
Setelah beberapa saat mereka berlari, Xue Yunlei pun melontarkan pertanyaan kepada Yao Laohu "Apakah mereka bisa mengejar kita?."
"Penguasa, menurutku mereka bisa mengejar kita jika itu dilakukan oleh kedua pendekar diranah saint itu, sebab mereka berdua sudah bisa menggunakan teknik teleportasi juga." Jawab Yao Laohu.
"Apalagi suku bar-bar memiliki kelebihan dalam mengidentifikasi sebuah jejak dari makhluk apapun...itu akan sangat membantu mereka untuk bisa menemukan kita." Lanjut Yao Laohu.
"Jadi seperti itu! Baiklah, jika demikian sebaiknya kalian terus berlari untuk bisa meloloskan diri dari mereka, biar aku sendiri yang akan menghadang mereka." Ucap Xue Yunlei dengan tegas menggunakan kekuatan spiritualnya.
Mendengar perkataan Xue Yunlei semuanya menjadi sedih bercampur khawatir dengan tindakan yang diambil oleh penguasa mereka.
"Jangan pernah berpikir untuk membantuku, karena aku tidak ingin kalian tewas dan dijadikan sumber daya oleh mereka." Xue Yunlei melanjutkan.
"Ingat! Kalian harus kembali ke hutan dimana markas kalian berada dan segera berlindung didalam dunia kalian agar tidak bisa ditemukan oleh mereka...dan jika kalian tidak melakukan apa yang aku perintahkan, aku tidak akan menganggap kalian sebagai bawahan ku, sebab aku pasti akan menyusul kalian." Tutup Xue Yunlei dan segera turun dari tunggangannya.
Mereka pun segera berhenti dan menatap kearah Xue Yunlei dengan tatapan yang sedih, akan tetapi karena tatapan mata yang tajam dari Xue Yunlei, sehingga mereka kembali berlari.
Kini Xue Yunlei sudah siap untuk bertarung menghadapi para pendekar yang memiliki basis kultivasi yang lebih kuat darinya.
Benang sutra emas kini mulai membentuk seperti baju zirah untuk melindungi tubuhnya serta energi pedang pusaka miliknya kini sudah digunakan untuk meningkatkan basis kultivasinya ke tingkat pendekar dewa surgawi awal.
Meskipun kekuatannya itu tidak bisa mengimbangi kekuatan seorang pendekar diranah saint, namun tubuhnya masih bisa menahan beberapa serangan mereka dengan baju zirah miliknya itu.
Dan benar saja, beberapa saat kemudian akhirnya Xue Yunlei bisa merasakan kehadiran dua kekuatan besar dengan cepat menghampirinya.
Pemuda itu segera menggunakan teknik pengendali elemen kayu untuk menghadang kedua sosok tersebut.
Sosok seekor naga bertubuh besar yang terbuat dari ratusan pohon yang besar kini sudah siap untuk menyerang.
Saat merasa waktunya sudah tepat, naga itu segera mengeluarkan puluhan tombak kayu yang berukuran besar dari mulutnya.
"Hmmm...penyambutan yang sangat ramah." Pikir Bai San sambil melepaskan serangan untuk menghalau serangan naga kayu itu.
Blaaarrr...blaaarrr...blaaarrr
Bunyi ledakan memecahkan keheningan hutan itu. Makhluk hidup yang berada di sekitar tempat itu segera berlari untuk menjauh.
Puluhan tombak kayu berukuran besar itu langsung hancur lebur saat bertemu dengan sebuah telapak berukuran besar milik Bai San.
"Rupanya kau terlalu bersemangat juga untuk menyambut kedatangan ku...apakah kau berpikir bisa menghadang ku agar mereka bisa meloloskan diri? Benar-benar sangat naif." Ucap Bai San menatap Xue Yunlei.
Xue Yunlei hanya tetap diam dan memfokuskan kekuatan spiritualnya agar bisa mengetahui setiap pergerakan Bai San saat ingin menyerangnya.
"Ha...ha...ha...ha...ha...ternyata besar juga nyali bocah ini...aku tidak menyangka jika dia begitu berani untuk menghadapi dua pendekar diranah saint...apakah kau begitu percaya diri dengan basis kultivasimu itu sebagai pendekar dewa surgawi awal?." Tutur Raja Iblis merendahkan Xue Yunlei.
"Apakah kau ingin menjadi saksi bagaimana aku bisa mengalahkannya?." Balas Xue Yunlei ingin memprovokasi agar Raja Iblis itu tidak mengejar Huaxianzi dan yang lainnya.
"Hei bocah! Apakah kau sudah kehabisan akal sehingga berani membual seperti itu dihadapan kami berdua?." Teriak Bai San untuk menghentikan bualan Xue Yunlei.
"Ternyata kalian sudah lupa dengan pencapaian yang aku miliki diusia yang masih sangat muda ini...apakah kalian bisa mencapai basis kultivasi sebagai seorang pendekar dewa diusia belasan tahun?." Balas Xue Yunlei seakan ingin merendahkan mereka.
"Benar juga yang bocah ini katakan...aku bisa mencapai basis kultivasi sebagai seorang pendekar dewa saat aku sudah berusia dua ratus tahun lebih...sedangkan tulang murni bocah ini masih berusia sembilan belas tahun... benar-benar bocah yang sangat jenius." Bai San membantin.
