PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 299. Mengajukan Kerja Sama


Kini situasi di wilayah negara Xin sering terjadi kekacauan.


Beberapa kelompok mulai melakukan penyerangan disetiap desa-desa yang terletak jauh dari kota-kota besar.


Permintaan dari setiap penduduk desa untuk dikirimkan pasukan ke desa mereka kini tidak bisa dipenuhi oleh para penguasa kota, hal itu karena pasukan mereka tidak cukup lagi untuk bisa menjaga keamanan kota mereka.


Namun hal itu tidak terjadi di wilayah kekuasaan kota Yin, desa-desa yang berada dibawah kekuasaannya seperti tidak ada yang berani untuk menyerangnya.


Tidak hanya pasukan yang ada di setiap kota-kota besar, melainkan para pendekar yang ada disetiap sekte di wilayah negara Xin, kini sudah tidak cukup lagi untuk bisa memenuhi setiap misi yang mereka terima.


Sehingga hal itu akan dengan sangat mudah untuk bisa di serang oleh setiap kelompok besar yang ingin menguasai setiap kota besar yang mereka inginkan.


Dan semua kekacauan itu dilakukan oleh satu kelompok dengan secara diam-diam sehingga tidak akan dicurigai oleh siapa pun.


Pemimpin kelompok itu mengenal dan sangat dekat juga dengan Xue Yunlei, setiap masalah yang terjadi di wilayah negara Xin, itu semua adalah rencananya.


Karena raja Xia Jie tidak mengirimkan pasukannya untuk menangani kekacauan yang telah terjadi di berbagai tempat di wilayah kerajaannya, sehingga membuat rakyatnya mulai tidak senang dengan kepemimpinannya.


Di kota Yuan, ibu kota negara Xin, terlihat sosok pria sepuh dan berpakaian seperti seorang pendekar sedang berjalan untuk menuju ke istana kerajaan Xin untuk bisa bertemu dengan raja Xia Jie dan didampingi oleh seorang pria yang berpakaian pejabat tinggi negara Xin.


Keduanya duduk bersama didalam sebuah kereta kuda dan di kawal oleh puluhan prajurit yang berkuda serta ada puluhan prajurit juga sedang berlari mengikuti dari belakang.


"Ketua, aku akan melakukan tugasku terlebih dahulu sesuai dengan yang telah kita rencanakan sebelumnya."


"Bagaimana jika Yang Mulia menolak rencana yang akan aku ajukan kepadanya itu? Apa yang akan kita lakukan?" Tanya Liu Wang kepada sosok yang duduk di sampingnya.


"Menurutku, dengan situasi saat ini, Yang Mulia pasti tidak akan menolak rencana yang akan kau ajukan kepadanya itu, sebab kondisi saat ini, dirinya sangat membutuhkan suatu kekuatan agar bisa membereskan kekacauan yang sedang terjadi di seluruh wilayah negara Xin saat ini." Jawab sosok itu yang tidak lain adalah Yu Fei.


"Menurutku, jika dia menolaknya, itu hanyalah kemungkinan terkecil saja... Untuk itu kau tidak perlu merasa khawatir dengan hal itu, sebab sebelum aku menyuruhmu melakukan hal itu, semuanya telah aku pikirkan terlebih dahulu." Lanjutnya untuk meyakinkan Liu Wang yang adalah seorang menteri.


"Baik ketua, saat ini aku tidak meragukan lagi hasil yang akan aku terima saat mengajukan rencana ini kepada Yang Mulia." Balas Liu Wang.


Keduanya terus membahas rencana yang telah diatur oleh Yu Fei yang juga di kenal sebagai Dewa Pengemis ketua umum Partai Kaypang itu.


Rombongan mereka pun tidak mendapatkan masalah saat memasuki wilayah istana negara Xin itu berkat jabatan Liu Wang.


Setelah tiba di depan istana negara, Liu Wang dan Yu Fei pun turun dari kereta kuda yang mereka tumpangi.


"Hormat kepada menteri Liu Wang!" Sambut prajurit yang berjaga.


"Sampaikan kepada Yang Mulia, jika aku ingin menemui dirinya, sebab ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengan beliau." Ucap Liu Wang.


"Baik! Mohon menteri Liu menunggu sebentar." Balas seorang prajurit dan segera memasuki aula utama istana.


Tidak lama setelah prajurit itu kembali, terdengar suara yang berkata.


"Menteri Liu Wang dipersilahkan masuk untuk menghadap Yang Mulia!"


"Ketua, aku masuk dulu." Ucap Liu Wang kepada Yu Fei.


Pria sepuh itu hanya menganggukkan kepalanya mengiyakan apa yang Liu Wang ucapkan.


