My Sexy Secretary

My Sexy Secretary
MSS 73


Jantung Jennie seperti ingin lepas dari sarangnya begitu mendengar ucapan Aneeq yang mengajaknya untuk menjalin sebuah hubungan. Wanita itu mendadak gamang, dengan dada yang terus meletup-letup.


Jennie membuang pandangannya ke arah lain, mencoba untuk memahami dirinya sendiri.


Tak dipungkiri bersama Aneeq dia memang mulai merasa nyaman. Namun, mengingat status perkawinannya yang belum sah bercerai, Jennie tidak mungkin langsung menerima pria lain, untuk mengisi kekosongan hati dan hidupnya.


Aneeq adalah pria yang nyaris sempurna, baik, kaya, penyayang, yah bahkan mungkin pria itu bisa saja kelebihan stamina untuk soal bercinta, mengingat betapa mesumnya pria satu ini saat berdekatan dengannya.


Namun, kali ini dia juga tidak bisa hanya memikirkan tentang dirinya saja, ada Ziel yang bahkan lebih dulu menyukai Aneeq. Menginginkan pria itu sebagai ayahnya.


Otak Jennie terus berpikir keras, tetapi dia tidak bisa menemukan jawaban apapun. Seolah hatinya belum kembali siap untuk menerima orang lain, setelah apa yang terjadi di dalam kehidupan percintaannya.


"An, aku_"


Aneeq memegang kedua tangan Jennie, hingga kedua pasang mata itu saling memandang satu sama lain. "Tidak perlu terburu-buru, aku akan memberimu waktu untuk memikirkan itu. Aku juga tidak mau disebut sebagai perebut istri orang, maka dari itu, aku akan membantumu untuk secepatnya bercerai dari Michael. Aku sudah memikirkan rencana untuk itu. Nanti biar Bee yang menangani kelanjutannya."


Ucapan Aneeq membuat Jennie merasa cukup lega, tetapi kini dia malah berpikir tentang rencana Aneeq, kening Jennie mengernyit. "Rencana apa, An?" Tanya wanita itu, Aneeq melingkarkan tangan Jennie di sepanjang lehernya, dan menatap wanita itu dengan uluman senyum.


Senyum yang terlihat menyebalkan di mata Jennie, dia makin tidak mengerti. Aneeq mengambil ponsel dari saku jasnya, membuka layar pintar itu dan memutar sesuatu. "Lihat ini, ini adalah bukti bahwa kamu diam-diam mengagumi senjataku."


Aneeq melipat bibir, menahan tawa. Sementara Jennie langsung melebarkan kelopak matanya. Dari mana Aneeq mendapatkan video itu.


Sial! Ini memalukan, Jennie melengos setelah melihat kelakuan bar-barnya saat menghajar Lora, apalagi saat terdengar dengan jelas kalimat yang terlontar dari mulutnya, kalimat yang membandingkan milik Micheal dengan milik Aneeq.


Tidak ada apa-apanya, tidak ada apa-apanya, tidak ada apa-apanya. Sepenggal kalimat itu terus terngiang-ngiang dalam otak Jennie.


Ternyata Aneeq tahu semuanya dari video ini. Cih, benar-benar siapa yang berani mengunggahnya, tidak ada kerjaan!


Aneeq terkekeh melihat wajah Jennie yang bersemu merah. "Aksimu keren juga yah. Sayang aku tidak melihatnya." Goda Aneeq mengikuti gerakan kepala Jennie yang terus menghindari tatapanya.


"Berhenti mengejekku, An. Aku tidak berbicara serius tentang itu."


"Oh ya? Jadi sebesar apa milik Michael? Apa mirip jari kelingkingku?" tanya Aneeq dengan kekehan keras, yakin kalau sebenarnya Jennie berkata jujur, tetapi malu untuk mengakuinya.


"Berhenti tertawa, An! Atau aku akan keluar," cetus Jennie, sumpah demi apapun dia sangat malu, ingin rasanya dia tenggelam ke dasar bumi, dan tak perlu bertemu Aneeq lagi.


Aneeq menahan tubuh Jennie yang hampir bangkit. Membuat wanita itu kembali duduk, tatapan mereka bertemu, Aneeq kembali tersenyum mengejek, dan hal itu dibalas dengusan kasar oleh Jennie.


"Kita belum membicarakan rencana yang sudah aku susun. Aku memberitahumu video ini, karena ingin kamu berpikir," jelas Aneeq. Semakin membuat dahi Jennie jadi mengerut. Kenapa pakai teka-teki segala sih!


"Kamu tidak sadar dengan ucapan selingkuhan suamimu itu? Dia ingin kalian cepat bercerai, itu artinya bukan hanya kamu yang menginginkan lepas dari Michael, tetapi dia juga. Kita bisa bekerja sama dengannya, untuk mendapat bukti yang lebih kuat, dia pasti memiliki semuanya, tentang perselingkuhan mereka."


Aneeq bicara panjang lebar, tentang rencana yang sudah dia susun semalam.


Jennie mencoba untuk mencerna semuanya, dan apa yang dibicarakan pria itu ada benarnya juga. Senyum Jennie tiba-tiba mengembang, dia bergerak kegirangan membuat bokong sintal itu semakin terasa di paha Aneeq.


"Kamu benar, An. Kalau begitu aku akan mencoba mengajaknya bertemu."


"That's right, dan tentunya jangan sampai tikus got itu tahu rencana kita."


Jennie mengangguk cepat, dia merasa perceraian itu sudah di depan mata. Bahkan saking senangnya dia langsung memeluk kepala Aneeq, hingga wajah pria itu terbenam di dadanya.


Hmppt!


Aneeq bagai terjerembap di lautan jelly rasa semangka, hingga dia tidak dapat bernafas dengan leluasa. Sementara Jennie terus menekan kepala pria itu tanpa sadar, mengungkapkan kebahagiaannya.


Hah, tidak apa-apa, An. Jarang-jarangkan kamu mendapat rejeki nomplok seperti ini dari Jennie.


*


*


*


Ngothor : Cinte, sayang, dibaca yeh, dibaca!


Jangan bikin gue nyap-nyap mulu soal update 🤣🤣🤣 Lebaran dah di depan mata, jadi gue kagak bisa apa itu crazy-crazy namanya, nyang ada gue crazy beneran nanti, kemaren kan gue udah bilang gue lagi goreng rengginang sama bikin biji ketapang.


Nah, sekarang udah selesai, dah gue taro juga di toples Kong Abian, tinggal ini nih, anak-anak uler pada minta baju lebaran. Ada yang minta kolorlah, koko, sarung, cuncat, Halah wes mbuh! Pokoknya banda-banda lebaran dah.


Gue sebagai emaknya python, yang udah punya cucu lima, tolong, tolong, tolong maklumi diriku yang lemah ini😩😩😩 Belum lagi tuh sarang laba-laba dah melambai-lambai minta dibelai, kek jalbayyy🙈


Deterjen : Bodo amat Thor, gue bosen nunggunya!


Ngothor : Ya sarohhh, minta dilelepin nih nyang begini, jangan sampe gue kesel yeh, terus keluarin semangka si Jennie 😤😤😤