
Mendengar jawaban dari salah satu pendekar yang berasal dari perguruan Tinju Besi, Li Xin langsung menatap ke arah komandan pasukan keamanan kota Chang'an dan bertanya.
"Apakah benar apa yang dikatakan oleh pendekar itu? ". Dengan nada tegas.
" Benar, akan tetapi ada hal yang lebih penting lagi yang harus penguasa Li ketahui". Jawab Fan Zhu.
"Hal apa itu? ". Tanya Li Xin penasaran.
" Sebaiknya penguasa Li langsung bertanya kepada tetua Bian Que, beliau yang lebih tau dari ku". Jawab Fan Zhu lagi.
"Tetua Bian, mohon penjelasannya, sebab aku harus memberikan keadilan kepada siapapun yang ada di kota Chang'an ini". Ucap Li Xin.
" Penguasa Li Xin, mari kita pergi dari tempat ini, biar aku yang akan menjelaskan semuanya ". Ucap Bian Que menanggapi pertanyaan Li Xin.
Mereka pun segera pergi dari tempat itu diikuti juga oleh Ye Tian.
Sedangkan komandan Fan Zhu masih tetap menenangkan para pendekar dari perguruan Tinju Besi bersama dengan puluhan prajurit dan para murid dari perguruan Angsa Putih.
Setelah tiba di penginapan Huaqing, mereka langsung disambut oleh pelayan serta pemilik penginapan Huaqing.
"Penguasa Li, silahkan masuk". Sambut sang pelayan.
Saat melihat kedatangan Li Xin, pemilik penginapan Huaqing langsung bergegas mendekati mereka.
Setelah memasuki penginapan, Bian Que langsung berkata kepada Ye Tian.
" Tetua Ye, apakah anda bisa menemani penguasa Li untuk menunggu disini? ".
" Baik, penguasa Li, silahkan duduk ". Ucap Ye Tian mengiyakan perkataan Bian Que dan langsung mempersilahkan Li Xin untuk duduk.
Setelah itu, Bian Que pun segera berkata kepada sang pelayan.
" Pelayan, tolong antarkan aku ke kamar yang ditempati oleh pria bertopeng yang memakai jubah bermotif awan Merah". Ucap Bian Que.
"Baik, tetua Bian ayo ikut aku". Ajak sang pelayan.
Keduanya pun segera pergi untuk menuju ke kamar yang ditempati oleh Xue Yunlei.
Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mereka berdua bisa tiba didepan pintu kamar yang ditempati oleh Xue Yunlei.
Sang pelayan langsung memanggil Xue Yunlei agar membukakan pintu kamar untuk mereka berdua.
Xue Yunlei pun membuka pintu kamarnya dan langsung mendapati sosok Bian Que kini telah berdiri di depannya.
"Tuan, tetua Bian ingin untuk bertemu denganmu". Ucap sang pelayan dengan sikap yang sopan karena dirinya telah melihat sendiri bagaimana Xue Yunlei membunuh seorang pendekar di depan pintu masuk penginapan itu.
" Tetua Bian, apakah kedatanganmu untuk membahas masalah terbunuhnya pendekar dari perguruan Tinju Besi tersebut? ". Ucap Xue Yunlei.
" Benar ketua Xue, kedatangan ku ini memang ingin membahas masalah itu, namun tidak hanya diriku, aku juga datang bersama dengan penguasa kota Chang'an ini ". Jawab Bian Que.
" Baiklah, aku akan ikut bersama denganmu ". Ucap Xue Yunlei yang langsung keluar dari kamarnya dan menutup kembali pintu kamarnya tersebut.
Saat mereka berjalan untuk meninggalkan kamar yang ditempati oleh Xue Yunlei, sepuluh orang wanita cantik yang kini sedang berada di tiga kamar lainnya ikut keluar juga dan langsung mengikuti Xue Yunlei dari belakang.
Hal itu sontak saja membuat Bian Que terkejut dan berkata.
"Apakah mereka adalah bawahan ketua Xue? ". Tanya Bian Que penasaran.
" Iya, mereka adalah bawahan ku". Jawab Xue Yunlei singkat.
Bian Que hanya menganggukkan kepalanya menanggapi jawaban Xue Yunlei sambil terus berjalan untuk pergi ke tempat dimana Li Xin dan Ye Tian berada.
Setelah mereka tiba di tempat dimana Li Xin dan Ye Tian berada, Bian Que langsung berkata.
"Penguasa Li, ini adalah ketua organisasi Awan Merah Xue Yunlei". Ucap Bian Que langsung memperkenalkan Xue Yunlei.
Li Xin dan Ye Tian langsung berdiri menyambut kedatangan mereka dan Li Xin langsung berkata.
"Silahkan duduk ketua Xue". Lanjut Li Xin mempersilahkan.
Xue Yunlei dan Bian Que langsung mengambil tempat yang sudah tersedia untuk mereka duduk.
Li Xin pun segera berinisiatif untuk membuka pembicaraan.
