My Sexy Secretary

My Sexy Secretary
MSS 98


(Flashback on)


Seorang pria dengan tubuh tegap masuk ke sebuah ruangan, kedatangannya sudah di tunggu oleh dua orang yang ada di dalam ruangan tersebut, sebab ada informasi yang harus dia sampaikan.


Pria itu bernama Glenn, pria yang ditugaskan oleh Zoya untuk memantau setiap gerak-gerik putra sulungnya.


"Katakan!" ucap Ken to the point saat Glenn sudah berdiri tepat di hadapan mereka. Sementara ia dan Zoya duduk di sofa.


Semua ini adalah rencana istrinya, mematai-matai sang anak, karena ibu beranak lima itu merasa curiga. Akhirnya Ken memberikan izin, tetapi dengan syarat, Zoya tidak boleh menemui Glenn tanpa dirinya.


Setelah mendapat perintah seperti itu, Glenn langsung melaporkan informasi terkini tentang hubungan Aneeq dan Jennie. Jangan kira Ken dan Zoya tidak tahu ke mana putra sulungnya itu pergi setiap malam, kedua orang tua itu tahu persis setelah El membongkar semuanya.


Namun, Ken dan Zoya tetap diam. Menunggu keseriusan Aneeq untuk menjadikan Jennie menantu di keluarga Tan. Semua yang berkaitan dengan kehidupan Jennie, Zoya mengoreknya sampai habis. Bahkan ibu beranak lima itu tahu bahwa Jennie adalah seorang "single parent" yakni seorang ibu dengan satu anak.


Status perselingkuhan suaminya menjadi penyebab Jennie memilih untuk menjanda dan merawat putranya tanpa figur seorang ayah.


Asal-usul maupun status Jennie tidak menjadi masalah bagi Ken dan Zoya. Titik beratnya sekarang hanyalah dua ego yang masih belum menyatu, hingga menyisakan rasa saling menyakiti satu sama lain.


"Sampai sekarang hubungan mereka belum membaik, jadi sepertinya Tuan An belum berani untuk membawa Nyonya Jennie ke hadapan kalian."


Zoya terlihat manggut-manggut. "Apa jadwal kegiatan An hari ini?" Tanyanya.


"Bertemu klien, Nyonya."


"Baik, aku akan ke sana!"


Setelah mengatakan itu Zoya mempersilahkan Glenn untuk pergi, ia menatap Ken yang mengerutkan dahinya. Tanda tidak mengerti apa yang akan Zoya lakukan.


"Baby."


"Sttt!" Zoya langsung membungkam mulut Ken dengan jari telunjuknya. Wanita itu naik ke atas pangkuan Ken, membuat pria paruh baya itu semakin tak paham.


"Kita akan bekerja sama, Sayang."


"Bekerja sama apa, Baby?" tanya Ken setelah jari telunjuk Zoya lepas, dan malah turun ke dada bidangnya.


Wanita yang masih terlihat cantik itu tersenyum menggoda dan mencolek dada Ken dengan manja. "Nanti aku beritahu, kalau kamu berhasil, aku akan memberimu hadiah." Bisik Zoya seraya menjulurkan lidah hingga menyentuh telinga suaminya.


Kalau sudah seperti ini, tugas apa saja yang Zoya berikan pasti Ken penuhi.


***


"Sen, An ada?" tanya Zoya basa-basi pada resepsionis yang sudah ia kenal lama.


"Tuan sedang keluar, Nyonya, di atas hanya ada Nona Jennie, dia sekretaris Tuan An yang baru," jelas wanita dengan rambut sebahu itu. Zoya tersenyum lalu pamit untuk naik ke atas.


Awalnya sang resepsionis ingin mengantar kepergian Nyonya Besar keluarga Tan, tetapi Zoya menolak. Hingga ia sampai di depan ruangan sang anak, tanpa ragu Zoya langsung membuka pintu.


Membuat seseorang yang ada di dalam sana melayangkan tatapan matanya pada benda persegi panjang itu. Kedatangan Zoya yang mendadak, membuat Jennie merasa tersentak.


Jennie menatap Zoya yang tersenyum ramah, dahi wanita itu mengernyit karena merasa tidak asing dengan senyum ini, Jennie mencoba mengingat-ingat, hingga ia teringat dengan wanita yang ada di dalam figura foto milik Aneeq.


Apa dia mantan Aneeq?


"Permisi," ucap Zoya sambil mengetuk pintu, untuk membuyarkan lamunan Jennie.


Seketika Jennie tersadar, ia langsung berdiri dan menghampiri Zoya. Tubuh Jennie mendadak gemetar dengan dada yang bergemuruh, bagaimana kalau wanita ini benar-benar mantan kekasih Aneeq, apa yang harus ia lakukan?


Rasa cemburu mulai memenuhi relung hati Jennie, apalagi saat ia menyadari kalau wanita di depannya ini sangat cantik. Apa Aneeq akan kembali berhubungan dengannya setelah sekian lama tidak bertemu? Ah, pikiran Jennie jadi kacau.


Jennie mencoba menetralisir kecemasannya dengan tersenyum. "Silahkan masuk, Nyonya."


Patuh, Zoya masuk ke dalam ruangan Aneeq. Pandangan wanita itu tidak lepas dari lekukan tubuh Jennie yang nyaris sempurna. Pantas saja putranya betah keluar rumah, ternyata mainannya secantik ini, diam-diam Zoya mengagumi postur tubuh Jennie.


"Maaf sebelumnya, Nyonya. Perkenalkan saya Jennie, sekretaris Tuan An," ucap Jennie sambil mengulurkan tangan dan tersenyum manis.


Melihat itu, Zoya semakin yakin bahwa ia tidak salah menilai kalau Jennie adalah wanita baik-baik, dan cocok untuk menjadi menantu di keluarga Tan.


Wanita beranak lima itu terkekeh. "Aku sudah tahu, perkenalkan aku Zoya. Calon mertuamu."


Deg!


Mata Jennie langsung membola. "Calon mertua?" Batinnya.


*


*


*


Kenalin juga, gue emaknya uler-uleran 🙄🙄🙄