My Sexy Secretary

My Sexy Secretary
MSS 48


Mobil yang dikendarai oleh Caka berhenti tepat di depan sebuah mansion mewah milik keluarga Tan, sebelum pulang dia harus mengantar tuannya terlebih dahulu.


Aneeq tak lagi banyak bicara, tubuhnya sudah sangat lelah, sudah dua malam dia tidak pulang, dan semoga saja Zoya tidak curiga.


Pria itu langsung saja keluar dari mobil, dan menyuruh Caka untuk pulang menggunakan tangannya. Setelah itu dia masuk, melangkahkan kakinya dengan sedikit gontai, ingin cepat-cepat sampai di kamar.


Namun, siapa sangka, di ambang pintu Aneeq justru dihadang oleh sesosok wanita, berdiri santai seolah menunggu dirinya. Langkah Aneeq memelan, dia meneguk ludahnya kasar saat melihat Zoya yang melipat tangan di depan dada.


Perasaannya sudah tidak enak, apalagi melihat senyum Zoya yang terasa sangat menyeramkan, sesaat Zoya benar-benar seperti ratu ular sungguhan.


Namun, demi menutupi kegundahannya Aneeq ikut tersenyum pula, berharap Zoya tidak memberikan hukuman di saat dirinya benar-benar lelah. "Mommy." Seru Aneeq lalu mengayunkan kakinya sedikit lebih cepat.


Belum benar-benar sampai di depan pintu utama, kaki Aneeq reflek mengerem, saat Zoya tiba-tiba mengeluarkan sapu yang disembunyikan wanita beranak lima itu.


Mata Aneeq melebar, dia tahu malam ini dia tidak akan selamat dari hukuman sang ibu.


"Mom, kamu mau apa?" tanya Aneeq dengan wajah memelas, memohon ampun pada ibunda ratu, agar sudi melepaskan dirinya.


Zoya menatap sengit sementara di belakangnya sudah ada Ken yang menatap Aneeq dengan tatapan meledek. "Sini kamu!" Ucap Zoya, menunjuk Aneeq dengan gagang sapu.


Aneeq menatap sebal pada ayahnya, tetapi detik selanjutnya dia kembali memasang wajah memelas di depan Zoya, dia mengatupkan kedua tangan di depan dada. "Mom, ampun, jangan hukum An dong."


Zoya menggeleng penuh penegasan. "Cepat masuk!!!" Cetus Zoya memberi perintah pada putra sulungnya, sementara Ken sudah cengar-cengir, menertawai Aneeq.


"Iya, tapi sapunya lepaskan dulu dong, Mom."


"Mommy bilang masuk Aneeq Conda Tanson!"


Tep!


Bibir Aneeq langsung mengatup, akhirnya dia menurut, Aneeq menggerakkan kakinya kembali untuk masuk ke dalam mansion, begitu melewati Zoya, bok*ong Aneeq menjadi sasaran sapu kesayangan wanita itu.


"Aw, aw! Sakit, Mommy."


Aneeq menjerit, tetapi Zoya tidak peduli, dia merasa curiga, Aneeq sudah memiliki wanita lain, yang dijadikan boneka oleh pria itu, Zoya harus mencari tahu.


Begitu sudah melewati ruang tengah, langkah Aneeq langsung dicegah oleh instruksi dari Zoya. "Berhenti, sekarang menghadap tembok dan tarik kedua telingamu!" Cetus wanita itu tak main-main.


Aneeq lagi-lagi hanya bisa menelan ludahnya. "Mom, An capek lho."


"Menghadap ke tembok, atau sapu ini melayang untuk menyabet Anacondamu!" ancam Zoya, agar Aneeq segera menuruti perintahnya.


Aneeq hanya bisa pasrah, walaupun di luar sana dia bisa menaklukkan banyak wanita, tetapi kalau sudah di dalam mansion, hanya satu wanita ini yang dapat menundukkan dirinya.


Puk, puk, puk!


"Berdiri di sini sampai dua jam, kalau kamu berani masuk ke dalam kamar, hukuman akan Mommy tambah!"


"Yah, Mom_"


"Kalau kamu protes, Mommy rubah hukumannya!"


Ck, sial, sial, sial! Aneeq tidak dapat lagi membantah. Setelah mengatakan itu, Zoya melangkah ke arah kamar, sementara Aneeq diawasi oleh satu security mansionnya.


"Makanya jangan nakal, An," ledek Ken, sebelum menyusul istrinya naik ke atas kamar, selama dua hari ini Ken tidak mendapat jatah gara-gara Aneeq yang tak pulang ke rumah.


Malam ini, dia puas sekali melihat Aneeq yang dihukum langsung oleh Zoya, sedari tadi dia terus menahan tawa.


Mendengar itu, Aneeq mendelik, punya ayah tetapi sudah seperti memiliki musuh. "Aku do'akan Mommy menolakmu malam ini!!!"


"Haha, itu tidak mungkin_"


"Daddy, masuk!!!" pekik Zoya, menghentikan Ken yang ingin menimpali ucapan Aneeq.


Ken mengulum senyum, sementara sorot matanya meledek sang putra. "Iya, Sayang. Aku datang." Balas pria itu, lalu menepuk bahu Aneeq. "Boy, nikmati saja hukumanmu, Daddy mau enak-enak dulu."


Setelah itu, Ken tersenyum kegirangan, dia naik ke atas tangga dengan cepat, supaya cepat pula masuk ke dalam kamar.


Sementara di bawah sana, Aneeq mendengus kasar, kesal sekali dengan ayah dan ibunya. "Argh! Mereka seperti tidak pernah muda saja. Tapi untung sudah makan semangka." Gerutunya.


*


*


*


Ngothor : Bang, banyak yang minta flashback lu sama semangka, kasih nggak👀🤣


Anaconda : Kasihlah jangan enggak, ntar gue ditinggalin sama mereka.


Ngothor : Aish, kalem... Kalo mau tahu, acara makan memakan semangka, tinggal baca punya Daddy lu aja!


Anaconda : Apa, Thor, apa?


Ngothor : Haish, keceplosan lagi aja gua🤦


Anaconda : Thor, apaaaaaaaaa?