PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 313. Menghentikan Pertarungan


Kecepatan gerakan seorang pendekar di ranah Xian puncak pasti akan sulit untuk bisa di ikuti oleh seorang pendekar yang berada satu tingkat dibawahnya.


Akan tetapi hal itu berbeda dengan Xue Yunlei, sebab kekuatan spiritual miliknya telah meningkat setelah menyerap energi Lonceng Jiwa milik Qing He sehingga bisa mengetahui pergerakan Wensu Guang sebelum tiba dibelakang tubuhnya.


Tidak itu saja, melainkan energi qi miliknya juga kini telah meningkat ke tahap puncak sebagai seorang pendekar di ranah Xian karena telah menyerap energi serangan angin tornado milik Shui Lingbao dan juga telah menyerap kekuatan Jaring Api Sembilan Naga milik Huang Taiyi serta telah menyerap kekuatan Borgol Cincin Emas milik Wensu Guang.


Xue Yunlei dengan mudah menghindari serangan tebasan pedang pusaka milik Wensu Guang dan segera melepaskan serangan sebagai serangan balasan ke arah pria sepuh yang ingin membokongnya.


Cahaya keemasan berbentuk seekor naga melesat kearah Wensu Guang.


Pria sepuh itu segera menghindari serangan Xue Yunlei sambil menciptakan perisai pelindung untuk melindungi tubuhnya.


Melihat situasi tersebut, Yuding Chengzhang pun segera melepaskan hewan spiritual miliknya berupa seekor Anjing Langit Api.


Hewan yang berasal dari dunia para dewa itu segera menyerang Xue Yunlei dengan lincah sambil berusaha untuk bisa mencabik-cabik tubuh pemuda itu dengan taring panjangnya.


Sesekali semburan api dimuntahkan oleh makhluk itu dari mulutnya.


"Sepertinya pertarungan ini akan semakin menarik, meskipun sangat memalukan." Ujar Xue Yunlei sambil menghindari beberapa serangan yang datang secara bersamaan kearahnya.


"Tidak ada hal yang akan membuat kita merasa malu jika bisa membunuhmu hari ini." Balas Huang Taiyi.


"Sepertinya dia terlalu menganggap remeh kemampuan kita....aku harus membungkam mulut busuknya itu!" Lanjut Huang Taiyi menggerutu sambil melepaskan kembali serangan kearah Xue Yunlei dengan dua Roda Api Angin miliknya yang dikendalikan secara bersamaan olehnya serta Tombak Ujung Api di tangannya.


Dua buah senjata pusaka yang berbentuk cincin api kini mulai melesat dengan cepat secara bersamaan menyerang Xue Yunlei dan diikuti dengan mata tombak api yang datang serta siap untuk menghujam ke arah tubuh pendekar muda itu.


"Hmmmphh, sepertinya dia mulai serius untuk menghadapi ku." Gumam Xue Yunlei sambil menghindari serangan Huang Taiyi dan serangan dari hewan dari dunia para dewa yang datang kearahnya.


"Anak muda ini benar-benar sangat kuat, dengan kemampuan ku seperti ini, aku tidak bisa menghadapi secara bersamaan serangan dari mereka berdua." Pikir Qing He didalam hati dengan perasaan yang takjub.


Hal itu karena Xue Yunlei masih bisa menghindari serangan sambil mengendalikan Naga Emas yang terbentuk dari energi qi miliknya.


Sedangkan Wensu Guang sendiri kini sedang menghadapi Naga Emas yang dikendalikan oleh Xue Yunlei.


"Jika satu lawan satu, diantara kita tak ada yang dapat mengalahkan pemuda ini." Ucap Yuding Chengzhang yang berdiri di samping Qing He.


Qing He langsung menatap adik seperguruannya itu dan menganggukkan kepalanya untuk menanggapi perkataan yang baru saja dia dengar.


"Adik Yuding, apakah kita harus menghentikan pertarungan ini?" Tanya Qing He penasaran dengan apa yang Yuding Chengzhang pikirkan.


Itu karena Yuding Chengzhang sendiri masih tetap tenang dan tidak seaktif seperti adik seperguruannya yang lain.


"Kakak Qing He, menurutku, sudah seharusnya kita menghentikan pertarungan ini, sebab ketiga adik seperguruan telah membunuh seorang bawahan pendekar muda itu." Jawab Yuding Chengzhang.


"Apalagi adik Huang Taiyi bisa membangkitkan kembali adik Huanglong dan adik Qingxu." Lanjutnya.


"Apakah tindakan itu tidak akan menyinggung mereka yang lainnya?" Qing He balik bertanya.


"Apa yang bisa membuat mereka merasa tersinggung? Menurutku menghentikan pertarungan ini akan lebih baik dari pada melanjutkannya." Balas Yuding Chengzhang.


