My Sexy Secretary

My Sexy Secretary
MSS 53


Setelah pergi ke pesta ulang tahun teman Ziel, Aneeq langsung mengantar Jennie dan bocah tampan itu untuk pulang ke rumah. Ziel terlihat sangat bahagia karena berhasil mengenalkan Aneeq pada teman-temannya.


Tak tanggung-tanggung, bahkan rekan bisnisnya kini mengetahui bahwa dia telah menjadi ayah jadi-jadian, karena status Aneeq memang ditetapkan sebagai pembisnis dari kalangan lajang.


Ziel melakukan itu semua karena dia ingin menunjukkan pada dunia, bahwa dia pun memiliki seorang ayah yang baik hati dan mampu untuk diandalkan. Seperti layaknya ayah Biel, yang katanya baru ditemukan setelah beberapa tahun kemudian.


"Boy, kamu terlihat senang sekali," ujar Aneeq, melihat Ziel yang terus tersenyum sumringah sambil mendekap paper bag berisi snack yang telah dibagikan.


"Ziel bahagia, Dad. Akhirnya Ziel juga punya Daddy seperti Biel. Ziel juga suka pestanya, ramai dan banyak teman-teman datang," jawab Ziel apa adanya, dia memang terlihat sangat berantusias untuk mengikuti acara tersebut.


Dan tiba-tiba tangan mungil bocah tampan itu melingkar di perut Aneeq. Ziel mendongak, untuk menatap wajah orang yang terus dia anggap sebagai ayahnya.


"Terima kasih sudah mau jadi Daddy-nya Ziel. I love you, Daddy," sambung Ziel, membuat Aneeq tidak dapat lagi berkata-kata.


Entah kenapa hatinya kembali terusik, seperti sebuah sihir, panggilan Ziel padanya membuat Aneeq merasa harus menjaga, menjaga dan menjaga.


"I love you more, Boy," balas Aneeq, membuat Ziel mengulum senyum. Begitu pun juga dengan Jennie.


Kedua orang dewasa itu saling pandang, lalu tiba-tiba pria itu menggenggam tangan Jennie yang ada di bawah sana. Meyakinkan bahwa dia akan senantiasa menjaga ibu dan anak itu.


Awalnya Jennie ingin menolak genggaman tangan Aneeq, tetapi Aneeq justru semakin mempereratnya, hingga dia tak bisa terlepas begitu saja.


Lain tempat, lain pula suasana. Tepatnya di rumah Jennie, Michael sudah menunggu kedatangan wanita itu. Dia ingin meminta penjelasan tentang siapa pria yang dimaksud oleh Jennie.


Awas saja, dia akan memberikan pelajaran bagi pria yang berani mendekati istrinya. Michael tampak mondar-mandir, dia merasa tak sabar, hingga manik matanya tiba-tiba menangkap mobil mewah yang melintas melewati mobilnya.


Kening Michael mengerut, semakin bertambah penasaran. "Siapa sebenarnya dia?" Gumam pria itu, hingga akhirnya orang yang ada dalam mobil itu turun, Michael langsung melebarkan kelopak matanya.


Dia tidak salah lihat? Bahkan Jennie dan Ziel terlihat sangat akrab dengan pengusaha yang namanya sedang melambung tinggi itu. Michael mengepalkan tangannya kuat. Tidak, dia tidak akan rela jika Jennie jatuh pada pria badjingan itu.


Michael segera melangkah mendekati ketiga orang itu, tatapannya garang, menunjukkan kemarahan. "Jennie!" Panggilnya menyentak, membuat tawa yang sedang meledak itu pun perlahan sirna.


Jennie langsung memicing tajam, sementara Aneeq menelisik pria yang ada di hadapannya. Wanita itu memilih acuh, dia melengoskan wajah, dan berlalu dengan menggandeng tangan Ziel.


Namun, baru beberapa langkah tangannya sudah dicekal oleh Michael. "Kita perlu bicara!" Cetus Michael, melirik sekilas ke arah Aneeq dengan tatapan sinis.


Jennie langsung menepis tangan Michael dengan kasar, hingga cekalan itu terlepas. "Tidak ada apapun lagi yang perlu kita bicarakan! Karena sebentar lagi kita akan bercerai!"


Aneeq melangkah, mendekati Jennie, sementara Elly sudah keluar dan mengajak Ziel untuk masuk. Aneeq memeluk pinggang Jennie, ingin menunjukkan pada Michael, bahwa pria yang disebut badjingan ini, mampu merebut istrinya.


"Ada apa, Tuan Mike? Kenapa kamu mesti marah-marah seperti itu pada wanitaku? Kamu juga mengataiku badjingan, memangnya kamu tahu dari mana kalau aku badjingan?"


Jennie merasa terkejut dengan Aneeq yang memeluk tubuhnya dengan posesif, tetapi posisinya sekarang memang menguntungkan, dia bisa memanas-manasi Michael menggunakan Aneeq, hingga Jennie pun membalas pelukan pria itu.


Tangan Michael semakin terkepal kuat. "Jen, kamu tidak bisa seperti ini? Kamu masih istriku, dan pria ini." Michael menunjuk Aneeq dengan sengit. "Dia tidak lebih dari seorang pemain wanita! Dia brengsekk, Jennie!"


Bugh!


Sebuah pukulan keras langsung Michael dapatkan, Aneeq mengangkat tubuh Jennie, sementara kaki wanita itu langsung melayang ke arah wajah Michael, hingga hidung pria itu mengeluarkan darah.


Jennie saja sampai terperangah, karena Aneeq melakukannya tanpa aba-aba.


"Apa kamu tidak memiliki cermin di rumah? Atau kamu terlalu miskin sampai tidak mampu membelinya?"


Michael memegangi rahangnya yang terasa sakit, juga hidungnya yang terus mengeluarkan darah. "Apa maksudmu?"


Aneeq berdecih mendengar itu, dia kembali menarik pinggang Jennie dan melabuhkan sebuah ciuman di bibir wanita itu. "Urus saja wanita jambu bijimu, maka aku akan urus wanitaku. Lebih tepatnya wanita yang telah kamu sia-siakan!"


"Kau!"


Michael semakin meradang.


"Apa? Apa aku salah bicara? Tikus berdasi sepertimu sama sekali tidak cocok makan semangka. Sudah pergi sana, sebelum kuinjak otakmu yang dangkal itu!"


Setelah mengatakan itu, Aneeq tiba-tiba mengangkat tubuh Jennie, wanita itu reflek mengalungkan tangannya di leher Aneeq, hingga tatapan mereka bertemu. "Jangan khawatirkan apapun, Sayang. Tikus tidak akan pernah menang melawan ular!"


*


*


*


Eak eak :v saaaa ae lu, Bang🤪🤪🤪