My Sexy Secretary

My Sexy Secretary
MSS 86


Setelah kepergian Ziel, Jennie dan Aneeq saling pandang. Begitu sadar Jennie mendorong dada Aneeq, tetapi pria itu masih mempertahankan posisinya. Mengungkung tubuh Jennie, membuat wanita itu tak dapat lari ke mana-mana.


"An, menyingkirlah!" cetus Jennie seraya menutupi dadanya yang tumpah ruah. Sekarang dia sedang tidak punya muka di depan Ziel, dan dia tidak mau menambahnya dengan melanjutkan kegiatan gila itu.


"Dear, apa kamu tidak dengar apa yang Ziel bilang? Dia memberi kita izin untuk melanjutkan kegiatan ini," balas Aneeq kukuh, dia sedikit menindih tubuh Jennie.


Wanita itu memekik tertahan. "Tapi aku tidak mau!" ujarnya dengan membuang wajah.


"Hei, ada apa? Kenapa malah menolakku?"


Jennie terlihat gelagapan, tidak munafik dia memang suka sentuhan Aneeq. Namun, hubungan mereka belum sejauh itu, dia masih saja ingin memastikan bahwa perasaan ini bukanlah tabu. Dia tidak ingin kecewa, apalagi kalau sampai Aneeq pergi meninggalkannya di saat ia sudah jatuh cinta.


"Kamu belum percaya padaku? Hem?" tanya Aneeq dengan tatapan menelisik, ingin mencari jawaban dari mata Jennie.


Benar, wanita itu masih terlihat ragu dengan perasaannya, dan Aneeq tidak bisa memaksa. Yang ada Jennie akan semakin menjauh darinya.


Aneeq menarik nafas dalam-dalam, dia bangkit dari atas tubuh Jennie dengan wajah sedikit kecewa. "Baiklah, kalau kamu masih tidak percaya. Besok, aku akan perlihatkan kegilaanku untuk memilikimu." Ucap pria tampan itu, lalu menjauh dari sisi ranjang.


Aneeq mengambil satu bungkus rokok seraya melangkah ke arah jendela. "Bersiaplah, aku tunggu di sini." Tiba-tiba nada bicara Aneeq terdengar dingin, Jennie terus menatap punggung kekar itu dengan rasa bersalah.


Namun, dia tidak ingin gegabah. Kalaupun Aneeq memang benar-benar mencintainya, pria itu tidak akan mungkin lari begitu saja.


*


*


*


Sementara di bumi belahan lain, El baru saja sampai di kediaman rumah keluarga Liem. Wanita bak barbie hidup itu turun dari mobil, kakinya bergerak kecil-kecil menunjukkan rasa gemas, karena merasa tak sabar untuk bertemu pria pujaannya.


"Nona, apa saya perlu menunggu?" tanya si supir, El langsung menggeleng, kalau pria paruh baya itu menunggu dirinya, Caka pasti tidak akan mengantar ia pulang ke rumah.


"Tidak perlu, aku akan lama di sini, jadi kamu pulang saja," jawab El, tanpa menunggu supir pribadinya bicara, El sudah melangkah untuk masuk ke dalam rumah.


Setelah mengetuk pintu tiga kali, akhirnya El bisa masuk, dia disambut oleh Siska—ibu dari Caka.


"Selamat malam, Mami Mertua," sapa El seraya menyalimi tangan Siska, kemudian mereka melakukan cipika-cipiki, bersamaan dengan itu Ron keluar dari kamar, melihat siapa yang datang, pria paruh baya itu tersenyum lebar.


"Lho, El datang dengan siapa?" tanyanya.


"El datang sendiri, Papi Mertua," jawab El dengan tersenyum sumringah.


Supaya pria cap es balok itu bisa merasakan apa itu cinta dan bercinta, jangan pikirannya itu hanya bekerja, bekerja, dan bekerja.


"Pas sekali El, Mami baru saja selesai memasak makan malam, jadi kita bisa makan sama-sama, Mami panggil Vita sama Caka dulu yah," ujar Siska di saat mereka melangkah secara bersamaan menuju meja makan.


Siska pamit hendak memanggil anak-anaknya, tetapi baru saja melangkah El langsung mencekal pergelangan tangan calon ibu mertuanya.


"Mami, boleh tidak kalau El yang panggil Kak Caca," pinta wanita cantik itu dengan menunjukkan wajah yang menggemaskan.


Siska tersenyum lalu mengangguk. "Tentu saja boleh, kalau begitu biar Mami panggil Vita."


Setelah mendapat izin dari Siska, tanpa banyak kata, El langsung melangkah menuju kamar Caka. Sementara di dalam sana, Caka sedang membersihkan tubuhnya. Sepulang dari kantor dia ketiduran, begitu bangun ternyata hari sudah gelap, tanda malam mulai menjelang.


Caka mengguyur seluruh tubuhnya yang dipenuhi busa, ia menyugar rambut, lalu menyambar handuk. Pria tampan itu keluar dengan melilitkan benda tersebut di sepanjang pinggangnya.


Caka sama sekali tak merasakan kehadiran El di kamarnya, dia melangkah ke arah lemari, mengambil satu kaos rumahan dan juga celana kolor.


Karena merasa tidak ada siapa-siapa, Caka main buang handuk ke sembarang arah. Membuat wanita yang sedang berbaring di belakang sana langsung berkedip-kedip, lalu membuka matanya dengan sempurna.


"Astaga, apa aku sedang mimpi indah?" gumam El sambil menelan ludah.


*


*


*


Indah pokoknya 🤪🤪🤪


Barbie El💕



Kak Caca🐉



SELENGKAPNYA HANYA ADA DI IG NGOTHOR


@NITAMELIA05 🍉🐍