
Di dalam kamar Ovia merebahkan dirinya di atas kasur, dia tampak berpikir tentang perasaannya kembali saat tengah asyik berpikir tiba-tiba ponselnya berbunyi dan sebuah pesan masuk.
~ Haii, Ovia apa kabar? ini aku Robert.
Ovia pun tampak mengingat siapa Robert itu
*ada apa dia menghubungiku* batinnya.
~ Baik, ada apa tuan Robert? (balas nya pada Robert).
~ Tolong panggil Robert saja (balasnya).
~ Baiklah, ada apa Robert? (tanya nya kembali).
~ Apa besok malam kau sibuk? (Robert).
~ Tidak (Ovia).
~ Kalau begitu bisakah aku mengajak mu keluar? (Robert).
~ Ada apa emang nya, kalau tidak penting aku ingin istirahat (Ovia).
~ Masalah kerjasama ada yang ingin aku tanyakan padamu (Robert).
~ Baiklah, besok kirimkan alamat nya (Ovia).
~ Okay, sampai jumpa besok, good night (Robert).
Ovia langsung menutup ponselnya tanpa membalas pesan dari Robert dan wanita itu langsung terlelap dalam mimpinya.
Pagi harinya, Ovia menuruni tangga dan pergi ke ruang makan, seperti biasa dia menggunakan pakaian yang tertutup seperti perintah bossnya di meja makan Ovia duduk bereseberangan dengan momi nya.
"Sayang apa Zayn akan menjemputmu?" tanya nyonya Karin.
Ovia menghela nafasnya. "Tidak mi, aku akan berangkat sendiri," jawab Ovia.
"Kau jangan terlalu jual mahal sayang, dan juga jangan terlalu cuek bagaimana jika Zayn jadi berpaling darimu," seru nyonya Karin.
"Tinggal cari pria lain saja," jawab nya cuek, nyonya Karin pun kesal mendengar nya.
"Kau pikir gampang mencarikan mu pasangan," kesal nyonya Karin.
Sampai di kantor, Ovia tampak sedang fokus bekerja di ruangan nya dia mengecek satu persatu berkas di mejanya tak lama terdengar suara dering telepon.
Kriiiing!! kriiing!!
Ovia yang tahu siapa menelponnya pun mengangkat nya. "Ada apa!" tanya wanita itu.
"Keruangan ku sekarang baby!" jawab Zayn.
Ovia langsung menutup telponnya dan pergi ke ruangan Zayn di Depan pintu Ovia mengetoknya.
Tok!!tok!!tok!!
"Masuk!" suara seorang pria dari dalam Ovia pun masuk keruangan itu dan berjalan menuju meja Zayn.
"Sini!" ucap Zayn menyuruh Ovia untuk mendekat.
"Katakan saja aku tidak banyak waktu!" seru Ovia yang memang lagi banyak pekerjaan.
"Makanya kesini sebentar!" pintak Zayn kembali.
Ovia pun menghela nafasnya dan berjalan ke arah Zayn sekarang dia berdiri di samping laki-laki itu. " Apa?" ucap nya.
Zayn pun langsung menarik tangan Ovia sehingga dia duduk di pangkuan nya, Ovia pun kaget dia berusaha ingin berdiri tapi Zayn menahan nya. "Jangan bergerak baby nanti ada yang bangun!" kata pria itu.
Ovia pun melihat pria itu. "Bangun? Apa maksud mu!" tanya Ovia bingung.
" Adik kecil ku baby!" jawab Zayn sembari mengarahkan tangan wanita itu ke kejantanan nya, Ovia pun langsung terkejut.
"Dasar mesum, lepaskan aku mau pergi!" bentak Ovia seraya memukul-mukul dada pria itu, Zayn pun menangkap tangan wanita itu dan mencium nya. "Ssssstttt diam atau aku makan kau sekarang!" ucap Zayn menggoda Ovia.
Ovia pun diam mendengar ancaman pria itu
"Kau temani aku disini dulu, karena aku sangat merindukanmu," ucap Zayn seraya membelai rambut Ovia.
Akhirnya Ovia duduk di pangkuan Zayn selama bekerja sampai makan siang pun mereka makan bersama di ruangan itu, Zayn dan Ovia sempat berdebat karena Zayn tidak mau makan kalau tidak satu piring dengannya Ovia yang waras pun mengalah dan pada akhirnya Zayn dan Ovia makan di tempat yang sama, Zayn benar-benar merasa senang bisa makan satu tempat dengan wanita itu.
Bersambung ~~~
Happy reading tolong dukungannya ya.