
Pagi di sebuah rumah sakit, seorang pria menjenguk wanita yang sudah menemaninya dua tahun terakhir ini, akibat kecelakaan tempo lalu, mengharuskan sang wanita istirahat total dalam beberapa waktu.
Michael berjalan dengan membawa bunga kesukaan Lora, juga parsel buah-buahan untuk kekasihnya itu. Senyum kecil tersemat di bibir Michael, dia meraih gagang pintu dan ketika pintu rumah sakit itu terbuka, Michael dapat melihat Lora yang tengah memakan sarapannya.
"Sayang," rengek wanita itu, langsung memperlihatkan sisi manjanya di depan sang kekasih pujaan.
Tanpa segan pun Michael langsung menghambur memeluk Lora, dan meninggalkan kecupan di seluruh wajah wanita itu, termasuk di bibir.
"Kenapa baru datang? Aku merindukanmu," ucap Lora lagi, sambil melingkarkan kedua tangannya di leher Michael, sebelum menjawab Michael kembali mencuri kecupan di bibir Lora.
"Aku sibuk, Sayang. Kamu tidak ada, jadi aku harus bekerja ekstra, apalagi ada proyek baru yang akan perusahaanku garap. Maafkan aku yah," jelas Michael, meminta penegertian pada wanitanya.
Lora pun mengangguk, membuat Michael tersenyum. Ini yang dia suka dari Lora, wanita ini tidak banyak bertanya. Apalagi kalau Lora sudah memulai lebih dulu, Michael yang sedang kesal pasti langsung luluh.
Seperti saat ini, karena merasa rindu Lora menarik leher Michael agar mendekat, dan wanita itu menyatukan bibir mereka. Sebuah ciuman hangat yang beberapa hari tidak dia rasakan.
Suara decapan keduanya terdengar nyaring, saling mencecap satu sama lain. Hingga Lora teringat tentang perceraian Michael dan Jennie, wanita itu langsung menghentikan ciuman mereka.
Lora mendorong pelan dada Michael, dan pertautan itu pun terlepas.
"Ada apa, Sayang? Kenapa kamu melepaskannya? Biasanya minta terus," tanya Michael, sambil mengusap lembut bibir Lora dengan ibu jarinya. Pria itu duduk di sisi brankar, dekat dengan Lora.
"Bagaimana kabar perceraianmu dengan Jennie? Apa dia benar-benar sudah menceraikanmu?" tanya Lora, berharap urusan Michael dengan istrinya segera selesai. Agar pria itu cepat-cepat menikahinya, dan dia menjadi Nyonya Nathanael.
Mendengar itu, Michael langsung membuang pandangannya. Dia sedikit gusar untuk menjawab, karena pada nyatanya dia justru menolak perceraian itu.
"Mike!" panggil Lora, membuat Michael mengangkat kepala dengan gelagapan.
"Aaa tentang itu ...."
"Apa? Kamu benar-benar ingin bercerai dengannya, 'kan, Mike?" tanya Lora menuntut jawaban, tetapi bukannya menjawab Michael malah melengoskan wajah, membuat Lora tahu apa yang ada di otak pria itu, meski Michael tak bicara.
Lora merasa geram, dia tidak boleh tinggal diam, dia harus melakukan sesuatu.
Hingga akhirnya, dia menyuruh Michael pergi, rasanya sesak melihat pria ini ada di sini, sementara apa yang dia tunggu tidak memiliki kejelasan apapun.
Patuh, Michael pun akhirnya meninggalkan Lora, dia hendak mencium puncak kepala wanita itu lebih dulu, tetapi Lora menolak. Michael hanya bisa menghela nafas panjang, lalu dia benar-benar keluar.
Aku tahu, pada akhirnya kamu akan kalah, Jen.
Michael segera mengusap layar pintar itu, dan panggilan itu langsung terhubung. "Halo, Sayang. Bagaimana? Apa kamu sudah mendapatkan buktinya, aku rasa kamu tidak akan mendapatkan apa-apa. Karena kamu hanya milikku, Jen." Ujar Michael percaya diri, bahkan terkesan meremehkan.
Di ujung sana, Jennie berdecih merasa jijik. "Cih, aku menelponmu karena aku mau kamu berhenti untuk mengirimiku bunga sialan ini! Dan asal kamu tahu, cepat atau lambat, aku akan mendapatkan semuanya. Kamu jangan besar kepala, Mike! Karena akan ada orang yang membantuku untuk itu. Jadi tunggu saja, perceraian itu sudah ada di depan mata!" cetus Jennie, merasa risih dengan kehadiran bunga-bunga yang Michael kirimkan.
Kalau sudah seperti ini, otomatis Michael sudah tahu tempat tinggalnya yang baru, dan Jennie benar-benar merasa was-was tentang itu.
Mendengar jawaban Jennie Michael mengernyit, seketika otaknya berpikir keras siapa yang membantu wanitanya? Apakah itu Julie? Hah, akan sangat lucu sekali, jika dia hanya berhadapan dengan wanita itu.
"Hah, siapa dia? Apakah itu Julie? Bisa apa wanita itu? Akan aku pastikan kamu kalah, Sayang. Selamanya kamu hanya milikku!"
"Hah, jangan mimpi! Karena dia bukan Julie, tapi priaku yang baru!"
Michael langsung mendelik. "Apa katamu?"
"Sudahlah, tidak ada gunanya juga memberitahumu!"
Tep!
"Jen! Jennie!"
"JENNIE!"
"Ck, dasar sialan! Siapa sebenarnya pria yang membantunya?"
*
*
*
Kepo ah si Mike mouse 🤣🤣🤣