PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 151. Situasi Di Paviliun Wuyan


Saat Xue Yunlei memasuki ruang aula utama paviliun Wuyan, semua mata menatap kearahnya.


Ruangan itu langsung menjadi gaduh saat melihat Xue Yunlei.


Banyak pendekar yang hadir di tempat itu merasa perkataan Weng Yuang terhadap sosok yang baru saja masuk itu terlalu berlebihan.


Sebab dilihat dari perawakan Xue Yunlei serta usia tulang murni miliknya, membuat tidak ada yang mempercayai jika kemampuan pemuda itu bisa membantu kekuatan mereka untuk menyarang markas partai Qing Ceng.


"Apa yang bisa dilakukan oleh seorang bocah berusia delapan belas tahun agar bisa menambah kekuatan kita? ".


"Dia ini masih terlalu muda untuk bisa memiliki basis kultivasi sebagai seorang pendekar langit, sudah untung jika dia telah menjadi seorang pendekar raja".


" Sepertinya ketua Weng Yuang terlalu melebih - lebihkan anak muda ini".


"Apakah ini bagian dari lelucon ketua Weng Yuang? ".


" Sepertinya kita hanya buang-buang waktu saja untuk membiarkan pemuda ini masuk ke dalam ruangan ini".


"Kedatangan pemuda ini adalah sebuah tamparan yang keras bagi kita yang hadir di tempat ini".


Kata-kata yang tidak mengenakan saat Xue Yunlei memasuki ruang aula utama paviliun Wuyan.


Namun hal itu tidak ditanggapi oleh Xue Yunlei, sebab memang dirinya sengaja untuk mengungkapkan berapa usianya saat ini.


" Pendekar Xue, silahkan duduk". Ucap Weng Yuang menyambut kedatangan Xue Yunlei sambil mempersilahkan pemuda itu untuk duduk di tempat yang telah disiapkan olehnya.


"Apakah ada yang ingin pendekar Xue sampaikan? ". Lanjut Weng Yuang setelah Xue Yunlei duduk.


Xue Yunlei pun kembali berdiri sambil menangkupkan kedua tangannya untuk memberi hormat kepada seluruh yang hadir di tempat itu dan juga berkata.


" Perkenalkan, namaku adalah Xue Yunlei yang berasal dari klan Xue yang berada di kota Yin".


"Perkenalkan juga, sepuluh wanita itu adalah bawahan ku serta seorang pria itu adalah senior Zhuan".


"Terima kasih atas sambutan yang diberikan oleh para senior sekalian ".


" Memang tidak ada hal yang bisa diharapkan dariku, sebab maksud kedatanganku saat ini hanya untuk menemui saudara Xue Bang dan juga untuk menemui nona Shang Mingmei yang adalah anggota dari sekte Tongtian ".


" Tetapi karena aku diperintahkan untuk masuk dan bergabung dengan para senior sekalian, sehingga aku pun dengan senang hati menerimanya ".


" Dan yang perlu para senior sekalian ketahui, aku berada di kota Rong Cheng ini tentunya memiliki suatu tujuan ".


" Dan tujuanku itu berkaitan dengan apa yang telah menimpa saudara Xue Bang dan juga patriark Xue Beng ".


" Tidak hanya masalah itu yang membuatku sehingga bisa ada di kota ini, akan tetapi kedatanganku berhubungan juga dengan salah satu desa yang terletak di dekat kota Shenmu yang telah diserang oleh salah satu kelompok sehingga menimbulkan rumor yang saat ini telah menggemparkan dunia persilatan ".


" Untuk kedua masalah itu, aku pikir aku sendiri sudah bisa mengatasinya, sebab kekuatan yang saat ini aku miliki cukup kuat untuk bisa menghancurkan markas partai Qing Ceng ".


" Hei bocah! Jaga mulutmu itu, kau pikir kekuatan yang dimiliki oleh partai Qing Ceng semudah itu untuk bisa kau hancurkan dengan hanya berjumlah dua belas orang saja? ". Bentak seorang pendekar tua.


" Kau ini terlalu naif atau terlalu sombong!? ". Tutup pria paruh baya itu yang adalah seorang ketua sekte menengah.


" Ketua Deng, tidak baik memandang rendah orang lain yang kemampuannya belum anda ketahui ". Ujar Weng Yuang menasihati pria tua itu.


" Ketua Weng, usianya saja masih sangat muda, apa lagi dia terlihat seperti tidak memiliki basis kultivasi, seharusnya dialah yang harus menghormati kami sebagai orang tua ". Balas Deng Zhiyu sambil tersenyum sinis menatap ke arah Xue Yunlei.


" Ha...ha...ha...ha...ha...ketua Deng, kamu itu tidak bisa melihat basis kultivasi pendekar muda ini karena kultivasinya jauh berada diatasmu". Ucap ketua perguruan Mi Huang, Yu Wang.


"Pendekar Fengmi Xiong, senang bisa bertemu kembali denganmu". Lanjut Yu Wang memberi hormat kepada Xue Yunlei.


