PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 194. Memasuki Dunia Kurcaci


Setelah tiga hari melakukan perjalanan, akhirnya rombongan Xue Yunlei tiba di wilayah dimana markas bangsa kurcaci berada.


Karena Xue Yunlei belum selesai bermeditasi, sehingga mereka hanya diam ditempat dan tidak melakukan apapun.


Tidak lama kemudian akhirnya Xue Yunlei membuka matanya dan bertanya "Dimana ini? Apakah kita sudah sampai?."


"Iya Penguasa, kita sudah sampai di wilayah dimana dunia bangsa kurcaci berada." Jawab Yao Laohu.


"Apa katamu? Dunia bangsa kurcaci?." Tanya Xue Yunlei penasaran.


"Iya penguasa, bangsa kurcaci memiliki dunia mereka sendiri yang bisa terhubung dengan para dewa dan juga makhluk lainnya." Jawab Yao Laohu.


"Bukankah dunia yang diciptakan di dunia yang kita tinggali saat ini tidak bisa berhubungan langsung dengan para dewa jika tidak keluar dari dunia itu?." Tanya Xue Yunlei lagi.


"Memang benar apa yang penguasa katakan itu, akan tetapi dunia yang penguasa maksudkan adalah dunia yang diciptakan oleh para dewa sewaktu mereka masih tinggal bersama-sama dengan bangsa manusia di dunia ini."


"Tetapi dunia yang ditinggali oleh bangsa kurcaci memang telah ada sebelum dunia ini ada, sehingga usia mereka juga tidak sama seperti dengan usia manusia biasa."


"Itulah mengapa mereka juga bisa membuatkan senjata pusaka untuk para dewa dan juga untuk bangsa peri dan juga kepada bangsa kami."


"Jadi senjata yang milikmu itu dibuat juga oleh bangsa kurcaci?." Tanya Xue Yunlei lagi.


"Iya penguasa, tombak milikku itu dibuat oleh bangsa kurcaci." Jawab Yao Laohu.


"Kalau begitu, apakah kurcaci yang membuat senjatamu itu, bisa meleburkan tiga buah pedang milik mereka bertiga dan menggunakannya untuk membuat sebuah pedang yang aku inginkan?." Tanya Xue Yunlei.


"Iya penguasa, dia bisa melakukannya." Jawab Yao Laohu.


"Jika demikian, ayo kita pergi kepadanya." Perintah Xue Yunlei.


Mereka berenam segera pergi ke tempat dimana portal yang menjadi pintu masuk untuk menuju ke dunia bangsa kurcaci yang berada di sebuah dinding tebing yang sangat terjal.


Setelah sampai ditempat itu, Yao Laohu segera memerintahkan Langren untuk mencari jejak keberadaan kurcaci yang bertugas untuk menjaga portal agar bisa membuka segel portal tersebut.


"Baik, aku pergi dulu." Ucap Langren pamit dan segera pergi bersama dengan Huaxianzi yang masih menungganginya.


Sedangkan Xue Yunlei, Zhuan Zhu dan kedua siluman yang mereka tunggangi duduk menanti kedatangan kedua makhluk dari dua bangsa yang berbeda itu.


Langren yang memiliki penciuman yang sangat tajam itu segera menemukan jejak bau dari dua kurcaci.


Siluman serigala itu dengan cepat mengikuti jejak bau yang ditinggalkan itu agar bisa secepatnya menemukan kedua kurcaci tersebut.


Kecepatan lari Langren membuat mereka berdua bisa menemukan posisi dimana kedua kurcaci itu berada.


Kedua kurcaci yang mengetahui kedatangan Langren langsung bersembunyi di antara celah batu yang ada agar tidak tertangkap oleh serigala besar yang mereka lihat.


"Cepat kalian berdua keluar!." Teriak Langren karena kedua kurcaci itu kini telah bersembunyi di antara celah batu yang ada dihutan tersebut.


"Sepertinya dia adalah seekor siluman serigala...apa yang dia inginkan?" Ucap salah satu kurcaci kepada yang lain.


"Apakah kita akan dijadikan sebagai santapannya hari ini?." Tanya yang satu kepada yang lain.


Mereka berdua belum melihat jika ada sosok wanita dipunggung serigala itu. Sebab tubuh Langren sangat besar sehingga tubuh Huaxianzi tidak terlihat dari bawah.


"Kami tidak mau keluar, karena pasti kau akan menjadikan kami sebagai santapanmu!." Teriak salah satu kurcaci menanggapi perintah Langren.


"Aku tidak akan menjadikan kalian sebagai santapanku, melainkan aku akan meminta bantuan dari kalian." Balas Langren.


"Aku tidak mempercayai kata-kata seekor siluman serigala seperti dirimu itu." Balas kurcaci itu lagi.


"Tuan, keluarlah...sebab kami membutuhkan bantuan kalian berdua untuk bisa memasuki dunia kalian untuk bisa membuatkan senjata pusaka bagi tuan kami." Ucap Huaxianzi dengan santun.


"Sepertinya ada wanita yang datang bersama dengannya...apakah mereka berdua benar-benar ingin meminta bantuan dari kita?." Tanya kurcaci satu kepada rekannya.


"Aku pikir juga begitu, sebab mereka ingin membuatkan senjata pusaka untuk tuan mereka."


