
Setelah menghabiskan waktu selama sepuluh hari, akhirnya kapal yang ditumpangi oleh Xue Yunlei pun bersandar di dermaga kota Jicheng.
Kota Jicheng sendiri adalah kota terbesar di wilayah bagian timur negara Xin dan hampir sama besar dengan kota Chang'an dan juga kota Rong Cheng.
Di kota ini terdapat begitu banyak pendekar dengan basis kultivasi sebagai seorang pendekar langit baik dari sekte atau perguruan Ilmu bela diri aliran putih maupun aliran hitam.
Xue Yunlei, Huaxianzi dan juga Zhuan Zhu segera turun dari kapal untuk melanjutkan perjalanan mereka menuju ke tempat dimana markas bangsa kurcaci berada.
"Huaxianzi, apakah tempat itu masih jauh dari kota Jicheng ini?." Tanya Xue Yunlei.
"Iya tuan, sekitar 200 kilometer dari kota ini, kita akan mendapatkan sebuah kota kecil yang di kuasai oleh para bandit yang berasal dari bangsa bar-bar di wilayah bagian timur ini."
"Kota itu adalah surganya para penjahat yang berada di wilayah bagian timur ini....sehingga di kota itu tidak memiliki aturan yang seperti dengan kota Jicheng ini."
"Apakah kota itu tidak memiliki seorang pemimpin?." Tanya Zhuan Zhu.
"Setahu saya, kota itu memiliki seorang pemimpin yang adalah seorang pendekar yang berasal dari sekte aliran hitam yang bermarkas di gunung Kepala Putih."
"Hampir semua perbuatan jahat di wilayah bagian timur ini adalah perbuatan sekte mereka selain sekte Racun Surgawi dan juga suku bar-bar."
"Oh...sepertinya kejahatan di wilayah bagian timur ini lebih terorganisir dari pada kejahatan yang berada di wilayah bagian barat negara Xin." Tanggapan Xue Yunlei.
"Sebab di wilayah bagian barat, mereka semua hanyalah kumpulan perampok yang tidak berasal dari satu sekte seperti yang kau katakan di wilayah bagian timur ini." Lanjut Xue Yunlei.
"Jika mereka bertemu dengan kita, tidak perlu ragu lagi untuk membunuh mereka." Tutup Xue Yunlei.
Zhuan Zhu dan Huaxianzi hanya bisa menganggukkan kepala setelah mendengar perkataan Xue Yunlei.
"Pendekar Xue, sebaiknya kita melakukan perjalanan dengan menunggang kuda saja, sebab itu akan menghemat tenaga kita." Ucap Zhuan Zhu menyarankan.
"Iya, apa yang senior Zhuan sarankan itu memang sudah aku pikirkan, karena jika kita bertemu dengan anggota sekte aliran hitam dan tenaga kita sudah terkuras banyak, itu bisa merugikan diri kita." Sambung Xue Yunlei menyetujui saran Zhuan Zhu.
"Ayo kita mampir di restoran itu." Ajak Xue Yunlei saat melihat sebuah restoran megah dihadapan mereka.
Ketiganya pun segera memasuki restoran tersebut dan seperti biasa langsung bersambut oleh seorang pelayan untuk menawarkan menu terbaik di restoran itu.
Xue Yunlei pun langsung memesan menu terbaik di restoran itu dan langsung mengambil tempat di sudut ruangan restoran tersebut.
Pemuda itu mulai mengedarkan pandangannya untuk mengetahui siapa saja yang ada didalam ruangan restoran itu.
"Sepertinya sebentar lagi akan ada pertunjukan yang menarik." Ucap Xue Yunlei sambil tersenyum sinis.
"Maksud pendekar Xue...apakah akan ada pertarungan di dalam restoran ini?." Tanya Zhuan Zhu penasaran.
"Sepertinya begitu." Jawab Xue Yunlei.
"Tuan, di dalam ruangan restoran ini, ada tiga kelompok penjahat dari tiga kekuatan yang berbeda, mereka tidak menghormati satu sama lainnya."
"Mereka itulah yang aku ceritakan kepada tuan, yaitu berasal dari sekte Racun Surgawi, sekte yang berasal dari gunung Kepala Putih serta orang-orang dari suku bar-bar." Tutup Huaxianzi.
"Menurut pendekar Xue, kelompok mana yang akan saling bertarung?." Tanya Zhuan Zhu.
"Sepertinya kelompok yang akan bertarung berasal dari dua sekte aliran hitam." Jawab Xue Yunlei.
"Benar tuan, kedua sekte itu saling berebut untuk menjadi yang terkuat dari yang lainnya, sehingga anggota dari kedua sekte itu sering berkelahi."
"Itulah mengapa kekuatan sekte aliran hitam tidak bisa berkembang kearah barat, sebab mereka tidak pernah bisa akur."
Huaxianzi terus memberitahukan kepada Xue Yunlei apa yang dia ketahui dari kedua sekte aliran hitam itu.
Xue Yunlei dan Zhuan Zhu terus mendengarkan dengan seksama setiap apa yang disampaikan oleh Huaxianzi.
Tidak lama kemudian, akhirnya pesanan mereka pun tiba dan para pelayan langsung mengatur dimeja didepan mereka bertiga.
