
Saat Xue Yunlei dan yang lainnya pergi meninggalkan penguasa kota Rong Cheng bersama dengan para bawahannya, Zhuan Zhu pun angkat bicara.
"Pendekar Xue, mengapa kau tidak menghabisi mereka, bukankah kau bisa melakukan hal itu? ". Tanya Zhuan Zhu penasaran.
" Senior, untuk melakukan hal itu, apa keuntungan yang akan aku dapatkan? Bukankah aku hanya menambah musuh baru lagi di dalam hidupku? ". Jawab Xue Yunlei.
" Saat ini menurutku, masih ada begitu banyak hal yang belum bisa aku pahami dengan cara berpikir setiap manusia, sehingga seribu kawan saja menurutku masih terlalu sedikit dan satu musuh saja itu menurutku terasa sangat banyak".
"Oleh karena itu, mulai saat ini, aku akan terus berhati-hati dan tidak akan gegabah dalam mengambil suatu keputusan". Ucap Xue Yunlei.
" Jadi, saat ini aku sedang memberikan kesempatan kepada mereka dan ingin mengetahui apa yang akan mereka lakukan setelah terbebas dari formasi aray milikku itu ". Tutupnya.
" Ternyata pendekar Xue sangat bijaksana dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi, aku merasa sangat terhormat bisa bertemu dan bersama dengan pendekar Xue ". Balas Zhuan Zhu sambil menangkupkan kedua tangannya.
" Senior terlalu menyanjungku, aku merasa tidak pantas untuk menerimanya, karena menurutku itu terlalu berlebihan". Xue Yunlei menanggapi.
Mereka pun akhirnya tiba di salah satu restoran untuk melanjutkan pembicaraan mereka.
Kedatangan ke dua belas orang itu langsung disambut dengan sangat ramah oleh pelayan direstoran itu.
Setiap pengunjung direstoran itu juga tidak berani menatap kelompok Xue Yunlei, karena mereka berpikir kelompok itu tidak bisa disinggung oleh siapa pun.
Sebab mengingat situasi yang terjadi di kota Rong Cheng saat itu, tidak ada yang bisa melenggang bebas di jalanan kota Rong Cheng.
Namun hal itu bisa dilakukan oleh kelompok Xue Yunlei. Sehingga identitas kelompok tersebut pasti sangat dihormati di kota itu.
Setelah beberapa saat kemudian, kejadian yang menimpa penguasa kota bersama pasukannya membuat seluruh orang yang berada di kota itu menjadi gempar.
Para pendekar yang telah berada di kota Rong Cheng langsung berbondong-bondong menuju ke tempat dimana mereka terkurung oleh formasi aray yang diciptakan oleh Xue Yunlei.
Tidak hanya para pendekar saja, melainkan para prajurit yang masih berada di luar formasi aray itu pergi juga ke tempat tersebut untuk mencoba melepaskan mereka.
Namun usaha yang mereka lakukan tidak membuahkan hasil sedikit pun, sebab dinding formasi aray yang terlihat tipis itu sangat sulit untuk dihancurkan.
Hal yang sama juga dilakukan oleh semua orang yang berada di dalam formasi aray, mereka menyatukan kekuatan untuk menghancurkan dinding formasi aray tersebut.
Akan tetapi usaha yang mereka lakukan itu tidak ada hasilnya, sebab dinding formasi aray itu sangat kokoh.
Kegemparan itu dengan cepat tersebar hingga sampai ke telinga para petinggi partai Qing Ceng, sehingga membuat mereka menjadi sangat khawatir dengan apa yang nantinya akan mereka hadapi.
Ketua partai Qing Ceng Hua Qiangu pun langsung memberikan perintah kepada seluruh anggotanya untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi.
Karena setiap pendekar yang datang ke kota Rong Cheng memiliki tujuan untuk menuju ke markas mereka. Dan jika terjadi kesalahpahaman, hal terburuk bisa terjadi.
Setelah dua hari mereka terus menerus mencoba menghancurkan formasi aray milik Xue Yunlei, akhirnya formasi aray itu pun hancur.
"Penguasa, sekarang apa yang harus kita lakukan? ". Tanya salah satu dari keempat pelindung kota Rong Cheng.
" Sepertinya dia tidak memiliki niat buruk kepada kita, sebab jika dia ingin untuk melukai kita semua, pasti itu sudah dia lakukan saat masih berada di dalam formasi aray bersama dengan kita ". Terang Zou Wenli menjelaskan untuk menjawab pertanyaan sang pelindung kota.
Mendengar jawaban dari Zou Wenli, keempat pelindung kota bersama jenderal Ling Jue pun terdiam dan langsung berpikir.
Setelah beberapa saat kemudian barulah seorang pelindung kota angkat bicara.
" Penguasa Zou, jika seperti itu yang kau pikirkan, bagaimana jika aku pergi untuk menemuinya dan mengundang tuan Xue ke balai kota? ".
Zou Wenli pun menatap kearah pelindung kota tersebut dan berkata.
" Silahkan, aku harap tuan Xue bisa menerima undangan itu dan tidak lagi merasa dendam dengan apa yang telah kita lakukan ". Jawab Zou Wenli.
" Kejadian ini adalah suatu pengalaman serta peringatan bagi kita untuk bijaksana dalam mengambil suatu keputusan, karena jika kita salah dalam mengambil suatu keputusan, kita bersama dengan kota Rong Cheng ini pasti akan hancur bersama". Tutur Zou Wenli mengingatkan.