"Hei bocah! Meskipun kau jauh lebih jenius dari kami, tetapi menurutku kau tidak akan bisa berkultivasi lagi, sebab hidupmu akan berakhir hari ini." Tutur Raja Iblis.
"Hei anjing bar-bar! Jika kau tidak berniat untuk membunuhnya, biar aku saja yang akan melakukannya untukmu." Lanjutnya dan langsung menghilang dari tempatnya berdiri.
Sebuah cakar hitam besar menerjang kearah Xue Yunlei dan langsung berbenturan dengan serangan pedang energi qi milik pemuda itu.
Booommm
Ledakan pun terjadi saat kedua serangan mereka bertemu. Tubuh Xue Yunlei langsung terdorong kebelakang. Dan hal yang sama juga dialami oleh sang Raja Iblis.
"Hmmm...tidak mengecewakan untuk seorang pendekar dewa surgawi awal." Ucap Raja Iblis setelah serangannya bisa dibendung oleh Xue Yunlei.
"Sepertinya aku terlalu meremehkan dirimu...baiklah, aku akan serius bertarung denganmu." Lanjut Raja Iblis.
Ribuan pisau berwarna merah kehitam-hitaman kini telah terlihat berada tepat dihadapan sang Raja Iblis.
"Sepertinya Raja Iblis itu mulai serius untuk bisa secepatnya membunuh bocah itu...sungguh sangat disayangkan." Gumam Bai San.
Xue Yunlei sendiri segera merencanakan sesuatu dan berkata "Jika aku bisa bertahan dari tiga serangan mu itu dan tidak terbunuh...apakah kau ingin melepaskanku?." Tawaran yang dilayangkan oleh Xue Yunlei tanpa rasa takut sedikitpun.
"Apa katamu? Bisa menahan tiga serangan dari ku? Ha...ha...ha...ha...ha...benar-benar sangat konyol...sebelum kau kehilangan nyawamu, aku ingin memberitahukan kepadamu bahwa tidak ada seorang pun pendekar dewa surgawi yang bisa menahan satupun serangan dari ku." Balas sang raja Iblis.
"Jika kau merasa yakin seperti itu. Mengapa kau tidak mau bertaruh denganku?." Balas Xue Yunlei lagi.
"Rencana apa lagi yang dipikirkan oleh bocah tengik ini? Apakah dia ingin menjebakku?." Pikir sang raja Iblis.
"Tidak...itu tidak mungkin...dengan kecepatan yang aku miliki sebagai seorang pendekar diranah saint, pasti dia tidak bisa menghindari serangan ku ini." Lanjutnya.
"Baiklah, aku menyetujuinya...jika kau bisa bertahan dan tetap hidup dari serangan tiga jurusku, aku akan melepaskanmu." Tutur sang raja Iblis menyetujui tawaran Xue Yunlei sambil tersenyum mendominasi.
"Bai San! Kau yang menjadi saksi atas kesepakatan kami berdua, kau boleh menyelamatkan dirinya jika aku tidak menepati janjiku...tetapi sebagai pendekar sejati, aku akan merasa sangat malu jika tidak menepati janjiku."
"Baiklah...aku akan menjadi saksinya." Ucap Bai San menanggapi perkataan sang raja Iblis.
"Untuk itu, bersiaplah untuk menerima seranganku." Tutup sang raja Iblis.
Xue Yunlei pun tersenyum saat tawarannya diterima oleh lawannya itu, sebab itu adalah bagian dari rencananya agar bisa mengulur-ulur waktu supaya kelima sosok lainnya bisa pergi jauh dan sudah tidak bisa terkejar lagi.
Dan untuk bisa menahan tiga serangan jurus milik sang raja Iblis, hal itu hanya bisa diserahkan pada nasib saja.
Bai San sendiri kini hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar kesepakatan kedua pendekar yang berbeda usia serta basis kultivasi itu.
Namun leluhur suku bar-bar itu merasa penasaran untuk melihat pertunjukan yang sebentar lagi akan dia saksikan.
Akan tetapi menurutnya, Xue Yunlei pasti tidak bisa menahan tiga kali serangan sang raja Iblis meskipun mungkin bisa menahan satu serangan saja.
Xue Yunlei pun segera mengerahkan seluruh energi qi yang dia miliki kemudian menggabungkan tiga elemen alam secara bersamaan untuk menyelimuti tubuhnya sekalian ingin menyerang balik lawannya itu.
"Pisau Gunung Darah!." Teriak sang raja Iblis sambil melepaskan serangan ribuan pisau berwarna merah kehitam-hitaman kearah Xue Yunlei.
Xue Yunlei juga melepaskan serangannya untuk menyambut serangan lawannya, namun serangannya belum sempat dilepaskan, serangan sang raja Iblis kini sudah menghujam tubuhnya.
Bunyi ledakan terus menerus terdengar saat serangan ribuan pisau berwarna merah kehitam-hitaman milik sang raja Iblis menghujam energi qi milik Xue Yunlei yang telah menggabungkan tiga elemen sekaligus.
~Bersambung~