
(Iya seperti inilah penampilan Ovia sekarang).
"Kenapa kau menggunakan pakaian seperti itu lagi, bukankah aku sudah melarang mu," ucap nya kesal Zayn benar-benar tidak rela melihat Ovia berpakaian **** dan dilihat oleh orang lain, tapi Ovia malah bersifat cuek dan melipat tangannya di dada.
"Aku menuruti perintah mu karena itu di perusahaan tapi sekarang bukan jam kerja jadi anda tidak ada hak mengatur hidup saya!" Zayn semakin kesal mendengar jawaban dari Ovia.
"Ganti pakaian mu sekarang!" Zayn menekan perkataannya.
"Baiklah aku akan mengganti pakaian ku dengan piyama tidur, jadi silahkan anda kembali tuan dan saya akan beristirahat hari ini." Ovia menjawab dengan lembut dan tersenyum manis, membuat Zayn kesal melihat nya.
"Ckk cepat kau naik!" Zayn membukakan pintu untuk Ovia dan dia hanya bisa mengalah karena tidak mau rencananya menjadi gagal.
Di dalam mobil hanya ada keheningan karena Zayn masih nampak kesal berbeda dengan Ovia yang merasa biasa saja dan bodo amat tapi tiba-tiba Ovia bertanya kepada Zayn.
"Pak emangnya kita mau kemana?" Ovia bertanya karena Zayn sebelumnya tidak mengatakan akan kemana mereka pergi.
"Kita akan mengelilingi kota Bern (ibu kota swiss)!" Zayn menjawab dengan mata fokus ke depan.
"Apa kau sudah sarapan atau kita langsung makan siang saja." Zayn melanjutkan perkataan nya dan kali ini dia melihat ke arah Ovia dan Ovia pun melihat ke arah Zayn.
Deghhh jantung Ovia berdetak dengan tiba-tiba dan langsung mengalihkan pandangannya ke depan. "Iya sebaiknya kita sarapan dulu karena dari pagi tadi aku juga belum makan pak!" wajah Zayn kembali muram saat Ovia memanggil nya dengan sebutan pak.
"Tidak usah formal kepada ku kita kan diluar jam kerja jadi panggil aku Zayn saja." Zayn tidak suka kalau Ovia bersikap formal kepadanya.
"Tidak pak, menurut saya itu tidak sopan jadi saya akan tetap memanggil anda 'pak'!" Ovia tidak mau jika ada kesalah pahaman nantinya.
"Ehh apa-apaan anda, seenaknya saja memaksa orang!" Ovia kesal karena Zayn memaksanya untuk bersikap non formal.
"Jadi mulai sekarang kau harus bersikap non formal kepada ku sayang." Zayn menggoda Ovia sehingga membuat Ovia blush dan sebal kepada nya.
"Baiklah saya akan bersifat normal jika di luar kantor!" pasrah Ovia.
Zayn tersenyum senang mendengar nya karena dia bisa selangkah lebih dekat dengan wanita itu.
Sampai di restoran Zayn turun terlebih dahulu untuk membukakan pintu untuk Ovia setelah Ovia turun Zayn melepaskan jaketnya dan memakaikan nya kepada Ovia, perlakuan Zayn yang seperti itu membuat Ovia kaget.
"Heii kau kenapa memakaikan nya kepada ku?" tanya Ovia heran.
"Aku tidak suka tubuh mu dilihat orang lain!" seketika Ovia langsung terdiam mendengar ucapan Zayn.
"Ayo," ucap Zayn lembut seraya melingkar kan tangannya ke pinggang Ovia.
Wanita itu masih bingung ia hanya bisa menurut seakan terhipnotis dengan perlakuan Zayn,sesampainya di meja makan Zayn menarik kursi dan mempersilahkan Ovia untuk duduk, Zayn duduk di hadapan Ovia dengan meja sebagai pembatas mereka.
"Selamat siang, silahkan tuan dan nyonya mau memesan apa?" tanya seorang pelayan restoran.
"Kamu mau makan apa?" lagi-lagi Zayn berucap dengan sangat lembut kepada Ovia, membuat wanita itu bingung dan heran.
Bersambung ~~~
Happy reading tolong dukungannya ya.