My Sexy Secretary

My Sexy Secretary
#14


"Kalau begitu lepaskan tanganmu dulu ,aku ingin bekerja , supaya aku bisa berpikir dengan tenang jika pekerjaan ku sudah selesai!" bujuk Ovia supaya pria itu melepaskan genggamannya.


"Kapan kamu akan selesai berpikir?" Zayn bertanya dengan raut wajah sedih.


"Hmmm aku tidak bisa memastikan nya tapi kalau aku sudah mendapatkan jawabannya maka aku janji akan langsung mengatakannya padamu," mendengar itu Zayn pun merasa sedih karena dia takut wanita itu akan melarikan diri darinya.


"Baiklah, kau sudah berjanji maka tidak boleh mengikarinya," Zayn melepaskan genggamannya dan berdiri, Ovia pun ikut berdiri.


Greeppp!!


Zayn memeluk Ovia dengan erat se akan takut kehilangan wanita itu. "Aku mohon jangan pergi dariku," ucap Zayn dan ovia pun membalas pelukan nya. "Akan aku usahakan jadi biarkan aku berpikir dulu." Ovia berucap dengan lembut untuk menenangkan pria itu.


Setelah itu Ovia pun kembali keruangan dan menutup pintunya, Ovia pun langsung memegang jantung nya yang sedari tadi berdegup dengan kencang saat bersama Zayn "Bagaimana ini, aku sudah tidak bisa lari lagi dari nya!" gumam wanita itu.


Tapi tiba-tiba ponsel wanita itu berbunyi.


~Kita nanti mau makan siang di restoran depan apa kau mau ikut? (sebuah pesan masuk dari sahabat nya).


~Baiklah kalian pesankan dulu saja nanti aku akan menyusul (balas Ovia).


Ovia pun tiba di restoran dan menuju tempat sahabatnya, kedua sahabatnya pun melihat kedatangan Ovia. "Ada apa kenapa wajahmu terlihat muram," Diara bertanya kepada sahabatnya itu.


"Mungkin pekerjaan dia lagi menumpuk!" sela Rachel sambil meminum minuman nya, Ovia menghela napasnya dengan lesu.


"Lebih buruk dari yang kalian pikir!" Ovia menunduk kan kepalanya sampai menyentuh meja, kedua sahabatnya pun langsung mendekati nya dan menenangkan wanita itu.


"Ceritakan lah apa masalahmu, siapa tau kita berdua bisa bantu!" Rachel mengusap kepala wanita itu.


"Apa yang harus aku lakukan hikss!" terdengar suara isakan tangis dari wanita itu.


"Dia ingin aku menjadi kekasihnya hiks!" tangis Ovia pun pecah.


"Zayn seo kita hiks." Ovia masih dengan isakan nya, mendengar itu kedua sahabatnya pun langsung kaget.


"Apa!!" Rachel dan Diara kaget bersamaan.


Ovia pun mendongak menatap kedua sahabatnya itu dengan mata yang sudah dipenuhi oleh air mata. "Aku harus bagaimana?" Ovia bertanya dengan wajah sedihnya.


"Gila, loh beruntung banget vi," ucap Rachel excited dengan sedikit berbisik supaya tidak ada yang mendengar.


"Aku tidak bisa hiks," wanita itu kembali terisak, seketika kedua sahabatnya itu langsung memeluknya.


"Apa kau masih mengingat nya?" Diara berkata dengan pelan.


"Aku takut!" jawab Ovia sedih.


"Aku sarankan kau untuk mencoba membuka hatimu untuk orang lain kau tidak bisa Selalu mengikat dirimu pada masa lalu vi," ucap Diara pelan seraya mengusap punggung tangan sahabat nya itu.


"Iya vi, dan itu semua bukan salahmu kau juga seorang korban dulu, sudah cukup kau menyiksa dirimu selama ini, Laura pasti sedih melihat mu di atas sana!" sambung Rachel membujuk Ovia untuk belajar membuka hatinya.


"Tapi aku tidak tau apa aku menyukai nya juga apa tidak!" jawab Ovia senduh dan bimbang.


"Begini Vi, apa kau merasakan sesuatu yang berbeda dari Zayn yang tidak dapat kau rasakan pada orang lain?" tanya Rachel kepada Ovia.


Wanita itu pun mengangguk pelan. "Aku tidak tau tapi saat aku di dekatnya jantung ku berdebar dengan begitu cepat yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya!" jawab Ovia bingung.


"Itu tandanya kau juga menyukainya Vi, kau pikir kan lagi baik-baik tentang perasaan mu yang sebenarnya!" jelas Diara memberikan saran kepada sahabatnya, Ovia hanya mengangguk pelan.


Bersambung ~~~


Happy reading tolong dukungannya ya.