Pelindung kota yang menawarkan diri serta yang telah memberikan saran kepada Zou Wenli segera pergi untuk menemui Xue Yunlei.
Pria sepuh itu terus mencari dimana keberadaan Xue Yunlei bersama dengan yang lainnya.
Pria sepuh itu menemukan dimana Xue Yunlei berada, pelindung kota Rong Cheng itu segera mendarat dan memasuki paviliun tersebut yang adalah sebuah penginapan dan langsung menuju ke tempat dimana kelompok itu berada.
Xue Yunlei hanya tersenyum setelah mengetahui kedatangan salah satu pelindung kota Rong Cheng itu.
"Hui Ma Qiang memberi hormat kepada tuan Xue Yunlei! ". Ucap pria sepuh itu sambil menangkupkan kedua tangannya.
" Mohon tuan Xue tidak memperhitungkan masalah sebelumnya kepada pria tua ini ". Lanjut Hui Ma Qiang.
" Senior Hui, silahkan duduk ". Ucap Xue Yunlei menanggapi sikap pelindung kota Rong Cheng itu.
" Terima kasih atas kebaikan serta kebesaran hati tuan Xue, orang tua ini merasa sangat malu untuk bertemu dengan tuan Xue".
"Meskipun masih jauh lebih muda dari kami, tetapi bisa berpikir lebih bijaksana dari kami yang sudah tua ini". Tutup Hui Ma Qiang.
" Senior terlalu memujiku". Ucap Xue Yunlei menanggapi perkataan pria sepuh itu.
"Senior, jika aku boleh tahu, apa tujuan utama kedatangan senior ini? ". Lanjutnya bertanya.
" Tuan Xue, kedatanganku kali ini pertama-tama ingin meminta pengampunan dari tuan Xue, atas tindakan yang telah kami lakukan sebelumnya". Jawab Hui Ma Qiang.
"Dan sebagai bentuk permohonan maaf, kami mengundang tuan Xue ke balai kota Rong Cheng untuk menikmati teh, arak dan makanan terbaik dikota Rong Cheng ini".
" Bagaimana tuan Xue? ". Tutup Hui Ma Qiang untuk bisa memastikan jawaban dari Xue Yunlei.
" Sepertinya itu tawaran yang sangat menarik, ayo kita pergi ke balai kota ". Jawab Xue Yunlei sambil mengajak Zhuan Zhu bersama sepuluh peri yang ada.
Mereka pun dengan cepat melesat terbang menuju ke balai kota Rong Cheng.
Saat tiba di alun-alun balai kota Rong Cheng mereka pun segera pergi untuk memasuki bangunan megah tersebut.
Kedatangan mereka sudah dinantikan oleh Zou Wenli dan yang lainnya, sehingga saat memasuki bangunan megah itu, mereka langsung disambut oleh Zou Wenli, ketiga pelindung kota Rong Cheng Ling Jue serta seluruh orang penting di kota itu.
"Tuan Xue, terima kasih karena sudah menerima undangan untuk datang ke balai kota Rong Cheng yang sederhana ini". Ucap Zou Wenli menyambut kedatangan Xue Yunlei.
" Menjadi suatu kehormatan besar bagi kami karena tuan Xue telah berbesar hati sehingga telah memberikan muka untuk berbaik hati kepada kami". Lanjutnya lagi.
"Tuan Zou, saat ini aku tidak ingin untuk berbasa-basi lagi". Xue Yunlei menanggapi.
" Kedatanganku kali ini hanya untuk mengetahui apa maksud dan tujuanmu sehingga mengundangku ke balai kota ini ". Lanjutnya.
" Tuan Xue, mari silahkan duduk agar pembicaraan kita tidak terlihat seperti sedang tergesa-gesa ". Balas Zou Wenli.
" Aku tidak tergesa-gesa, akan tetapi aku masih memiliki urusan lain yang harus dilakukan, sehingga aku berharap undanganmu ini bisa memberikan manfaat serta keuntungan bagiku". Ujar Xue Yunlei lagi.
"Tuan Xue, pembicaraan kita kali ini pasti akan memberikan manfaat serta keuntungan bagi mu. Namun tidak menutup kemungkinan akan memberikan juga manfaat bagi kota Rong Cheng ini". Zou Wenli menanggapi.
Xue Yunlei dan yang lainnya pun segera duduk di tempat yang sudah tersedia serta langsung dilayani oleh para pelayan yang ada di aula utama balai kota.
Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya Xue Yunlei kembali berbicara.
"Tuan Zou Wenli, hal apa yang ingin anda sampaikan? ". Tanya Xue Yunlei.
" Tuan Xue, hal pertama yang ingin aku sampaikan adalah, permintaan maaf ku sebesar-besarnya kepada tuan Xue atas perlakuan kami".
"Kiranya hal itu tidak lagi di perhitungkan oleh tuan Xue didalam pembicaraan kita nanti".
" Menurutku kejadian itu bukan menjadi masalah yang serius bagiku, tetapi jika masalah itu diperpanjang lagi oleh tuan Zou Wenli, itu akan menjadi masalah yang sangat serius bagi diriku". Ujar Xue Yunlei menanggapi.
"Tuan Xue, dengan apa yang kami alami, tidak akan mungkin lagi kami akan memperpanjang masalah sebelumnya". Ujar Zou Wenli.
" Baiklah, jika demikian, hal penting apa lagi yang akan disampaikan oleh tuan Zou Wenli? ". Tanya Xue Yunlei dengan sikap yang masih terlihat santai.
~Bersambung~