
Di kota Yin, setelah ke-enam tetua yang terluka karena serangan Xue Yunlei, mereka diselamatkan oleh salah satu bawahan Weng Yang.
Mereka pun menjelaskan bagaimana mereka bisa terluka seperti itu.
"Apakah Yun'er telah memiliki kekuatan seperti itu? Bagaimana bisa hanya dalam waktu singkat dirinya bisa sekuat itu? ". Pertanyaan yang muncul di kepala Xue Beng.
Sang patriark merasa bingung dengan kabar yang baru saja dia dengarkan dari ke-enam tetua yang sebelumnya dia utus.
" Di klan kita, sudah begitu lama tidak memiliki seorang jenius seperti itu, sebab remaja yang baru berusia 15 tahun dan sudah bisa mengalahkan enam orang tetua dalam satu serangan, itu sangatlah tidak mungkin ".
" Apakah dia adalah jenius dari yang paling jenius? ". Tutup Xue Beng.
" Patriark, apakah kita akan kembali memburunya? ". Tanya seorang tetua.
" Sepertinya itu akan memberikan dampak yang buruk bagi kita, oleh karena itu, kita tutup saja permasalahan yang terjadi, serta hentikan saja pengejaran kepada sosok itu ". Xue Beng memutuskan.
Para tetua yang mendengar keputusan patriark segera mengiyakan, sebab mereka sendiri sudah mengetahui bahwa insiden yang menimpa mereka itu juga karena kesalahan mereka sendiri.
Sebelum mereka dilukai oleh Xue Yunlei, remaja itu juga sudah mengingatkan terlebih dahulu kepada mereka.
Akan tetapi karena melihat situasi yang sesuai dengan penilaian mereka, bahwa Xue Yunlei sudah bisa mereka desak, sehingga mereka tetap bersih keras untuk ingin menangkapnya.
" Apakah masalah ini akan kita sampaikan kepada semua orang di klan kita? ". Tanya salah satu tetua.
" Tidak, sampaikan saja kepada para tetua yang lain, agar mereka juga tidak akan lagi menyinggung sosok itu saat bertemu dengannya ". Tutur patriark.
" Sampaikan kepada semua tetua untuk berkumpul di aula utama, aku akan pergi untuk menyampaikan hal ini kepada mereka ". Perintah Xue Beng.
Para tetua segera pergi ke wilayah kediaman klan Xue untuk mengumpulkan semua tetua di klan mereka.
Xue Beng pun segera pergi juga ke wilayah kediaman klan Xue dan menuju ke aula utama klan dan menyampaikan keputusannya.
Semua tetua yang hadir langsung terdiam saat mendengar apa yang di katakan oleh patriark mereka.
" Apakah patriark sudah mengetahui identitas orang tersebut? ". Tanya salah seorang tetua.
" Iya, aku sudah mengetahui identitasnya ". Jawab Xue Beng tegas.
" Jadi, siapa orang itu? ". Tanya tetua itu lagi.
" Dia adalah Xue Yunlei ". Ungkap Xue Beng menjawab pertanyaan tetua itu.
" Apa, Xue Yunlei? Mana mungkin dia dalam waktu yang singkat bisa sekuat itu!? ".
" Bukankah anak itu tidak bisa ber kultivasi? ".
" Jika memang itu adalah Xue Yunlei, mengapa dia tidak ingin memberitahukan identitasnya kepada setiap tetua yang bertemu dengannya? ".
" Patriark, meskipun dia adalah Xue Yunlei, akan tetapi dengan apa yang telah dia lakukan, kita tidak boleh membiarkan dia bertindak sesuka hatinya".
"Iya, apalagi dia telah membunuh tetua Xue Ma dan juga telah melukai ke-enam tetua lainnya".
Tanggapan dari para tetua yang hadir di tempat itu karena merasa keberatan dengan keputusan sang patriark.
Xue Beng tetap tidak menyelamatkan atau menanggapi setiap perkataan yang di lontarkan oleh para tetua.
Hal itu agar seluruh unek-unek yang ada didalam hati mereka semuanya di tuangkan dalam pertemuan itu.
Setelah sudah tidak ada lagi yang mengungkapkan apa yang mereka pikirkan, Xue Beng pun segera menyampaikan dan menjelaskan alasan serta pertimbangannya sehingga dia memutuskan untuk tidak lagi memburu Xue Yunlei.
" Pada saat terbunuhnya tetua Xue Ma, mata - mata kita yang berada di desa Shui telah memberitahukan bahwa sebenarnya sosok itu tidak ingin untuk bertarung dengan mereka ".
" Hal itu karena dia terus menghindari mereka, akan tetapi tetua Xue Ma tetap memerintahkan untuk mengejarnya ".
" Tetapi karena aku juga berpikir sama seperti yang kalian pikirkan saat ini, sehingga aku juga menyetujui untuk memburunya ".
" Dan apa yang terjadi semuanya diluar dugaan kita, sebab sosok itu juga bisa melukai ke-enam tetua hanya dengan satu serangan saja ".
