
Saat tubuh Huanglong telah terhempas, Naga Logam Api Petir dan Xue Yunlei segera menyusulnya untuk kembali melepaskan serangan.
Ratusan anak panah kembali melesat kearah Xue Yunlei untuk mencegahnya menyerang Huanglong.
Xue Yunlei pun segera menggunakan teknik teleportasi untuk berpindah ke posisi dimana pasukan bangsa peri berada.
Formasi pertempuran miliknya telah disiapkan untuk bisa menghancurkan pasukan bangsa peri itu.
"Buat formasi pelindung!" Teriak Huanglong sambil menatap kearah pasukan bangsa peri.
Mereka pun segera melakukan apa yang Huanglong perintahkan. Namun tindakan mereka sedikit terlambat, sebab Xue Yunlei telah keluar dari portal ruang dan waktu.
Xue Yunlei langsung melepaskan serangan formasi pertempuran miliknya kearah ratusan pasukan bangsa peri.
Blaaarrr
Bunyi ledakan langsung terdengar saat formasi pertempuran milik Xue Yunlei menerjang ratusan pasukan bangsa peri.
Peri yang memiliki kemampuan terlemah langsung berubah menjadi kabut darah, sedangkan yang lainnya kini telah terluka parah akibat serangan Xue Yunlei.
Dengan cepat Xue Yunlei langsung menyambar puluhan inti jiwa milik pasukan bangsa peri yang telah tewas.
Huanglong yang kini telah mendapatkan keseimbangannya setelah terkena terjangan naga logam api petir milik Xue Yunlei langsung menghilang dari tempatnya berada untuk menyerang Xue Yunlei.
"Hmmmphhh...ingin membokongku!? Jangan harap rencanamu itu bisa berhasil." Xue Yunlei bergumam karena telah mengetahui rencana Huanglong.
Kekuatan spiritualnya segera ditingkatkan untuk bisa mengetahui dimana sosok Huanglong akan muncul dan sudah bersiap dengan pedang pusaka miliknya untuk melepaskan serangan.
Saat Huanglong muncul dan langsung menebas tubuh Xue Yunlei, pemuda itu dengan cepat segera melepaskan serangan tebasan juga kearah pria sepuh itu.
Traaang...traaang...traaang
Kedua senjata pusaka tingkat dewa itu kembali saling berbenturan satu dengan yang lain.
Pasir langsung bertebaran ke udara karena dampak dari berbenturannya kedua senjata pusaka milik Xue Yunlei dan Huanglong.
Saat pasir beterbangan ke udara, pasukan bangsa peri yang masih bisa mengerahkan kemampuannya segera mengendalikan untuk memadatkannya dan menyerang Xue Yunlei.
Ratusan tombak yang tercipta dari pasir disekitar tempat itu melesat kearah Xue Yunlei.
Serangan tersebut membuat konsentrasi Xue Yunlei mulai terbagi.
Huanglong segera memanfaatkan situasi tersebut dan langsung melepaskan serangan tebasan pedang pusaka miliknya ke titik terbuka ditubuh Xue Yunlei.
Blaaarrr
Tubuh Xue Yunlei langsung terhempas ke samping setelah terkena tebasan pedang pusaka milik Huanglong.
Sama seperti Huanglong yang memiliki Perisai Sisik Naga Langit untuk melindungi tubuhnya, begitu juga dengan Xue Yunlei yang memiliki benang sutra emas yang bisa melindungi tubuhnya dari serangan tebasan pedang lawannya itu.
Pemuda itu segera memperbaiki keseimbangannya dan kembali berdiri tegak untuk melanjutkan pertarungan.
"Pusaka apa yang dia miliki sehingga bisa menahan tebasan pedang pusaka milikku ini dan tidak terluka sedikit pun?" Pikir Huanglong sambil melanjutkan serangannya.
Benang sutra emas milik Xue Yunlei tidak seperti pusaka yang lain, benang sutra emas itu kualitasnya akan terus meningkat seiring dengan peningkatan basis kultivasi pendekar yang memilikinya.
Sehingga kekuatan serangan Huanglong yang sedikit lebih tinggi dari Xue Yunlei, tidak bisa melukainya.
Terkecuali serangan yang dilepaskan oleh seorang dewa sejati, pasti bisa melukai Xue Yunlei.
Saat kaki Xue Yunlei menyentuh permukaan pasir, tiba-tiba pasir disekitarnya segera bereaksi untuk menyegel tubuhnya.
"Brengsek! Mereka benar-benar mulai menyulitkanku." Xue Yunlei mengumpat atas tindakan yang dilakukan oleh pasukan bangsa peri.
Xue Yunlei dengan cepat menghilang dari tempatnya berdiri dan muncul di tempat dimana pasukan bangsa peri berada serta kembali melepaskan serangan formasi pertempuran ke arah mereka.
Blaaarrr
Serangan formasi pertempuran milik Xue Yunlei membentur formasi pelindung yang telah mereka ciptakan.
Serangannya tidak bisa menghancurkan dinding formasi pelindung pasukan bangsa peri.
"Hmmmpttt...kalian pikir formasi pelindung kalian ini bisa untuk menghalangiku? Kalian benar-benar naif." Gumam Xue Yunlei sambil menggunakan teknik yang diberikan oleh leluhur agung bangsa peri penguasa danau.
