
Shang Mingmei segera membuka pintu kediamannya dan langsung melihat sosok pemuda yang berdiri didepannya.
Pemuda yang sudah bertahun-tahun tidak bertemu dengannya itu, menatap Shang Mingmei dengan penuh arti.
"Apakah aku tidak dipersilahkan masuk?" Tanya Xue Yunlei membuka pembicaraan.
"Ehh...emm...iya, silahkan masuk!" Ucap Shang Mingmei dengan gelagapan.
Xue Yunlei pun segera melangkah untuk memasuki kediaman Shang Mingmei.
Sedangkan wanita itu segera berjalan di belakangnya dan kembali berkata.
"Silahkan duduk!"
Xue Yunlei pun segera duduk di kursi yang telah tersedia di ruangan itu.
"Cepat siapkan jamuan untuk tuan muda Xue Yunlei." Lanjut Shang Mingmei menyuruh pelayannya dan kemudian duduk di kursi yang terpisahkan oleh sebuah meja kecil.
Keduanya pun terdiam dan tidak mengeluarkan sepatah katapun.
Shang Mingmei hanya bisa tertunduk dan tidak berani menatap wajah Xue Yunlei meskipun ia sangat merindukan sosok tersebut.
"Nona Shang, maafkan aku jika ada hal yang selama ini telah membuatmu merasa tidak nyaman, hal itu karena aku terlalu sibuk dengan urusan balas dendamku." Xue Yunlei berinisiatif untuk membuka pembicaraan.
"Bagaimana hubunganmu dengan nona Xiao Lin Meng?" Tanya Shang Mingmei yang tidak menanggapi apa yang Xue Yunlei katakan.
"Menurutku, sebaiknya saat ini, kita tidak membahas mengenai nona Xiao Lin Meng, sebab dia tidak ada hubungannya dengan pertemuan kita saat ini."
"Untuk itu, aku berharap nona Shang Mingmei tidak perlu lagi memikirkan apa yang sebelumnya telah dilakukan oleh nona Xiao Lin Meng."
"Mengapa tuan muda Xue Yunlei berkata seperti itu? Jika nona Xiao Lin Meng mengetahui perkataanmu itu, pasti dia akan merasa sangat sedih." Balas Shang Mingmei.
"Nona Shang, aku sudah menganggap nona Xiao Lin Meng itu seperti adikku sendiri, itulah mengapa aku berkata seperti itu kepadamu." Xue Yunlei menjelaskan agar Shang Mingmei mengerti.
"Bukankah sebelumnya nona Xiao Lin Meng mengatakan jika anda sangat mencintainya?" Ujar Shang Mingmei ingin memastikan.
"Hmmmphh, mungkin itu yang telah dia katakan kepadamu, tetapi apakah aku pernah mengatakan hal itu secara langsung kepadamu?" Balas Xue Yunlei.
"Memang benar kau tidak pernah mengatakan hal itu kepadaku secara langsung, namun nona Xiao Lin Meng itu adalah seorang wanita, mana mungkin dia akan merendahkan dirinya seperti itu!?"
"Masalah itu memang sangat sulit untuk bisa dipahami oleh siapapun...tidak hanya dirimu saja yang berpikir seperti itu, akan tetapi ada beberapa sosok juga yang berpikir jika aku seperti tidak menghargai nona Xiao Lin Meng."
"Aku juga sempat berpikir, apakah kau tidak menginginkan diriku untuk menjadi pasangan seumur hidupmu?"
Mendengar pertanyaan Xue Yunlei, Shang Mingmei langsung terdiam dan tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun.
"Nona Shang, apakah kau dekat dengan ku itu hanya karena menghormati perjodohan kita sebelumnya?" Xue Yunlei kembali bertanya.
"Apakah kau tahu bagaimana aku menjalani hidup ku setelah mendengar apa yang nona Xiao Lin Meng sampaikan kepada ku?"
"Pasti kau tidak mengetahuinya, sebab sekali pun kau tidak pernah datang untuk menemuiku sejak di markas sekte Tongtian, maupun setelah aku sudah berada di kota ini."
"Nona Shang, aku memang bersalah karena telah mengabaikan dirimu selama ini, namun dirimu tidak pernah tergantikan didalam hatiku."
"Saat ini aku telah selesai membalaskan dendamku, sehingga aku akan memutuskan tujuan hidupku kedepannya."
"Dan salah satunya tujuan hidupku untuk kedepan adalah dirimu."
"Bagaimana? Apakah nona Shang mau menjadi pendamping hidupku?" Tanya Xue Yunlei.
***
Kedatangan Xue Yunlei di kota Yin langsung tersebar ke seluruh sudut kota itu dengan cepat, sehingga Ming Chuan dan Hong Ye yang masih berada di kota itu mendengar juga kabar tersebut.
Akan tetapi kemana tujuan Xue Yunlei belum mereka ketahui, sehingga mereka pun berpikir jika Xue Yunlei saat itu sedang berada di balai kota Yin.
Tidak berselang lama, kini sepuluh sosok pria sepuh memasuki restoran dimana Ming Chuan dan Hong Ye berada.
"Selamat datang para senior, sepertinya kedatangan kalian diwaktu yang sangat tepat, sebab kami berdua baru saja mendengar jika Xue Yunlei hampir secara bersamaan telah datang ke kota ini." Ucap Ming Chuan menyambut kedatangan sepuluh pria sepuh itu yang tidak lain adalah Chi Jingzi bersama dengan sembilan saudara seperguruannya.
