PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 140. Tiba Di Kota Rong Cheng


Kelompok Xue Yunlei melewati beberapa desa sebelum tiba di kota yang akan mereka lewati.


Mereka melakukan perjalanan selama empat jam tanpa henti hingga bisa tiba di sebuah kota yang terlihat lebih kecil dari kota Chang'an.


Namun Xue Yunlei kini tidak ingin lagi memasuki kota itu, mereka pun segera mencari tempat yang aman untuk beristirahat diluar kota tersebut.


Karena kota itu di kelilingi oleh perbukitan, sehingga Xue Yunlei memilih tempat tertinggi untuk digunakan sebagai tempat beristirahat.


Setelah selesai memulihkan tenaga, akhirnya mereka pun kembali melanjutkan perjalanan.


Mereka menghabiskan waktu satu hari penuh untuk bisa tiba di kota Rong Cheng, hal itu karena mereka tidak singgah di dua kota kecil yang mereka lewati.


Saat sudah berada di dekat kota Rong Cheng, mereka pun langsung mendarat dihutan luar kota agar tidak menarik perhatian banyak orang.


Setelah memasuki kota Rong Cheng, mereka langsung mencari penginapan untuk beristirahat agar bisa memulihkan tenaga mereka.


Setelah selesai memulihkan tenaga, Xue Yunlei segera keluar dari kamarnya tanpa menggunakan jubah serta topeng untuk mencari para pengemis agar bisa mendapatkan informasi tentang markas partai Rong Ceng.


Namun pemandangan di kota Rong Cheng itu terlihat sangat berbeda, sebab ada begitu banyak pendekar yang berlalu lalang meskipun mereka menggunakan pakaian seperti orang biasa.


Xue Yunlei bisa mengetahui mana seorang pendekar dan mana yang bukan seorang pendekar.


Di depan penginapan pun tidak terlihat satu pun pengemis, sehingga Xue Yunlei mulai berjalan untuk mencari keberadaan para pengemis itu untuk bisa memperoleh informasi dari mereka.


Setelah beberapa saat berjalan, akhirnya Xue Yunlei bisa menemukan seorang pengemis yang sedang duduk di pinggiran jalan utama kota Rong Cheng.


Xue Yunlei langsung memberikan lima buah koin perak kedalam tempat yang telah disediakan oleh pengemis itu.


"Tuan, uang ini terlalu banyak". Ucap pengemis itu setelah melihat pemberian Xue Yunlei.


" Aku akan menambahkannya jika kau mau memberikan informasi kepadaku ". Ucap Xue Yunlei menanggapi perkataan pengemis itu.


" Informasi apa yang tuan inginkan? ". Tanya pengemis itu.


" Aku ingin mendapatkan informasi tentang letak markas partai Qing Ceng". Jawab Xue Yunlei.


Keduanya berkomunikasi dengan keadaan berbisik agar tidak didengar oleh orang lain.


Pengemis itu pun langsung memberitahukan letak markas partai Qing Ceng yang berada di gunung Qingceng sesuai dengan nama yang digunakan oleh perkumpulan itu beberapa kilometer sebelah barat laut dari kota Rong Cheng.


Di sebelah barat daya kota Rong Cheng itu juga terdapat salah satu sekte besar yang seluruh anggotanya adalah perempuan.


Sekte itu adalah sekte Chuan Hao, sekte itu juga memiliki seorang pendekar dewa dengan julukan Dewi Barat, satu-satunya sosok pendekar wanita yang ditakuti didunia persilatan yang berada di daratan negara Xin.


Setelah memberitahukan letak markas partai Qing Ceng, Xue Yunlei pun kembali bertanya tentang begitu banyak pendekar yang terlihat di kota itu.


Pengemis itu pun memberitahukan bahwa kedatangan para pendekar itu karena informasi yang beredar selama ini, dimana partai Qing Ceng memiliki peta lokasi dua buah kitab teknik tingkat dewa.


Hal itu juga dikuatkan dengan rumor tentang tiga perguruan ilmu bela diri dan satu sekte yang ingin bekerjasama dengan partai Qing Ceng untuk menguasai dunia persilatan dinegara Xin itu.


Hal itulah yang membuat begitu banyak pendekar yang telah tiba di kota Rong Cheng.


Mendengar informasi dari sang pengemis, Xue Yunlei pun segera memberikan satu keping emas kedalam mangkuk milik sang pengemis dan segera pergi dari tempat itu.


Penampilan Xue Yunlei yang terlihat seperti seorang pendekar menjadi pusat perhatian banyak orang dikota itu.


Sebab banyak dari mereka adalah seorang pendekar, sehingga menatap curiga Xue Yunlei yang tidak menggunakan atribut dari perguruan atau sekte manapun.


"Siapa pemuda itu? Sepertinya dia adalah seorang pendekar, tetapi entah dia berasal dari mana sehingga begitu berani berpakaian seperti itu". Ucap seorang pria yang melihat Xue Yunlei.


" Apakah dia adalah salah satu utusan dari salah satu sekte atau perguruan ilmu bela diri yang ada di daratan negara Xin ini? ". Sambung salah satu rekannya.


