My Sexy Secretary

My Sexy Secretary
MSS 139


Pelan, Jennie mengerjapkan kelopak matanya. Kepala wanita itu terasa berdenyut-denyut dengan rasa pusing yang mendera. Dia menatap sekeliling, tiba-tiba kedua netranya menangkap bayangan Aneeq yang tengah menggendong Ziel sambil mengulum senyum.


"Sayang, kamu sudah sadar?" tanya Aneeq mendekat dan langsung menggenggam tangan Jennie. Sementara Ziel sudah turun dan duduk di sisi ranjang.


"Mommy," panggilnya.


Jennie berusaha untuk duduk, Aneeq dengan sigap membantunya. Kelopak mata wanita itu melebar, hingga semua orang yang berkumpul di kamarnya dapat dia lihat dengan seksama. Dan wajah mereka terlihat sangat aneh. Sama halnya dengan Aneeq, semua orang juga terlihat sangat ceria.


Termasuk wajah Malvin dan Selena. Setelah mengetahui fakta bahwa Ziel benar-benar anak mereka. Mereka telah sepakat untuk membagi waktu Ziel dengan orang tua asuhnya.


Sementara Jennie benar-benar tidak mengerti dengan apa yang terjadi, seingatnya dia pingsan saat Aneeq membacakan hasil tes DNA milik Ziel dan Malvin.


"Sayang," panggil Aneeq, kali ini dia sudah ikut duduk di samping istrinya. Dia terus mengulum senyum, membuat Jennie berpikir keras. Kenapa Aneeq malah terlihat sangat bahagia?


"Ada apa sebenarnya, An?" tanya Jennie begitu penasaran.


Aneeq tak lekas menjawab, dia lebih dulu membenahi rambut Jennie ke belakang telinga dan menggabungkan tangan mereka bertiga. Sekali lagi, Aneeq tersenyum sumringah. "Ada kabar bahagia untuk kita."


Kening Jennie mengeryit. "Kabar bahagia? Maksudmu?"


Ziel terkekeh dengan mata yang beradu pandang dengan Aneeq. Mereka terlihat saling berkedip memberi kode, siapa gerangan yang akan menjawab pertanyaan wanita itu.


"An, jangan mempermainkanku!" ucap Jennie, membuat kedua pria itu menghentikan aksi mereka. Aneeq menatap Jennie dan mengelus satu sisi wajah istrinya. Tak lupa, dia juga meninggalkan kecupan di sana.


Aneeq tak langsung menarik diri, dia malah semakin mendekat untuk berbisik di telinga istrinya. "Ziel akan punya adik. Kamu hamil, Sayang."


Deg! Jantung Jennie seperti ingin lepas, dia menatap Aneeq yang tersenyum dengan bola matanya yang berkaca-kaca. Dia sedikit merasa tak percaya dengan ucapan suaminya. Namun, sebuah pekikan girang dari putranya, membuat dia menangis bahagia saat itu juga.


"An, aku?" tanya Jennie terbata, sumpah demi apapun dia sangat bahagia dengan berita yang didengarnya. Aneeq menganggukkan kepala, lalu melakukan tos dengan Ziel.


"Yeay, Mommy dan Daddy berhasil buat adik untuk Ziel!"


Sekali lagi, Aneeq mengecup wajah Jennie, sebagai bentuk rasa syukurnya. Sebab keyakinannya tentang keajaiban Tuhan, akhirnya terwujud juga. Mereka akan segera memiliki anak, setelah Ziel menemukan orang tua kandungnya.


"Selamat, Sayang. Kali ini kamu benar-benar akan menjadi seorang ibu. Ibu terhebat untuk anak-anak kita. I love you, Jen."


Tangis Jennie semakin pecah, dia langsung menghambur memeluk Aneeq, dan membawa Ziel bersamanya. Sungguh, kabar bahagia ini tidak ada duanya. Apa yang diucapkan Aneeq semuanya benar. Mereka akan menemui kebahagiaan, di dalam satu kesakitan.


"Aku sangat bahagia, An. Aku sangat bahagia," ungkap Jennie sesenggukan. Aneeq terus mengelus punggung Jennie dengan lembut, dan tak jarang memberikan kecupan pula. Akhirnya, tidak sia-sia dia jungkir balik menyemprotkan bisa Anacondanya di ladang semangka.


Melihat pemandangan manis itu, El jadi ikut terharu. Dia memeluk lengan Caka dan merengek pada suaminya. "Kakak jangan mau kalah. Nanti kita buat dedek bayi juga yah."


Caka tersenyum kikuk, merasa malu dengan ucapan istrinya. Namun, kalau tidak diiyakan El pasti akan marah-marah dan malah menolaknya saat bercinta. "Iya, Sayang, iya."


Sebuah jawaban yang membuat El tersenyum sumringah.


"Mommy juga punya kabar bahagia," ucap Zoya yang mana membuat semua orang langsung menatap ke arahnya. Tak terkecuali keluarga kecil yang tengah berbahagia itu.


Tiba-tiba Zoya menjadi sorotan, semua anak ularnya menatap dengan kening yang dipenuhi tanda tanya. Bee langsung buka suara, memberanikan diri untuk bertanya. "Kabar bahagia apa, Mom?"


Zoya tersenyum dengan rona merah di pipinya, lalu memeluk Ken dengan posesif. "Kalian akan punya adik juga." Setelah mengatakan itu, Zoya langsung menyembunyikan wajah di dada suaminya.


"WHAT?"


Tak hanya kelima anaknya yang terperangah. Akan tetapi Ken juga ikut menatap tak percaya. Pria paruh baya itu melebarkan kelopak matanya lengkap dengan mulut menganga. Sebab Zoya belum memberitahu kabar itu padanya.


"Baby?" panggil Ken, tetapi Zoya hanya menyembulkan sedikit wajahnya.


Ck, kalah start lagi aja ama orang tua. Batin ketiga jones yang belum menemukan pasangannya.


...TAMAT...


***


Gue juga punya kabar bahagia nih. Tapi sebelum itu ngothor mau bilang makasih buat semua reader yang udah ikutin cerita Abang An sama semangkanya sampai benar-benar selesai. Gue gak bakal ada apa-apanya tanpa kalian.


Cipokkk jauh yeh reader uler-uleran πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹


Dan jangan lupa, setelah ini kita akan beralih ke cerita Abang De, si dokter tampan yang bakal ketemu sama cewek bar-bar.


Mau tahu kisahnya?


Klik (Ikuti) di profil ngothor. Nanti insyaallah awal bulan udah ada notifnya❀️❀️❀️


Hatur tengkyu πŸ‰πŸ


Salam anu πŸ‘‘