My Sexy Secretary

My Sexy Secretary
Anaconda #8


Satu kantong plastik berisi rujak dari berbagai macam buah sudah ada di tangan Aneeq. Dia kembali menjalankan mobilnya menuju mansion untuk menemui istrinya yang sedang mengidam.


Dia mengesampingkan urusan pekerjaan demi bayi semangkanya agar tidak ileran. Jennie pasti sangat senang karena ia mendapatkan apa yang wanita itu inginkan.


Pukul 2 siang lewat beberapa menit, Aneeq sudah sampai di mansion. Dia segera memarkirkan mobilnya dan masuk ke dalam untuk menemui Jennie.


"Sayang," panggil Aneeq saat sudah naik ke anak tangga. Dia terus memanggil Jennie agar wanita itu lekas menyambutnya. Dan benar saja, mendengar suara pria yang dicintainya Jennie langsung keluar dengan senyum mengembang.


"An, kamu sudah pulang," ucap Jennie dengan kegirangan.


"Tentu saja, bukankah Baby Semangkaku ingin Daddy-nya pulang?" jawab Aneeq, dia mengulurkan pipi ke arah Jennie. Wanita itu langsung menyambutnya dengan antusias.


Cup! Satu kecupan melandas. Aneeq terkekeh sambil mengelus perut istrinya. "Aku bawa pesananmu, ayo masuk ke kamar."


Aneeq segera meraih tangan Jennie, untuk masuk ke dalam kamar mereka. Namun, Jennie langsung menahan lengan suaminya. "Kita makan di bawah saja."


"Kita makan di kamar saja, Sayang."


"Kenapa harus di kamar?"


Bukannya menjawab Aneeq malah terkekeh. Lalu mendekatkan wajah ke telinga Jennie. "Kita buat rujak yang lain." Bisik pria tampan itu, membuat Jennie mendengus.


"Tapi masih siang, An."


"Tidak ada bedanya, Jen. Mau siang mau malam. Main rujak-rujakan denganmu tetap enak."


Jennie tidak bisa membantah lagi, pipinya malah bersemu merah. Dia mengekor pada Aneeq yang sudah menarik lengannya untuk masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu agar tidak ada orang yang mengganggu mereka.


Keduanya duduk di sofa, Aneeq segera membuka bungkus rujak dan berniat untuk menyuapi Jennie.


"Buka mulutmu!" titah Aneeq, Jennie langsung patuh dan menerima suapan dari tangan Aneeq. Bersama pria ini dia benar-benar merasa dimanja.


"Bagaimana? Apa rasanya jadi lebih enak?"


"Iya, An. Rasanya sangat segar. Kamu memang yang terbaik," ucap Jennie memuji kesabaran Aneeq yang menghadapi tingkah kekanak-kanakannya.


Pria itu terkekeh. "Kalau mau memuji harus dengan hadiah dong, Sayang." Tangannya yang sangat ramah sudah bertengger di dada besar Jennie membuat wanita itu mengerti apa yang Aneeq inginkan.


"Makan dulu, An!" Jennie menepis tangan Aneeq hingga jatuh di atas pahanya. Pria itu malah semakin menyeringai. Sebuah sapuan lembut Jennie rasakan di antara pangkal pahanya, siapa lagi pelakunya kalau bukan Aneeq.


"Yang ini juga boleh," ucap pria tampan itu dengan terkekeh. Sementara satu tangannya lagi tak berhenti untuk menyuapi Jennie.


"Mesyum ke istri sendiri tidak masalah, Jen. Memangnya kamu mau suamimu ini mesyum ke orang lain?"


"Awas saja kalau berani, anacondamu akan habis di tanganku!"


Mendengar ancaman itu Aneeq terkekeh semakin keras. Rasanya dia ingin langsung menelanjangii Jennie dan bermain dengan brutal.


"Kalau begitu habisi aku sekarang juga," ucap Aneeq dengan suara pelan. Dia sudah menarik bahu Jennie dan membuka satu persatu kancing baju wanita itu.


"An!"


"Ayolah, Sayang. Aku dari luar kota, pulang hanya untuk kamu. Masa kamu tidak ada apresiasi apapun?"


"Kita bisa melakukannya nanti malam."


"Tapi anacondaku tidak bisa menunggu selama itu, dia juga lapar, ingin makan semangka," rengek Aneeq dengan wajah memelas. Bibirnya mengerucut membuat Jennie merasa gemas dan segan untuk menolak.


Akhirnya Jennie mengalah dia menghela nafas panjang dan memberikan apa yang Aneeq inginkan. "Aku milikmu."


Melihat itu, Aneeq langsung bersemangat. Matanya berbinar-binar dengan ludah yang terus keluar. Kapan lagi bisa main siang-siang?


Tanpa ba bi bu Aneeq langsung melahap salah satu buah kesukaannya. Sementara buah yang lain dia jamah menggunakan tangannya.


"Anhh!" Jennie mengeluarkan suara yang begitu merdu. Sementara tangannya sudah meremass kepala Aneeq. Hingga membuat hasrat pria itu semakin membara.


Tidak akan menjadi hal sulit bagi Aneeq untuk memancing lawan. Dia dengan begitu mudah membuang seluruh pakaian yang melekat, sementara mulutnya terus berputar-putar memberikan kenikmatan pada istrinya.


Dia membawa Jennie untuk berbaring di sofa, dan menjadikan wanita hamil itu berada di bawah kungkungannya.


"Sayang, pegang."


Tak banyak bertanya, Jennie langsung patuh pada perintah Aneeq, tangannya terulur untuk memegang benda panjang yang sudah menegang hebat. Seperti biasa Jennie akan bermain-main terlebih dahulu dengan benda itu sebelum Aneeq membawanya melandas ke medan pertempuran.


"An!" jerit Jennie, saat tubuh mereka sudah berhasil menyatu. Dia atas tubuh wanita itu, Aneeq mengulum senyum, dan tanpa mengulur waktu ia langsung menghentak tubuh Jennie hingga telinganya hanya mampu mendengar bunyi desaah.


***


Baby Semangka lagi dijenguk๐Ÿ™„๐Ÿ™„๐Ÿ™„