My Sexy Secretary

My Sexy Secretary
#37


Flashback off


Setelah mereka berdua menceritakan tentang kejadian masa lalu Ovia kepada Zayn mereka pun pulang dengan di antar oleh sopir Zayn


sebelum pulang Diara dan Rachel minta izin kepada Zayn untuk bertemu dengan Ovia tapi Zayn mengatakan kalau Ovia masih belum sadar dan butuh istirahat untuk sementara waktu apalagi pernikahan mereka berdua tinggal menghitung hari saja.


Zayn tidak beranjak dari kursinya dia tampak masih mencerna cerita yang sahabat Ovia katakan tadi dia kemudian dia menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi dan melihat ke langit-langit ruangan ia pun menghembuskan nafasnya.


"Hufttt jadi itu alasan dia dulu tidak mau menerima ku. Aku tidak tau kalau dia mempunyai sisi yang kelam jika aku tau lebih awal aku tidak akan memaksanya justru aku akan berusaha untuk membuat dia perlahan mencintai ku." Gumam Zayn.


Tidak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu. Tok.. Tok.. Tok.


"Masuk!" teriak Zayn.


Seorang maid pun masuk keruangan dan membungkuk hormat kepada majikannya.


"Permisi tuan saya ingin memberitahu kalau nona Ovia sudah sadar!" ucap maid itu ramah.


Zayn tidak menjawab dan langsung lari keluar meninggalkan ruang kerjanya dia tampak senang tapi sekaligus khawatir dia takut Ovia kembali trauma seperti yang diceritakan oleh kedua sahabatnya tadi.


Saat tiba di depan pintu kamar Zayn tampak mengatur nafasnya karena dia habis lari tadi dan berusaha menenangkan dirinya Zayn memegang ganggang pintu dan membukanya dengan pelan ia melihat Ovia sedang duduk di kasur menatap kosong kedepan Zayn yang melihat itu seakan melihat sisi lain dari Ovia ia juga merasa kasihan dan tak tega kepada Ovia setelah tahu kebenaran nya.


Zayn pun akhirnya masuk dan menghampiri Ovia,wanita itu masih tidak menyadari kehadiran Zayn di dekatnya Zayn pun duduk disampingnya dan menggenggam tangan Ovia seketika Ovia sadar saat Zayn menyentuh tangan nya Ia melihat kearah Zayn tanpa ekspresi.


"Baby maafkan aku karena tidak menjaga mu dengan baik!" ucap Zayn merasa bersalah.


"Apa yang kamu katakan kamu sebentar lagi akan menjadi istri ku sudah kewajiban aku untuk menjaga mu seumur hidupku!" ucap Zayn mengelus kepala Ovia.


Ovia kemudian memeluk Zayn dan menyandarkan kepalanya di dada pria itu. "Terimakasih Zayn, sebenarnya ada hal yang belum aku katakan padamu!" ucap Ovia pelan.


Zayn mengelus-elus rambut Ovia dan mencium nya. "Kamu tidak perlu mengatakan nya karena aku sudah tahu semuanya!" ucap Zayn.


Ovia mendongak kan kepalanya dan menatap Zayn bingung. "Aku mengundang Kedua sahabat mu kemari dan meminta mereka untuk menceritakan semuanya!" jelas Zayn.


"Apa kau tidak takut aku jadi pembawa kesialan untukmu," tanya Ovia.


Zayn menatap kedua mata Ovia dengan serius.


"Jangan pernah mengatakan itu aku tidak mau mendengar nya lagi!" ucap Zayn dengan tegas.


"Justru aku adalah pria yang paling beruntung di dunia ini karena bisa memiliki kamu dalam hidupku. Aku akan selalu ada untukmu kapanpun dan di manapun kau mau. Bagiku kau lebih dari apapun bahkan nyawaku sendiri tidak bisa dibandingkan dengan dirimu jadi mulai sekarang lupakan semua kenangan buruk yang pernah kau alami karena aku mulai sekarang akan selalu bersamamu dan memberikan kebahagiaan untukmu!" lanjut Zayn mengungkapkan isi hatinya kepada Ovia.


Ovia tidak bisa membendung air matanya lagi ia sangat terharu terhadap ungkapan Zayn itu ia langsung memeluk Zayn dengan erat hingga tetesan air mata itu membasahi baju Zayn. "Hiks.. Hiks... I love you!" ucap Ovia sambil terisak.


Zayn sangat senang Ovia akhirnya mengakui perasaannya, Zayn mengecup puncuk kepala Ovia sembari mengelus nya. "I love you too baby soo much." Ucap Zayn.


Bersambung ~~~


Happy reading tolong dukungannya ya.