Yu Fei pun tetap tinggal dan menunggu dirinya dipanggil, sebab sebelum dirinya dipanggil, dia tidak bisa memasuki aula utama istana tersebut.


"Hamba memberi hormat kepada Yang Mulia!" Ucap Liu Wang setelah menghadap Xia Jie.


"Hal penting apa yang ingin kau sampaikan kepadaku?" Tanya Xia Jie.


"Yang Mulia, untuk membereskan kekacauan yang terjadi di seluruh wilayah negara kita ini, ada seorang pemimpin kelompok besar ingin bekerja sama dengan kita."


"Siapa dia? Dan kelompok besar mana yang kau maksudkan itu?" Tanya Xia Jie lagi.


"Yang Mulia, tanpa kita sadari, ternyata para pengemis yang tersebar di seluruh kota yang berada di wilayah negara Xin ini, mereka itu sangat terorganisir dan juga memiliki seorang pemimpin... Dan kelompok mereka itu disebut sebagai Partai Kaypang." Jawab Liu Wang.


"Benar Yang Mulia." Jawab Liu Wang lagi untuk bisa meyakinkan Xia Jie.


"Jadi kelompok yang kau maksudkan itu adalah Partai Kaypang itu?" Lanjut Xia Jie.


"Benar Yang Mulia."


"Apakah mereka memiliki kekuatan untuk bisa mengatasi kekacauan di seluruh wilayah negara Xin ini?"


"Benar Yang Mulia, itu yang pemimpin mereka sampaikan kepadaku."


"Apakah kau sudah mengetahui seberapa besar kekuatan mereka?"


"Aku sudah mengetahuinya Yang Mulia, s bah pemimpin mereka sendiri yang memberitahukan hal itu kepadaku."


"Menurut apa yang dia sampaikan, berapa jumlah anggota Partai Kaypang itu?"


"Yang dia sampaikan kepadaku, jumlah seluruh anggota mereka ada tiga ribu orang."


"Menurutku jumlah itu tidak akan cukup untuk bisa menghentikan kekacauan yang telah terjadi di seluruh wilayah negara kita ini."


"3000 orang itu semuanya adalah pendekar yang sangat tangguh Yang Mulia, sehingga mereka bisa melakukan hal itu." Liu Wang terus meyakinkan Xia Jie.


"Apa lagi yang menjadi modal mereka untuk bisa menghentikan kekacauan itu?" Xia Jie kembali bertanya.


"Mereka memiliki informasi semua informasi dalam setiap kekacauan yang terjadi." Jawab Liu Wang.


"Hmmmph, menarik juga...sepertinya aku bisa memanfaatkan mereka." Pikir Xia Jie.


"Baiklah, namun yang aku ketahui selama ini, apa yang akan mereka lakukan, pasti membutuhkan imbalan atas kerja sama yang mereka ajukan itu...apakah kau sudah mengetahui apa yang mereka inginkan?"


"Hal itu akan dia sampaikan sendiri oleh pemimpin mereka, jika Yang Mulia merasa tertarik untuk bekerja sama dengan mereka." Jawab Liu Wang.


"Kau sampaikan kepadanya untuk segera menghadap diriku." Perintah Xia Jie kepada Liu Wang.


"Yang Mulia, pemimpin mereka saat ini sedang menunggu didepan." Ucap Liu Wang.


"Siapa namanya?"


"Yu Fei, Yang Mulia." Jawab Liu Wang.


"Suruh Yu Fei untuk masuk." Perintah Xia Jie kepada seorang prajurit.


"Yu Fei dipersilahkan untuk menghadap Yang Mulia!". Teriak prajurit itu.


Mendengar namanya dipanggil, Yu Fei pun segera memasuki aula utama istana negara Xin untuk menghadap Xia Jie.


"Yu Fei menghadap Yang Mulia!" Ucapnya sambil menangkupkan kedua tangannya setelah sudah berhadapan dengan Xia Jie.


"Apakah benar kau ini pemimpin dari seluruh pengemis di setiap kota yang berada di wilayah negara Xin ini?" Tanya Xia Jie.


"Benar Yang Mulia!" Jawab Yu Fei.


"Melihat dari usianya, apakah dia ini yang disebut Dewa Pengemis?" Pikir Xia Jie setelah melihat Yu Fei.


"Tetapi bagaimana mungkin dia adalah Dewa Pengemis jika penampilannya seperti itu?" Xia Jie belum sepenuhnya merasa yakin dengan apa yang dia pikirkan.


"Benar Yang Mulia, aku ini memang dijuluki sebagai Dewa Pengemis oleh para pendekar didunia persilatan sejak dahulu." Ucap Yu Fei menjawab keraguan Xia Jie.


~Bersambung~