
Mendengar perkataan ayahnya, Chen Kaibo merasa sangat emosi namun tidak bisa berbuat apa-apa.
Pemuda itu hanya bisa diam untuk menunggu perintah selanjutnya dari Xue Zhao.
"Tuan Chen Bian, anggap saja apa yang kau katakan itu memang benar bahwa putramu itu tidak berguna...tetapi apakah kau tahu? Menurutku putramu itu jauh lebih berguna dibandingkan dirimu." Ucap Xue Zhao.
"Kau hanya seorang pendekar raja namun memiliki mulut besar seperti seorang pendekar dewa."
"Basis kultivasi mu itu tidak ada apa-apanya dihadapan putramu yang adalah seorang pendekar dewa surgawi puncak."
Mendengar perkataan Xue Zhao, semua orang yang hadir di tempat itu langsung terkejut karena mengetahui basis kultivasi yang sangat mustahil di masa mereka saat itu.
Chen Bian dan juga Chen Kangjian juga sangat terpukul dengan apa yang diungkapkan oleh Xue Zhao.
"Ha...ha...ha...ha...ha..." Xue Zhao langsung tertawa melihat perubahan sikap semua orang yang hadir di ruangan itu.
"Kenapa sikap kalian berubah drastis seperti itu? Apakah kalian memiliki keberanian untuk menentang Chen Kaibo?" Lanjut Xue Zhao sedikit meledek.
"Sebenarnya kalian harus bangga karena di kota kalian ini, sudah ada tiga orang pendekar yang sangat kuat, sehingga kota kita ini semakin dihormati dan disegani di seluruh wilayah negara Xin ini."
"Dan mulai sekarang ini, kalian harus mendengarkan serta mengikuti setiap perintah dari ayahku, jika kalian menentangnya, Chen Kaibo yang akan menghukum kalian." Tutur Xue Zhao.
Chen Kaibo langsung terkejut dan menatap Xue Zhao setelah mendengar perkataan pemuda itu, dirinya tidak menyangka jika posisi tersebut diberikan kepadanya.
"Baiklah, saat ini kita akan melanjutkan pembahasan kita untuk menghukum setiap orang yang telah menangkap penguasa kota Yin ini serta yang membunuh paman Xue Yuan."
"Bagaimana? Apakah itu sudah bisa dimulai?" Tanya Xue Zhao sambil menatap ke arah setiap orang yang hadir di dalam ruangan itu.
"Iya...silahkan dimulai." Ucap seorang petinggi menanggapi pertanyaan Xue Zhao.
"Apakah saat ini aku sudah berhak untuk memimpin pembahasan kita ini?" Tanya Xue Zhao lagi.
Setelah mengetahui basis kultivasi Chen Kaibo, mereka pun kini merasa takut untuk menentang Xue Zhao.
Hal itu karena Chen Kaibo yang adalah seorang pendekar dewa surgawi saja tidak berani dengan Xue Zhao, sehingga bisa dikatakan pemuda itu memiliki basis kultivasi yang jauh berada diatas Chen Kaibo.
"Kami tidak keberatan! Silahkan tuan muda Xue Zhao memimpin pembahasan ini untuk bisa menentukan hukuman apa yang pantas diberikan kepada para perampok ini." Tutur seorang petinggi.
"Apakah ada pendapat lain selain pendapatnya?" Tanya Xue Zhao lagi.
Semuanya hanya terdiam dan tidak mengeluarkan sepatah kata pun.
Begitu juga dengan Chen Kangjian dan Chen Bian, keduanya pun kini tidak berani lagi untuk menentang perkataan Xue Zhao.
"Jika semuanya hanya diam, itu berarti kalian telah menyetujui jika aku yang akan memimpin pembahasan kita kali ini." Ucap Xue Zhao.
"Pertama-tama aku ingin bertanya kepada kalian, apa hukuman yang tepat untuk diberikan kepada orang yang membunuh paman Xue Yuan? Silahkan dijawab dengan jujur." Lanjut Xue Zhao bertanya.
"Menurutku mereka bertiga harus dibunuh jika terbukti telah merencanakan pembunuhan terhadap tuan Xue Yuan." Ujar seorang petinggi yang berasal dari klan Chen.
"Apakah ada pendapat dari yang lain?" Tanya Xue Zhao lagi.
"Aku juga setuju jika diberikan hukuman mati kepada mereka." Ucap seorang petinggi yang berasal dari klan Shang.
"Iya...kami juga setuju." Sambung yang lain.
"Jika itu yang kalian inginkan, terus apa hukuman yang pantas diberikan kepada orang yang memerintahkan mereka?" Xue Zhao kembali bertanya.
"Jika bisa hukum orang itu dengan hukuman mati ditarik tubuhnya oleh dua puluh ekor kuda ke segala arah." Jawab seorang petinggi dari klan Chen.
"Itu benar!" Sambung yang lain.
Tubuh Chen Kaibo langsung bergetar mendengar perkataan orang-orang yang berada di dalam ruangan itu, sebab dirinya sudah mengetahui siapa sosok yang akan mendapatkan hukuman tersebut.
Sedangkan pakaian Chen Kangjian dan Chen Bian kini telah basah oleh keringat mereka yang mengucur deras.
"Baiklah-baiklah...aku sangat menghormati keputusan kalian itu...akan tetapi bagaimana jika yang memerintahkan mereka itu adalah orang kita sendiri? Apa hukuman yang tepat baginya?" Lanjut Xue Zhao bertanya.