" Jika dilihat dari penampilannya, dia itu tidak berasal dari sekte atau perguruan mana pun, akan tetapi mungkin berasal dari keluarga bangsawan yang datang ke kota ini ". Seorang rekan mereka menanggapi.


Dirinya tetap berjalan untuk kembali ke penginapan dimana para peri berada.


Setelah tiba di penginapan, Xue Yunlei pun segera memberitahukan kepada kesepuluh peri itu agar selalu waspada, sebab akan terjadi suatu pertarungan yang besar di markas partai Qing Ceng atau juga di kota Rong Cheng.


Hal itu karena ada begitu banyak pendekar yang telah tiba di kota Rong Cheng.


Para peri pun segera mengiyakan apa yang Xue Yunlei sampaikan dan kembali berkultivasi untuk bisa secepatnya mengembalikan kekuatan mereka yang terkuras.


Sebenarnya para peri itu akan lebih cepat pulih jika bermeditasi di hutan dan menyerap energi alam yang ada, namun mengingat keamanan mereka, Xue Yunlei tidak mengijinkannya.


Karena energi alam yang ada di kota Rong Cheng sangat sedikit sehingga Xue Yunlei memberikan kepada mereka masing-masing tanaman roh yang dia temukan di alam yang berada didasar kolam.


Sebelumnya Xue Yunlei juga melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan oleh kesepuluh peri itu. Dan diantara tanaman roh yang diserap oleh Xue Yunlei, terdapat tanaman roh yang bisa meningkatkan kekuatan elemen alam miliknya.


Hal itu membuat pemuda itu sangat senang dengan apa yang dia rasakan.


Sedangkan untuk kesepuluh peri, Masing-masing dari mereka diberikan tanaman roh dengan khasiat yang sesuai dengan kemampuan mereka, sehingga tanaman roh itu bisa meningkatkan kekuatan serangan mereka.


Seperti Duxianzi yang memiliki kemampuan menggunakan racun, kekuatan racun yang dia miliki kini semakin meningkat.


Sedangkan kemampuan Juanxu yang menggunakan sulur untuk menyerang lawannya, kini semakin kuat dan semakin sulit untuk dihancurkan.


Hal itu juga dirasakan oleh ketujuh peri yang lain, kemampuan serta kekuatan daya serangan mereka semakin meningkat.


Setelah mereka selesai menyerap sumber daya yang diberikan oleh Xue Yunlei, mereka pergi menemui pemuda itu untuk mendapatkan petunjuk.


Xue Yunlei pun segera berkata kepada mereka.


"Aku ingin mempelajari terlebih dahulu rencana para pendekar yang ada di kota ini, apakah mereka ingin pergi ke markas partai Qing Ceng atau mereka hanya datang untuk mempelajari kekuatannya".


" Jika mereka akan pergi ke markas partai Qing Ceng, kita harus ikut bersama dengan mereka".


"Semakin besar kekuatan yang akan pergi, akan semakin baik hasilnya, sebab kita akan lebih menghemat tenaga kita".


" Tetapi jika mereka hanya mencari informasi tentang keberadaan petunjuk lokasi dimana kedua kitab teknik tingkat dewa itu berada dan tidak ingin menyerang markas partai Qing Ceng, berarti kita harus pergi sendiri untuk menghadapi para pendekar yang berada di markas partai Qing Ceng ". Tutup Xue Yunlei.


" Penguasa, sebaiknya kita harus menyebarkan rumor yang baru agar para pendekar yang telah berada di kota ini akan berpikir untuk pergi ke markas partai Qing Ceng ". Ujar Huaxianzi mengusulkan.


" Tidak, hal itu pasti akan dilakukan oleh orang lain yang menginginkan keuntungan dari situasi yang akan terjadi nanti ". Ujar Xue Yunlei menanggapi usulan Huaxianzi.


" Tetapi sampai kapan kita harus menunggu di kota ini untuk bisa bergerak? ". Tanya Huaxianzi lagi.


" Jika aku sudah memastikan bahwa situasinya sudah tepat untuk bergerak, kita akan bergerak meskipun hanya kelompok kita yang akan pergi kesana ". Jawab Xue Yunlei lagi.


" Baiklah, kami akan menunggu perintah dari penguasa jika situasinya sudah tepat menurut penguasa ". Ucap Huaxianzi setelah mendengar jawaban Xue Yunlei.


Saat mereka sedang berdiskusi didalam kamar, Tiba-tiba pintu kamar yang mereka tempati diketuk oleh seseorang.


" Siapa itu? ". Tanya Xue Yunlei.


" Aku pelayan di penginapan ini". Jawab sosok tersebut.


Salah satu peri langsung berdiri dan pergi mendekati pintu untuk membukanya.


Saat peri itu membuka pintu kamar, serangan sebuah senjata bola besi yang memiliki duri yang panjang langsung melesat kearahnya.


Sang peri yang mendapatkan serangan langsung menghindar dan melangkah mundur.


~Bersambung~