" Senang juga bisa bertemu kembali dengan ketua Yu Wang". Balas Xue Yunlei.


Sebab hanya segelintir orang yang mengetahui jika Xue Yunlei juga memiliki nama yang lain.


"Pendekar Xue, Bian Que memberi hormat! Senang bisa bertemu kembali". Ucap tetua penegak hukum sekte Angsa Putih.


" Senang juga bisa bertemu kembali dengan tetua Bian". Balas Xue Yunlei.


"Aku tidak menyangka jika ruangan ini bisa menjadi hidup lagi karena kedatangan tuan muda Xue Yunlei, mohon maaf karena sebelumnya aku telah meninggalkan dirimu". Ucap seorang pria sepuh yang tidak lain adalah leluhur Xie Yi.


Kemunculan pria sepuh itu membuat para leluhur yang berasal dari sekte-sekte lainnya langsung menampakkan diri mereka juga untuk saling menyapa satu dengan yang lain.


Situasi itu membuat wajah Deng Zhiyu seperti telah diinjak-injak oleh Xue Yunlei, sebab sosok yang dianggap remeh olehnya ternyata sangat dihormati oleh para pendekar yang lebih kuat darinya.


"Sepertinya, kehadiranku tidak penting lagi setelah melihat para pendekar agung turut hadir di tempat ini, sebaiknya aku akan melanjutkan tujuan awal kedatanganku kesini". Tutur Xue Yunlei dan langsung berjalan mendekati Shang Mingmei.


" Pendekar Xue, jangan berkata seperti itu, sebab kekuatan partai Qing Ceng juga pasti akan dibantu oleh keempat sekte yang lain, sehingga mereka pasti membawa seluruh kekuatan yang mereka miliki ". Balas Weng Yuang menanggapi perkataan Xue Yunlei.


" Ketua Weng, tanpa bersama dengan kalian saja, aku akan tetap pergi untuk menemui ketua partai Qing Ceng ".


" Dan jika mereka tidak menyambut baik kedatanganku, aku juga akan bertindak sesuai dengan apa yang akan mereka lakukan ". Balas Xue Yunlei.


Mendengar perkataan Xue Yunlei, Deng Zhiyu pun segera berkata.


" Pendekar Xue, mohon maaf atas kelancanganku, aku memiliki mata tetapi tidak digunakan dengan baik". Ucap Deng Zhiyu.


"Dasar penjilat, jika tidak ada yang lain di tempat ini, pasti kau sudah aku habisi". Xue Yunlei membantin.


Xue Yunlei hanya tersenyum sinis menatap kearah Deng Zhiyu menanggapi perkataannya.


Para pendekar yang mengenali Xue Yunlei segera mendekatinya.


" Ketua Yu Wang, dimana kakakmu? ". Ucap Zhuan Zhu sambil berbisik saat ketua perguruan Mi Huang itu berada didekatnya.


Yu Wang langsung menatap ke arah sosok yang bertanya kepadanya, akan tetapi dari wajahnya dia tidak mengenali sosok tersebut.


Yu Wang pun sejenak terdiam sambil berpikir tentang siapa sosok yang berdiri didepannya itu.


"Aku tidak mengenal pria ini, tetapi dia bertanya tentang kakakku, apakah dia adalah Dewa Penyamaran yang dijuluki Pendekar Seribu Wajah? ". Pikir Yu Wang.


" Tebakanmu itu sangat tepat, aku Zhuan Zhu yang adalah Dewa Penyamaran". Ucapnya mengetahui pikiran Yu Wang.


"Hormat kepada senior Zhuan Zhu! ". Ucapnya sambil mengambil sikap hormat.


" Sudahlah, tidak perlu bersikap formal seperti itu, karena itu bisa menarik perhatian semua orang yang ada didalam ruangan ini ". Ucap Zhuan Zhu.


" Tidak ku sangka, ternyata pendekar Fengmi Xiong dekat juga dengan senior, berarti sudah ada dua orang pendekar dewa yang dekat dengannya ". Ucap Yu Wang merasa kagum dengan Xue Yunlei.


" Mengapa kau memanggilnya Fengmi Xiong? ". Tanya Zhuan Zhu penasaran.


" Senior, nama itu yang aku tahu saat kita bertemu di kota Boguan, sehingga aku hanya bisa memanggilnya demikian ". Jawab Yu Wang.


" Dan untuk kakak Yu Fei, saat ini aku tidak tahu keberadaannya, sebab dia tidak pernah menetap di salah satu tempat dengan waktu yang lama". Lanjut Yu Wang.


"Dasar pengemis tengik, entah kesenangan apa yang dia rasakan dengan tindakannya itu". Ucap Zhuan Zhu.


Situasi didalam ruangan aula utama paviliun Wuyan itu kini terlihat semakin bersemangat karena kemunculan para leluhur sekte dan perguruan ilmu bela diri.


~Bersambung~