"Adik kedua, meskipun kita akan membalaskan dendam kedua saudara kita, akan tetapi kita tidak boleh menyerangnya saat masih berada di dalam kota ini, sebab pertarungan kita bisa membuat banyak orang yang tidak bersalah akan menjadi korban." Ucap Qing He mengingatkan Chi Jingzi.
"Benar yang dikatakan oleh kakak tertua, kita tidak boleh menyerangnya saat berada di dalam kota ini." Yuding Changzhang membenarkan perkataan Qing He.
Mendengar tanggapan yang diberikan oleh kedua saudara seperguruan yang memiliki kemampuan terkuat diantara mereka, membuat Chi Jingzi pun tidak bisa tidak, harus mendengarkan keduanya.
"Bagaimana jika kita mencoba untuk memancingnya agar keluar dari kota ini?" Sela Shui Lingbao menyarankan.
"Terus, bagaimana caranya agar hal itu bisa terjadi?" Tanya Wensu Guang menanggapi usulan Shui Lingbao.
"Karena mereka berdua mengenali wajah pemuda itu, sebaiknya mereka berdua yang melakukan hal itu." Ujar Zhen Puxian.
"Sedangkan kita pergi terlebih dulu dan menunggu pemuda itu dihutan yang berada sedikit jauh dari kota ini." Lanjutnya lagi.
"Apakah kalian berdua memiliki cara agar bisa memancing pemuda itu untuk bisa keluar dari kota ini?" Tanya Qing He.
Ming Chuan dan Hong Ye saling menatap satu dengan yang lain setelah mendapatkan pertanyaan dari Qing He.
"Senior, kami berdua akan berusaha untuk bisa memancingnya agar bisa keluar dari kota ini." Jawab Ming Chuan.
"Baiklah, jika demikian, kami akan pergi untuk menunggu kalian di hutan yang terletak di sebelah timur kota ini...jangan membuat kami menunggu lama disana." Tutur Chi Jingzi.
"Ayo kita pergi dari kota ini...biarkan mereka berdua yang akan menjalankan tugas mereka untuk membawakan pemuda itu kepada kita." Ucap Qing He kepada saudara seperguruannya.
Sepuluh pria sepuh itu pun segera keluar meninggalkan restoran tersebut.
Pemandangan itu membuat pengunjung yang lain merasa sangat curiga, sebab saat ini wilayah negara Xin sedang terjadi kekacauan.
Dan karena wilayah kekuasaan kota Yin belum terjadi hal itu, sehingga mereka sangat mencurigai gerakan setiap orang atau kelompok yang tidak mereka kenali dan terlihat sangat mencolok sama seperti kelompok Qing He tersebut.
Seorang prajurit yang melihat kelompok itu, segera melaporkan hal itu kepada Chen Kaibo agar sabg komandan pasukan kota Yin itu turun tangan untuk bisa mengetahui identitas kelompok tersebut.
Karena Chen Kaibo juga telah mendenfar kabar kedatangan Xue Yunlei, sehingga dirinya segera pergi ke kediaman Klan Shang.
Itu karena Xue Yunlei tidak datang ke balai kota, sehingga Chen Kaibo merasa, kedatangan Xue Yunlei pasti untuk bertemu dengan Shang Mingmei.
***
Di kediaman Shang Mingmei, Xue Yunlei sedang menanti jawaban dari wanita itu.
Saat Shang Mingmei ingin menjawab, keduanya langsung di kejutkan dengan kedatangan Chen Kaibo.
"Nona Shang Mingmei, apakah aku bisa bertemu denganmu?" Tanya Chen Kaibo yang saat ini sudah berdiri di depan pintu masuk kediaman Shang Mingmei.
Shang Mingmei pun segera berdiri dan segera membukakan pintu untuk Chen Kaibo.
"Komandan Chen, apakah ada hal penting yang ingin kau sampaikan kepadaku?" Tanya Shang Mingmei penasaran dengan kedatangan Chen Kaibo.
"Kedatangan ku ini, bwrtujuan untuk bisa bertemu dengan tuan muda Xue Yunlei, sebab ada hal penting yang ingin aku sampaikan kepadanya." Jawab Chen Kaibo yang telah melihat Xue Yunlei.
Xue Yunlei langsung berdiri dan segera berjalan mendekati keduanya sambil bertanya.
"Hal penting apa yang ingin kau sampaikan kepadaku?"
"Tuan muda Xue Yunlei, sepertinya saat ini kau akan mendapatkan masalah yang sangat serius." Jawab Chen Kaibo.
"Masalah apa itu yang membuat sikap mu seperti ini?" Tanya Xue Yunlei lagi.
"Tuan muda Xue, saudara seperguruan dari leluhur agung suku Hushi dan suku Tangut yang telah kau bunuh itu, kini telah datang untuk membalaskan dendam atas kematian keduanya."
"Sepertinya mereka memiliki kekuatan sedikit lebih tinggi dari kedua leluhur agung yang kau hadapi itu."
"Dan saat ini mereka telah berada di kota ini."
"Menurutku, sebaiknya tuan muda segera memanggil orang-orang yang selalu bersama denganmu agar bisa menghadapi mereka."
~Bersambung~