
Suara indah itu bersahut-sahutan, sebagai bahan bakar dan pemicu utama peperangan di atas ranjang itu menjadi semakin panas. Mulut Zoya menganga dengan desaahan keras, saat Ken terus menghujam inti tubuhnya.
Rasa yang membebat di seluruh urat syarafnya, membuat dia bergerak gelisah. Dan rasa itu tidak pernah berubah, masih tetap sama dan selalu membuat dia menggila.
"Ah, Dad," desaah wanita itu, mimik wajah Zoya terlihat sangat sensual, membuat Ken tidak ingin berhenti bergerak, memaju mundurkan tubuhnya. Dia kembali menyerang bibir wanita itu, menyesap dengan brutal.
"Baby, ah." Ken membalas desaahan Zoya, sebelum pelepasan itu datang, Ken memberi jarak, menelusupkan tangannya, hanya dengan satu tangan pria gagah itu membalik tubuh Zoya, dia kembali menghentak dengan keras, tak peduli jika setelah ini dia harus minum obat sakit pinggang, yang jelas sekarang hasratnya harus tuntas menuai puncak kenikmatan.
Bersamaan dengan kegiatan itu, Aneeq baru saja datang, dia naik ke atas menuju kamar. Namun, saat melewati kamar kedua orang tuanya, dia mendengar suara yang tak begitu asing. Wajah Aneeq mengernyit, lalu dia berdecih. "Dasar dua orang tua ini, siang malam gunanya membajak sawah terus. Tidak ingat umur apa? Bahkan Daddy sudah banyak ubannya."
Aneeq menggerutu, dia bisa mendengar dengan jelas suara desaahan kedua orang tuanya. Dia tak ambil pusing, hanya geleng-geleng kepala lalu langsung melenggang ke arah kamarnya.
Tadi dia sempat ke apartemen untuk memastikan bahwa Jennie dan Ziel baik-baik saja. Aneeq tersenyum lega, saat melihat wanita itu ternyata sedang menidurkan Ziel, dia hanya mengucap selamat malam lalu meninggalkan kecupan di kening Jennie, setelah itu Aneeq langsung pulang.
Tak disangka, kedatangannya malah disambut oleh desaahan. Cih, sialan!
Aneeq segera membuang jasnya ke keranjang baju kotor, juga kemejanya yang sudah basah oleh peluh. Tubuh Aneeq terasa sangat lengket, dan dia ingin mandi dengan air hangat.
"Hah, sepertinya Caka hampir mencuri start. Benar-benar yah, diam-diam ternyata dia bahaya juga," gumam Aneeq sambil melangkah ke arah kamar mandi, dia tidak habis pikir dengan apa yang baru saja terjadi antara adik dan asistennya.
Kalau dia tidak datang, mungkin Caka dan El sudah kebablasan. Aneeq merasa dirinya menjadi seorang pahlawan, karena dia datang di waktu yang tepat. Bisa dihajar habis-habisan kalau Caka sampai melakukan itu semua, dia dan keempat adiknya jelas tahu bagaimana kemarahan Ken, itu terjadi saat Aneeq pertama kali bermain dengan seorang wanita.
Yah, dia dihajar dengan brutal oleh sang ayah, tetapi dia menjelaskan kalau tidak sampai berhubungan badan, hingga akhirnya kemarahan Ken mereda, itu pun berkat bantuan Zoya juga.
Namun, pria keras kepala seperti dirinya, juga rasa yang membuat dia ketagihan, membuat dia terus berkecimpung di dunia tersebut. Dan akhirnya Ken hanya bisa memperingati Aneeq, berbeda dengan Zoya yang selalu marah-marah.
Aneeq menggelengkan kepala, mengusir semua bayangan masa itu. Dia segera menyalakan shower, mengatur suhunya dengan air hangat. Aneeq menyugar rambutnya yang basah, memejamkan mata, kini dia justru memikirkan bagaimana hubungannya dengan Jennie, karena semakin hari dia semakin merasa aneh dengan hatinya.
Perasaan lain? Apakah ini cinta? Cih, Aneeq berdecih jijik, membayangkan rasanya jatuh cinta, rasa yang dia hindari selama ini, karena dia selalu menganggap cinta itu merepotkan.
Setelah Aneeq menyelesaikan ritualnya, dia segera menyambar handuk, melilit pinggangnya dengan benda tersebut, lalu masuk ke ruang ganti, dia memakai baju santai, setelah mengibas-ngibas rambutnya, Aneeq naik ke atas ranjang, mengambil ponsel dan mencari posisi wenak.
Entah kenapa malam ini dia ingin berselancar di dunia maya, jarinya dengan lincah menggeser layar pintar itu. Hingga dia menemukan sebuah video yang menampilkan seseorang yang tak asing di matanya.
Tanpa pikir panjang, Aneeq segera membuka tayangan tersebut. Seketika mata pria tampan itu melebar.
"Jennie? Jennie oh Jennieku?"
*
*
*
Gue udah bilang ye, gue itu lagi sibuk goreng rangginang yampunðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
Mohon bersabar, gue tetep usahain buat up kok meski lama. Tolong pahami, jangan lupa pencet-pencet juga itu anunya si Aneeq. Biar gue makin semangat up🧘
Salam anu👑