" Sebelum hal itu terjadi, dia juga telah mengingatkan mereka untuk tidak melanjutkan pertarungan tersebut, namun karena para tetua merasa bahwa posisi mereka berada di atas angin, sehingga mereka tidak mengurungkan niat mereka ".
" Alhasil, mereka pun dilukai hanya dengan satu serangan saja ".
" Dan jika dia benar - benar ingin untuk membunuh mereka, pasti hal itu sudah dia lakukan ".
" Itulah mengapa aku memutuskan untuk tidak lagi memperpanjang masalah ini ".
" Karena jika kita akan memperpanjang masalah ini, dia pasti akan bertambah marah dan benci kepada kita ".
" Dan yang aku takutkan adalah, dia sendiri yang akan datang untuk membuat masalah dengan kita ". Tutup Xue Beng.
" Apa yang patriark katakan itu adalah benar, karena pada saat kami ber-enam menghadapinya, dia sempat mengingatkan kita untuk tidak melanjutkan pertarungan itu, jika kita melanjutkannya, dia akan membunuh kami ".
" Jika dia bukanlah anggota klan kita, sudah bisa dipastikan bahwa kami tidak bisa lagi berbicara saat ini ". Tutup salah satu tetua membenarkan kata-kata Xue Beng.
Apa yang tetua itu sampaikan, di iyakan oleh lima tetua lainnya yang juga mengalami hal itu.
" Bagaimana, apakah ada pertanyaan atau rasa keberatan dengan keputusan yang aku ambil? ". Tanya Xue Beng sambil menatap semua tetua yang hadir di tempat itu.
Para tetua hanya bisa diam dan tidak ada yang mau berkata - kata lagi untuk menanggapi pertanyaan Xue Beng.
" Jika tidak ada lagi yang mau menanggapi serta yang ingin menjawab pertanyaan dariku, itu tandanya bahwa kalian sudah menyetujui keputusanku ". Ucap Xue Beng.
" Oleh karena itu, mulai saat ini, kirimkan perintah ku kepada semua anggota klan kita yang berada di seluruh kota, agar tidak lagi menyinggung sosok tersebut atau pun menyinggung Xue Yunlei ".
" Karena sosok itu tidak lain adalah Xue Yunlei, sebab atribut yang dia pakai, itu adalah atribut milik Xue Yuan ".
" Patriark, maaf jika aku tidak sopan karena menyela perkataanmu, jika itu adalah Xue Yunlei, berarti klan kita saat telah memiliki seorang jenius dari yang paling jenius dalam dunia ilmu bela diri, apakah hal ini bisa kita sampaikan kepada yang lain? ". Tanya seorang tetua.
" Menurutku, hal ini tidak boleh diketahui oleh orang lain, sebab hal itu akan mendatangkan masalah bagi klan kita dan juga bagi Xue Yunlei ". Jawab Xue Beng.
" Jadi kita akan tetap merahasiakan hal ini? ". Tanya seorang tetua lagi.
" Iya, kita harus tetap merahasiakan hal ini ". Ucap Xue Beng.
" Ternyata anak itu telah membuka jalur - jalur meridian nya yang terkunci, sehingga dia kini sudah bisa ber kultivasi dan dengan cepat bisa meningkatkan basis kultivasi nya ". Tutur tetua Xue Feng.
" Berarti, tetua Feng telah mengetahui kesulitan mengapa Xue Yunlei tidak bisa berkultivasi? ". Tanya seorang tetua.
" Iya, aku memang mengetahui hal itu di saat aku merawatnya, saat dia terluka. Ada hal yang lebih istimewa lagi yang aku ketahui, bahwa dia memiliki ruang dantian yang jauh lebih besar dari para pendekar pada umumnya, sehingga Xue Yunlei bisa menampung energi qi yang sangat banyak disetiap ruang dantiannya ". Tetua Xue Feng menjelaskan apa yang dia ketahui.
" Kalau begitu, tidak salah lagi, sosok itu benar - benar adalah Xue Yunlei ". Tutur Xue Han.
" Jika seperti itu, aku merasa Xue Yunlei tidak sulit untuk meningkatkan basis kultivasinya, sebab putraku saja bisa menjadi salah satu jenius di klan kita ini, itu semua berkat petunjuk yang diberikan oleh Xue Yunlei ". Tetua Xue Jie menambahkan.
" Apa benar seperti itu? ". Tanya Xue Beng penasaran.
" Iya Patriark, aku tidak berbohong, kalian bisa melihat bagaimana kemampuan putraku serta peningkatan kemampuannya yang begitu cepat, jika tidak diberikan petunjuk oleh Xue Yunlei, sudah pasti putraku masih menjadi sampah ". Tetua Xue Jie menjelaskan untuk lebih meyakinkan semua yang hadir.
" Benar - benar seorang jenius sejati ". Pikir Xue Beng.
Mereka pun terus berbincang - bincang untuk membahas mengenai kejeniusan Xue Yunlei hingga akhirnya mereka membubarkan diri mereka?
~Bersambung~