
BUGH!
Tiba-tiba orang yang hendak merebut Ziel dari gendongan Jennie, tersungkur ke lantai. Disusul teriakan Aneeq yang begitu memekik telinga.
"Dasar badjingan!!! Beraninya pada perempuan, ke mari biar kuhajar kalian!"
Tanpa memberi jeda, Aneeq kembali melayangkan tinjunya, tetapi gerakan Aneeq ditangkis, dalam satu waktu pria yang datang sebagai pahlawan kemalaman itu langsung dikerubungi oleh tiga orang tersebut.
Jennie merasa terperangah, mendapati Aneeq yang tiba-tiba datang ke rumahnya. Namun, dalam hatinya pun ikut bersyukur, karena pria itu datang tepat waktu.
"Jangan besar kepala kamu, lebih baik kamu pergi, atau kamu akan habis di tangan kami!" ucap salah satu dari mereka menatap Aneeq begitu remeh, tetapi Aneeq justru terkekeh, seperti ia baru saja mendengar sebuah lelucon.
"Kita lihat saja siapa yang akan menang! Tidak perlu banyak bicara, penjahat kelas teri seperti kalian tidak akan ada apa-apanya. Let's go, keluarkan kekuatan kalian!" Aneeq menjilat ibu jarinya, lalu mengusap kepala.
Dia menyeringai lalu perkelahian itu pun kembali terjadi. Mereka saling adu jotos, beberapa kali tiga orang itu memekik, karena Aneeq memberikan tendangan dan pukulan yang sangat terasa.
Tulang belulang mereka seperti akan dipatahkan.
"Sialan!" maki salah satu dari mereka, lalu maju beberapa langkah dan kembali menyerang Aneeq.
Perkelahian itu berlangsung cukup lama, Aneeq mengeluarkan seluruh tenaganya untuk menghajar lawan, lebih tepatnya agar dia tidak tumbang, karena Aneeq hanya sendirian.
Kejahatan itu tampak begitu nyata, Jennie beberapa kali menjerit, saat para penjahat itu memukul Aneeq. Sementara Ziel terus memeluk lehernya dengan kuat.
Jennie membungkukkan badan berusaha membangunkan Elly. Untungnya wanita itu cepat sadar, membuat Jennie tidak terlalu kesusahan.
Dan tepat setelah itu, para penjahat mulai berlari kocar-kacir. Aneeq menendang bo*kong salah satu dari mereka, membuat pria itu menoleh. Lalu mengacungkan jari tengahnya.
"Fuckk!"
Aneeq tidak peduli, dia justru mengulum senyum di tengah-tengah deru nafasnya yang terdengar memburu. Lalu setelah itu, dia menatap ke arah Jennie, wanita itu sudah menangis, Aneeq mengambil alih Ziel, dan pria kecil itu langsung beralih memeluk Aneeq.
"Daddy, Ziel takut," ujarnya.
"Tenanglah, Boy. Semuanya sudah beres," jawab Aneeq sambil mengelus kepala Ziel, juga memberinya banyak kecupan.
"Tuan, terima kasih. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi kalau kamu tidak datang," ucapnya sambil sesenggukan. Dia semakin mengeratkan pelukannya, membuat Aneeq bisa merasakan dua semangka kesukaannya.
Namun, karena suasana sedang serius, Aneeq tidak mau membahas itu, baginya sudah cukup memberikan Jennie sebuah pelajaran. "Iya sama-sama. Aku sudah bilang padamu tentang ini. Lain kali menurutlah."
Satu tangan Aneeq ikut mengelus punggung Jennie, agar wanita itu tenang. Namun nyatanya derai air mata wanita itu semakin menderas, karena dia merasa bersalah, sudah meragukan kebaikan Aneeq.
"Sekarang ikutlah denganku ke apartemen. Di sini sudah tidak aman," ucap Aneeq lagi, dan kali ini Jennie langsung mengangguk. Dia juga takut, kalau orang-orang yang dianggap suruhan Michael akan kembali datang.
Aneeq tersenyum penuh kemenangan. Akhirnya Jennie kembali dapat dia taklukkan. Mereka semua akhirnya masuk ke dalam mobil Aneeq tanpa membawa apapun, karena Aneeq berjanji akan memindahkan semua barang-barang Jennie esok hari.
Sementara di lain tempat, ketiga orang bertopeng itu terus menggerutu di dalam mobil. Tubuh mereka terasa remuk karena Aneeq menghajar dengan sekuat tenaga.
"Dasar sialan! Dia bilang akan menghajar kita bohong-bohongan, tapi ternyata dia malah mengeluarkan kekuatan langit dan bumi!" gerutu Choco, sambil memegangi pinggangnya yang dihajar oleh Aneeq.
"Memang tidak bisa dipercaya, tubuhku sakit semua," timpal De pula, merasa ngilu pada pantatnya. Tak habis pikir Aneeq akan melakukan perlawanan secara brutal.
Sementara Bee tak dapat bersuara. Dadanya sakit akibat mendapat tinju yang begitu keras dari kakak sulungnya. Bernafas saja rasanya sangat susah.
"Kalau jantungku kenapa-kenapa, aku akan meminta kompensasi 5 milyar padanya," ucap Bee lemah.
*
*
*
Peres aja tuh si Anaconda 🤣🤣🤣
Ikuti terus kelanjutan si Babang Aneeq sama Neng jendes ya, dan jangan lupa vote, kembang, kopinya. Nanti di akhir kisah ngothor mau bagi-bagi cecuatu.
Salam anu 👑