
**Adegan iyup-iyup semangka**
Disarankan habis buka!!!
***
Berdiri selama dua jam, dengan kedua tangan yang memegang telinga, ternyata cukup membuat tubuh Aneeq kelelahan. Dia sama sekali tidak membantah ucapan sang ibu, karena kalau itu terjadi, pasti akan ada hukuman lain yang dia terima.
Aneeq berjalan ke arah kamarnya dengan kaki yang terasa pegal, sorot matanya sayu dengan pandangan mengabur, dia sudah benar-benar lelah, tetapi badannya lengket semua.
Akhirnya sampai di kamar Aneeq lebih dulu membersihkan diri, dia masuk ke dalam kamar mandi dan mengumpulkan air hangat di dalam bathtub.
Setelah menanggalkan semua pakaiannya, Aneeq mulai masuk ke dalam bak mandi tersebut. Dia juga sedikit menambah aroma terapi, untuk merilekskan tubuh dan indera penciumannya.
"Hah, hari ini benar-benar melelahkan," gumam pria tampan itu, seraya melipat ledua tangan, menjadikannya bantalan, sementara tubuh Aneeq sudah tenggelam dalam air.
Dia memejamkan matanya sejenak, menikmati semua rileksasi ini. Namun, ingatannya justru melambung tinggi, teringat pada saat di mana dia melakukan sesuatu pada Jennie.
"Jen, maafkan aku, aku hanya minta sedikit, tidak lebih," ucapnya kala itu, seraya kepalanya masuk ke dalam jas yang dia pakaikan pada tubuh bagian depan wanita itu.
Pelan-pelan Aneeq membuka kancing kemeja Jennie, gerakannya begitu halus, nyaris tak terasa. Hingga dua kancing terbuka, Aneeq langsung bisa melihat dua bongkahan yang selama ini memenuhi pikirannya.
Pria tampan itu meneguk ludah, buah dada Jennie masih terlihat sangat sintal, seperti tidak pernah menyusui, padahal wanita itu sudah memiliki seorang anak. Pikir Aneeq.
Aneeq benar-benar mengagumi pemandangan indah yang ada di depan matanya. Dia belum pernah melihat yang seindah ini, apalagi tubuh Jennie yang begitu proposional, ditambah wajah cantik wanita itu.
"Ah, sempurna. Jen, kamu cantik sekali," si ular sedang mengagumi ratu semangka, tanpa pikir panjang lagi Aneeq membelai lembut dua benda kenyal yang menyembul dari balik braa yang Jennie kenakan.
Hanya setengah yang tertutup, bahkan penyanggah itu nyaris tak mampu lagi untuk menampung, dan hal itu memudahkan Aneeq untuk menikmati semuanya.
Seketika tubuh Aneeq tersengat, pusat tubuhnya semakin menggeliat keras, meminta untuk dilepaskan. Apalagi saat pria itu dengan berani mengeluarkan pucuk dada wanita itu, Aneeq sudah mulai tidak waras, hingga perasaan takut tak ada lagi dalam kamusnya.
Dan beruntungnya, Jennie tak memberi reaksi apa-apa. Wanita itu senantiasa bergeming, hanya terkadang mengangkat alis sambil mendesis kecil, seolah menikmati apa yang Aneeq lakukan.
Oh my God, ini benar-benar gila, Jen. Semangkamu manis sekali.
Aneeq mulai menyesap dengan penuh penghayatan, satu tangan menumpu tubuh, sementara tangan yang lain berusaha mengeluarkan Anacondanya yang sudah menegang.
Kepala Aneeq menyembul dari jas yang dipakai Jennie. "Ca, tisu mana tisu?"
Orang yang dipanggil namanya langsung melemparkan apa yang Aneeq butuhkan tanpa menoleh ke belakang, dia hanya senantiasa mendengarkan musik, sementara spion tengah sudah dia belokan.
Bisa gila dia kalau mendengar dan melihat kelakuan bosnya.
Pantas El agresif sekali, kakaknya saja begini. Tapi sialnya aku malah menginginkan dia, seperti tidak ada wanita lain di dunia ini. Sebenarnya apa yang telah dia lakukan terhadapku? Apa aku dipelet?
Aneeq merasakan kenikmatan yang tiada tara, padahal dia hanya menggunakan tangannya untuk memanjakan si Anaconda. Namun, karena kegilaan Aneeq tidak tanggung-tanggung, pria itu menggapai tangan Jennie. "Jen, aku hanya ingin kamu menyentuhnya, hanya menyentuhnya."
Jennie yang terlelap begitu nyenyak tidak peduli apapun, dia terus memejamkan mata, sementara tangannya sudah bertengger di anaconda milik Aneeq.
"Shh, ini lebih dari cukup, Dear," ucap Aneeq, lalu menguluum kembali pucuk dada Jennie, Aneeq tidak ingin meninggalkan jejak, sehingga mulutnya tidak berkelana ke mana-mana. Dia hanya sesekali mengecup semangka ukuran 40 yang sebentar lagi akan menjadi miliknya.
Aneeq mendesaah nikmat, dia terus memancing hasratnya, hingga tak berapa lama kemudian, dia merasakan gelombang itu datang.
Bersamaan dengan itu, Aneeq tersadar. Dia sudah terlalu lama berada di dalam kamar mandi, bukannya cepat-cepat dia malah kembali membayangkan semangka milik Jennie.
"Ck, sialan! Malah bangun lagi!"
*
*
*
Dah flashdisk nya, mana kembang sama kopinya, tolong itu otak si Abang disirem, habis tuh mandiin pake kembang🤪🤪🤪