terdiam dan kembali berdiri di belakang penatua yang lain karena merasa bersalah dengan apa yang dia katakan.
"Apakah ada saran serta pendapat yang lain dari kalian?" Lanjut sang raja peri.
"Sebaiknya kita menyerang mereka saat ini sebelum mereka selesai berkultivasi."
"Iya, ayo kita serang mereka!"
"Aku siap mengorbankan nyawa ku demi untuk melindungi generasi penerus bangsa kita."
Gemuruh langsung terdengar dari dalam ruangan aula utama istana bangsa peri penguasa danau.
Mereka saat ini memiliki semangat untuk menyerang raja iblis dan empat pendekar dewa bumi yang sedang menjaga enam rekan mereka.
Raja iblis sendiri tidak memperhitungkan hal itu, sebab menurutnya bangsa peri penguasa danau itu tidak akan berani untuk menyerang mereka dengan kemampuan yang dia miliki.
Tetapi dia tidak berpikir jika konsentrasinya akan terpecah untuk melindungi dirinya sendiri dan juga untuk melindungi ke-enam bawahannya yang sedang berkultivasi itu.
Sebab jika apa yang mereka lakukan itu terganggu, itu bisa membuat tubuh mereka hancur berkeping-keping karena ledakan energi yang ada didalam tubuh mereka.
"Baiklah...kalian semua dengarkan apa yang akan kita lakukan saat melakukan serangan kepada mereka."
"Saat kita sampai ditempat mereka, aku akan menyerang dinding formasi pelindung mereka dan langsung menyerang raja iblis dibantu oleh Yang Mulia."
"Aku bertindak untuk melindungi dan menghancurkan setiap teknik formasi yang dia miliki, sedangkan Yang Mulia akan menyerang untuk melukainya."
Sedangkan bagi ke lima penatua, bertugas untuk melindungi dan menghancurkan setiap formasi pelindung milik keempat pendekar dewa bumi dan yang bertugas untuk menyerang adalah para komandan pasukan."
"Sedangkan para prajurit yang ada bertugas untuk menyerang ke-enam pendekar dewa yang sedang berkultivasi."
"Apakah kalian semua sudah mengerti?" Tanya Nu Fang.
"Iya! Kami sudah mengerti!" Seru mereka serentak menjawab pertanyaan Nu Fang.
"Baiklah, kalau begitu, ayo kumpulkan semua pasukan kita untuk melakukan serangan." Perintah sang raja peri.
Para komandan pasukan pun segera membubarkan diri untuk memanggil semua pasukan yang mereka miliki.
Sedangkan para petinggi langsung berjalan kedepan aula utama istana dan berdiri menunggu semua pasukan peri terkumpul.
Saat semua pasukan peri terkumpul, raja peri segera angkat suara "Saat ini kita akan bertarung melawan raja iblis yang telah menangkap leluhur agung kita dengan cara yang licik...untuk itu aku ingin kalian semua bertarung bersama dengan kami agar bisa menghancurkan mereka...sebab mereka telah mengingkari perjanjian dengan leluhur kita."
Sang raja peri terus membakar semangat pasukannya serta memberitahukan kepada para prajurit untuk menyerang ke-enam pendekar dewa yang sedang berkultivasi itu.
Semua prajurit telah siap untuk mempertaruhkan nyawa mereka demi untuk membalaskan dendam kepada raja iblis.
Setelah merasa pasukannya sudah siap untuk menyerang kelompok raja iblis, mereka pun secara serentak segera naik ke permukaan danau.
Air danau langsung naik keatas udara dan membeku setelah menutupi area dimana kelompok raja iblis itu berada.
"Breng**k, ternyata mereka berani juga untuk datang menyerang kita...kalian berempat cepat gunakan energi qi untuk memperkokoh formasi pelindung." Tutur sang raja iblis sambil berdiri untuk bersiap bertarung.
"Kalian semua akan menyesali perbuatan kalian ini, karena dengan cepat aku bisa menjadikan kalian sumber daya bagiku dan bagi para pengikutku." Gerutu raja iblis.
Formasi pertempuran yang berbentuk seperti delapan trigram langsung terlihat didepan raja iblis.
Jenderal Nu Fang segera melesat dan melepaskan sebuah segel tangan yang berbentuk bulat namun memiliki rune-rune kuno diantara setiap lingkaran yang ada.
Booommm...braaakkk
Bunyi ledakan saat serangan Nu Fang membentur dinding formasi pelindung milik raja iblis dan menghancurkannya.
Segel tangan kembali dilepaskan oleh Nu Fang dan dengan cepat menuju kearah raja iblis yang juga telah melepaskan formasi pertempuran kearah jenderal peri itu.
Saat Nu Fang melepaskan segel tangan untuk yang kedua kalinya, raja peri juga melepaskan sebuah anak panah yang berasal dari busur pusaka miliknya.
Karena formasi pelindung milik raja iblis telah hancur oleh serangan segel tangan milik Nu Fang, sehingga lima orang penatua bersama dengan komandan pasukan peri serta prajurit peri yang ada langsung menyerang kearah yang sudah ditentukan sebelumnya.
"Sial! Ternyata mereka telah memperhitungkan dengan matang sebelum mereka menyerang, mengapa tidak terpikirkan oleh diriku sebelumnya!?" Pikir sang raja iblis.
Dan perhitungan Nu Fang dengan sangat jelas terbukti, dimana sosok yang disebut sebagai raja iblis itu kini mulai kelabakan menghadapi mereka karena memikirkan keselamatan ke-enam bawahannya itu.
Kini raja iblis terlihat terus menghindari serangan Nu Fang dan raja peri sambil melindungi ke-enam pendekar dewa yang sedang berkultivasi itu.
Beberapa prajurit langsung kehilangan nyawa mereka saat terkena serangan raja iblis.
Jenderal Nu Fang dan raja peri terus menerus melepaskan serangan kearah raja iblis sehingga membuatnya semakin tersudut.
"Apakah semua ini akan berakhir? Apakah aku harus mengorbankan mereka dan menyelamatkan diriku sendiri?" Pikir raja iblis sambil terus menghindari serangan Nu Fang dan anak panah yang dilepaskan oleh raja peri.
~Bersambung~