
Nafas Jennie tersengal-sengal dengan getaran yang membuat lututnya terasa lemas saat Aneeq berhasil mengeluarkan jarinya. Dada wanita itu naik turun membuat Aneeq merasa gemas. Pria itu mengecupi dada Jennie yang tumpah ruah, sementara Jennie masih mengatur nafasnya.
"Kamu gila!" maki Jennie seraya memalingkan wajahnya yang memerah. Sedari tadi dia terus mendesaah tertahan, akibat ulah Aneeq.
Sesuatu yang sudah lama tidak dia dapatkan, kembali merasuk ke dalam jiwanya. Aneeq berhasil membuatnya melayang hanya karena bantuan jari pria tampan itu.
"Tapi kamu terlihat lebih cantik, Jen. Aku suka wajahmu saat pelepasan tadi," ucap Aneeq semakin membuat Jennie merasa tak punya muka. Pria itu terkekeh lalu mengambil tisu untuk membersihkan jarinya.
"Dasar jahat! Kamu jahat, An," rengek Jennie berusaha bangkit dari ranjang, ia berlari mengambil handuk yang teronggok tak jauh darinya. Wanita itu mendengus kasar sambil melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya sekali lagi.
Sementara Aneeq hanya bisa terkekeh melihat kelakuan Jennie. Tak bisa mengelak, adik kecil milik Aneeq ikut bangkit. Namun, dia tidak akan segila itu untuk membuahi Jennie di saat mereka belum menikah.
Apalagi ada kedua orang tuanya di luar sana.
Aneeq menunggu Jennie sambil menyiapkan dress yang akan wanita itu kenakan. Sebuah dress berwarna merah pemberian Zoya.
Tak berapa lama kemudian Jennie sudah keluar. Tatapan wanita itu masih terlihat tidak ramah terhadap Aneeq, dia berjalan begitu saja untuk mengambil pakaian dalaamnya, lalu masuk ke ruang ganti.
"Sayang, cepat sedikit. Semua orang sudah menunggu kita," ucap Aneeq dengan santai, dia duduk di sisi ranjang sambil memperhatikan ruangan yang menyembunyikan tubuh Jennie.
"Cih, ini semua gara-gara kamu An!" jawab Jennie dengan bibir mencebik. Andai Aneeq tidak mengajaknya main semangka-semangkaan. Mungkin dia sudah selesai berdandan. "Bawa bajuku ke mari!" Sambung Jennie, meminta Aneeq untuk mendekat, karena dia tidak mau keluar lagi.
Aneeq tersenyum simpul, dia meraih dress Jennie dan melangkah mendekati wanita cantik itu. "Apa kamu memerlukan bantuanku?" Tanya Aneeq sambil melongok.
"Tidak sama sekali!" cetus Jennie sambil menyambar kasar dress di tangan Aneeq.
Pria itu terkekeh dan dengan setia menunggu Jennie sambil berdiri. Aneeq memerhatikan kamarnya yang sudah beberapa hari ditempati oleh wanita yang dia cintai, hingga pikiran mesumm kembali memenuhi otaknya. Ah, dia ingat jelas saat Jennie mendesaah. Apalagi saat Aneeq mencicipi semangka kesukaannya.
"An," panggil Jennie, membuat lamunan Aneeq buyar.
"Hem, apa sekarang kamu membutuhkan bantuanku? Dengan senang hati, aku akan melayanimu," balas Aneeq dengan semangat yang menggebu.
"Ish, bukan!"
"Ada apa, Sayang?"
"Eum itu ...." Jennie terlihat ragu untuk memberitahu Aneeq. Namun, kalau dia tetap diam, maka semuanya tidak akan pernah selesai.
"Itu apa?"
"An, berjanjilah untuk tidak tertawa."
Aneeq mengerutkan kening, merasa curiga. "Kenapa?"
"Janji dulu!"
"Iya aku janji, Sayang. Aku tidak akan tertawa, memangnya kenapa?"
"An, dress Mommy-mu susah masuk ke tubuhku. Lingkar dadanya terlalu kecil, bagaimana ini?" jelas Jennie dengan rengekan yang terdengar lucu.
Mendengar itu, tawa Aneeq tiba-tiba pecah. Jennie keluar dan memperlihatkan tubuhnya yang dibalut dress berwarna merah, dress yang hanya sampai di atas perut menuju dada. "An, kamu janji tidak akan tertawa!" Jennie semakin merengek dengan bibir yang mencebik.
"Aduh, Sayang. Bagaimana aku tidak tertawa? Semangka kesukaanku ini memang berbeda dan sangat langka. Setelah ini aku akan membuat pabrik khusus untukmu, di sana hanya akan ada pakaian dewasa dengan ukuran empat puluh," ucap Aneeq menggoda.
Dengan langkah cepat Jennie menghampiri Aneeq dan langsung memukuli tubuh pria tampan itu. "Kenapa malah meledekku?"
Aneeq menghalau pukulan Jennie dengan kedua tangannya, sementara mulut pria itu tidak berhenti tertawa. "Ampun, Sayang. Tapi aku tidak bercanda. Aku benar-benar akan membuatkannya untukmu."
"Membuatkan apa?" sentak Jennie.
"Membuatkan pabrik bikinii, supaya kamu tidak usah pakai baju."
"ANEEQ!!!" pekik wanita cantik itu sambil melayangkan tangannya, siap untuk menghajar sang pria.
"Ampun Ratu!"
Ratu Semangka. Tambah Aneeq di dalam batinnya sambil tertawa.