"Sial! Kita harus segera menciptakan perisai pelindung dari pasir untuk membendung serangan formasi pertempuran miliknya, sebab dia memiliki teknik untuk membuka formasi pelindung kita." Tutur salah satu pasukan bangsa peri.
Tidak sampai disitu saja, Xue Yunlei juga segera melepaskan serangan kearah perisai pelindung yang telah mereka ciptakan dengan pedang pusaka miliknya.
Booommm
Dinding perisai pelindung yang terbuat dari pasir itu langsung hancur berkeping-keping setelah terkena tebasan pedang pusaka milik Xue Yunlei.
Formasi pertempuran kembali dilepaskan oleh pemuda itu kearah pasukan bangsa peri.
Kali ini mereka sudah tidak bisa lagi berbuat apa-apa dan hanya bisa pasrah dengan nasib mereka.
Blaaarrr
Tubuh pasukan bangsa peri yang sebelumnya telah terkena serangan yang sama, kini langsung berubah menjadi kabut darah.
Huanglong tidak bisa berbuat apa-apa saat ratusan pasukan bangsa peri itu tewas ditangan Xue Yunlei dan semua inti jiwa mereka langsung menghilang karena sudah disimpan oleh pemuda itu didalam cincin penyimpanan miliknya.
Huanglong kembali menggunakan trik yang sama untuk menyerang Xue Yunlei.
Namun pemuda itu bisa mengantisipasinya dan langsung memblokir serangan tebasan pedang pusaka pria sepuh itu.
Keduanya terus menerus melepaskan serangan kearah lawannya. Namun berbeda dengan Xue Yunlei, pemuda itu terus membuat Huanglong terfokus pada pertarungan jarak dekat. Akan tetapi Naga Logam Api Petir miliknya kini kembali bersiap untuk membokong pria sepuh itu.
Disisi yang lain, Yuandu yang saat itu sedang bertarung dengan Huaxianzi sangat terpukul karena ratusan pasukannya telah tewas ditangan Xue Yunlei.
Tidak itu saja, inti jiwa mereka semua diambil juga oleh pemuda yang membunuh mereka.
Situasi itu dimanfaatkan oleh Huaxianzi dan langsung melepaskan serangan ke titik yang terbuka dengan panah pusaka miliknya.
Anak panah yang dilepaskan oleh Huaxianzi langsung mengenai perut Yuandu.
"Achk...sial, mengapa aku bisa lengah!?" Yuandu mengumpat yang diawali dengan jeritan saat terkena anak panah milik Huaxianzi.
Huaxianzi tidak memberikan kesempatan bagi Yuandu dan dua komandan pasukan bangsa peri yang mengeroyok dirinya.
Anak panah terus menerus melesat kearah mereka bertiga agar tidak memberikan kesempatan bagi mereka untuk menyerang.
Di tempat yang sama sejauh ratusan meter dari tempat dimana Xue Yunlei bertarung, terlihat Bao Meng Ling mulai kelabakan menghadapi Gai Bian.
Begitu juga dengan yang dialami oleh Feng Ya, pakaiannya terlihat sudah terkoyak dibeberapa tempat akibat terkena serangan cakar Langren.
Sedangkan Yao Laohu meskipun menghadapi empat komandan pasukan bangsa, namun dirinya masih bisa mengimbangi dan bisa melukai mereka.
Huanglong yang terfokus menyerang serta membendung serangan Xue Yunlei, tidak menyadari jika Naga Logam Api Petir milik Xue Yunlei sedang mengincar untuk membokongnya.
Saat Xue Yunlei merasa momentumnya sudah tepat, dengan cepat Naga Logam Api Petir segera melesat dan menyerang Huanglong.
Blaaarrr
Tubuh Huanglong langsung terdorong ke bawah dan di susul oleh Xue Yunlei dan Naga Logam Api Petir miliknya.
Semburan api dan bercampur dengan petir itu langsung disemburkan dari mulut Naga Logam Api Petir. Dan disusul dengan tebasan pedang pusaka milik Xue Yunlei.
Serangan bertubi-tubi yang dilepaskan oleh Xue Yunlei membuat tubuh Huanglong langsung terbenam di pasir yang kini telah tercipta lubang besar.
Benang sutra emas langsung melesat mengikat tubuh Huanglong sehingga tubuhnya tidak bisa bergerak.
"Soal, tapi apa yang melilit tubuhku ini? Mengapa aku tidak bisa memutuskannya?" Huanglong mengumpat.
Bukan sekedar melilit tubuh Huanglong, akan tetapi benang sutra emas itu kini telah menerobos juga ke tubuh pria sepuh itu dan mengunci jalur meridiannya.
Enam leluhur yang sedang terluka hanya bisa terbelalak menatap Huanglong yang bisa dikalahkan oleh lawannya.
"Mengapa pemuda itu sangat kuat?"
"Tidak ku sangka saudara Huanglong bisa dikalahkan oleh pemuda itu."
"Saat ini, apa yang akan kita lakukan?"
"Kita hanya bisa pasrah dengan apa yang akan pemuda itu lakukan selanjutnya."
Kata-kata yang keluar dari mulut para leluhur yang sedang terluka memikirkan nasib Huanglong dan nasib mereka.
~Bersambung~