"Iya! Itu benar!" Seru yang lain.
Setelah mendengar hal itu, Chen Kaibo pun angkat bicara "Tuan Muda Xue Zhao, menurutku jika itu dilakukan oleh beberapa orang saja tanpa sepengetahuan anggota keluarga yang lain, sepertinya hukuman itu terlalu berat...kita harus melepaskan setiap orang yang tidak bersalah."
"Bagaimana menurut kalian mengenai pendapat tuan muda Chen Kaibo?" Xue Zhao kembali melemparkan pertanyaan kepada semua yang hadir.
"Tuan muda Xue, jika keluarga mereka dibiarkan hidup, pasti itu akan mendatangkan masalah yang baru di kemudian hari, sebab anggota keluarga mereka pasti akan berpikir untuk membalaskan dendam terhadap orang yang kita hukum nanti." Tutur seorang petinggi dari klan Shang.
"Jika demikian, bagaimana kalau pengkhianat itu berasal dari klan Shang? Apakah hukuman itu layak bagi salah satu keluarga di klan kalian?" Xue Zhao menanggapi penjelasan pria itu.
"Menurutku itu harus bisa diterima oleh klan kami, sebab pengkhianatan itu adalah hal yang sangat memalukan bagi siapapun." Jawab pria itu.
"Sebagai patriark klan Shang, aku juga menyetujuinya." Sambung Shang Chiu.
"Benar-benar seorang pria yang memiliki pendirian untuk tetap menjunjung tinggi kebenaran...aku merasa sangat tersanjung" Puji Xue Zhao.
"Apakah ada pertimbangan yang lain lagi?" Lanjut Xue Zhao.
"Tidak! Kami juga menyetujuinya, sebab kita tidak ingin membela seorang pengkhianat yang berasal dari klan kami." Lanjut pria yang berasal dari klan Chen.
"Baiklah, kalau kalian semua sudah sepakat, aku akan memulaikan pembahasan kita saat ini." Ucap Xue Zhao.
"Pada awalnya aku hanya berpikir jika ayahku masih hidup dan berniat untuk mencari keberadaannya."
"Aku pun mendapatkan petunjuk dari seseorang jika ayahku ditangkap oleh para perampok yang berasal dari hutan diluar kota Changping."
"Akhirnya aku bersama tuan muda Chen Kaibo pun pergi ke hutan itu untuk mencari keberadaan markas para perampok hingga akhirnya kami menemukan mereka."
Xue Zhao pun terus melanjutkan ceritanya bagaimana sehingga mereka bisa kembali ke kota Yin membawa ketiga anggota perampok itu.
Setelah selesai menceritakan perjalanan mereka, akhirnya Xue Zhao pun masuk pada inti pembahasan.
"Aku sendiri tidak ingin memberitahukan siapa yang awalnya telah memerintahkan mereka untuk membunuh paman Xue Yuan, akan tetapi hal itu telah aku dan tuan muda Chen Kaibo dengar sendiri dari ketiga perampok yang ada didepan kalian ini."
"Untuk itu, aku akan membiarkan mereka bertiga yang akan memberitahukan sendiri siapa yang telah menyuruh mereka untuk melakukan hal itu."
"Tuan muda Chen Kaibo, cepat lepaskan penutup kepala mereka, mungkin ada orang di ruangan ini yang mengenali wajah mereka bertiga." Perintah Xue Zhao.
Chen Kaibo segera mengikuti apa yang diperintahkan oleh Xue Zhao kepadanya untuk melepaskan penutup di kepala ketiga orang itu.
Wajah Chen Kangjian dan Chen Bian langsung terkejut karena ketiga sosok itu adalah para pemimpin perampok yang mereka sewa untuk membunuh Xue Yuan serta yang menangkap Xue Beng.
Sedangkan sosok yang lain menunjukkan sikap biasa saja seperti orang yang tidak mengenali ketiga sosok tersebut.
"Hmmmphh...sepertinya hanya mereka berdua yang terlibat didalam perencanaan itu." Pikir Xue Zhao setelah melihat perubahan Chen Kangjian dan juga Chen Bian.
"Dilihat dari perubahan sikap kalian, sepertinya tuan Chen Kangjian dan tuan Chen Bian mengenali wajah mereka bertiga...apa tebakan ku ini benar?" Ujar Xue Zhao.
"Kau..." Chen Kangjian tidak bisa melanjutkan kata-katanya.
"Apakah ada yang ingin tuan Chen Kangjian katakan?" Tanya Xue Zhao sambil tersenyum sinis menatap pria tua itu.
Semua yang hadir di dalam ruangan itu langsung terkejut saat Xue Zhao melontarkan perkataannya.
"Apakah tuan Chen Kangjian dan komandan Chen Bian adalah dalang atas pembunuhan komandan Xue Yuan dan penangkapan tuan Xue Beng?"
"Sepertinya mereka berdua memiliki kaitan atas apa yang menimpa komandan Xue Yuan dan tuan Xue Beng, dan itu bisa dibuktikan saat tuan Chen Kangjian di tolak oleh tuan Xue Beng."
"Perubahan sikap tusn Chen Kangjian dan komandan Chen Bian sangat terlihat jelas...apa benar yang tuan muda Xue Zhao katakan itu?"
Pikiran orang-orang yang hadir di dalam ruangan itu mencoba untuk menebak setelah mendengar perkataan Xue Zhao.
~Bersambung~