PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 305. Bertemu Ming Chuan


Mendapatkan kabar dari Chen Kaibo, Xue Yunlei merasa ketenangannya kembali terusik lagi dan hal itu harus diakhiri dengan pertarungan.


"Tuan muda Xue, apakah hal itu bisa dibicarakan untuk mencegah terjadinya pertarungan diantara kalian?" Tutur Shang Mingmei.


"Nona Shang, aku akan mencobanya, namun saat ini aku harus segera pergi dari sini agar klan kalian tidak terseret juga dalam masalah ku ini." Ucap Xue Yunlei menanggapi.


"Benar yang dikatakan oleh tuan muda Xue Yunlei, kita harus segera pergi dari sini... Aku juga akan segera kembali ke kediaman klan Chen, karena pasti mereka akan segera menemuiku." Sambung Chen Kaibo membenarkan kata-kata Xue Yunlei.


Chen Kaibo pun segera pergi dari tempat itu untuk kembali ke kediamannya.


"Kau harus selalu berhati-hati dan berjanji untuk bisa kembali menemuiku lagi." Ucap Shang Mingmei mengingatkan kepada Xue Yunlei.


"Tenanglah, aku pasti akan kembali untuk menemuimu lagi." Balas Xue Yunlei sambil tersenyum menatap kearah Shang Mingmei.


Meskipun Xue Yunlei tersenyum kepadanya, namun Shang Mingmei tetap merasa cemas dengan apa yang akan dihadapi oleh pria yang dia cintai itu.


Kini Xue Yunlei sudah kembali berjalan di jalan utama kota Yin tanpa memperdulikan ancaman yang akan diberikan oleh calon lawannya.


Dirinya langsung bisa dikenali oleh setiap penduduk yang melihatnya, hal itu karena atribut yang dia gunakan.


Jubah yang bermotif awan merah itu kembali menggemparkan kota Yin.


Para penduduk sangat antusias untuk bisa bertemu dengan Xue Yunlei.


Semua itu karena mereka berpikir bencana yang tidak terjadi di wilayah kekuasaan kota Yin adalah karena nama besar Xue Yunlei sendiri.


Ungkapan rasa terima kasih kepadanya pun mulai terucap dari mulut setiap penduduk yang melihatnya.


Xue Yunlei sendiri masih tetap bersikap tenang untuk melayani setiap penduduk yang datang berterima kasih kepadanya meskipun dirinya sudah bisa merasakan bahwa ada sosok yang kini sedang mengawasinya.


"Hmmmphh, sepertinya aura dari kedua sosok ini terasa begitu familiar, aku akan mencoba untuk menyamperi mereka." Pikir Xue Yunlei yang telah merasakan keberadaan Ming Chuan dan juga Hong Ye.


Xue Yunlei pun segera menggunakan kekuatan spiritual miliknya agar bisa mengetahui basis kultivasi yang dimiliki oleh dua sosok yang sedang mengawasinya itu.


"Bukankah itu adalah senior Ming Chuan dan senior Hong Ye?"


"Mengapa sikap mereka sangat mencurigakan seperti itu?"


"Apakah mereka juga adalah bagian dari kelompok yang ingin membalaskan dendam kepada ku?"


"Tidak, mungkin ini hanya perasaanku saja, tetapi aku tetap harus menyamperi mereka berdua untuk menanyakan mengapa sikap mereka berdua sangat mencurigakan seperti itu."


Xue Yunlei segera mengambil jalan lain agar bisa menghindari rombongan penduduk yang ingin bertemu dengannya agar bisa menyamperi kedua sosok yang mengawasinya.


Saat sudah berada di tempat yang sepi, Xue Yunlei pun langsung menghilang dan muncul tepat disamping Ming Chuan dan Hong Ye.


"Apa yang ingin kalian berdua lakukan dikota ini? Mengapa kalian berdua terus mengawasiku?" Pertanyaan yang langsung dilontarkan oleh Xue Yunlei.


Tindakan Xue Yunlei itu sontak saja membuat keduanya langsung terkejut dan tidak bisa langsung menjawab pertanyaan pemuda itu.


Setelah beberapa saat kemudian, Ming Chuan pun merasa jika Xue Yunlei belum mengetahui jika mereka berdua yang telah membunuh Xue Bang dan melukai Shang Mingmei.


"Tuan muda Xue Yunlei, anda telah membuat jantungku terasa ingin copot." Tutur Ming Chuan yang tidak langsung menjawab pertanyaan Xue Yunlei.


"Senior Ming, senior Hong, maafkan atas tindakanku itu, akan tetapi senior berdua harus menjawab pertanyaan ku sebelumnya." Balas Xue Yunlei.


"Siapa orang itu?" Tanya Xue Yunlei.


