My Sexy Secretary

My Sexy Secretary
MSS 91


"Jen, tolong aku! Kamu tidak mungkin tega, 'kan, melihat aku seperti ini?" ucap Michael menatap Jennie dengan mimik wajah memelas. Dia terus menelan ludahnya, tidak menyangka bahwa Aneeq akan sekeji ini membalas dirinya.


Michael mencoba bangkit, ia mengulurkan tangan ke arah Jennie, tetapi kedua bodyguard yang ada di belakang tubuhnya malah memegangi kedua tangan pria itu dengan sangat kuat.


"Lepaskan aku, Brengsekk! Ini semua pasti salah, kalian tidak bisa semena-mena seperti ini padaku!" pekik Michael seraya meronta dari cekalan dua pria berbadan kekar itu. Namun, sayang dia kalah tenaga.


Michael menatap sengit pada Aneeq yang terlihat meremehkannya. Kebencian pria itu semakin menggunung, bukan hanya karena Aneeq merebut Jennie, tetapi Aneeq juga berhasil membuat dirinya miskin dan menjadi rakyat jelata dalam sekejap saja.


Pandangan mata Michael beralih begitu melihat Lora keluar dari ruangannya. Wajah wanita itu terlihat pucat pasi, dan seolah tak sudi melihat ke arahnya.


Namun, saat melihat ada Jennie dan juga Aneeq. Lora justru menatap tajam pada wanita yang berdiri mematung, kesadaran Jennie belum penuh, ia tidak mengerti situasi apa yang sedang ia hadapi.


"Dasar pembohong!" cibir Lora tertuju pada Jennie, hingga membuat wanita berdada besar itu langsung mengangkat kepala.


Tatapan keduanya bertemu, dan kembali terlihat sengit. Jennie mengeryitkan dahi, tak paham dengan ucapan Lora. "Apa maksudmu?" Cetus wanita itu.


Mendengar itu, Lora berdecih, dia menyedikepkan kedua tangan di depan dada. "Cih, jangan pura-pura bodoh! Kamu bilang setelah kamu bercerai tidak akan mengusik kami, tapi apa buktinya? Priamu malah menghancurkan perusahaan calon suamiku!"


Jennie semakin terperangah mendengar penuturan Lora. Dia menatap Aneeq, pria itu senantiasa menunjukkan wajah tak ramah dengan rahang yang mengatup keras. Aneeq benar-benar sudah gila.


"An!" panggil Jennie meminta penjelasan.


Namun, Aneeq tak menyahut, pria itu tampak acuh dan malah menyuruh kedua bodyguardnya menyeret Michael keluar dari perusahaan. "Bawa dia turun, selanjutnya dia akan diserahkan ke penyidik atas kasus korupsinya."


Michael mengangkat kepalanya, dari mana pria ini tahu kalau dia melakukan tindakan korupsi? Apa jangan-jangan selama ini mengawasi tindak-tanduknya? Tidak mungkin! Kenapa dia bisa gegabah, dan tidak curiga sedikitpun dengan rencana pria yang ada di hadapannya.


"Tidak! Lepaskan aku, Brengsekk! Aku tidak melakukan semua itu. Tuan Aneeq, akan ku pastikan kamu mendapat balasan yang setimpal atas semua perbuatanmu ini!" Sentak Michael sekuat, tenaga.


"Aku tunggu!" Aneeq memutar kakinya, lalu melangkah pergi begitu saja. Dan diikuti oleh Caka dan dua bodyguard yang menyeret tubuh Michael.


Menyisakan Jennie yang semakin dibuat dilema. Perasaan wanita itu semakin tak menentu, ada sebuah kepuasan karena Aneeq membalaskan rasa sakit di hatinya, tetapi ia masih sangat terkejut dengan situasi ini, haruskah ia menerima Aneeq secepatnya?


Benarkah seperti itu?


Lama Jennie mematung, hingga dia tak sadar ada sebuah tangan melayang.


Plak!


"Munafik!" pekik Lora setelah menyerang Jennie secara tiba-tiba. Jennie yang mendapat serangan dadakan tak mampu untuk mengelak, di sana hanya tinggal mereka berdua, membuat Lora merasa leluasa.


"Hah, kamu mau cuci tangan setelah berhasil menghancurkan Mike? Dasar jalangg!"


Lora melangkah dengan cepat, dia ingin kembali menyerang Jennie. Namun, sebelum itu sebuah tangan menahannya. Lora membulatkan kedua matanya, ia ingin menoleh ke belakang, tetapi satu tangan itu malah dipelintir hingga membuat Lora memekik kesakitan.


"Arghh!"


"An!" panggil Jennie, saat melihat Aneeq kembali dan langsung menahan Lora yang ingin menyakiti dirinya.


"Lepaskan aku, Sialann!" jerit Lora merasakan tulangnya yang ingin patah.


"Katakan, tangan mana yang berhasil menyentuh bagian tubuh wanitaku!" ucap Aneeq dengan nada dingin, Lora meringis, dia merinding dengan suara berat itu. Terdengar sangat menyeramkan, menusuk indera pendengarannya.


"Aku tidak menyakiti wanitamu, justru dia yang malah menghancurkan hidupku!"


"Cih, kamu pikir aku tidak tahu? Aku yang membuat tikus itu bangkrut, kalau kamu ingin menyerang seseorang, harusnya aku yang kamu hadapi, sekarang katakan, tangan mana yang kamu gunakan untuk menyakiti wanitaku! Karena aku tidak memiliki toleransi, aku akan membalas siapa saja yang menyakiti orang-orang yang aku cintai, mau dia pria ataupun wanita!" jelas Aneeq semakin membuat lutut Lora gemetar, Michael sudah miskin, sekarang dia malah harus menghadapi pria gila seperti Aneeq.


"KATAKAN, SIALAN!" sentak Aneeq.


"Argh!"


Jennie sampai terkejut melihat kemarahan Aneeq. Tangan Lora bahkan hampir dipatahkan. Lora sudah menangis, tetapi dia masih bungkam. Hingga kemarahan Aneeq semakin memuncak.


"Kalau kamu tidak mau mengaku, kuanggap dua tanganmu ini tidak berguna lagi!"


Aneeq mendorong tubuh Lora, hingga wanita itu tersungkur di atas lantai. Tanpa belas kasih, Aneeq langsung menginjak salah satu tangan Lora yang digunakan untuk menyakiti Jennie.


"Argh, sakit!"


*


*


*


Deterjen : Thor, udah tamat belum si, kok gantung? Thor, pengen cerita Caka sama El lebih banyak. Thor, fokus aja cerita Aneeq sama Neng Jennie.


Ngothor : Sayang-sayangku, novel ini belum tamat yah. Ini masuk season dua, dan ngothor juga bagi cerita, antara cerita Aneeq dan Jennie, Caka dan El. Soalnya dari awal ngothor udah masukin dua orang itu buat tokoh pendamping, tapi masih tetep fokus ke pemeran utama kok, buktinya cerita Aneeq sama Neng Jennie lebih banyak. Semua ada porsinya. Ngothor selalu baca komen kalian, walaupun ga balas satu-satu, kalian mau ini, mau itu. Sebisa mungkin ngothor realisasikan. Iya, 'kan? Gue baik, 'kan?