
Keesokan harinya, Xue Yunlei kini telah siap untuk melakukan perjalanan agar bisa secepatnya kembali ke kota Yin.
Bao Meng Ling yang merasa takut ditinggalkan oleh Xue Yunlei tidak bisa tidur malam itu. Dan tujuannya adalah untuk menjaga kemungkinan agar dirinya bisa mengetahui jika Xue Yunlei akan pergi.
Tetua Pi Chen hanya bisa menggelengkan kepalanya serta tersenyum melihat sikap gadis itu.
Saat Xue Yunlei baru saja keluar dari kamarnya, Bao Meng Ling telah berdiri di depan pintu kamar pemuda itu.
"Kamu sudah siap untuk berangkat? ". Bao Meng Ling langsung menyambut Xue Yunlei dengan pertanyaan.
" Gadis ini sepertinya akan menjadi mimpi buruk bagiku, apa yang harus aku lakukan agar dirinya tidak akan menyulitkanku!? ". Pikir Xue Yunlei menanggapi sambutan Bao Meng Ling.
" Kenapa kamu tidak menjawab pertanyaanku? Apa ada yang salah!? ". Bao Meng Ling kembali melontarkan pertanyaan kepada Xue Yunlei.
" Tidak ada yang salah dengan pertanyaanmu itu, tetapi yang salah adalah otakmu! ". Ujar Xue Yunlei kesal.
" Iya...iya, aku mengerti dengan situasi hatimu yang sedang merasa tidak baik itu, tetapi kekesalan mu itu jangan dilampiaskan kepadaku, karena aku tidak melakukan kesalahan kepadamu ". Ucap Bao Meng Ling sedikit memprotes.
" Jika kamu masih cerewet, aku akan pergi sendiri ". Balas Xue Yunlei dengan nada suara yang terdengar semakin kesal.
" Baiklah, mulai saat ini aku tidak akan bicara lagi denganmu meskipun kamu terus memarahiku ". Tutur Bao Meng Ling dengan suara sedikit manja.
Xue Yunlei langsung berjalan untuk berpamitan dengan Bei Feiyan dan dua pelindung kota beserta dua orang tetua dan keenam anggota lainnya.
Bao Meng Ling terus mengekor di belakang pemuda itu tanpa sepatah kata pun.
" Tuan Bei, para senior, aku pamit undur diri ".
" Tetua Pi Chen, tetua Mu Sha dan yang lainnya, jika kalian sudah mendapatkan misi pengawalan, aku harap kalian menjaga keamanan mereka dengan sekuat tenaga dan sebaik mungkin ". Tutur Xue Yunlei.
" Kalau begitu aku pergi dulu ". Tutup Xue Yunlei sambil membawa Bao Meng Ling dan melesat terbang.
Setelah dua jam melakukan perjalanan, Xue Yunlei segera mencari tempat untuk beristirahat agar energi qi yang dia miliki tidak terkuras banyak.
Sebab hal itu akan menyulitkan bagi dirinya jika mendapatkan halangan ditengah perjalanan nanti.
Xue Yunlei melihat sebuah gunung yang terlihat bisa untuk digunakan sebagai tempat beristirahat.
Gunung itu terletak sekitar 10 kilo meter didekat sebuah kota yang akan mereka lewati, namun Xue Yunlei tidak berniat untuk mampir di kota tersebut, sehingga dia memilih beristirahat di gunung itu.
Sedangkan Bao Meng Ling masih tetap diam dan tidak mengeluarkan sepatah kata pun seperti apa yang dia janjikan sebelumnya.
Xue Yunlei segera mencari tempat yang tepat untuk berkultivasi agar bisa segera mengembalikan energi qi miliknya yang baru saja dia gunakan.
Setelah mendapatkan tempat yang tepat, Xue Yunlei segera menciptakan formasi pelindung untuk mereka berdua agar tidak diganggu oleh makhluk apa pun.
Pemuda itu segera menelan sumber daya yang dia miliki untuk membantunya agar bisa secepatnya memulihkan energi qi miliknya.
Sedangkan Bao Meng Ling hanya bisa menatap apa yang dilakukan oleh pria tersebut.
Saat Xue Yunlei berkultivasi, Bao Meng Ling juga ikut berkultivasi untuk meningkatkan energi qi miliknya.
Namun karena gadis itu tidak menyerap sumber daya terlebih dahulu untuk membantunya berkultivasi serta energi alam yang sedikit ditempat itu, sehingga setelah beberapa jam kemudian konsentrasinya terganggu karena perutnya mulai keroncongan.
Karena sudah tidak tahan lagi dengan rasa lapar, Bao Meng Ling segera menghentikan meditasinya serta segera membuka matanya dan menatap kearah Xue Yunlei yang saat itu masih tetap berkultivasi.
Gadis itu segera bangkit berjalan kesana kemari karena merasa bingung dengan apa yang harus dia lakukan, sebab Xue Yunlei telah memasang formasi pelindung ditempat itu, sehingga dia tidak bisa pergi.
Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya Xue Yunlei pun menghentikan meditasinya dan menemukan wajah gadis yang bersama dengan kini terlihat seperti sedang menderita.
"Apa yang gadis tengik ini rasakan!? ". Pikir Xue Yunlei.
Bao Meng Ling tetap mempertahankan janjinya yang tidak mau berbicara sedikit pun.
Bao Meng Ling menelan air liurnya saat melihat apa yang dilakukan oleh pria di depannya.
Xue Yunlei yang melihat sikap Bao Meng Ling segera membagi menjadi dua bagian dan memberikan sebagian kepada gadis itu tanpa sepatah kata pun.
Akan tetapi gadis itu tidak segera mengambil pemberiannya.
Karena gadis itu sedikit bertingkah, Xue Yunlei pun menarik kembali pemberiannya itu dan mulai menikmati sebagiannya lagi.
"Jika kamu tidak mau mengambilnya, aku akan memakannya juga". Ucap Xue Yunlei sedikit mengancam.
Mendengar perkataan pemuda itu, Bao Meng Ling dengan cepat segera mengambil sepotong daging yang telah dipanaskan oleh Xue Yunlei dan segera melahapnya.
" Ternyata gadis ini sudah sangat kelaparan, sehingga etikanya sudah tidak dijaga lagi ". Pikir Xue Yunlei sambil menyembunyikan senyumannya.
Melihat gerak gerik Xue Yunlei, Bao Meng Ling segera merubah cara makannya dan mulai menikmatinya dengan perlahan.
" Sial, sepertinya dia sedang menertawai diriku". Gerutunya.
Setelah sudah selesai mengisi perut, Xue Yunlei pun mengajak Bao Meng Ling untuk kembali melanjutkan perjalanan mereka.
Sebelum mereka berangkat, Bao Meng Ling pun berkata.
"Aku masih merasa lapar, jadi kita harus singgah terlebih dahulu disalah satu kedai atau rumah makan agar aku bisa mengisi perutku hingga kenyang". Ujarnya terdengar sedikit mengeluh.
Mendengar perkataan gadis yang bersama dengannya itu, membuat Xue Yunlei merasa kembali kesal kepadanya.
"Ini yang tidak aku suka jika dia ikut, hanya akan memperlambat perjalananku saja". Pikirnya, namun segera membawa tubuh gadis itu untuk pergi.
Karena gunung yang mereka singgahi berada di dekat sebuah kota, sehingga Xue Yunlei kini sudah bisa melihat ada sebuah kedai yang terletak di luar kota tersebut.
Pemuda itu pun segera turun namun ditempat yang tidak terlihat oleh para pengunjung di kedai tersebut.
Melihat ada sosok bertopeng dengan seorang wanita cantik disampingnya, membuat beberapa orang pengunjung ditempat itu langsung bisa mengenalinya.
Xue Yunlei bersama Bao Meng Ling segera mengambil tempat untuk mereka tempati.
Setelah duduk, tidak lama kemudian, seorang pelayan mendekati mereka berdua.
"Tuan, nona, apa yang ingin kalian pesan!? ".
" Sediakan makanan terbaik di tempat kalian ini". Bao Meng Ling langsung menjawab pertanyaan sang pelayan.
Karena ingin menguji apa benar sosok yang berada di kedai itu adalah orang yang mereka pikirkan, mereka segera membahas tentang kejadian yang menimpa Xue Beng saat berada di kota Yuan.
"Apakah kalian sudah mendengar berita tentang penguasa kota Yin saat ini sudah digantikan oleh kepala keluarga Chen, yaitu tuan Chen Kangjian!? ". Ujar seorang pria tua bertanya kepada dua orang pria yang duduk juga bersama dengannya.
" Tidak, mengapa? Bukankah penguasa kota Yin adalah tuan Xue Beng!? ". Balas pria yang satunya lagi menanggapi pertanyaan pria yang lain.
" Itu benar, namun baru - baru ini, aku dengar tuan Xue Beng sendiri mendapatkan musibah saat ingin menuju ke sekte Tongtian bersama dengan jenius muda dari klan Xue, yaitu Xue Bang ".
" Xue Bang diselamatkan oleh gurunya, tetapi mereka kehilangan tuan Xue Beng".
"Hal itulah yang membuat tuan Chen Kangjian mengambil alih kekuasaan dikota Yin". Tutup pria tua itu menjelaskan.
Mendengar pembicaraan mereka, Bao Meng Ling segera menatap ke arah wajah Xue Yunlei untuk menganalisa apakah pemuda itu merasa terpukul dengan kabar tersebut atau tidak.
Dan apa yang dipikirkan oleh gadis itu benar adanya, cangkir ditangan pemuda itu kini telah menjadi debu.
Aura intimidasi yang sangat kuat mulai merembes keluar dari dalam tubuh pemuda itu sehingga langsung membuat gadis disampingnya merasa kesulitan untuk bernapas.
~Bersambung~