"Apakah kita bisa menerima kenyataannya jika adik Huang terbunuh oleh serangan pemuda itu?" Lanjut Yuding Chengzhang menanggapi pertanyaan Qing He.


Qing He langsung terdiam memikirkan perkataan Yuding Chengzhang.


Di dalam pandangan kedua pria sepuh itu, terlihat Xue Yunlei masih bisa menghindari serangan Anjing Langit Api milik Yuding Chengzhang dan sepasang cincin berukuran besar yang diselimuti oleh api.


Pedang pusaka milik Xue Yunlei kini mulai melesat dan menyerang kearah tubuh Huang Taiyi.


Kini pemuda itu kembali mengendalikan naga emas dan pedang pusaka miliknya secara bersamaan dengan menghindari serangan dari lawannya.


"Ternyata kemampuannya untuk bisa mengendalikan senjata pusaka miliknya belum sempurna. Aku akan memanfaatkan situasi ini agar bisa melukainya." Pikir Xue Yunlei yang semakin meningkatkan kecepatan serangan pedang pusaka miliknya.


"Kakak, sepertinya ini sudah waktunya untuk bisa menghentikan pertarungan mereka." Tutur Yuding Chengzhang kepada Qing He.


Qing He pun segera melihat kearah dimana pertarungan itu sedang berlangsung.


"Adik, cepat tarik kembali hewan surgawi milikmu." Ucap Qing He.


"Baik!"


Yuding Chengzhang pun segera menarik kembali Anjing Langit Api miliknya yang saat itu sedang menyerang Xue Yunlei.


Xue Yunlei merasa terkejut setelah melihat makhluk surgawi itu menjauhi dirinya dan menuju ke arah Yuding Chengzhang.


"Apa yang dia lakukan? Mengapa dia menarik hewan surgawi itu? Apakah mereka memiliki rencana yang lain?" Pikir Xue Yunlei.


Didalam rasa penasarannya itu, Xue Yunlei tetap terfokus untuk bisa melukai Huang Taiyi dan Wensu Guang.


"Berhenti!" Teriak Qing He.


Mendengar suara teriakan Qing He, Huang Taiyi dan Wensu Guang langsung bereaksi dan menghentikan tindakan mereka.


Blaaarrr... Blaaarrr


Bunyi ledakan terjadi setelah pedang pusaka dan naga emas milik Xue Yunlei menghantam tubuh keduanya.


"Ohh, tidak!" Teriak Qing He setelah melihat serangan Xue Yunlei mengenai tubuh kedua adik seperguruannya.


Braaakkk


Tubuh keduanya langsung terhempas ke tanah yang sebelumnya menabrak pepohonan yang berdiri di daerah itu.


Dari mulut keduanya kini terlihat cairan berwarna merah mulai keluar yang menandakan jika keduanya kini sudah terluka parah oleh serangan Xue Yunlei.


Dengan cepat Xue Yunlei segera melesat kearah dimana tubuh Huang Taiyi terbaring untuk kembali melepaskan serangan.


Akan tetapi hal itu langsung dicegah oleh Qing He yang kini sudah berdiri menghadangnya.


Begitu juga dengan Yuding Chengzhang yang juga telah berada tepat disamping tubuh Wensu Guang untuk bisa melindunginya.


"Tunggu! Aku mohon untuk tidak melanjutkan pertarungan ini." Ucap Qing He.


Xue Yunlei segera menghentikan niatnya untuk menyerang Huang Taiyi.


"Mengapa kau ingin menghentikan pertarungan kita? Bukankah sebelumnya kalian yang menginginkan pertarungan ini?" Balas Xue Yunlei menanggapi perkataan Qing He.


"Itu benar, namun kami berdua berpikir ini adalah sebuah kesalahan. Untuk itu, aku sebagai murid tertua memohon kepada anda untuk bisa memaafkan tindakan kami semua terhadap dirimu." Jelas Qing He agar Xue Yunlei bisa menerima permintaan maafnya.


"Aku pikir tidak semudah itu untuk meminta maaf kepadaku, sebab aku merasa tindakan kalian sudah sangat kelewatan." Jawab Xue Yunlei.


"Aku memang mengakui kesalahan kami karena telah menyinggung perasaan mu dengan menyerangmu tanpa terlebih dahulu mendengarkan penjelasan darimu." tutur Qing He.


"Itu benar, aku juga mewakili saudara seperguruan ku yang lain meminta maaf kepada pendekar muda." sambung Yuding Chengzhang yang saat itu juga sudah berdiri disamping Qing He.


"Apakah tindakan kalian berdua ini bisa dilakukan jika situasinya berbanding terbalik dengan situasi saat ini?" Xue Yunlei balik bertanya sambil tersenyum sinis menatap kedua pendekar sepuh yang berdiri didepannya.


~Bersambung~