PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 104. Tetua Klan Xue Tiba


Xue Yunlei segera menyuruh pelayan di penginapan itu untuk menyiapkan hidangan bagi mereka.


Patriark Shang Chiu serta tetua klan Shang lainnya kini sudah duduk saling berhadapan dengan Xue Yunlei, Bao Meng Ling dan juga Xie Yi.


"Patriark Shang Chiu, perkenalkan, ini adalah Bao Meng Ling, putri penguasa kota Shenmu". Ucap Xue Yunlei sambil menatap kearah gadis yang namanya disebut.


Bao Meng Ling langsung berdiri dan memberi hormat kepada Patriark Shang Chiu dan yang lainnya.


Setelah selesai memberi hormat, Bao Meng Ling duduk kembali.


"Tidak ku sangka, aku yang sudah tua ini masih juga dipertemukan dengan putri penguasa kota Shenmu yang sangat cantik ini. Senang bisa bertemu dengan nona Bao Meng Ling". Ucap Shang Chiu sambil menangkup kan kedua tangannya memberi hormat kepada gadis itu.


" Patriark Shang tidak perlu sesungkan itu kepadaku, karena aku hanyalah seorang tawanan bagi tuan muda Xue Yunlei ". Balas Bao Meng Ling untuk sedikit menyindir Xue Yunlei.


" Nona Bao Meng Ling ini terlalu merendahkan dirinya. Mana mungkin gadis secantik dirinya bisa menjadi tawananku? Itu hanya leluconnya saja". Xue Yunlei ingin meluruskan.


"Patriark Shang Chiu lihatlah sendiri, apakah seorang tawanan bisa sebebas dirinya yang duduk bersama dengan kita serta bisa berbicara seenaknya!? Itu tidak masuk akal! ".


" Sehingga Patriark Shang Chiu tidak perlu mendengarkan perkataannya ". Tutup Xue Yunlei.


" Hmm, sepertinya dia mulai pintar untuk berperang psikologi denganku, baiklah aku akan menerima tantanganmu itu". Gerutu Bao Meng Ling.


Xue Yunlei mengetahui apa yang Bao Meng Ling pikirkan, sehingga pemuda itu hanya tersenyum untuk menanggapi pikiran Bao Meng Ling.


" Dan senior ini adalah Xie Yi, leluhur agung sekte Tongtian ". Lanjut Xue Yunlei memperkenalkan pria sepuh yang duduk disampingnya.


Pria sepuh itu langsung berdiri dan memberi hormat kepada Patriark Shang Chiu dan yang lainnya.


" Leluhur agung tidak pantas memberi hormat kepada kami, sebaliknya kamilah yang harus memberi hormat kepada leluhur agung ". Ucap Shang Chiu merasa tidak enak hati dengan penghormatan yang diberikan oleh pendekar yang sangat dihormati disalah satu sekte besar yang ada di wilayah negara Xin.


Itu karena Shang Chiu belum mengetahui posisi Xie Yi dengan Xue Yunlei.


" Ini sudah menjadi kewajibanku untuk memberikan hormat kepada setiap orang yang tuan muda Xue Yunlei hargai ". Balas Xie Yi tulus.


Ucapan pria sepuh itu membuat Shang Chiu dan yang lainnya merasa sangat bingung.


Ketua sekte Tongtian sendiri adalah seorang pendekar langit yang sangat dihormati diseluruh wilayah negara Xin, apa lagi leluhur agung mereka, pasti lebih kuat lagi.


Namun pria sepuh itu terlihat sangat menghormati Xue Yunlei.


"Apa hubungan antara keduanya!? Mengapa leluhur agung dari sekte Tongtian bisa menghormatinya seperti itu!? ". Pikir Shang Chiu penasaran.


" Aku ini memang adalah bawahan dari tuan muda Xue Yunlei ". Xie Yi langsung menjawab rasa penasaran Shang Chiu karena dia bisa mengetahui apa yang dipikirkan oleh Patriark klan Shang itu.


