
Xue Yunlei bergerak terbang menuju ke arah Selatan sesuai dengan informasi yang diberikan oleh seorang pengemis untuk menuju ke kota Rong Cheng dimana markas Partai Qing Ceng berada.
Karena ingin menghemat energi, Xue Yunlei segera mendarat setelah menempuh jarak sejauh 50 km dari kota Shenmu.
Sedangkan Bao San serta dua pria tua yang menjadi pelindung kota Shenmu kini sudah bisa lagi menggunakan ilmu bela diri mereka.
Mereka bertiga merasa senang karena kemampuan mereka telah kembali pulih.
Meskipun demikian, tetapi mereka tidak berniat untuk menyusul Xue Yunlei dan juga Bao Meng Ling karena tidak ingin untuk membuat kesalahan lagi.
Kedua insan yang berlawanan jenis kelamin itu kini duduk di bawah sebuah pohon besar dan rindang untuk beristirahat makan.
Bao Meng Ling terus memperhatikan wajah Xue Yunlei yang sebagian wajahnya tertutup dengan sebuah topeng.
"Jika dilihat, sepertinya pria ini masih berusia muda dan tidak jauh lebih tua dariku". Pikir Bao Meng Ling sambil mengunyah makanan didalam mulutnya.
Xue Yunlei yang mengetahui apa yang dipikirkan oleh gadis didepannya itu, tetap diam dan tidak berkomentar.
Saat keduanya sedang menikmati makanan mereka masing-masing, terdengar dari arah Barat suara seekor sesuatu yang menyeruduk pepohonan yang batangnya masih berukuran sekecil betis tangan anak remaja.
Patahan batang pohon serta gesekan dedaunan menghasilkan bunyi yang terdengar jelas oleh Xue Yunlei dan juga Bao Meng Ling.
Meskipun bunyi itu semakin terdengar jelas, yang bisa dipastikan sedang menuju kearah mereka berdua, tetapi Xue Yunlei masih terlihat tetap santai.
Berbeda dengan Bao Meng Ling, raut wajah gadis itu kini mulai berubah menjadi tegang dan perlahan berubah terlihat takut.
Hanya selisih satu detik saja, Xue Yunlei segera menyelamatkan tubuh gadis itu saat diseruduk oleh seekor hewan buas yang terlihat seperti seekor Banteng.
Pohon besar yang menjadi sandaran Bao Meng Ling langsung bergetar hebat saat di seruduk oleh makhluk itu.
Banteng tersebut langsung mati ditempat setelah menyeruduk pohon besar tersebut.
"Apakah ini benar-benar adalah seekor Banteng? Mengapa dia bisa memburu manusia, bukankah mereka sejenis hewan herbivora!? ". Pikir Xue Yunlei bingung.
Sesaat kemudian, hutan itu terdengar sangat ramai, karena ada rombongan makhluk yang menghuni hutan itu berlari ke arah dimana Xue Yunlei berada.
Xue Yunlei segera menggunakan kekuatan jiwanya agar bisa mengetahui apa yang sedang terjadi.
"Sialan, ternyata ada orang yang mengendalikan semua makhluk itu untuk menyerang kami".
" Aku akan memberikan perhitungan dengannya agar dia tahu dengan siapa dia berurusan saat ini ". Gerutunya sambil mengaktifkan teknik pengendali elemen kayu melalui kekuatan jiwanya.
Dahan pohon yang berada di dekat sosok yang mengendalikan semua makhluk dihutan itu segera bergerak dengan cepat dan melilit tubuhnya.
" Hmm, sepertinya orang ini memiliki kemampuan yang sangat tinggi, aku harus berhati-hati untuk menghadapinya". Pikir sosok itu sambil mengerahkan kekuatan energi qi miliknya dan langsung menghancurkan dahan pohon yang melilit tubuhnya.
Blaaarrr
Bunyi ledakan yang dihasilkan oleh kehancuran dahan pohon yang melilit tubuh sosok yang mengendalikan semua hewan.
Tidak memberikan kesempatan buat sosok itu, Xue Yunlei segera melanjutkan serangannya dengan menggunakan pepohonan yang berada di dekat sosok itu.
Puluhan pepohonan segera tercabut dari tanah dan melesat ke arah sosok tersebut.
"Sial, kekuatan pengendalian elemen kayu miliknya sudah berada di tingkat yang tinggi, ini akan merugikan diriku".
" Jika seperti ini, tidak ada cara lain untuk bisa menghadapinya dengan kemampuan yang aku miliki, aku harus melarikan diri dari tempat ini sebelum menjadi bulan - bulanannya ". Pikir sosok itu.
Sosok yang adalah seorang pria itu segera menciptakan formasi pertahanan untuk membendung serangan puluhan pepohonan yang melesat ke arahnya.
Setelah menciptakan formasi pertahanan, pria itu segera melesat meninggalkan tempat tersebut dengan terburu-buru.
Booommm...booommm...booommm
Brrraaaakkk
Bunyi benturan serangan pepohonan dengan formasi pertahanan yang kemudian dilanjutkan dengan bunyi hancurnya formasi tersebut.
