
Setelah Jennie sudah merasa tenang, Aneeq ikut membantu wanita itu untuk mengusap bekas air matanya, Jennie terlihat menghindari tatapan mata Aneeq, membuat pria itu merasa lucu.
Sudah dewasa, tetapi Jennie terlihat seperti anak kecil yang menggemaskan. Apalagi kalau sudah menyangkut semangka, bawaannya Aneeq ingin mencubitnya saja.
"An, biar aku saja," ucap Jennie sambil merebut tissue dari tangan Aneeq. Akan tetapi Aneeq tidak mau mendengar ucapan Jennie, dia malah mengelap hidung wanita itu, seolah ada ingus yang keluar dari sana.
"Diamlah, itu ingusmu keluar!" ucap Aneeq, membuat wajah Jennie langsung merah padam, karena merasakan malu yang luar biasa, kenapa pria ini jujur sekali sih, lagi pula apa Aneeq tidak jijik?
"Ish, makanya biar aku saja!" cetus Jennie, merebut tissue itu dan menyumpal hidungnya. Sementara Aneeq sudah terkekeh, dia hanya bercanda, tetapi Jennie malah menanggapinya begitu serius.
"Galaknya kumat, tapi kok tetep cinta," goda Aneeq. Semakin membuat pipi Jennie bersemu merah, tetapi bukan Jennie namanya kalau dia diam saja, dia langsung memukul dada Aneeq dengan keras, membuat pria itu mengaduh.
"Aduh, sini kamu!" Aneeq menarik lengan Jennie, wanita itu sontak saja mendelik.
"Mau apa kamu, An?"
"Gantian memukul dadamu! Kali ini aku akan membalasnya," cetus Aneeq dengan seringai penuh. Tak lupa juga tangan yang sudah bersiap untuk memberikan pukulan manja di dada wanita itu.
Jennie semakin mendelikkan matanya, dia mendorong Aneeq hingga pria itu menabrak pintu mobil, sementara ia langsung menghalangi dadanya dengan kedua tangan. "Jangan mesum kamu!"
Aneeq sedikit meringis, tetapi dia tidak menyerah untuk menggoda janda berdada besar ini. "Siapa yang mesum? Aku hanya ingin melakukan timbal balik, kamu memukul dadaku, jadi aku juga ingin memukul dadamu, apa itu salah?"
"Ck, An!" pekik Jennie, dia melirik Caka yang tampak tidak peduli, sementara Aneeq semakin menunjukkan wajah mesumnya.
Jennie semakin beringsut, pria ini memang berbahaya kalau sudah dipancing pakai semangka. Lain kalau sedang serius, Jennie seperti merasakan kepribadian ganda.
Tangan Aneeq sudah melayang di udara, melihat itu, Jennie membulatkan kedua matanya, ingin sekali dia menendang Aneeq, tetapi dia malah bungkam saat pria itu malah memeluknya.
"Peluk saja deh, pukul-pukul dadanya nanti kalau sudah sah, biar puas akunya," ujar Aneeq sambil cekikikan. Jennie hanya bisa melongo mendengar ucapan Aneeq, dia tak habis pikir dengan tingkah pria satu ini, kadang menyebalkan, kadang membuat nyaman, dan tak jarang membuat dia merasakan kerinduan, saat Aneeq menghilang.
"Lepaskan aku, An! Apa-apaan sih kamu ini?" cetus Jennie sambil meronta, padahal dia juga senang, tetapi gengsi saja untuk mengakuinya.
"Kenapa, Jen? Kamu malu yah dengan Caka?"
Yang punya nama langsung melirik lewat kaca spion, dan kembali bersikap acuh. Dia hanya fokus menyetir, dan tak mau peduli dengan apa yang terjadi di kursi belakang.
"Harusnya aku yang tanya, apa kamu tidak malu pada asistenmu?"
"Malu apa? Aku bahkan pernah memakan semang_"
Aneeq langsung menghentikan ucapannya, dia menatap Jennie yang sudah memasang telinga, hampir saja dia keceplosan bicara tentang dirinya yang pernah memakan semangka di saat ada Caka.
"Memakan semang apa?" tanya Jennie dengan kening mengernyit, ingin Aneeq melanjutkan kalimatnya.
"Bukan apa-apa!"
"Aku bilang bukan apa-apa."
Jennie mengangkat salah satu sudut bibirnya ke atas. "Cih, aku tahu. Kamu pasti pernah berbuat mesum di depan Asisten Ca, 'kan? Siapa wanita itu? Sekretaris lamamu? Apa wanita itu memiliki dada yang lebih besar dariku?" Tanya Jennie sinis, entah kenapa dia malah kesal dengan segala pemikirannya.
"Hei, apa yang kamu pikirkan?"
"Kamu tidak bisa mengelak, An! Kamu pasti sering melakukannya, mengingat kemesumanmu itu di atas rata-rata!"
"Itu tidak benar, Jen!" elak Aneeq sambil melirik Caka yang sudah tersenyum meledek.
"Cih, aku tidak percaya! Mulutmu itu penuh bualan, apa kamu juga menjanjikan pada mereka sebuah pernikahan?"
"Jen!"
"Pasti iya, 'kan? Tapi mereka malah ditinggalkan?"
"Jen, dengarkan aku!"
Jennie menepis tangan Aneeq. "Tidak mau, kamu itu sama saja, suka main-main dengan banyak wanita." Ketus wanita itu, membuat Aneeq tiba-tiba merasa kesal.
"Jen!"
"Apa?"
"Wanita itu adalah kamu!"
Jennie langsung terdiam, maksudnya wanita itu adalah kamu itu apa? Tubuh Jennie membatu, dia melirik Aneeq sedikit, tetapi Aneeq segera menarik tangan Jennie hingga mereka berhadapan.
"Aku pernah memakan semangkamu di depan Caka secara diam-diam, wanita yang sedang kamu bicarakan adalah dirimu sendiri, dan satu hal yang perlu kamu ingat, kamu adalah satu-satunya wanita yang aku ajak untuk menikah, tidak ada yang lainnya!"
Deg!
Tiba-tiba jantung Jennie berdetak dengan kencang, mendengar pengakuan Aneeq. Ah, benarkah? Kenapa dia merasa bahagia?
"Bagaimana? Apa kamu mengingatnya?"
*
*
*
Mommy Jen bobo jadi nggak inget🤣🤣🤣