Para petinggi klan Shang yang mendengar perkataan Xie Yi, merasa tidak percaya dengan apa yang pria sepuh itu katakan.


Sebab untuk bisa memiliki kekuatan seperti yang dimiliki oleh leluhur agung sekte Tongtian itu, bisa memakan waktu selama ratusan tahun.


Dan Xie Yi sendiri saat ini telah berusia dua ratus lima puluh tahun.


Untuk menjadi seorang pendekar raja, hanya membutuhkan puluhan tahun saja, tetapi setelah menerobos menjadi pendekar diranah langit, yaitu pendekar Petapa, pendekar Petapa Suci, pendekar Suci, pendekar Spiritual serta pendekar Agung, itu akan membutuhkan waktu hingga dua ratusan tahun lebih.


Dan jika diusia yang ketiga ratus tahun masih tetap tidak bisa menerobos ke ranah pendekar dewa, hidup pendekar tersebut tidak akan panjang lagi.


Dan hal itulah yang membuat Xie Yi harus segera menerobos keranah pendekar dewa.


Patriark Shang Chiu dan yang lainnya tidak ingin mempertanyakan mengapa leluhur agung sekte Tongtian itu bisa menjadi bawahan Xue Yunlei.


Akhirnya mereka hanya membicarakan tentang Shang Mingmei yang telah menjadi salah satu jenius muda di sekte Tongtian bersama dengan Xue Bang dan juga Xue Zhao serta Chen Kaibo.


"Ternyata jenius muda dari kota Yin ini bisa juga menjadi jenius muda di sekte besar seperti sekte Tongtian, sebagai orang yang berada dari kota ini, merasa sangat bangga dengan pencapaian mereka". Xue Yunlei memberikan apresiasi atas pencapaian jenius muda dari kota Yin.


"Hal yang membuat kami lebih bangga lagi setelah mengetahui pencapaian yang tuan muda Xue Yunlei capai". Shang Chiu menanggapi perkataan Xue Yunlei.


"Tuan muda Xue Yunlei, apakah anda sudah mengetahui kabar tentang tuan Xue Beng? ". Lanjut Shang Chiu.


" Aku sudah mengetahuinya, itulah salah satu alasan mengapa aku bisa datang ke kota ini". Balas Xue Yunlei.


"Apa yang akan tuan muda Xue Yunlei lakukan untuk menanggapi permasalahan ini!? ". Shang Chiu kembali bertanya.


"Sepertinya kami masih bisa untuk bertemu dengan Yun'er! ". Ucap Xue Han setelah melihat sosok pemuda yang duduk berhadapan dengan para petinggi klan Shang.


Melihat kedatangan orang yang dia kenal, Xue Yunlei segera berdiri dan menyambut mereka dengan sikap hormat.


" Xue Yunlei memberi hormat kepada Tetua Agung! ".


" Xue Yunlei memberi hormat kepada Tetua Penegak Hukum! ".


" Xue Yunlei memberi hormat kepada Tetua Balai Pengobatan ".


" Xue Yunlei memberi hormat kepada tetua Balai Misi".


"Bao Meng Ling memberi hormat kepada para tetua klan Xue! ". Ucap gadis itu yang ikut berdiri dan menyambut kedatangan para petinggi klan Xue.


" Xie Yi memberi hormat kepada para tetua klan Xue ". Ucap leluhur sekte Tongtian mengikuti Xue Yunlei dan juga Bao Meng Ling.


" Sudahlah, silahkan duduk kembali! ". Balas Xue Han menanggapi sambutan ketiga orang tersebut.


" Ternyata para tetua klan Shang sudah lebih dulu tiba disini, maaf jika kami terlambat". Lanjut Xue Han sambil menatap ke arah para tetua klan Shang dengan menangkup kan kedua tangannya dan diikuti juga oleh tetua lainnya.


"Tak perlu sesungkan itu, kita ini sudah seperti keluarga". Shang Chiu menanggapi sikap para tetua klan Xue.


