PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 247. Pertarungan Tingkat Tinggi


Posisi berdiri Xue Yunlei dan lima sosok lainnya berada di belakang belasan petinggi bangsa peri penguasa danau itu.


Dengan teknik yang Xue Zhao miliki, dia segera menciptakan formasi pembatas untuk menyelimuti tempat itu agar pasukan bangsa peri tidak bisa melarikan diri dari tempat itu.


"Ternyata kalian sudah siap sehingga langsung menyambut kedatangan kami...apakah kalian memang sudah mengetahui jika kami akan datang ke sini hari ini?" Tanya Raja Iblis.


"Kami sudah siap untuk menyambutmu sejak kejadian waktu lalu...untuk itu, mengapa kalian merasa terkejut dengan penyambutan kami?" Balas Raja peri.


"Ha...ha...ha...ha...ha." Raja Iblis langsung tertawa setelah mendengar perkataan Raja peri itu dan setelah itu menanggapinya.


"Apakah kalian sudah siap untuk menyerahkan inti jiwa serta darah kehidupan kalian?"


"Sepertinya kau terlalu percaya diri untuk bisa mengalahkan kami...apakah itu karena saat ini kau telah mendapatkan dukungan dari beberapa sosok yang datang bersama denganmu?" Balas Raja peri tanpa ada rasa takut sedikit pun.


Xue Yunlei kini telah menyalurkan sebagian kekuatan benang sutra emas yang dia miliki kepada dia puluh sosok yang bersama dengannya saat itu.


Tindakan Xue Yunlei itu agar mereka tidak terpengaruhi dengan formasi pertempuran yang akan dilepaskan oleh lawan mereka.


"Sepertinya kalian sudah siap untuk menghadapi kami, tetapi sangat disayangkan, sebab hari ini akan menjadi hari terakhir bagi kalian untuk bisa menghirup udara di dunia kami ini." Ujar Raja Iblis sambil tersenyum sinis menatap pasukan bangsa peri.


Xue Zhao sendiri masih tetap diam dan menatap penuh selidik ke arah Xue Yunlei dan lima sosok yang berdiri di samping pemuda itu.


"Sepertinya ini terlalu mudah...bukannya mereka akan merasa takut untuk menghadapi seorang pendekar diranah immortal yang memiliki formasi pertempuran?" Xue Zhao membantin.


"Sosok dibelakang mereka itu terlihat sangat mencurigakan...apakah dia yang membuat bangsa peri ini merasa percaya diri untuk menghadapi kami?" Lanjutnya.


"Siapa sosok itu?"


"Mengapa aura peri yang keluar dari dalam tubuhnya tidak terlalu kuat?"


"Tidak hanya dirinya saja, namun lima sosok yang berdiri di sampingnya juga memiliki aura yang sama dengannya."


Pertanyaan mulai memenuhi pikiran Xue Zhao saat menyelidiki keenam sosok yang berdiri paling belakang dari kelompok yang adalah lawan mereka.


Sebelum pertanyaannya terjawab, Du Tiansang yang sudah tidak sabar untuk mendapatkan inti jiwa serta darah kehidupan bangsa peri segera bereaksi.


"Jangan terlalu banyak berbasa-basi lagi dengan mereka, ayo kita serang saja dan mengambil inti jiwa serta darah kehidupan mereka." Teriak Du Tiansang yang sudah siap dengan formasi pertempuran miliknya dan langsung menyerang raja peri itu.


Serangan Du Tiansang langsung di bendung oleh raja peri dengan teknik yang dia miliki.


Blaaarrr


Ledakan langsung tercipta saat energi kekuatan serangan Du Tiansang berbenturan dengan energi kekuatan sang raja peri.


Raja Iblis bersama tiga sosok lainnya pun segera melesat untuk menyerang lawan mereka yang memiliki jumlah lebih banyak dari mereka.


Untuk menghadapi Raja Iblis bersama keempat pendekar yang lainnya, lima belas peri itu membagi kelompok.


Dan setiap kelompoknya terdiri dari tiga peri untuk menghadapi seorang pendekar yang adalah lawan mereka.


Tiga raja siluman segera membantu dan bergabung dengan kelompok peri yang menghadapi ke tiga pendekar diranah immortal.


Sedangkan Zhuan Zhu sendiri bergabung dengan kelompok peri yang menghadapi seorang pendekar diranah saint tahap puncak.


Hanya satu kelompok peri yang menghadapi seorang pendekar diranah saint awal.


Karena Xue Zhao belum bertindak, sehingga Xue Yunlei dan Huaxianzi pun tidak bergerak dari tempat mereka berdiri.


"Sepertinya mereka telah merencanakan dengan matang pertarungan yang terjadi saat ini." Gumam Xue Zhao setelah melihat trik yang digunakan oleh para peri tersebut.


"Dan sepertinya benar dugaan ku sebelumnya, sosok itu bersama yang satunya lagi memang sudah siap untuk menghadapi ku."


"Ini bukanlah suatu kebetulan...mana mungkin sosok yang terlihat tidak penting itu akan menghadapi ku dan hanya dibantu oleh satu rekannya saja."


