
Pagi ini di sebuah ruangan yang memiliki meja yang besar dan juga luas tampak CEO muda itu tengah melakukan rapat kepada semua dewan di perusahaan tersebut, disana juga terdapat sekertaris Ovia, wanita itu fokus dengan berkas yang ada di depannya tanpa ia sadari sejak tadi Zayn sekali-kali mencuri pandang padanya.
"Baiklah sampai disini dulu!" Zayn berdiri dan semuanya pun ikut berdiri pria itu melihat ke arah Ovia yang duduk disampingnya.
"Sekertaris Ovia tolong bawa semua berkasnya ke ruangan aku nanti ya!" Zayn tersenyum dan bicara dengan lembut kepada nya membuat semua yang disana heran termasuk wanita itu.
"I i iya pak!" Ovia menunduk dan merasa gugup karena semua orang sekarang tengah menatap nya, lalu Zayn pun meninggalkan ruangan.
Akhirnya Ovia masuk keruangan nya setelah banyak yang bertanya kepadanya di ruang rapat saat Zayn pergi, mereka semua penasaran ada hubungan apa wanita itu dengan tuan Zayn, Ovia hanya mengatakan kalau mereka hanya atasan dan bawahan tidak ada hubungan sepesial apapun bahkan tuan Sean pun kaget sama sifat CEO itu karena yang dia tau kalau Zayn itu orang yang sangat tegas dan dingin kepada orang lain bahkan kepada keluarga nya pun terkadang Zayn juga sering bersikap dingin.
Ovia sedang memeriksa berkas hasil dari rapat tadi pagi dan akan menyerahkan nya kepada bos nya, Ovia berjalan keluar menuju ruangan ceo dengan membawa beberapa berkas di tangan nya, tiba di depan pintu ruangan tersebut Ovia pun mengetok pintu.
Tok!!tok!!tok!!.
Tapi tidak ada sahutan dari dalam Ovia pun kembali mengetok pintu.
Tok!!tok!!tok!!.
Tetapi tetap tidak ada sahutan dari dalam jadi Ovia pun membuka pintu itu dan masuk kedalam ruangan tapi yang dia lihat hanya lah sebuah meja kerja yang besar dan kursi yang tanpa ada penghuninya, Ovia pun meletakkan berkas tersebut ke meja itu dan berbalik ingin pergi.
Greppp!!!.
Tapi tiba-tiba ada Sebuah tangan yang kekar memeluk nya dari belakang sontak membuat wanita itu kaget. "Aku merindukan mu!" terdengar suara pelan seorang lelaki yang berbisik di telinga wanita itu.
"Nggak mau sampai kamu terima aku" ucap Zayn! "Maaf pak bukannya anda sudah mendengar nya dengan jelas kemarin" Ovia masih berusaha melepaskan pelukan itu.
"Aku tidak akan pernah mendengar jika itu sebuah penolakan karena mulai sekarang kau hanya milikku Zayn Arlonde Croch baby!" paksa Zayn dan menekan namanya agar wanita itu tau kalau dia hanya miliknya seorang.
Mendengar ucapan dari Zayn membuat Jantung wanita itu berdetak dengan cepat, Ovia memukul-mukul tangan Zayn yang melingkar di perutnya.
"Lepaskan aku dasar pemaksa dan ingat aku bukan milikmu," Zayn membalik tubuh wanita itu dan memeluknya dari depan.
"Jangan lakukan itu lagi bagaimana kalau pukulan mu mengenai perutmu,aku tidak ingin kau terluka baby!" Zayn memegang bahu wanita dan melihat mata Ovia dengan dalam.
Deghhh!!!
Seketika jantung Ovia seakan berhenti mendengar ucapan Zayn yang sangat peduli kepada dirinya *Tidak, aku tidak bisa hiks* batin Ovia seketika setetes air keluar dari mata wanita itu Zayn yang melihat itu pun langsung memeluk Ovia kembali.
Entah apa yang membuat wanita itu menangis hanya author yang tau wkwkwk.
Bersambung ~~~
Happy reading tolong dukungannya ya.