" Berani menyerang tetapi tidak berani untuk melanjutkan pertarungan, dasar pengecut! ". Gumam Xue Yunlei setelah mengetahui sosok itu telah pergi.
Meskipun gadis itu mendengar keributan yang baru saja terjadi, akan tetapi dirinya tidak mengetahui dengan siapa Xue Yunlei bertarung dan siapa yang menyerang mereka dengan menggunakan hewan yang menghuni hutan tersebut.
"Ayo kita pergi dari tempat ini". Ajak Xue Yunlei kepada Bao Meng Ling dan membawanya pergi.
Xue Yunlei segera menggunakan kecepatan maksimumnya untuk pergi dari hutan itu agar bisa menghindari sesuatu yang tidak sesuai dengan perhitungannya.
Hanya dalam waktu satu jam saja kini didepan mereka telah terlihat sebuah kota yang terlihat sebesar kota Shenmu.
Keduanya melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki untuk memasuki kota tersebut.
"Siapa namamu? ". Tanya Xue Yunlei karena belum mengetahui nama gadis yang bersama dengannya.
" Namaku adalah Bao Meng Ling ". Jawab gadis itu.
" Namamu hampir mirip dengan temanku yang berasal dari kota Chingli, begitu juga dengan kecantikanmu ". Ucap Xue Yunlei enteng tidak memiliki niat sedikitpun untuk menggoda.
Mendengar perkataan pria disampingnya, pipi gadis itu langsung memerah.
" Namaku adalah Xue Yunlei! Terserah kamu mau memangilku dengan sebutan apa, aku tidak perduli ". Ujar Xue Yunlei dengan nada suara yang dingin.
" Tetapi yang perlu kamu ingat, jika siapapun yang bertanya, kamu harus memberitahukan jika kamu itu adalah adikku ". Lanjut Xue Yunlei.
" Apakah kamu sudah mengerti? ". Tanya Xue Yunlei.
" Iya, aku mengerti ". Jawab Bao Meng Ling.
" Apakah sikap dan tingkah laku kita sudah terlihat memiliki hubungan seperti kakak beradik? ". Tanya Xue Yunlei penasaran sambil menatap ke arah Bao Meng Ling.
Gadis itu hanya terdiam dan sedikit berpikir hingga tidak lama kemudian kedua tangannya menggandeng tangan kiri Xue Yunlei.
" Apakah hal itu harus dilakukan agar bisa terlihat seperti kakak beradik? ". Tanya Xue Yunlei lagi karena merasa terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Bao Meng Ling.
Gadis itu hanya menanggapi pertanyaan Xue Yunlei dengan menganggukkan kepalanya untuk menjawab.
" Oh, jadi seperti ini jika aku memiliki seorang adik perempuan!? ". Pikir Xue Yunlei seperti baru tercerahkan.
Keduanya pun tiba di gerbang kota itu dan dimintai tanda pengenal, Xue Yunlei segera menujukkan tanda pengenal keluarga Xiao.
Setelah melihat tanda pengenal itu, keduanya segera dibiarkan untuk memasuki kota itu.
Saat memasuki kota itu, Xue Yunlei segera bertanya kepada seorang pria yang bertemu dengannya.
"Tuan, Apakah aku boleh bertanya? ". Ucap Xue Yunlei dengan sopan.
" Sepertinya kalian berdua baru pertama kalinya datang ke kota ini, kota ini bernama Watlam ". Ucap pria tersebut memberitahukan nama kota itu.
" Terima kasih Tuan karena sudah memberitahukan nama kota ini".
"Sebenarnya kalian berdua akan pergi ke mana?". Pria itu balik bertanya.
"Kami berdua akan pergi ke kota Rong Cheng". Jawab Xue Yunlei dengan ramah.
" Kota Rong Cheng? Apakah aku tidak salah mendengarnya? Untuk pergi ke kota Rong Cheng dengan usia kalian berdua yang terlihat sangat muda serta hanya memiliki basis kultivasi sebagai seorang pendekar diranah master, itu akan sangat sulit ".
" Sebelum kalian berdua bisa tiba di kota Yenan, pasti kalian berdua akan mendapatkan masalah yang sulit untuk kalian hadapi ".
" Jika beruntung, kalian berdua hanya bisa sampai di desa yang berada di pegunungan Hengshan".
"Lebih baik kalian berdua urungkan niat kalian untuk melanjutkan perjalanan ke kota Rong Cheng". Tutup pria itu dengan wajah yang tulus.
" Terima kasih karena Tuan telah memberikan informasi kepada kami berdua, jika Tuan memiliki waktu, sebagai ungkapan rasa terima kasihku, bagaimana jika kita melanjutkan pembicaraan kita ini saat di meja makan!? ". Xue Yunlei menawarkan.
" Terima kasih atas tawarannya, tetapi maaf Tuan, aku tidak memiliki waktu untuk berlama-lama lagi, sebab aku harus bisa tiba di kediaman ku sesegera mungkin, aku pamit undur diri". Ucap pria itu dan langsung pergi meninggalkan mereka berdua.
~Bersambung~