My Sexy Secretary

My Sexy Secretary
MSS 68


Setelah kepergian Caka, Ken melanjutkan kembali acara pijat memijat dengan sang istri. Di ruang tv, hanya ada mereka berdua, karena yang lain sudah masuk ke dalam kamar masing-masing.


"Dad, sepertinya Caka juga menyukai El yah?" tanya Zoya meminta pendapat suaminya, sekaligus mencari obrolan tentang anak-anak mereka.


Ken tampak berpikir, tetapi kedua tangannya tidak berhenti bergerak, memberi sentuhan lembut di kaki Zoya.


"Yah, Daddy juga lihat seperti itu. Tapi kita tidak perlu ikut campur dalam hubungan mereka, Baby. Caka walaupun dingin tapi perhatian juga pada El, semoga saja kelak putri kita mendapatkan orang yang bisa memahami sikap manjanya," balas Ken membuat Zoya mengulum senyum lalu mengangguk setuju.


Namun, detik selanjutnya wanita berkepala empat itu justru bergeming, pikirannya melalang buana, masih saja tidak percaya, kalau hubungan mereka akan sejauh ini, mereka sudah memiliki lima anak, semuanya sudah dewasa, bahkan sudah bisa menikah, sebentar lagi mereka pasti memiliki seorang cucu.


"Baby, kenapa kamu cuma senyum-senyum seperti itu?" tanya Ken, melihat Zoya yang tak merespon ucapannya. Sedari tadi wanita itu hanya senyum-senyum sambil melamun. Membuat Ken penasaran, apa yang sebenarnya wanita itu pikirkan.


Tiba-tiba Zoya menurunkan kakinya dari paha Ken. Membuat Ken menatap dengan lipatan kening, karena merasa heran. "Sayang, ada apa sih?"


Bukannya menjawab, Zoya malah menggeser duduknya, semakin rapat dengan Ken, tingkah wanita itu semakin aneh, Ken hanya bisa bergeming saat Zoya menyandarkan kepala di bahu, juga menggenggam tangannya.


"Aku masih tidak percaya, kita menikah dan memiliki banyak anak, bahkan mereka sudah dewasa, sebentar lagi kita akan punya cucu, Dad," ucap Zoya seraya menatap kakinya yang nangkring di kaki Ken.


Pria paruh baya itu mengulum senyum. Kalau sedang berduaan seperti ini, mereka pasti jadi ingat masa lalu, manis pahitnya mereka rasakan bersama, hingga akhirnya ada ujung bahagia yang menghampiri mereka.


Ken semakin mengeratkan genggaman tangannya pada Zoya, mengecup tangan yang penuh kekuatan ini dengan penuh sayang. "Terima kasih, Sayang. Ini semua berkatmu, dengan adanya kamu, aku bisa merasakan kebahagiaan ini. Tidak masalah kita akan memiliki cucu, sebanyak apapun usiamu, semua rasa cinta yang aku punya akan tetap sama, tidak akan berubah apalagi sirna. You are my first and last love."


Aaa...


Meleleh sudah hati wanita beranak lima itu, dia mengangkat kepala, pandangan mata Zoya jatuh pada pria tampan di sampingnya. Zoya tersenyum, Ken akan selalu menjadi pria yang membuatnya jatuh cinta setiap hari, meski sepahit apapun kisah mereka, nyatanya dengan pria satu ini dia menjatuhkan hatinya, jatuh sejatuh-jatuhnya.


"Me too. You are mine, you are my love, and you are my everything," ungkap Zoya, satu tangannya kini mengusap pipi Ken. Pipi yang ditumbuhi bulu-bulu halus berwarna hitam dan putih. Namun, percayalah Ken masih tetap tampan dan gagah di mata Zoya.


Dan satu hal yang perlu kalian ingat, bahwa sifat Ken tidak akan pernah berubah, hasratnya akan selalu terpancing bila menyangkut tentang istrinya. Jarak sekelumit itu dia pangkas dengan cepat, demi meraih benda ranum yang sudah ribuan kali dia sesap sejak 25 tahun yang lalu.


Dan rasanya masih tetap sama, membuat tubuhnya terbakar, aliran darahnya berdesir tak normal, juga hasrat yang naik hingga ke puncak ubun-ubun. Ken melumaat habis bibir Zoya, tenaganya sudah seperti jiwa muda jika sudah tentang bercinta.


"Kita ke kamar, nanti dilihat anak-anak," ucap Zoya dan Ken langsung menyeringai penuh.


Dia mengangguk lalu berbisik di telinga Zoya. "Sebelum punya cucu, kita wajib buat adik untuk si kembar dulu."


Bibir Zoya langsung mencebik, sementara Ken sudah terkekeh. Dia mengangkat tubuh Zoya untuk naik ke atas kamar, sampai di tempat peperangan, Ken langsung mengambil start, dia melempar tubuh Zoya ke atas ranjang, dan langsung membuka pakaiannya.


Tak berbeda dengan Zoya yang berada di atas sana. Semakin ke sini, wanita itu semakin berani. Tubuhnya kini polos tak berpenghalang, dia memberi isyarat dengan jarinya agar Ken mendekat, sementara tangan yang lain meremass salah satu buah kesukaan pria itu.


Ken semakin menyeringai, rajin berolahraga membuat tubuh Ken masih terlihat bugar. Dia langsung merangkak, menyerang Zoya hingga wanita itu berbaring di bawah kungkungannya.


Si gondal gandul ditoel hingga bergerak ke sana ke mari, wanita itu terkekeh puas, sementara Ken geleng-geleng kepala. Jangan salahkan dia, setelah ini akan dia pastikan Zoya mendesaah.


"Ah."


Suara itu langsung menggema, saat Ken menyesap puncak dada istrinya.


*


*


*


Silahkan trepeling masing-masing 🤣🤣🤣


Kemaren ada yang minta part Daddy sama Mommy, jadi ngothor bikinin, kurang bae apa coba? Padahal gue lagi sibuk goreng rangginang.


Selamat berbuka 🍉🐍