
Setelah menyuruh para prajurit itu berhenti untuk memberi hormat kepadanya, akhirnya mereka pun kembali melanjutkan perjalanan untuk menuju ke balai kota Yin.
Informasi itu langsung diketahui oleh Chen Kangjian karena sudah ada seorang prajurit yang pergi untuk memberitahukan tentang kedatangan Xue Beng.
Wajah pria tua itu langsung menjadi merah padam dan terlihat sangat khawatir dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Bagaimana bisa Xue Beng masih hidup? Bukankah mereka mengatakan jika dia telah tewas terbunuh!?"
"Sialan! Aku selalu memberikan uang kepada mereka setiap bulannya...mengapa hal ini bisa terjadi?"
"Apakah ketiga sosok yang mereka bawah itu adalah ketiga pemimpin perampok itu?"
"Jika benar itu mereka, sudah pasti akan terbongkar semua apa yang telah aku rencanakan."
"Tetapi jika itu mereka, mana mungkin dua orang pendekar raja bisa menangkap tiga orang pendekar langit? Menurutku itu sangat mustahil."
"Kenapa juga Chen Kaibo mengikuti Xue Zhao untuk membantunya menemukan Xue Beng?"
"Ini benar-benar diluar perhitungan ku...jika aku tahu sejak awal mereka tidak akan membunuh Xue Beng, aku sudah menyewa pendekar yang lain untuk menghabisi kelompok mereka."
"Hancur semua upaya dan rencanaku selama ini, jika mereka telah mengetahui bahwa aku yang menjadi otak atas pembunuhan Xue Yuan, hidupku sudah pasti akan berakhir."
"Xue Yunlei pasti tidak akan mengampuniku jika dia mengetahui hal itu."
"Aku harus tenang, sebab tidak mungkin ketiga pemimpin perampok itu yang mereka tangkap, karena jika Xue Zhao dan Chen Kaibo bertemu dengan mereka bertiga, sudah pasti mereka yang akan tewas ditangan ketiga pemimpin perampok itu."
Chen Kangjian terus memikirkan segala hal yang akan terjadi setelah semua rencananya terbongkar.
Rasa takut bercampur rasa malu dengan apa yang telah dia lakukan terus menyelimuti pikirannya.
Meskipun situasinya sudah seperti itu, namun dibenak Chen Kangjian belum terlintas rasa bersalah sedikitpun, sebab pria tua itu ingin mencari alasan agar bisa terlepas dari tuduhan yang akan di tujukan kepadanya.
Jika Roh Dewa itu langsung mengatur untuk muncul di alun-alun balai kota Yin, sudah pasti Chen Kangjian tidak memiliki waktu untuk bisa berpikir.
Sebenarnya Roh Dewa itu bisa saja langsung menampakkan diri di alun-alun balai kota Yin, akan tetapi hal itu tidak dia lakukan agar supaya tidak menarik perhatian banyak orang.
Jika kemampuannya terbongkar, pasti Xue Yunlei akan mencurigainya karena teknik teleportasi yang tersebut hanya bisa digunakan oleh para dewa.
Sedangkan teknik teleportasi yang lainnya harus membuka portal ruang dan waktu terlebih dahulu, serta memiliki batasan untuk jaraknya.
Wajah ketiga pemimpin perampok itu langsung ditutup agar tidak bisa dikenali oleh siapa pun dan akan menjadi kejutan bagi Chen Kangjian setelah melihatnya.
Chen Kaibo masih tetap terlihat tenang meskipun ia telah mengetahui konsekuensi apa yang akan diterima oleh kakeknya itu.
Mereka menjadi pusat perhatian saat berjalan menyusuri jalan utama kota Yin, hal itu karena ada sosok yang terlihat lusuh serta tiga sosok yang menggunakan penutup kepala sedang berjalan bersama dengan Xue Zhao dan Chen Kaibo.
Saat memasuki gerbang balai kota, mereka kembali disambut dengan penuh hormat oleh para prajurit yang berjaga.
Namun tidak seperti prajurit di gerbang kota Yin yang tidak memberi hormat kepada Xue Zhao, kini mereka langsung memberi hormat kepada ketiga sosok yang baru saja tiba itu.
Chen Kangjian sendiri bersama dengan para petinggi kota Yin kini sudah berdiri di pintu masuk balai kota untuk menyambut kedatangan mereka.
Saat melihat kedatangan mereka, Chen Kangjian langsung menyongsong mereka dan berniat untuk langsung memeluk Xue Beng.
"Ternyata benar tuan Xue Beng masih hidup." Ucap salah satu petinggi.
"Apakah itu benar adalah tuan Xue Beng?" Tanya seorang petinggi.
"Itu pasti benar, mana mungkin tuan muda Xue Zhao tidak mengenali ayahnya sendiri." Balas yang lain.
Saat pria tua itu hendak memeluk Xue Beng, pria yang terlihat lusuh itu langsung menolaknya dan berkata "Hentikan semua sandiwaramu itu...sudah tidak ada lagi yang bisa kau sembunyikan." Dengan tatapan yang tajam seakan ingin mencabik-cabik tubuh pria tua itu.
