My Sexy Secretary

My Sexy Secretary
#25


"Kalau begitu saya permisi dulu tante, om Jack," pamit Zayn kepada orang tua Ovia lalu kemudian Zayn berjalan kearah ovia dan mencium kening wanita itu dan mengusap kepalanya. "Istirahat lah!" ucap Zayn dan pergi.


Seketika Ovia langsung kaget dan ngeblush karena tindakan Zayn di depan orang tuanya itu, nyonya Karin yang melihat tindakan Zayn itu tersenyum senang sedangkan tuan Jack hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya itu.


Kini diruang tersebut tinggal hanya mereka bertiga nyonya Karin menghampiri putrinya. "Sayang apa yang kalian lakukan kemarin malam?" tanya nyonya Karin penasaran.


Seketika wajah Ovia langsung memerah karena pertanyaan maminya itu ia pun memalingkan wajahnya. "Apaan sih mom!" jawab Ovia malu.


"Apa kalian melakukan nya?" tanya nyonya Karin penasaran dan berharap apa yang dipikirkannya terjadi.


Ovia langsung berdiri. "Udah ah mom aku capek mau istirahat dulu!" ucap Ovia dan langsung pergi ke kamarnya.


Nyonya Karin merasa kesal karena tidak mendapat jawaban dari putrinya lalu tuan Jack pun mengusap punggungnya untuk menenangkan istrinya itu. "Sudahlah lebih baik kita juga istirahat!" seru tuan Jack dan membawa istrinya ke kamar untuk istirahat.


Di perusahaan pagi-pagi Ovia sudah kesal oleh tingkah Zayn yang sedari tadi menelepon nya meminta Ovia untuk duduk diruangan nya sudah berapa kali Zayn menghubungi nya tapi Ovia tidak menanggapi nya karena sudah males menghadapi Zayn yang selalu ingin menempel bak perangko padanya.


Brakkk!!


Zayn membuka kasar pintu ruangan Ovia karena dia kesal sudah berapa puluh kali dia menelponnya tapi tidak di hiraukan oleh wanita itu Ovia yang sudah tau orang yang membanting pintu itu dan melihat ke arah Zayn dengan malas kemudian dia melanjutkan kembali melihat berkas di mejanya, Zayn pun langsung menghampiri wanita itu dengan cepat


Ia pun berdiri didepan meja Ovia dan menatap wanita itu.


"Kenapa kau tidak mendengar perintah ku?" Ucap Zayn kesal.


Ovia mengambil nafas berusaha untuk sabar menghadapi pria keras kepala itu. "Tidakkah kau lihat aku sedang banyak pekerjaan!" jawab Ovia jengah.


Zayn mengambil semua berkas yang ada dimeja Ovia kemudian dia menarik tangan wanita itu untuk ke ruangan nya.


Sampai diruangan Zayn menaruh berkas Ovia di meja kerjanya dan menyuruh Ovia untuk duduk disampingnya, Zayn sudah menyiapkan satu kursi untuk Ovia sebelumnya karena dia ingin wanita itu didekatnya.


"Zayn mejamu akan jadi sempit nanti lebih baik aku keruangan ku saja ya!" bujuk Ovia.


Tapi Zayn tetap tidak mengizinkan nya. "Aku tidak masalah meja ku kan luas baby!" jawab Zayn.


Oviapun tidak bisa membantah lagi dan hanya bisa membatin *kau tidak masalah tapi aku sangat masalah* batin Ovia kesal.


"Zayn lepaskan aku tidak bisa bekerja kalau kau begini terus!" kata Ovia kesal.


Zayn kemudian mengendurkan pelukannya.


"Apa begini sudah bisa?" tanya Zayn dan Ovia hanya mengangguk tidak menjawab.


Baru berapa menit Ovia merasa lega karena Zayn mengendurkan pelukannya kini Zayn membuat nya kesal lagi karena Zayn mencium lehernya sehingga dia merasakan geli dan tidak bisa bekerja dengan fokus, Ovia mendorong kepala Zayn untuk menjauh.


"Zayn kau jangan macam-macam atau aku akan pergi keruangan ku sekarang!" ancam Ovia.


Zayn pun langsung ciut dan menjatuhkan kepalanya di atas meja kemudian dia menopang dagunya dengan tangannya menatap Ovia yang sedang fokus bekerja. "Apa pria itu masih menghubungi mu?" tanya Zayn.


"Siapa?" Jawab Ovia singkat dan masih fokus pada kerjanya.


"Si brengsek asisten tuan Daniel itu!" jawab Zayn kesal mengingat kejadian saat dia makan bersama Ovia.


Ovia mengingat-ingat sejak kejadian itu Robert memang tak pernah menghubunginya lagi


Melihat Ovia yang sedang melamun Zayn pun langsung mencium bibir wanita itu sehingga membuat Ovia kaget. "Kau tidak boleh memikirkan pria lain baby!" ucap Zayn posesif.


"Aku tidak memikirkan siapapun Zayn!" jawabnya.


"Jawab pertanyaan aku tadi!" ucap Zayn.


"Robert tidak pernah menghubungi ku lagi sejak kemarin!" jawab Ovia.


"Jangan pernah menyebut nama pria manapun, aku tidak mengizinkan nya," ucap Zayn cemburu karena Ovia memanggil Robert dengan akrab, Ovia mengangguk pelan lebih baik turuti saja dulu pria itu pikirnya.


Bersambung~~~


Salam cinta untuk readers setiaku ;)


Happy reading tolong dukungannya ya.