"Tuan-tuan, nona...silahkan dinikmati hidangannya, silahkan panggil kamu jika masih ada yang kurang." Ucap kepala pelayan.
Mereka bertiga segera menyantap hidangan yang telah tersedia di hadapan mereka dan sesekali meneguk arak terbaik di restoran itu.
Beberapa saat kemudian, seorang pria dari sekte Racun Surgawi langsung berdiri dan berkata.
"Dikota Jicheng ini, tidak ada yang bisa merasa lebih kuat dari sekte Racun Surgawi...jika ada yang mau unjuk kekuatan dikota ini, sekte Racun Surgawi akan melenyapkannya."
"Puih...!!! Apakah kami dari sekte Gunung Kepala Putih merasa takut dengan kekuatan sekte Racun Surgawi?."
"Kemampuan kalian itu hanya bisa menggunakan racun untuk mengalahkan lawan kalian, jadi apa yang perlu dibanggakan dari sekte kalian itu." Tutup seorang pria sambil tersenyum sinis menatap kearah anggota sekte Racun Surgawi.
"Ha...ha...ha...ha...ha...Apa katamu? Sekte kami hanya mengandalkan racun untuk mengalahkan lawan kami? Terus, apa yang perlu dibanggakan dari sekte kalian itu yang hanya mengandalkan teknik ilusi serta ilmu mistis?." Balas anggota sekte Racun Surgawi.
"Berani menghina sekte kami...kau harus mati!." Teriak pria yang menanggapi perkataan anggota sekte Racun Surgawi.
Tubuh pria itu langsung menghilang dari tempat dia berdiri.
"Kamu pikir bisa mengecoh diriku dengan teknik rendahanmu itu? Benar-benar naif." Ucap anggota sekte Racun Surgawi sambil menebarkan racun miliknya dan membuat formasi pelindung bagi tubuhnya.
Tindakan pria yang menyerang anggota sekte Racun Surgawi dengan spontan langsung diikuti juga oleh rekan-rekannya untuk menyerang anggota sekte Racun Surgawi yang lain.
Blaaarrr
Braaakkk
Bunyi ledakan akibat kedua energi yang saling berbenturan serta bunyi properti yang hancur saat diterjang tubuh para pendekar yang terkena serangan.
Xue Yunlei hanya tersenyum menyaksikan pertarungan di antara kedua anggota sekte tersebut dan langsung menciptakan dinding formasi pelindung agar mereka bertiga tidak terkena dampak dari pertarungan itu.
Sedangkan pengunjung yang lain langsung berlari keluar dari restoran itu.
Kelompok dari suku bar-bar sendiri tetap duduk menikmati hidangan yang tersedia di depan mereka karena mereka juga telah menciptakan formasi pelindung agar tidak terkena dampak dari pertarungan itu.
"Hentikan...!!!." Teriak seorang pria tua yang baru saja menampakkan dirinya.
Kedua kelompok yang bertarung itu langsung menghentikan pertarungan dan menatap kearah sumber suara.
Akan tetapi tidak lama kemudian, mereka pun kembali melanjutkan pertarungan itu.
Pendekar yang menjadi pelindung restoran itu langsung melepaskan serangan energi qi dengan jumlah yang besar kearah kedua kelompok yang bertarung.
Booommm
Bunyi ledakan besar yang disebabkan oleh serangan pelindung restoran setelah menerjang kearah medan pertarungan yang berada didalam lantai dasar restoran tersebut.
Kini keadaan dilantai dasar restoran itu terlihat sangat berantakan. Dilantainya kini sudah tercipta sebuah lubang yang menganga serta puing-puing yang berserakan.
Tubuh beberapa pendekar aliran hitam kini sudah terbaring di tanah dalam keadaan terluka akibat terkena serangan pelindung restoran itu.
Pria yang terlihat seperti masih berusia tujuh puluh tahun itu menatap ke sekeliling. Namun masih ada dua tempat lagi yang masih tetap tidak terkena dampak dari pertarungan serta dampak dari serangannya.
Apa lagi beberapa orang yang menempati kedua tepat itu tetap santai menikmati hidangan dihadapan mereka.
"Cepat keluarkan uang yang kalian miliki untuk membayar kerusakan yang terjadi disini...setelah itu kalian harus membereskan kekacauan ini... Jika tidak, aku tidak segan-segan untuk membunuh kalian." Tutur pria tua itu.
Meskipun terlihat seperti berusia tujuh puluh tahun, akan tetapi usia pria tua itu sudah dua ratus tahun lebih dengan basis kultivasi sebagai seorang pendekar agung tahap akhir setengah langkah lagi menjadi pendekar dewa.
Namun karena keberadaannya tidak diketahui oleh para pendekar di wilayah bagian timur negara Xin itu, sehingga mereka tidak mengenalnya.
Dua orang pendekar dari dua sekte yang berbeda langsung mengumpulkan koin emas dan koin perak yang mereka miliki untuk membayar kerusakan yang disebabkan oleh pertarungan mereka.
Setelah selesai mengumpulkan, keduanya pun segera menyerahkan kepada pria tua itu.
~Bersambung~