"Beberapa bulan ini, aku sering sekali mendengar rumor tentang kehebatan para pendekar yang berasal dari organisasi Awan Merah saat melakukan pengawalan".
" Dan semua rombongan bangsawan serta rombongan para pedagang merasa sangat puas dengan pengawalan yang dilakukan oleh para pendekar yang berasal dari organisasi Awan Merah".
"Tidak ku sangka aku bisa bertemu dengan ketua Xue Yunlei yang adalah ketua dari organisasi Awan Merah".
" Perkenalkan, saya Li Xin penguasa kota Chang'an ini ". Tutup Li Xin memperkenalkan dirinya.
" Senang bisa bertemu dengan penguasa Li Xin, aku merasa sangat terhormat juga bisa duduk dan berbicara langsung dengan penguasa Li ". Ucap Xue Yunlei sambil menangkupkan kedua tangannya.
"Penguasa Li, aku membawa ketua Xue kesini dengan maksud untuk membicarakan tentang pengaduan para pendekar yang berasal dari perguruan Tinju Besi tersebut". Ujar Bian Que menjelaskan.
" Apakah ketua Xue berhubungan dengan kejadian itu? ". Tanya Li Xin penasaran.
" Iya penguasa, ketua Xue adalah orang yang melakukan hal itu kepada salah satu pendekar dari perguruan Tinju Besi". Jawab Bian Que.
"Ketua Xue, apa benar yang tetua Bian Que katakan itu? ". Tanya Li Xin untuk lebih meyakinkan lagi.
" Iya, apa yang tetua Bian Que katakan itu adalah benar. Akulah yang membunuh pendekar itu". Jawab Xue Yunlei dengan santai.
"Ketua Xue, aku adalah penguasa di kota Chang'an ini, sehingga aku bertanggung jawab penuh tentang segala sesuatu yang terjadi di dalam kota ini, sehingga aku harus memberikan keadilan bagi siapapun yang merasakan ketidakadilan".
" Ketua Xue, dengan tidak menurunkan rasa hormat ku kepadamu, bolehkah ketua Xue menceritakan bagaimana sehingga kejadian itu bisa terjadi!?". Tutup Li Xin.
"Penguasa Li, sebenarnya kejadian itu tidak akan terjadi, namun pendekar itu telah menghalangi jalanku saat aku hendak pergi dari penginapan ini".
Xue Yunlei terus menceritakan bagaimana kronologinya sehingga dia bisa membunuh pendekar yang berasal dari perguruan Tinju Besi tersebut.
Li Xin dan Bian Que terus mendengar dengan seksama setiap cerita yang di sampaikan oleh Xue Yunlei.
Setelah Xue Yunlei selesai menceritakan bagaimana kejadian itu bisa terjadi, akhirnya Bian Que pun angkat bicara.
"Ketua Xue, bukankah tindakanmu itu terlalu berlebihan? ".
" Tetua Bian, menurutku itu tidak berlebihan, sebab jika aku ingin bertindak berlebihan, aku akan pergi untuk meratakan markas perguruan Tinju Besi itu jika aku menginginkannya ". Balas Xue Yunlei dengan penuh penekanan.
Ketiga orang yang mendengar perkataan Xue Yunlei langsung terdiam.
Mereka tidak pernah menyangka jika sosok bertopeng didepan mereka itu akan berkata seperti itu.
" Coba tetua Bian Que dan juga tetua Ye Tian berpikir jika hal itu dialami oleh ketua perguruan Angsa Putih kalian, apakah kalian akan senang untuk mendengarnya!? ". Lanjut Xue Yunlei balik bertanya kepada kedua tetua tersebut.
" Memang hal itu adalah suatu penghinaan bagi seorang ketua yang memiliki kekuatan yang besar, namun kami tidak bisa memutuskan bagaimana cara untuk menyelesaikan masalah ini ". Ujar Bian Que menanggapi perkataan Xue Yunlei.
" Penguasa Li, keputusan untuk masalah ini kami serahkan kepadamu ". Tutup Bian Que.
" Tetua Bian Que, sepertinya aku juga menjadi dilema untuk memutuskan masalah ini ". Ucap Li Xin menanggapi perkataan Bian Que.
" Mohon maaf jika aku telah membuat tetua Bian dan tetua Ye serta penguasa Li berada di dalam masalah yang serius ".
" Tetapi jika masalah ini benar-benar harus diselesaikan, katakan saja dimana letak markas perguruan Tinju Besi, biar aku saja yang akan pergi untuk menyamperi mereka ". Sambung Xue Yunlei.
" Ketua Xue Yunlei ini terlihat sangat arogan, apakah dirinya begitu kuat sehingga sangat percaya diri seperti itu!? ". Pikir Bian Que.
" Tetua Bian Que, aku tidak arogan, tetapi aku juga tidak mau disinggung oleh siapapun, sebab sejak kecil hidupku sering di bully oleh orang-orang yang mengenal diriku". Ujar Xue Yunlei menanggapi apa yang Bian Que pikirkan.
Bian Que merasa terkejut karena Xue Yunlei bisa mengetahui apa yang dia pikirkan.
~Bersambung~