Para petinggi kota Yin langsung terkejut dengan sikap dan perkataan Xue Beng yang menolak pelukan Chen Kangjian serta mendengar kata-kata yang keluar dari mulut pria itu.
"Sepertinya ada suatu rahasia yang baru saja terungkap, kita lihat saja apa yang akan terjadi selanjutnya."
"Iya...dilihat dari sikap tuan Xue Beng, sepertinya dia sangat emosi setelah bertemu dengan tuan Chen Kangjian."
Para petinggi terus berkomentar setelah melihat kejadian itu. Mereka pun langsung memberi hormat kepada Xue Beng dan kepada dua pendekar muda itu saat baru saja memasuki aula utama balai kota Yin.
Berbeda dengan Chen Bian, ayah Chen Kaibo itu merasa bingung dengan apa yang harus dia lakukan, sebab disisi lain, Chen Kaibo datang bersama dengan Xue Zhao dan juga Xue Beng.
Chen Kaibo langsung berdiri sambil memegang seutas tali yang mengikat ketiga pemimpin perampok itu saat sudah berada di dalam aula utama balai kota.
Sedangkan Xue Zhao terus melangkah untuk mengantarkan ayahnya menuju kursi kebesaran milik penguasa kota Yin.
Chen Kangjian hanya bisa terdiam dan kembali berdiri di tempat sebelum dirinya menjadi penguasa kota Yin.
Xue Zhao kini berdiri disamping kursi kebesaran milik ayahnya seraya tersenyum sinis menatap semua yang hadir didalam ruangan itu dan berkata "Karena penguasa kota sebelumnya masih hidup, sehingga dia berhak untuk kembali menjadi penguasa di kota ini."
"Tunggu! Kau tidak memiliki hak untuk berbicara di dalam ruangan ini!." Teriak Chen Bian menyela perkataan Xue Zhao.
"Itu benar, tuan muda Xue Zhao tidak memiliki jabatan apa pun di kota ini, sehingga tidak memiliki hak untuk berbicara didalam ruangan ini." Sambung seorang petinggi.
"Iya...kau tidak memiliki hak untuk berbicara didalam ruangan ini." Sambung yang lain.
"Diam...! Aku adalah penguasa kota ini, siapa pun yang aku inginkan untuk berbicara, tidak ada yang bisa melarangnya." Seru Xue Beng dengan penuh penekanan.
Para petinggi yang hadir langsung terdiam setelah mendengar perkataan Xue Beng.
Xue Beng sendiri telah mengetahui betapa kuatnya putranya itu saat ini. Seluruh prajurit kota Yin saja tidak akan bisa untuk menyentuhnya.
Namun dirinya masih merasa penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh putranya itu saat ini, karena sikapnya terlihat sangat berbeda dari sebelumnya saat membunuh puluhan anggota perampok di markas mereka.
Meskipun terlihat arogan, namun Xue Zhao kini sedikit bersikap bijaksana untuk menyelesaikan masalah itu.
"Tuan Chen Bian, Apakah kau masih merasa memiliki hak untuk berbicara didalam ruangan ini setelah semua rencana kalian sudah terbongkar?" Lanjut Xue Zhao sambil menatap tajam ke arah Chen Bian.
"Apa yang bisa kau buktikan dengan perkataan mu itu?" Chen Bian kembali bertanya dan seperti ingin menantang.
"Sebenarnya aku tidak mau berlebihan dengan apa yang telah kalian lakukan sebelumnya, tetapi jika kau tidak membiarkan aku bicara, aku akan menyuruh putramu itu untuk menghabisimu." Ucap Xue Zhao dengan santai.
"Keparat...!!! Apa katamu? Ingin memerintahkan putraku untuk membunuhku? Benar-benar sangat naif...apakah dia yang hanya sebagai seorang pendekar raja bisa membunuhku?"
"Apa lagi dia adalah putraku, bagaimana mungkin dia berani bertindak seperti itu!?"
"Diam...! Jika tidak diam, aku akan melakukan apa yang akan diperintahkan oleh tuan muda Xue Zhao." Teriak Chen Kaibo sambil meneteskan air matanya.
"Apa katamu? Sudah berani kau menentang ku? Benar-benar anak yang tidak berguna!" Bentak Chen Bian.
Mendengar perkataan ayahnya, Chen Kaibo langsung bereaksi untuk menyerangnya.
"Tunggu...! Aku belum memberimu perintah, jadi jangan pernah melakukan apapun didalam ruangan ini." Xue Zhao menghentikan niat Chen Kaibo.
Chen Kaibo sendiri berpikir lebih baik kehilangan ayah dan kakeknya itu dari pada kehilangan seluruh keluarganya.
Dia berpikir, saat ini dia pasti sudah bisa mengalahkan Xue Yunlei dengan satu serangan saja, sebab yang dia ketahui kemungkinan besar basis kultivasi Xue Yunlei pasti masih berada dibawahnya.
Namun kekuatan Xue Zhao jauh berada diatasnya, sehingga dia tidak bisa melindungi seluruh keluarganya selain mengorbankan kedua orang tua itu.
"Apakah kau hanya ingin menjadi sampah yang selalu diabaikan oleh semua orang? Dasar anak yang tidak berbakti!" Teriak Chen Bian lagi.
~Bersambung~