"Bagaimana? Apakah kita akan keluar?."


"Sepertinya mereka tidak berbahaya...ayo kita keluar."


Kedua kurcaci itu pun akhirnya keluar dengan penuh kewaspadaan.


"Apakah kalian berdua bisa naik ke punggungku?." Tanya Langren.


"Iya, kami bisa naik kepunggungmu." Jawab salah satu kurcaci dan segera naik ke punggung Langren.


Mereka pun segera kembali ke tempat dimana pintu portal itu berada.


Xue Yunlei pun menatap juga kearah itu dan melihat ada dua sosok pendek seperti manusia berada diatas punggung siluman serigala itu.


Mereka berempat langsung berdiri untuk menyambut kedatangan Langren dan Huaxianzi bersama dengan kedua kurcaci itu.


"Pemuda itu adalah tuan kami." Ucap Huaxianzi memberitahukan kepada kedua kurcaci itu.


"Bagaimana bisa seorang pemuda sepertinya bisa menjadikan kalian sebagai bawahannya?." Tanya salah satu kurcaci.


"Jangan kau berkata seperti itu kepadanya, sebab aku bisa berubah menjadi kasar kepada kalian berdua." Huaxianzi mengecam perkataan kurcaci itu.


Kedua kurcaci itu langsung terdiam dan bersikap seperti terlihat dipenuhi dengan rasa takut.


"Penguasa! Aku telah menemukan dan membawa kedua kurcaci ini." Ucap Langren setelah tiba di tempat dimana Xue Yunlei dan yang lainnya berada.


Serigala itu langsung menurunkan tubuhnya agar kedua kurcaci itu turun dari punggungnya.


Setelah kedua kurcaci itu turun mereka langsung berkata "Aku memberi hormat kepada tuan." Ucap salah satu kurcaci dan diikuti juga oleh yang satunya lagi.


"Tuan, aku membutuhkan bantuan kalian untuk bisa memasuki ke dunia kalian." Ucap Xue Yunlei.


"Apa kepentingan tuan sehingga ingin memasuki dunia kami?." Tanya salah satu kurcaci.


"Aku ingin meminta bantuan kepada bangsa kalian agar bisa membuatkan senjata pusaka untukku." Jawab Xue Yunlei.


"Sepertinya tujuan mereka benar seperti itu, aku pikir siluman ini ingin mengelabui kami." Pikir salah satu kurcaci.


"Baiklah, aku akan membantu kalian, akan tetapi dengan satu syarat."


"Apa syaratnya?." Tanya Xue Yunlei penasaran.


"Kau harus memberikan bayaran kepada kami berdua agar bisa membantu kalian untuk memasuki dunia kami." Ucap salah satu kurcaci mulai bertingkah.


"Jika aku mau, aku bisa melakukan banyak hal yang tidak kalian berdua inginkan, akan tetapi kalian berdua sepertinya mau memanfaatkan tugas kalian untuk bisa mendapatkan keuntungan dari setiap orang yang mau memasuki dunia kalian. Dan aku tidak menyukai cara kalian itu." Tutur Xue Yunlei dengan nada suara yang mengintimidasi.


"Aku hanya bisa menawarkan keselamatan bagi kalian berdua diduniaku ini...bagaimana? Apakah kalian berdua menyetujuinya?." Tanya Xue Yunlei.


Kedua kurcaci itu terdiam sebelum menjawab pertanyaan Xue Yunlei.


"Bagaimana menurutmu?." Tanya salah satu kurcaci kepada rekannya.


"Sepertinya tawaran itu sangat pantas untuk kami terima...aku sangat senang dengan tawaran yang tuan berikan." Ucap salah satu kurcaci sambil tersenyum yang dipaksakan.


Kurcaci itu berpikir bahwa Xue Yunlei adalah sosok yang sangat berkuasa didunia itu, sehingga dia bisa menjadikan ketiga siluman dan satu peri menjadi bawahannya.


Hal itulah yang membuatnya berpikir untuk tidak menyinggung perasaan pemuda didepannya itu.


"Tuan, aku bersedia untuk membantu kalian." Lanjut kurcaci itu lagi.


"Terima kasih atas pengertian serta kebaikannya." Balas Xue Yunlei.


Kurcaci itu pun segera membuka formasi yang menyegel portal yang menjadi pintu masuk untuk pergi ke dunia mereka.


"Kalian semua bersiaplah." Perintah kurcaci itu sambil membuka portal tersebut.


Sebuah pusaran pun mulai nampak didinding tebing yang berada persis didepan mereka.


Seketika itu juga portal tersebut menarik masuk mereka berenam.


Beberapa saat kemudian portal ruang dan waktu itu tertutup kembali.


"Mengapa kau membantu mereka tanpa imbalan sedikit pun?." Tanya rekannya.


"Apakah kau tidak memahami perkataan pemuda itu?." Rekannya balik bertanya.


"Apa yang harus aku pahami?."


"Maksud dari perkataannya itu adalah nyawa kita berdua akan terancam jika kita menginginkan keuntungan dari mereka."


"Alasan! Ganteng - ganteng tetapi pelit!."


"Huuussss! Jangan berkata seperti itu! Bagaimana jika bawahannya yang lain masih berada di sekitar sini? Apakah kau ingin kehilangan nyawamu?."


~Bersambung~