" Para tetua, silahkan duduk ". Lanjut Xue Yunlei.


" Yun'er, tidak perlu bersikap terlalu formal seperti itu, karena dengan mengetahui bahwa kamu masih hidup dan sudah kembali ke kota Yin ini, itu sudah membuat kami senang dan ingin sekali untuk melihat dirimu ". Ucap Xue Han lagi.


" Tetua Han, sudah kewajibanku sebagai generasi muda klan Xue untuk memberi hormat kepada para tetua sekalian ". Balas Xue Yunlei.


Xue Han, Xue Qian, Xue Feng serta Xue Xing segera mengambil tempat yang telah tersedia.


Xue Han duduk di samping kanan Xie Yi, Xue Qian duduk di samping kiri Bao Meng Ling, sedangkan Xue Feng duduk di samping kanan Xue Han serta Xue Xing duduk di samping kiri Xue Qian.


Setelah keempat petinggi klan Xue itu duduk, Xue Yunlei segera berdiri dan memperkenalkan kedua sosok yang duduk di sampingnya.


Sikap yang sama seperti yang ditunjukkan oleh para tetua klan Shang setelah mengetahui bahwa gadis yang duduk di samping Xue Yunlei itu adalah putri penguasa kota Shenmu.


Dan keterkejutan yang sama juga ditunjukkan oleh para tetua klan Xue setelah mengetahui bahwa pria sepuh yang duduk di samping kanan Xue Yunlei adalah leluhur agung dari sekte Tongtian.


Tubuh keempat tetua klan Xue terasa seperti tidak memiliki tenaga lagi karena mengetahui orang yang memberikan hormat kepada mereka adalah seorang leluhur agung di sekte yang sangat dihormati di wilayah negara Xin itu.


"Sepertinya kami sudah lancang karena telah mendapatkan penghormatan dari leluhur agung, mohon ampuni atas kesalahan kami karena tidak mengenal sosok leluhur agung". Ucap Xue Han yang langsung ingin bersujud.


Tindakan Xue Han segera dicegah oleh Xie Yi karena berada tepat disampingnya.


" Jika tetua Han ingin melakukannya, aku akan sangat bersalah kepada tuan muda Xue Yunlei, sebab aku adalah.... ".


" Hentikan! Jangan dilanjutkan lagi, jika kamu terus merendahkan dirimu, lebih baik kamu bersujud dibawah kakiku dan pergi.".


"Rasa hormat dari orang lain kepadamu, itu memang adalah hak yang semestinya kau miliki, jangan karena aku, dirimu tidak lagi di hormati oleh orang lain". Ujar Xue Yunlei.


" Terima kasih atas kebaikan tuan muda terhadap diriku". Ucap Xie Yi menanggapi perkataan Xue Yunlei.


"Xie Yi, kamu itu adalah seorang pendekar agung yang telah berusia ratusan tahun, aku tidak ingin merampas kewibawaanmu".


" Mulai saat ini, jangan pernah bertingkah seperti seorang bawahan lagi, itu sangat mengganggu bagiku, ingat perkataan ku ini". Tutup Xue Yunlei dengan nada suara yang penuh dengan penekanan.


Melihat sikap Xue Yunlei dan juga sikap leluhur agung sekte Tongtian membuat para petinggi klan Xue menjadi bingung sekaligus takjub dengan pemuda itu.


Karena bagaimana bisa seorang pendekar agung bisa menjadi bawahannya.


"Sudah sekuat apa basis kultivasi dari Yun'er? Jika pendekar agung saja adalah bawahannya, apakah dia adalah seorang pendekar dewa? ". Pikir Xue Han.


"Tetua Han, aku bukan seorang pendekar dewa, tetapi aku sama seperti leluhur agung Xie Yi sebagai pendekar agung". Xue Yunlei menjawab pertanyaan yang ada didalam pikiran Xue Han.


~Bersambung~