"Kami berdua juga tidak mengenalnya, namun dari apa yang kami berdua rasakan, sepertinya dia memiliki basis kultivasi yang jauh berada diatas kita, sebab dia sempat mengintimidasi kami berdua dengan energi qi yang dia miliki." Jawab Ming Chuan.


"Hmmmphh, sepertinya begitu...lalu apa pesan yang dia ingin kalian sampaikan kepada ku?" Tanya Xue Yunlei lagi.


"Tuan muda Xue, anda harus berhati-hati, sebab menurut penilaian ku, sepertinya pria sepuh itu terlihat menyimpan dendam terhadapmu." Ucap Ming Chuan yang ingin mendapatkan simpati dari Xue Yunlei.


"Aku sudah tahu hal itu, untuk itu, cepat senior katakan apa yang akan disampaikan kepada ku!?" Desak Xue Yunlei.


"Pria sepuh itu ingin tuan muda Xue Yunlei pergi ke hutan yang berada di bagian timur kota ini, dia menunggumu disana...itu yang dia sampaikan kepada kami berdua."


"Mengapa tidak bertemu di kota ini saja?" Tanya Xue Yunlei.


"Itu karena,dirinya tidak ingin melukai orang-orang yang tidak bersalah, jika terjadi pertarungan didalam kota Yin ini." Ming Chuan menjelaskan.


"Sebab jika itu terjadi, tidak sedikit orang yang tidak bersalah akan menjadi korban akibat dampak dari pertarungan kalian berdua."


"Senior Ming sepertinya sudah mengetahui dengan jelas apa yang dia pikirkan, apakah senior berdua memang bekerjasama dengan mereka?" Xue Yunlei langsung mencoba melontarkan tuduhan kepada Ming Chuan dan Hong Ye.


"Ehh...ahh... Tidak tuan muda Xue, mana mungkin orang tua ini berani menyinggung dirimu...hal itu tidak mungkin ksmi berdua lakukan." Balas Ming Chuan dengan gelagapan.


"Baiklah, jika itu yang dia inginkan, aku akan segera pergi untuk menemuinya." Ucap Xue Yunlei yang sudah mengetahui jika ada sepuluh orang yang sedang menunggunya.


Xue Yunlei pun berpikir mengenai sikap calon lawannya yang memikirkan keselamatan penduduk kota Yin tersebut.


***


Di sebuah hutan yang terletak di sebelah timur kota Yin, kini terlihat sekelompok pria sepuh sedang membahas juga mengenai calon lawan mereka.


Qing He yang adalah pemimpin dari kelompok yang ingin menyerang Xue Yunlei pun angkat bicara.


"Sepertinya pemuda yang akan kita hadapi ini benar-benar jenius yang hanya muncul dalam seribu tahun sekali, sebab selama ini, belum ada jenius muda yang bisa mencapai basis kultivasi seperti yang dia miliki."


"Kakak tertua, meskipun dia memiliki pencapaian seperti itu, namun ada juga seorang pemuda yang saat ini juga telah memiliki basis kultivasi ditingkat pendekar dewa surgawi puncak." Sela Chi Jingzi menanggapi perkataan Qing He.


Qing He merasa terkejut mendengar apa yang baru saja disampaikan oleh Chi Jingzi itu dan sesaat kemudian berkata.


"Masa sekarang ini benar-benar banyak hal yang sangat mengejutkan kita, tetapi bagaimana bisa mereka dengan mudah memperoleh basis kultivasi seperti itu?"


"Kita saja membutuhkan waktu yang tidak singkat untuk bisa memiliki basis kultivasi sebagai seorang pendekar dewa."


Qing He masih tidak habis pikir dengan setiap pencapaian yang dimiliki oleh Xue Yunlei dan juga sosok yang Chi Jingzi maksudkan.


"Kakak tertua, tetapi menurutku, tidak akan ada pengampunan bagi dirinya, karena dia telah membunuh kedua saudara seperguruan kita." Sela Zhen Puxian yang kini sudah tidak sabar untuk membalaskan dendam kedua saudara seperguruannya.


"Adik ketujuh harus bisa mengendalikan emosi, sebab sudah tidak sewajarnya kita yang telah memiliki basis kultivasi sebagai seorang pendekar Xian, dikuasai oleh emosi seperti itu." Qing He memberikan nasihat kepada Zhen Puxian.


"Aku minta maaf, itu karena aku tidak terima dengan apa yang pemuda itu lakukan." Balas Zhen Puxian.


"Sebaiknya kita persiapkan diri kita untuk menyambut kedatangan pemuda itu, dan yang perlu kalian ingat, untuk tidak menganggap remeh dirinya, sebab hal itu akan memberikan dampak yang buruk bagi kita." Qing He kembali mengingatkan sembilan adik seperguruannya.


~Bersambung~