"Sebaiknya aku mencoba untuk bertarung dengannya untuk bisa mengetahui siapa dia sebenarnya." Pikir Xue Zhao dan langsung menghilang dari tempatnya berdiri.


Xue Yunlei telah meningkatkan kekuatan spiritualnya agar bisa mengetahui dari arah mana serangan yang akan di lepaskan oleh Xue Zhao.


Begitu juga dengan Huaxianzi, peri dari hutan ilusi itu juga telah siap untuk mengantisipasi pergerakan Xue Zhao.


"Hmmm...kau oikir bisa mengecoh diriku dengan teknik milikmu itu?" Ujar Xue Yunlei dan langsung menghindari serangan Xue Zhao.


Hal tersebut karena teknik yang digunakan oleh Xue Zhao, telah dia ketahui sendiri dari sosok yang menyerangnya itu.


"Sial...mengapa dengan mudah dia bisa menghindari serangan ku." Xue Zhao mengerutu dan kembali menyerang Xue Yunlei.


Xue Yunlei yang telah meningkatkan basis kultivasinya dengan meminjam kekuatan pedang pusaka miliknya, bisa mengimbangi kecepatan serangan Xue Zhao.


"Huaxianzi...kau harus berhati-hati." Ucap Xue Yunlei sambil menghindari serangan Xue Zhao.


"Baik penguasa." Balas Huaxianzi dan segera melepaskan serangan ke arah Xue Zhao.


Serangannya langsung dihentikan untuk memblokir serangan Huaxianzi.


Blaaarrr


Tubuh Xue Zhao terdorong sedikit saat memblokir serangan Huaxianzi.


"Ternyata kekuatannya tidak berada lebih rendah dariku...bagaimana dengan pria ini?" Pikir Xue Zhao setelah merasakan kekuatan serangan Huaxianzi.


Xue Yunlei yang mendapatkan kesempatan untuk melakukan serangan segera melepaskan serangannya juga ke arah tubuh Xue Zhao.


Teknik tingkat dewa yang dia pelajari kini telah dibaluti oleh energi petir berwarna hitam serta energi api hitam.


Sebuah energi berbentuk seperti kepalan tangan berukuran besar mengarah ke tubuh Xue Zhao yang saat itu terdorong oleh serangan Huaxianzi.


Dengan kesadaran spiritual yang dimiliki seorang dewa, itu dapat bdia ketahui.


Xue Zhao segera menghilang dari tempatnya untuk menghindari serangan tinju milik Xue Yunlei.


"Sial, ternyata disebut masih bisa menghindari seranganku." Gumam Xue Yunlei dan kembali bersiap untuk mengantisipasi serangan balik dari Xue Zhao.


Pertarungan mereka itu belum menggunakan teknik andalan mereka masing-masing. Sebab jika mereka menggunakan teknik andalan mereka dan bisa dihindari oleh lawan mereka, itu adalah suatu kerugian besar bagi mereka semua.


Sehingga saat itu mereka masih bertarung dengan kekuatan serta kemampuan yang biasa saja.


Akan tetapi kini posisi kelima pendekar yang datang bersama dengan Xue Zhao semakin tersudut menghadapi serangan lawannya yang memiliki jumlah yang banyak.


"Brengsek! Mengapa formasi pertempuran yang kita miliki tidak memberikan dampak terhadap mereka?" Gerutu Du Tiansang.


"Apa yang mereka lakukan sehingga itu tidak memberikan dampak bagi mereka?"


Tidak hanya Du Tiansang yang berpikir seperti itu, empat rekannya juga memikirkan hal yang sama dengan apa yang dia pikirkan.


Namun karena lawan mereka terus melepaskan serangan, sehingga mereka tidak memiliki peluang yang baik untuk bisa membalas serangan lawan mereka.


"Kau harus merasakan bagaimana harus menghormati seorang dewa sejati." Tutur Xue Zhao sambil melepaskan serangan petir yang berbentuk seperti sebuah tombak.


Xue Yunlei yang melihat hal itu segera melepaskan juga serangan tinju miliknya.


Blaaarrr


Tubuh keduanya langsung terhempas ke dua arah yang berbeda.


"Sial! Yang mengetahui teknik milikku itu hanya satu orang didunia ini...apakah dia adalah Xue Yunlei?" Gumam Xue Zhao.


"Tetapi bagaimana mungkin dia bisa mengetahui jika kami akan datang untuk menyerang bangsa peri penguasa danau ini?"


Saat Xue Zhao sedang berpikir, tiba-tiba Huaxianzi langsung muncul didekatnya sambil melepaskan serangan.


Kesadaran spiritual milik Xue Zhao masih membantu roh dewa itu untuk bisa menghindari serangan Huaxianzi.


Xue Yunlei pun tidak diam saja, pemuda itu segera bersiap untuk melepaskan serangan kepada Xue Zhao saat dia menampakkan dirinya.


Dan benar saja, saat Xue Zhao muncul disamping Huaxianzi dan melepaskan serangan, Xue Yunlei segera menghilang dari tempatnya untuk melepaskan serangan.


~Bersambung~